
Hubungan Dian dan Stefan berjalan lancar. Perhatian dan kasih sayang Stefan terhadap Dian membuat daddy Jackson mulai menerima pria muda itu sebagai kekasih Dian.
Jackson mengagumi niat dan usaha keras Stefan belajar memasak dengan Rossy setiap malam, walaupun pekerjaan Stefan sebagai CEO Bramasta sangat banyak dan menumpuk.
Mansion Wijaya bagaikan rumah kedua bagi Stefan karena pria muda itu selalu berkunjung ke sana setiap malam. Bahkan terkadang Stefan meminta petunjuk dari Jackson dalam bidang bisnis dan juga sering bertukar pendapat dengan Chandra mengenai proyek-proyek baru.
Saat ini Jackson dan Chandra bersedia menerima Stefan dikarenakan melihat wajah dan perilaku Dian yang selalu ceria dan bahagia.
Sementara bagi Stefan sendiri, dirinya merasa beruntung Keluarga Wijaya mulai membuka pintu hati untuknya. Walaupun selama ini Keluarga Wijaya terkenal sebagai keluarga yang kaya dan disegani banyak orang, tetapi sesama anggota keluarganya saling menyayangi satu sama lain. Sangat berbeda jauh dengan Keluarga Bramasta, tempat Stefan dibesarkan sehingga Stefan merasa berada di keluarga yang utuh dan hangat.
***
Hari ini Dian dan Sherina sangat gembira karena mendapat kabar Natasha menjadi pemenang utama di kompetisi perancang busana Amerika. Natasha mengundang Dian dan Sherina ke sana untuk menghadiri acara penyerahan penghargaan desain pakaiannya.
Dian, Sherina, dan Leon berangkat bersama ke Amerika. Sementara Chandra dan Stefan akan menyusul keesokan harinya.
Billy tidak bisa ikut serta karena Alisa sedang hamil muda sehingga Billy harus menjadi suami siaga di sisi Alisa.
Acara penyerahan penghargaan berlangsung meriah dan sukses. Kelvin berada di sisi Natasha sepanjang acara. Mereka berdua saling bergandengan tangan.
Dian sangat gembira melihat kemesraan Kelvin dengan Natasha. Dian sudah membayangkan tidak lama lagi acara pernikahan Chandra dan Kelvin akan dilaksanakan setelah mereka semua pulang ke Bali.
"Kak Rina. Acara pernikahan kakak dan Tasha nanti di hotel apa?" tanya Dian penasaran.
"Stefan yang mengaturnya. Kamu bisa menanyakan langsung ke Stefan saat dia tiba nanti," jawab Sherina sambil tersenyum penuh misteri.
"Stefan? Sejak kapan kak Chandra yang perfect menyerahkan urusan tempat pernikahan ke Stefan?" batin Dian.
Dian akui belakangan ini Stefan terlihat akrab dengan Chandra, tetapi sepengetahuan Dian, Chandra dan Sherina mengurus segala sesuatu mengenai pernikahan mereka sejak awal sambil menunggu Kelvin sehingga Dian merasa heran mengapa Stefan bisa diberi kepercayaan penuh untuk mengatur tempat pernikahan.
***
"Dian, Rina! Ayo kita jemput brother dan Stefan sekarang!" ajak Kelvin.
Kelvin memeluk erat pinggang Natasha karena tangan gadis muda itu sedang memegang sebuah piala kristal, yang merupakan bentuk penghargaan sebagai juara pertama kompetisi perancang busana.
Chandra dan Stefan tiba dengan pesawat malam sehingga rombongan Kelvin langsung menjemput mereka di airport, setelah dari tempat acara.
***
Mereka semua tiba di hotel untuk beristirahat setelah menjemput Chandra dan Stefan. Tiga kamar hotel ditempati oleh mereka.
Dian, Sherina, dan Natasha sekamar karena sudah setengah tahun mereka tidak pernah berkumpul bersama.
Sementara dua kamar lagi dengan twin bed. Chandra sekamar dengan Kelvin, sedangkan Stefan dengan Leon.
***Kamar hotel tempat Dian, Sherina, dan Natasha menginap***
Ketiga gadis muda itu tiduran di tempat tidur ukuran super king size bed (200 cm x 200 cm). Dian dan Sherina mendengarkan cerita pengalaman Natasha selama enam bulan bersaing dengan desainer lainnya.
"Rina, Dian. Gaun baru untuk kalian sudah ready. Besok kita pakai bersama ya," kata Natasha.
"Thank you Tasha," jawab Sherina dan Dian bersamaan.
Sewaktu Natasha akan berangkat ke Amerika, gadis muda itu sudah berjanji merancang tiga gaun untuk mereka bertiga. Ketiga gaun itu juga diikutkan untuk kompetisi di Amerika.
"Kak Rina, Tasha. Besok kita sewa mobil keliling Amerika yuk. Aku tahu beberapa tempat menarik," kata Dian antusias.
Dian pernah menetap di New York empat tahun dan tinggal di rumah pamannya, Michael.
"Besok pagi kita ke airport, naik pesawat menuju Las Vegas. Chandra sudah memesan tiket untuk kita semua," ucap Sherina.
"Ke Las Vegas?" tanya Dian untuk memastikan.
"Iya. Kalau gak salah, Stefan yang mengusulkan ke Las Vegas," jawab Sherina.
__ADS_1
"Kenapa Stefan gak ada kasih tahu aku ya?" batin Dian.
Walaupun Dian merasa bingung dengan perjalanan ke Las Vegas secara tiba-tiba, tetapi Dian tidak menolak karena dirinya hanya pernah berkeliling Las Vegas satu hari dan masih banyak tempat lain yang belum sempat dia kunjungi.
"Berapa malam kita di Las Vegas?" tanya Dian.
Dian tahu Chandra maupun Stefan tidak bisa meninggalkan perusahaan di Bali dalam waktu lama, sedangkan dirinya sendiri pun masih terus memantau perkembangan Perusahaan Jayanata melalui laporan dari David setiap hari, selama Dian berada di luar negeri.
"Dua malam," jawab Sherina.
"Oke. Ayo kita tidur sekarang. Besok harus bangun pagi," ucap Dian.
"Iya. Good night Dian, Tasha."
"Good night Rina, Dian."
"Good night Kak Rina, Tasha," kata Dian sambil mengambil handphone dari atas meja nakas.
"Katanya mau tidur?" protes Sherina sambil tersenyum usil.
"Sms sebentar. Kak Rina sama Tasha pasti mau sms juga," jawab Dian dengan senyum lebar menghias di sudut bibirnya.
Sherina dan Natasha tertawa bersama. Mereka berdua pun mengambil handphone dari meja nakas dan mengirim sms ke pasangan masing-masing.
Dian membaca sms masuk dari Stefan, sebelum dirinya sempat mengetik sms.
"Dian. Besok kita jalan-jalan di Las Vegas. Good night sweetheart."
"Oke. Good night Fan," balas Dian melalui sms.
***Las Vegas***
Rombongan Chandra berpencar setelah tiba di Las Vegas. Mereka mengunjungi tempat-tempat wisata yang menarik.
Dian bersama Stefan, Kelvin dengan Natasha, dan Chandra pergi bersama Sherina. Tentu saja Leon mengikuti kakak kesayangannya. Mereka semua janjian berkumpul untuk makan malam bersama di restoran Hotel Bellagio, tempat mereka menginap.
Malam hari Dian dan Stefan tiba
di hotel Bellagio. Mereka mengganti pakaian kasual terlebih dahulu dengan pakaian formal untuk dinner bersama.
Sherina dan Tasha sudah menunggu Dian di kamar hotel. Mereka berdua mengenakan gaun malam panjang berwarna putih. Jika diperhatikan saksama, gaun mereka mirip gaun pengantin yang didesain lebih sederhana, elegan, dan memukau.
"Ayo Dian. Ganti pakaianmu. Aku dan Tasha akan membantumu berdandan," ujar Sherina dengan semangat.
"Oke!" jawab Dian.
***
Sherina, Dian, dan Natasha tiba di Restoran Hotel Bellagio yang didekorasi dengan suasana romantis. Chandra, Kelvin, dan Stefan sudah berdiri di depan pintu masuk restoran dengan pakaian jas formal.
Mereka bertiga menghampiri pasangan masing-masing dengan senyuman lebar. Chandra menggandeng Sherina, Kelvin menggandeng Natasha, dan Stefan menggandeng Dian.
Ketiga pasangan itu menuju meja makan yang sudah dipesan sebelumnya. Pelayan restoran membawa tiga buket bunga mawar merah dan menyerahkannya ke Chandra, Kelvin, dan Dian.
"Rina. Bunga ini untukmu," kata. Chandra.
"Tasha. Mawar merah untukmu," ucap Kelvin sambil mengedipkan mata.
"Dian. Bunga untukmu ditambah satu tangkai lagi," kata Stefan sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Terima kasih," jawab Sherina, Dian, Natasha bersamaan. Senyuman lebar pun bermekaran di sudut ketiga gadis muda itu.
Beberapa saat kemudian, pelayan restoran menghidangkan makanan. Saat ini Dian baru menyadari ada sesuatu yang kurang.
"Kak Rina. Di mana Leon?" tanya Dian.
__ADS_1
"Leon makan di kamar hotel. Dia tidak mau menjadi obat nyamuk di sini," jawab Sherina dengan santai.
Dian tertawa kecil mendengar jawaban Sherina. Dian bisa membayangkan wajah kesal Leon, yang sendirian menikmati makan malam di kamar hotel.
Acara makan malam romantis berjalan dengan lancar. Ketiga pasangan sejoli itu berdansa bersama setelah selesai makan malam.
"Dian! Kamu suka makan malam ini?" tanya Stefan dengan suara lembut.
"Suka. Apa lagi bersama mereka," jawab Dian jujur.
"Aku masih ada kejutan untukmu," ucap Stefan dengan senyuman misterius.
"Kejutan apa?" tanya Dian penasaran.
"Kamu akan tahu setelah dansa selesai," jawab Stefan.
"Baiklah," jawab Dian.
Dian melirik ke arah Chandra dan Kelvin. Kedua kakak kembarnya berdansa bersama gadis pujaan masing-masing.
Dian teringat akan masa kecilnya, yang selalu merengek Chandra dan Kelvin untuk berdansa dengannya. Mereka berdua tidak pernah menolak permintaan Dian.
Dian tersenyum kecil mengingat kenangan indah masa kecil sehingga tidak menyadari pria muda yang berdansa dengannya sedang dalam keadaan gugup, seiring dengan alunan musik dansa yang hampir berakhir.
***
Tepat saat alunan musik berhenti, Stefan melepaskan tangannya dari pinggang Dian.
"Dian!" panggil Stefan dengan suara bergetar.
"Iya, Fan!" jawab Dian.
Mata Dian membulat besar dan kedua tangannya spontan menutup mulut saat Stefan berlutut dengan satu kaki di hadapannya.
Stefan mengambil satu kotak kecil dari kantong jas dan membukanya. "Dian. Marry me!" ucap Stefan.
Dian menatap cincin berlian cantik di dalam kotak kecil itu. Perasaan hatinya hangat karena tidak menyangka Stefan akan melamarnya malam ini di hadapan kedua kakak kembar dan kedua sahabat terdekatnya.
"Dian. Aku berjanji akan mencintai dan melindungimu seumur hidupku. Bersediakah kamu memberiku kesempatan itu?" tanya Stefan dengan serius.
"I do!" jawab Dian.
Dian mengulurkan jari tangannya ke Stefan. Stefan memasangkan cincin berlian itu di jari tangan Dian dengan cepat, lalu berdiri dan membuka kedua tangannya lebar-lebar.
"Jump!" kata Stefan.
Dian mengerti permintaan Stefan sehingga tanpa ragu dirinya melompat ke arah Stefan. Stefan menangkap dan mengangkat tubuh Dian dengan cepat, lalu memeluk erat dan melakukan gerakan berputar berulang kali.
Suara tertawa riang dari mulut Dian membuat suasana sekitarnya menjadi semakin menyenangkan.
Chandra dan Kelvin tersenyum lebar melihat adik kesayangan mereka berdua sudah menemukan kebahagiaan sempurna. Senyum lebar juga menghias di wajah Sherina dan Dian.
***
Selamat malam readers tercinta. Peringatan bab ini mengandung gula berlebihan dan berpotensi diabetes. 🥰🥰🥰
Author gak bisa stop nih merangkai scene romantis. Semoga readers menyukainya 🤗🤗
Acara lamaran sudah selesai. Bab besok ada kejutan lagi dari Stefan di Las Vegas, sebelum pernikahan spektakuler di Bali 😁😁
Ayo main tebak-tebakan lagi. Acara pernikahan di Bali tempatnya di mana?
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE