
Akhirnya setelah menempuh perjalan jauh selama dua jam Louis sampai di rumah besar dan mewah miliknya bersama Arista yang saat ini menatap takjub ke arah luar mobil, dengan tatapan tidak percaya karena dirinya akan tinggal di sana meski hanya sebagai pelayan biasa membuatnya merasa tidak percaya.
Mobil berhenti tepat di depan teras rumah, Jodi pun turun dari mobil dan segera membuka pintu mobil untuk Tuan majikannya tidak ingin sang Tuan menunggu terlalu lama.
Sementara itu, Arista pun nampak turun dari dalam mobil dengan mata yang masih menatap sekeliling bangunan megah dengan halaman luas yang dilengkapi tanaman hias dan juga rumput berwarna hijau membentang, membuat suasana begitu asri dengan udaranya yang segar.
Louis menatap wajah Arista dengan tersenyum kecil, wajah polosnya terlihat begitu lucu dengan mulut yang sedikit terbuka menatap takjub rumah miliknya.
"Silahkan masuk Nona Arista," pinta Jodi yang juga tersenyum lucu menatap wajah polos gadis itu.
"Oh i-iya, Tuan."
"Jangan panggil saya Tuan, Nona. Saya cuma supir biasa. Gelar Tuan cuma ada satu di sini, tuh orangnya," jelas pemuda berusia 27 tahun yang sudah bekerja selama lima tahun dengan Louis.
"Ehem ... Jangan salah ya, hanya saya yang pantas di panggil Tuan di sini," timpal Louis penuh percaya diri lengkap dengan gaya sombongnya.
"Ba-baik, Tuan. Maaf, saya gak tau tadi. Saya pikir dia adik atau saudara Tuan, soalnya penampilan dia gak kalah keren sama Tuan rapih lagi," jawab Arista tersenyum menatap wajah Jodi membuat pemuda itu seketika salah tingkah.
"Uhuk ... Eu ... Masa sih? Panggil saya Jodi aja, Nona. Nona juga cantik ko, saya pikir Nona pacar barunya Tuan Louis. Eh taunya cuma pelayan, wajah Nona terlalu cantik sebagai seorang pelayan biasa," jawab Jodi cengengesan.
"Cukup Jodi, gaji kamu saya potong 35%." Ucap Tuan Louis kesal lalu berjalan ke arah pintu rumah.
"Lha, salah saya apa, Tuan?"
"Salah kamu terlalu banyak bicara, berisik."
"Hah ...?"
Jodi mendengus kesal mengikuti Tuannya yang hendak membuka pintu rumah.
"Buka pintunya cepat, kalau ngomong aja kayak jalan tol tapi kalau kerja gak becus," gerutu Tuan Louis lagi membuat Jodi merasa heran.
'Tuan Louis kenapa sih? apa saya salah bicara tadi?' (batin Jodi)
Ceklek ....
Jodi membukakan pintu untuk tuannya, Louis pun segera masuk ke dalam rumah yang selalu terasa sepi dan hening seperti biasanya. Di dalam rumah, seorang Pelayan nampak segera menghampiri dan memberi salam kepada majikannya itu.
Perempuan paruh baya yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun itu nampak menatap heran ke arah gadis yang saat ini berdiri bersama Jodi.
__ADS_1
"Selamat datang, Tuan. Anda mau makan malam apa hari ini?" Tanya pelayanan tersebut ramah dan sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Malam ini saya ingin hidangan spesial, keluarkan kemampuan memasak bibi, oke?''
'Ada apa ini? Tumben Tuan ingin makan hidangan spesial? Biasanya dia cuma mau makan ayam goreng atau kalau nggak mie rebus,' (batin pelayan tersebut merasa heran)
"Baik, Tuan."
"O iya, kenalin dia Arista. Mulai sekarang dia akan jadi pelayan di rumah ini, ajari dan beri tahu dia apa saja yang harus dikerjakan," ucap Louis menatap ke arah Arista datar.
"Pelayan?"
"Kenalin, nama saya Arista, mohon bimbingannya ya, bi." Ucap Arista ramah seraya mengulurkan tangannya.
"Nama saya bi Sumi, panggil saja saya bibi," bi Sumi menyambut dengan tersenyum uluran tangan gadis bernama Arista itu dan merasa senang akhirnya dia memiliki teman di rumah itu.
"Bi, anterin dia ke kamar yang di depan itu," pinta Louis datar.
"Kamar yang di depan? Bukan di kamar pelayan sama seperti saya?"
"Jangan banyak nanya, ikuti aja semua perintah saya, bibi tau 'kan saya gak suka di bantah?"
"Baik, Tuan. Mari ikuti saya, Non Arista. Bibi akan tunjukan kamar buat kamu."
"Tunggu, Arista?" Louis tiba-tiba memanggil membuat gadis itu menghentikan langkah kakinya seketika.
"Iya, Tuan. Ada apa?"
"Eu ... Nggak ko gak apa-apa, kamu boleh istirahat dulu, nanti kalau saya butuh sesuatu saya akan panggil kamu dan kamu harus segera datang menemui saya."
"Baik, Tuan. Saya permisi dulu."
Louis menganggukkan kepalanya.
♥️♥️
Ceklek ....
Pintu kamar pun di buka, bibi masuk ke dalam kamar diikuti oleh Arista yang saat ini menatap dengan tatapan tidak percaya karena sebagai pelayan dirinya sama sekali tidak pantas tinggal di kamar berukuran luas, bahkan lebih luas dari rumah sederhana miliknya.
__ADS_1
"Bi, ini kamar saya?" Tanya Arista menatap dengan perasaan tidak percaya.
"Betul, Nona."
"Tapi saya cuma seorang pelayan, masa pelayan tinggal kamar mewah kayak gini? Bibi salah kali?"
"Tidak, Nona. Tuan memang meminta saya buat bawa Nona ke kamar ini dan jika saya lihat, Nona juga bukan pelayan biasa tapi pelayan spesial," jawab Bibi sedikit tersenyum.
"Spesial? Maksudnya?"
"Akh sudahlah, jangan di bahas nanti juga Nona ngerti sendiri. Eu, ngomong-ngomong Nona gak bawa baju ganti?" Bibi menatap dengan tatapan heran karena Arsita datang dengan tangan kosong.
"Eu ... Kata Tuan, saya gak usah bawa baju ganti. Katanya baju saya pasti gak ada yang bagus dan jelek-jelek jadi dia bilang kalau nanti semua pakaian saya di ganti sama yang baru begitu, BI."
Bibi pun seketika tersenyum senang. Sepertinya tebakannya benar bahwa gadis ini bukanlah gadis biasa melainkan gadis spesial berkedok pelayan.
"Ya udah, kalau Tuan Louis udah ngomong kayak gitu, itu berarti dia bakalan ganti semua pakaian Nona dengan yang baru." Jawab Bibi masih dengan tersenyum.
"Eu ... Boleh saya tanya sesuatu sama bibi?"
"Apa? tanya aja."
"Dari tadi saya gak liat Nyonya rumah? Eu ... Maksud saya istri Tuan Louis. Dimana beliau?"
"Apa Nona belum tau?"
Arista mengerutkan keningnya merasa heran.
"Maksud bibi?"
"Tuan Louis seorang Duda, dia sudah bercerai dengan istrinya Nyonya Clara tiga tahun yang lalu, apa Tuan tidak bercerita mengenai statusnya itu?"
"Tunggu, Bi. Siapa tadi nama istrinya Tuan Louis itu? Eu ... Maksudnya nama mantan isterinya Tuan Louis." Arista semakin mengerutkan keningnya.
"Maksudnya nama mantan istri Tuan."
Arista menganggukkan kepalanya.
"Namanya Nyonya Clara. Lebih tepatnya Nyonya Clara Kiel," jelas Bibi membuat Arista seketika merasa terkejut dan menutup mulut dengan kedua telapak tangannya.
__ADS_1
"Clara Kiel?" Terbata-bata Arsita menyebut nama mantan istri Tuan Louis.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️