Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian
Rumah Sakit


__ADS_3

"Astaga, Arista. Kamu kenapa? Mas kata juga apa, langsung ke rumah sakit aja tadi. Ya Tuhan ...! JODIIIIIII ...'' Teriak Louis panik dan segera menggendong Arista dan memanggil Asistennya.


Jodi yang hendak naik ke atap pun seketika panik dan segera berlari menghampiri Tuannya yang keluar dari dalam kamar dengan menggendong Arista.


"Ya Tuhan. Calon Nyonya besar kenapa, Tuan?"


"Cepetan siapin mobil, kita ke Rumah Sakit sekarang juga."


"Terus barbeque'nya gimana, Tuan?"


"Malah ngurusin barbeque lagi. Cepetan ...! Kalau Calon Nyonya besar sampai kenapa-napa kamu saya pecat," bentak Louis berlari keluar dari dalam rumah dengan wajah pucat pasi dan perasaan khawatir.


"Lho, ko saya yang disalahin? Salah saya apa, Tuan?" Tanya Jodi mengekor dari belakang.


"Jangan banyak tanya, gak liat apa Calon Nyonya besar kamu ini pingsan, cepat siapain mobil."


"Iye-iye, Tuan."


Jodi pun berlari mendahului Tuannya dengan tergesa-gesa segera menyiapkan mobil dan membuka pintu mobil agar Tuannya bisa segera masuk ke dalam sana.


Blug ....


Pintu mobil pun di tutup keras sesaat setelah Louis masuk bersama calon Nyonya Besarnya, dan Jodi segara masuk ke dalam mobil siap untuk berkendara.


"CEPAAAAT Jodi CEPAAAAT ..." Teriak Louis menatap wajah Arista dengan tatapan penuh rasa khawatir.


"Iya, Tuan." Jawab Jodi seketika langsung tancap gas.


"Ngebut ya, kalau ada lampu merah terobos aja. Urusan sama polisi biar belakangan saya yang urus," pinta Louis tegas dan penuh penekanan.


"Ba-baik, Tuan. Mudah-mudahan calon Nyonya besar baik-baik aja," jawab Jodi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Dia pingsan, Jodi. Mana mungkin dia baik-baik aja."


"Iya, Tuan. Maaf saya salah ngomong tadi."


"Makannya jangan banyak omong, fokus-fokus ...! Awas aja kalau kita sampai terlambat ke Rumah Sakit," ketus Louis lagi dengan perasaan kesal membuat Jodi hanya bisa mempercepat laju mobilnya seraya menarik napasnya panjang, sangaaaaaat panjang.


'Salah saya apa, Tuan? Dari tadi saya Mulu yang salah,'' (batin Jodi)


♥️♥️

__ADS_1


Sesampainya di Rumah Sakit, Louis segera membawa Arista ke ruangan Unit Gawat Darurat dan langsung di sambut dengan ramah oleh beberapa orang perawat dan juga Dokter.


"Maaf, Tuan. Silahkan menunggu di luar," pinta salah satu perawat saat Louis hendak menerobos masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


"Tapi, Sus--"


"Percayakan sama kami, kami akan segera memeriksa keadaan pasien," ucap perawat itu lagi menutup pintu ruangan.


"Ya Tuhan selamatkan calon istriku, jangan sampai engkau ambil dia duluan sebelum hamba mu ini membahagiakan dia," gumam Louis berdoa dengan sepenuh hati dengan kaki yang berjalan mondar-mandir merasa khawatir.


Tidak lama kemudian, Jodi masuk ke dalam ruangan Unit Gawat Darurat dia pun hendak mengatakan sesuatu namun, seketika Jodi kembali merapatkan bibirnya saat Tuannya itu menoleh dan menatap dirinya dengan tatapan tajam.


Takut kena marah dan takut juga salah bicara seperti yang terjadi sebelumnya, Jodi pun lebih memilih diam seribu bahasa layaknya patung yang tidak akan mengatakan sepatah katapun ataupun bergerak sedikitpun karena dia tahu bahwa, Tuannya itu sedang tidak baik-baik saja.


'Yang penting mental aman,' (batin Jodi)


"Jodi ..."


"I-iya ... Iya-iya, Tuan. Ada yang perlu saya bantu?'' Jawab Jodi terbata-bata.


"Sebaiknya kamu pulang ke rumah saya. Temani David, dia pasti bingung karena kami tiba-tiba pergi tanpa pamit." Pinta Louis dengan nada suara lemah.


"Baik, Tuan. Tapi, apa Tuan tidak apa-apa saya tinggal di sini sendirian? Kalau Tuan butuh sesuatu, langsung telpon saya aja ya." Jawab Jodi terbata-bata penuh rasa khawatir.


"Baik kalau begitu. Saya pulang dulu, Tuan. Semoga calon Nyonya besar cepat siuman," pamit Jodi lalu memutar badan dan hendak melangkah.


"Tunggu, Jodi."


Jodi pun seketika menghentikan langkah kakinya dengan perasaan was-was.


"Terima kasih, Jod. Saya gak tau gimana jadinya kalau saya gak punya Assisten kayak kamu," ucap Louis secara tiba-tiba membuat Jodi merasa tersentuh.


"Sama-sama, Tu-tuan. Saya permisi."


Louis pun menganggukkan kepalanya dengan wajah datar.


♥️♥️


Sementara itu, dugaan Louis benar. David mencari keberadaan ayah serta Tante Arista yang sudah berjanji akan mengadakan acara barbeque bersama dirinya. Dia pun naik ke atap untuk mencari mereka, akan tetapi dirinya pun merasa kecewa saat sampai di atap ternyata kedua orang itu sama sekali tidak berada di sana.


"Dadddd ...!" David berteriak memanggil ayahnya.

__ADS_1


"Tanteeee ..."


Beberapa kali dia memanggil tapi, dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban apapun. Hanya terdengar suara jangkrik yang saling bersautan dan peralatan barbeque lengkap dengan stik yang sudah matang tapi, tidak ada siapapun di sana.


"Kemana mereka berdua?" Gumam David duduk dengan mengangkat kaki ke atas kursi lalu memeluk kedua lututnya.


"Dad, Mom ... Kalian dimana?" Gumam David merasa begitu kesepian.


Tidak lama kemudian, Jodi pun naik dan menghampiri David dengan tersenyum penuh rasa iba sebenarnya.


"Den David? Lagi ngapain kamu di sini?" Tanya Jodi duduk tepat di sampai David.


David pun mengangkat kepala lalu menatap wajah Jodi dengan tatapan sayu dan bola mata yang memerah. Guratan kesedihan terlihat begitu jelas dari wajah tampan seorang David.


"Om Jodi? Daddy sama Tante dimana, Om?" Tanya David pelan dan lembut.


"Tadi ada sedikit musibah, Tante ada di Rumah Sakit sekarang."


"Musibah? Tante kenapa? Dia baik-baik aja 'kan? Aku mau ke Rumah sakit, Om. Kasian, Daddy pasti sendirian nungguin Tante Arista di sana,'' pinta David sedikit memohon.


"Kamu di rumah aja ya. Daddy kamu minta Om buat jagain kamu."


"Nggak Om. Aku gak mau di rumah, anterin aku ke sana sekarang juga?"


"Tapi, Den--"


"Pokoknya anterin aku sekarang juga, kalau nggak, aku bakalan bilangin sama Daddy kalau Om gak becus jagain aku, please ..."


'Astaga, ayah sama anak sama aja, bisanya ngancam terus,' (batin Jodi)


"Ya udah Om anterin tapi, nanti kalau Daddy kamu nanyain, bilangnya kamu yang minta ya.''


David menganggukkan kepalanya seraya tersenyum lalu berdiri dan bersiap untuk pergi.


♥️♥️


Sesampainya di Rumah sakit Jodi segera mengantarkan putra Tuannya tersebut ke tempat dimana Louis berada. Jodi pun menuntun David dan berjalan beriringan dengan dirinya.


Tinggal beberapa langkah lagi, mereka pun hendak sampai di depan ruangan Unit Gawat Darurat namun, tiba-tiba saja David menghentikan langkah kakinya membuat Jodi seketika merasa heran.


"Den David ...? Ada apa? kenapa berhenti?" Tanya Jodi menghentikan langkah kakinya.

__ADS_1


"Mommy ...? Om Jodi, aku liat Mommy tadi." Ucap David membuat Jodi semakin merasa bingung.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2