
***Apartemen Stefan***
Jam lima pagi Stefan sudah sibuk di dapur apartemen baru yang dihuninya sejak pindah dari Mansion Bramasta.
Stefan membuat bekal untuk Diam berupa sushi. Selama seminggu Stefan sudah belajar membuat sushi simpel dari youtube. Stefan ingin membuat bekal makan siang untuk Dian setiap hari kerja.
"Perfect!" kata Stefan sambil tersenyum puas melihat sushi yang tersusun rapi di dalam kotak bekal.
Stefan memotret hasil karya bekal makan siangnya dengan handphone sebelum memasukkan kotak bekal ke dalam paper bag.
Stefan mengganti pakaian rumah dengan setelan pakaian kerja, lalu mengambil tas kerja dan paper bag sewaktu akan keluar dari apartemen baru.
Mata Stefan melirik sekilas ke arah pintu apartemen lainnya, lalu berjalan menuju lift dan menekan tombol lift.
Beberapa saat kemudian, Stefan sudah duduk di dalam mobil mercedes benz hitam. Pak sopir mengemudikan mobil menuju Perusahaan Bramasta.
***Ruang kerja Stefan di Perusahaan Bramasta***
Stefan mendengarkan Luis melaporkan jadwal kerja untuk hari ini.
"Luis! Mulai hari ini atur semua jadwal pertemuan dengan rekan bisnis hingga jam enam sore saja!" perintah Stefan.
"Baik CEO Stefan!" jawab Luis.
"Tolong antar bekal ini ke Dian sekarang!" kata Stefan sambil memberikan paper bag ke Luis.
"Baik CEO Stefan!" jawab Luis dengan patuh.
Luis meninggalkan ruang kantor Stefan menuju Perusahaan Jayanata. Sekretaris pribadi itu masih tidak percaya Stefan akan membuat bekal makan siang untuk Dian.
Padahal sepengetahuan Luis, Stefan tidak bisa memasak sama sekali. "Mungkin CEO Stefan membeli makanan dan mengisinya ke dalam kotak bekal," tebak hati Luis.
Walaupun Luis sangat penasaran dengan isi kotak bekal, tetapi dirinya tidak berani membuka kotak bekal itu.
Luis menyerahkan kotak bekal ke David karena Dian masih berada di ruang meeting. Luis menghadap Stefan untuk melaporkan tugas yang sudah dikerjakannya.
"Terima kasih Luis. Besok kamu antar lagi kotak bekal ke Dian," ucap Stefan.
"Baik CEO Stefan!" jawab Luis.
***
Stefan mengirim sms ke Dian untuk memberitahukan tentang bekal makan siang yang diantar oleh Luis tadi.
Stefan juga memposting foto bekal makan siang yang di fotonya tadi pagi ke akun instagram miliknya serta menge tag akun instagram Dian.
#Hashtag sushi simpel untuk lunch princess
Stefan tersenyum sendiri melihat caption hashtag yang ditulisnya di bawah foto postingan. Stefan berbuat hal yang sama seperti Dian lakukan di pernikahan pertama. Dian selalu memposting bekal makan siang yang dipersiapkan untuk Stefan setiap hari.
Beberapa saat kemudian, handphone Stefan berdering dan segera diangkat olehnya.
"Halo princess," sapa Stefan.
Dian tertawa kecil mendengar sapaan Stefan yang sama dengan sapaan dari Leon dan Billy selama ini.
"Terima kasih bekalnya, Fan!" kata Dian.
"Setiap hari Luis akan antar bekal makan siang untukmu," ucap Stefan.
"Setiap hari aku lunch sushi?" tanya Dian sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Tentu saja tidak! Aku sudah berguru kepada master cooking hebat. Malam ini mulai belajar memasak menu baru," jawab Stefan dengan serius.
"Baiklah. Aku tidak sabar mencicipi hasil masakan mu yang lain." kata Dian.
"Malam ini kamu menginap di Mansion Wijaya?" tanya Stefan.
"Iya. Minggu depan aku tinggal di apartemen lagi karena ada proyek baru dan harus lembur hingga malam," jawab Dian.
"Mulai minggu depan aku jadi sopir pribadimu dan menjemputmu pulang," kata Stefan.
"Oke! Fan, aku masih ada satu meeting. Malam kita telepon lagi ya," kata Dian.
"Bye-bye Dian," ucap Stefan.
"Bye-bye Fan," ucap Dian.
Stefan tersenyum samar setelah menutup sambungan telepon. "Dian. Malam ini kita akan bertemu," batin Stefan.
***Mansion Wijaya***
Dian dan Rossy berada di ruang keluarga menonton drama korea bersama setelah makan malam, sedangkan Jackson dan Chandra di ruang kerja Jackson untuk membahas pekerjaan Perusahaan Wijaya.
Sementara Kelvin sudah berangkat ke Amerika bersama Natasha. Kelvin menyewa apartemen yang lokasinya dekat dengan tempat pelatihan kompetisi perancang busana yang diikuti oleh Natasha.
"Mommy tahu gak Kak Chandra menunda pernikahan dengan Kak Rina karena mau tunggu Kak Kelvin?" tanya Dian.
"Tentu saja mommy tahu. Mommy senang bisa melihat Chandra dan Kelvin menikah di hari yang sama. Mommy bisa dapat dua menantu sekaligus," jawab Rossy.
"Iya. Kak Rina dan Tasha akan menjadi putri mommy," ucap Dian.
"Kamu tetap putri kesayangan nomor satu mommy!" kata Rossy.
Dian memeluk tubuh Rossy sambil tersenyum bahagia. Gadis muda itu melepaskan pelukan saat melihat Pak Lesmana menghampiri mereka.
"Stefan?" batin Dian.
Beberapa saat kemudian, Stefan berjalan ke ruang keluarga sambil tersenyum semringah.
"Selamat malam aunty Rossy, Dian!" sapa Stefan.
"Selamat malam Stefan," jawab Rossy.
"Fan! Kamu mencariku?" tanya Dian sambil menunjuk dirinya sendiri.
Tidak biasanya Stefan akan muncul secara tiba-tiba tanpa memberitahu Dian sehingga gadis muda itu merasa bingung.
"Bukan, Dian! Aku mencari aunty Rossy," jawab Stefan dengan nada lembut.
"Mencari mommy?" tanya Dian dengan tatapan terkejut dan tidak percaya.
Dian tidak tahu sejak kapan Stefan mengenal dekat Rossy, sedangkan Rossy dan Stefan tertawa kecil melihat ekspresi kebingungan Dian.
Luis menyusul ke ruang keluarga sambil membawa dua tenteng plastik besar. "CEO Stefan! Semua bahan masakan segar sudah aku bawa turun," kata Luis.
Stefan menganggukkan kepala, lalu menatap ke arah Rossy. "Aunty Rossy. Kita mulai sekarang?" tanya Stefan dengan sopan.
"Oke. Ayo kita ke dapur sekarang,' jawab Rossy.
"Dian. Kamu nonton sendiri drama korea. Mama mau jadi master chef dulu," kata Rossy, sebelum meninggalkan ruang keluarga.
Luis mengikuti Rossy dengan cepat, sedangkan Stefan mendekati Dian terlebih dahulu. Stefan merasa gemas melihat wajah kebingungan gadis muda yang sangat dicintainya.
__ADS_1
"Dian. Aunty Rossy bersedia menjadi master cooking ku. Kamu tunggu di sini dan jadi juri masakanku nanti," ucap Stefan sambil membelai kepala Dian dengan lembut, lalu menyusul Rossy ke dapur Mansion Wijaya.
Stefan menahan keinginannya untuk memeluk dan mencium puncak kepala Dian karena tah dirinya berada di Mansion Wijaya, yang penuh dengan kamera cctv di sekitarnya. Stefan tidak mau memberi kesan buruk di hadapan Jackson dan Rossy.
***
Dian duduk di ruang keluarga sambil melamun. Pikirannya mencerna perkataan Stefan. Beberapa saat kemudian, senyum lebar mengembang di sudut bibir Dian.
Pada akhirnya Dian mengerti maksud Stefan meminta Rossy menjadi master cooking yang membimbing Stefan karena keahlian memasak Rossy yang menjadi panutan Dian sehingga gadis muda itu mengikuti jejak Rossy belajar di Culinary Institute of America (CIA).
Stefan ingin menguasai keahlian memasak yang sama agar bisa membuat bekal makan siang untuk Dian, seperti yang selama ini Dian lakukan untuknya.
Jika bukan karena Perusahaan Bramasta tidak bisa ditinggalkan begitu saja, Stefan pun ingin mengambil kuliah memasak di Amerika.
Satu jam kemudian, Dian, Jackson, dan Chandra berkumpul di ruang makan. Rossy dan Stefan keluar dari dapur sambil membawa hasil masakan mereka berdua.
"Bubur seafood buatan mommy untuk daddy dan Chandra. Dian makan bubur masakan Stefan," kata Rossy.
"Terima kasih Rossy."
"Terima kasih mommy."
Jackson dan Chandra mulai mencicipi bubur seafood di depan mereka, sedangkan Dian masih menatap bubur seafood masakan Stefan, tanpa mulai memakannya.
Stefan yang duduk berhadapan dengan Dian merasa gelisah bahwa hasil masakannya tidak sesuai dengan selera Dian.
"Fan! Kamu yang masak bubur ini?" tanya Dian dengan wajah serius.
Wajah serius Dian membuat Stefan berkeringat dingin. "Dian! Coba cicipi satu suap saja. Kalau gak enak, aku masak yang baru," jawab Stefan dengan yakin.
"Baiklah," ucap Dian. Dian mengambil satu sendok bubur seafood, meniup sebentar, lalu mengunyah secara perlahan.
Stefan merasakan setiap detik berjalan dengan lambat. "Bagaimana Dian? Enak?" tanya Stefan.
Dian meletakkan kembali sendok di dalam mangkuk bubur dan menatap Stefan dengan intens.
"Buburnya enak," jawab Dian sambil tersenyum.
"Yes!" pekik Stefan kegirangan dan berdiri dari kursinya spontam sehingga menjadi pusat perhatian dari Jackson, Chandra, dan Rossy.
"Maaf Om Jackson, Aunty Rossy, Kak Chandra," ucap Stefan sambil duduk kembali ke kursinya.
"Ayo ikut cicipi hasil masakanmu sendiri," ucap Jackson dengan nada datar.
"Terima kasih Om Jackson," jawab Stefan.
Stefan merasa senang karena usahanya untuk mendapatkan restu dari anggota keluarga Dian, mulai membuahkan hasil.
Sejak malam itu, Stefan rutin berkunjung ke Mansion Wijaya untuk belajar memasak dari Rossy.
Rossy mengajari semua masakan yang ingin dipelajari oleh Stefan. Keinginan Stefan memasak untuk Dian didukung oleh Rossy. Rossy merasa senang Stefan mau melakukan semua hal itu demi Dian.
***
Selamat siang readers tercinta. Kemungkinan besar novel ini tamat besok (kalau kehaluan author gak panjang lagi😅🙏).
Bersiaplah untuk pernikahan Stefan-Dian dan si kembar Chandra serta Kelvin. kelanjutannya nanti ada bonus chapter sedikit di hari berikutnya🙏
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
__ADS_1
AUTHOR : LYTIE