HASRAT CINTA PERTAMA

HASRAT CINTA PERTAMA
BAB 106. Pernikahan kedua


__ADS_3

Resepsi pernikahan Billy dan Alisa dirayakan di salah satu hotel bintang lima di kawasan Nusa Dua, Bali.


Pasangan Dian-Stefan, Chandra-Sherina, Kelvin-Natasha, dan Dion-Vivian beserta Leon duduk semeja. Wajah mereka semua semringah dan ikut bergembira dengan pernikahan Billy dan Alisa.


Alisa akan menetap di Bali dan tinggal bersama Billy di Mansion Tatum. Billy berjanji kepada Alisa, akan bersamanya pulang ke Jepang setiap enam bulan sekali karena keluarga besar Alisa sudah menetap di sana.


Acara resepsi pernikahan berjalan lancar dan meriah. Penyanyi lokal yang diundang menyanyikan lagu nuansa cinta dan romantis untuk menghibur para tamu undangan.


Di bagian atas tengah panggung terpasang layar LCD besar yang memutar upacara pernikahan gaya Shinto, Billy dan Alisa beberapa waktu yang lalu di Jepang.


Dian terkagum dengan pakaian tradisional pengantin Jepang yang dipakai oleh Alisa, di layar LCD besar. Bahkan Natasha juga tertarik dengan desain dan motif pakaian tradisional itu.


Perayaan pernikahan tradisional gaya Shinto pernah sangat populer dan mendominasi di Jepang sekitar awal abad ke-20, tetapi sekarang tergeser oleh white wedding gaya barat pada akhir tahun 1990-an. Saat ini, white wedding gaya barat lebih disukai para pasangan di Jepang karena prosesnya yang tidak terlalu rumit.


Oleh karena itu, Natasha sangat senang bisa melihat desain pakaian pengantin tradisional itu dan bisa dijadikan sebagai inspirasi di dalam desain karyanya.


"Kamu suka baju pengantin?" tanya Stefan secara tiba-tiba saat melihat tatapan mata berbinar-binar Dian ke layar LCD besar.


"Tentu saja. Semua wanita suka pakaian pengantin yang cantik," jawab Dian.


"Pakaian pengantin dari negara mana yang paling kamu suka?" tanya Stefan dengan serius.


"Aku pernah lihat gaun pengantin barat desain Aunty Raisa. Sangat cantik. Gaun pengantin Kak Rina pasti buatan Aunty Raisa," jawab Dian.


"Kamu pakai gaun pengantin apa pun pasti cantik," puji Stefan.


Pipi Dian bersemu merah karena pujian Stefan. Leon yang duduk tepat di sebelah mereka berdua menjadi merinding karena mendengar jelas rayuan Stefan.


Leon mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Semua orang yang duduk semeja dengannya berpasangan, bahkan Dion dan Vivian pun terlihat mengobrol berdua tanpa memedulikan yang lainnya.


Saat ini Leon sadar, dirinya sendiri saja yang jomblo sehingga pria muda itu bertekad segera mendapatkan pacar agar tidak kalah dari Dion. Padahal selama ini Leon yakin dirinya lebih cepat pacaran dibandingkan Dion dan kenyataan sekarang membuat Leon syok.


"Kak Rina. Ada gak teman kakak yang jomblo, cantik, baik hati, jujur?" tanya Leon secara tiba-tiba.


Pertanyaan Leon membuat semua yang semeja dengannya, menatap serius ke arah pria muda itu. Bahkan Sherina sambil memicingkan matanya karena heran dengan pertanyaan Leon.


"Ada sih beberapa yang sesuai kriteria yang kamu bilang, tetapi semuanya sudah punya suami. Gak ada yang jomblo," jawab Sherina.


"Aduh! Cariin dong Kak Rina. Pokoknya aku harus punya pacar tahun ini!" ujar Leon dengan tegas.


"Iya, iya," jawab Sherina.


Leon bisa merasakan nada bicara Sherina yang tidak serius sehingga pria muda itu mengalihkan perhatiannya ke Vivian.


"Vi! Ada gak teman wanita ilmuwan yang pintar sepertimu? Kalau ada, boleh kenalin ke aku," ucap Leon.


"Aku gak pernah lihat ilmuwan wanita selain Vi di lab Perusahaan Alpha. Benar kan Fan?" tanya Dian.


Dian tahu Leon merasa kesepian dan sendirian karena mereka semua sudah mempunyai pasangan sehingga Dian ingin membantu Leon.


"Iya benar," jawab Stefan.


Leon menjadi lesu mendengar jawaban Stefan sehingga Sherina merasa iba dengan adik kesayangannya yang usil.


"Kamu masih muda dan tampan. Pasti akan menemukan jodohmu. Sabar, Leon!" kata Sherina dengan bijak.


"Iya kak Rina," jawab Leon dengan patuh.


Sebenarnya kriteria Leon sebagai CEO Saputra membuat banyak wanita muda ingin mendekatinya. Tentu saja dengan niat tersembunyi dan bukanlah tulus mencintai Leon sehingga pria muda itu menolak mereka.


Leon tahu saran Sherina ada benarnya. Tadi dirinya hanya terlalu antusias untuk melepaskan status jomblo sehingga bisa seperti mereka semua mempunyai pasangan. Akan tetapi, sekarang Leon sudah berpikir jernih lagi dan membiarkan jodohnya datang sendiri.


***

__ADS_1


Stefan mengantar Dian pulang setelah acara resepsi pernikahan Billy dan Alisa selesai.


"Dian. Besok malam aku jemput jam lima sore di Mansion Wijaya ya," kata Stefan.


Dian baru teringat Stefan akan membawanya ke resepsi pernikahan yang terkesan misterius karena Stefan merahasiakan identitas siapa pengantin pria dan wanita.


"Baiklah," jawab Dian.


Walaupun Dian merasa penasaran, tetapi gadis muda itu bersabar menunggu hingga hari esok tiba.


***


Jam lima sore Stefan datang ke Mansion Wijaya menjemput Dian. Dian mengenakan gaun pesta panjang simpel dengan model berlengan Sabrina warna biru muda, sedangkan Stefan mengenakan jas blazer warna biru muda.


Pakaian mereka berdua sangat serasi. Semalam Stefan menanyakan warna gaun Dian sehingga dirinya bisa memilih setelan jas warna yang sama.


Beberapa saat kemudian, mobil mercedes benz berhenti di salah satu hotel bintang lima. Pak sopir membukakan pintu mobil untuk Stefan dan Dian. Sepasang sejoli itu saling bergandengan tangan menuju ballroom hotel tempat acara resepsi pernikahan diadakan.


Dian menghentikan langkah kakinya dan menatap saksama bingkai foto besar yang terletak di depan pintu masuk ballroom.


"Rizky menikah lagi?" tanya Dian, saat mengenali pengantin pria di dalam foto itu adalah Rizky, teman dekat Stefan.


"Rizky rujuk dengan istrinya," jawab Stefan.


Stefan sengaja membawa Dian ke pernikahan kedua Rizky dengan mantan istrinya, untuk memperlihatkan kepada Dian bahwa pasangan yang saling mencintai bisa memulai lagi pernikahan kedua dan tidak akan mengulangi kesalahan di pernikahan pertama.


Sementara Dian mengingat kembali perceraian Rizky secara tidak sengaja disebabkan olehnya. Saat itu Dian membalas Rizky dengan menyebarkan foto pribadi Rizky yang berpelukan dan berciuman mesra dengan seorang wanita di dalam kolam renang sehingga istri Rizky menggugat cerai.


Kasus Rizky berbeda jauh dengan kasus Stefan. Perceraian Rizky disebabkan perselingkuhan, sedangkan perceraiannya dengan Stefan disebabkan kesalahpahaman dan juga provokasi dari Gisel.


"Ayo kita masuk," ajak Stefan. Dian menjawab dengan anggukkan kepala.


Stefan dan Dian duduk di salah satu meja tamu undangan yang sudah disusun rapi di dalam ballroom hotel, setelah bersalaman dengan Rizky dan Melisa, istri Rizky terlebih dahulu.


"Fan! Rizky dan istrinya sudah lama pacaran sebelum menikah?" tanya Dian.


Dian tidak ikut menghadiri pernikahan Rizky yang pertama karena Stefan sedang dinas ke luar negeri waktu itu. Laura dan Anastasia pergi bersama serta tidak mengajak Dian.


"Pernikahan mereka dijodohkan. Paman Tino berteman dekat dengan papa istri Rizky," jawab Stefan jujur.


"Ternyata dijodohkan," batin Dian.


Dian mempunyai firasat yang tidak baik akan pernikahan kedua ini. Sewaktu bersalaman dengan Melisa, Dian bisa merasakan wanita itu tidak gembira dengan pernikahan keduanya.


Firasat Dian sangat tepat. Tiba-tiba terdengar suara riuh dari para tamu undangan yang sudah berada di dalam ballroom.


Foto pre-wedding yang muncul di layar LCD besar di atas panggung, berubah menjadi foto mesra Rizky bersama wanita yang berbeda-beda.


Rizky yang berdiri di dekat pintu masuk ballroom dan sedang bersalaman dengan para tami undangan, segera berlari menuju panggung dengan wajah panik.


"Matikan layarnya! Matikan sekarang!" teriak Rizky.


Rizky menoleh ke arah Melisa. Melisa masih berdiri di tempatnya dengan ekspresi wajah tenang dan sepasang mata yang menatap ke layar LCD.


Sikap tenang Melisa membuat Rizky merasa gelisah dan tidak nyaman. Apa lagi saat Melisa mulai berjalan menghampirinya.


Sementara itu, teriakan Rizky membuat ruangan ballroom menjadi sunyi. Para tamu undangan ikut merasa tegang. Mereka tidak menyangka acara bahagia dan ucapkan selamat yang mereka berikan ke Rizky tadi, menjadi sia-sia karena foto-foto mesra di atas panggung.


Pikiran para tamu undangan sama dengan pikiran Dian dan Stefan saat ini. Mereka yakin pernikahan kedua Rizky sudah hancur.


***


Melisa berhenti tepat di hadapan Rizky dan menatap mantan suaminya dengan dingin.

__ADS_1


"Lisa! Aku memang pria breng**k, tetapi itu semua hanya masa lalu. Aku berjanji akan setia padamu selamanya," ucap Rizky dengan suara bergetar.


"Rizky! Aku tahu kamu meminta rujuk karena takut ancaman dicoret dari ahli waris Keluarga Martin. Aku tidak akan percaya dengan janji palsumu lagi. Kamu bisa memilih salah satu dari wanita itu sebagai nyonya besar Martin," kata Melisa dengan nada datar.


Rizky berdiri mematung di tempatnya karena perkataan Melisa memang benar. Rizky berusaha rujuk dengan Melisa karena ancaman Tino, tetapi dirinya masih saja menjalin hubungan dengan wanita lain di luar sana.


Selama beberapa bulan ini Rizky berusaha membujuk Melisa dan pada akhirnya mantan istrinya itu bersedia rujuk kembali dengannya.


Rizky tidak menyangka Melisa sudah mengumpulkan banyak bukti perselingkuhannya dan sengaja membeberkannya di resepsi pernikahan mereka saat ini.


Melisa berjalan menghampiri ayah dan ibu Rizky. Melisa merasa bersalah karena melibatkan kedua orang tua yang sudah menyayanginya sejak dirinya menikah dengan Rizky.


"Ayah, ibu. Maafkan Lisa membuat kekacauan malam ini. Aku tahu ayah dan ibu sangat menyayangiku, tetapi aku tidak mau disakiti lagi," ucap Melisa.


"Tidak apa-apa, Lisa!" kata Tino.


Tino tahu semua kesalahan ada di pihak Rizky sehingga dirinya merasa malu jika masih saja bermuka tembok meminta Melisa rujuk dengan Rizky.


"Terima kasih ayah, ibu!" kata Melisa dan memeluk kedua orang tua itu bergantian, sebelum meninggalkan ballroom hotel.


Suasana ballroom hotel menjadi kacau lagi. Para tamu undangan pun meminta izin meninggalkan acara, termasuk Dian dan Stefan.


***


Sepanjang perjalanan menuju Mansion Wijaya, Stefan diam seribu bahasa sambil menggenggam erat tangan Dian.


"Ada apa Fan?" tanya Dian.


"Dian! Aku bersumpah pernikahan kedua kita tidak akan berakhir seperti Rizky," jawab Stefan dengan sungguh-sungguh.


Stefan merasa takut kejadian tadi membuat Dian trauma dan tidak mau menikah lagi dengannya. Mungkin saja mereka tetap hanya berada di status pacaran dan Stefan tidak mau hubungan mereka hanya sebatas itu.


"Fan! Apakah kamu suka selingkuh seperti Rizky?" tanya Dian.


"Tentu saja tidak! Aku hanya pernah menggandeng tangan Gisel beberapa kali saja sewaktu bersamanya. Tidak ada hubungan yang lebih," jawab Stefan.


Stefan berusaha mengatakan sejelas-jelasnya ke Dian agar gadis muda itu yakin dengan ketulusan cintanya.


"Aku percaya padamu," kata Dian.


Dian menyandarkan kepalanya di dada Stefan. Stefan mendekap tubuh Dian dengan erat. Perasaan panik dan gelisah di dalam hati Stefan hilang seketika karena ucapan Dian.


"Fan! Kita tidak akan berakhir seperti Rizky dan mantan istrinya karena aku yakin kamu sangat mencintaiku," lanjut Dian.


"Terima kasih Dian," kata Stefan dan memberikan kecupan lama di puncak kepala Dian.


Stefan merasa sangat beruntung bisa mendapatkan Dian sebagai pasangan hidupnya. Stefan berjanji dalam hati kecilnya untuk setia kepada Dian selamanya dan tidak mengikuti jejak Rizky.


***


Selamat siang readers. Ta da... kena prank author deh karena judul bab. Maaf ya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ™. Author juga kena prank dari NT nih, novelnya gak menang di pengumumam semalam. Mungkin belum rejeki author. Semangat untuk ikut lomba lainπŸ’ͺπŸ’ͺ😊


Terima kasih untuk dukungan semuanya di novel ini. Semoga readers setia mengikuti novel author yang lain yaπŸ€—.


Bab ini sudah panjang, hampir dua bab 😊. Bersiaplah untuk bab besok yaπŸ€—. Pernikahan Dian dan Stefan bukan prank lagi. Tebak-tebakan yuk, mereka menikah di mana?


Author kasih clue dikit: ada dua tempat. Salah satunya di negara lain 🀭🀭🀭


HAPPY WEEKEND


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG

__ADS_1


AUTHOR : LYTIE


__ADS_2