Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian
Tidak Pantas di Panggil Ayah


__ADS_3

Louis seketika termenung menatap pria paruh baya yang bernama Adryan Aditama, nama belakang yang sama seperti nama sang istri Arista Aditama. Ingin sekali rasanya dia menanyakan perihal nama tersebut kepada pria ini.


Akan tetapi, Louis mencoba menekan rasa penasarannya karena tidak ingin terlalu terburu-buru yang akan membuat Adryan merasa terintimidasi nantinya.


"Maaf, Tuan Louis. Kenapa anda melamun? Apa ada yang ingin anda tanyakan kepada saya?" Tanya Adryan seolah tau apa yang sedang difikirkan oleh Louis.


"Oh, tidak Tuan Adryan. Saya hanya--''


"Apakah nama belakang saya mengingatkan anda pada seseorang? Istri anda misalnya?" Sela Adryan secara tiba-tiba membuat Louis seketika tersentak.


"Anda--?"


"Hahahaha ... Kenapa wajah anda tegang sekali, Tuan Louis? Apa ucapan saya menyinggung perasaan anda? Nama belakang istri anda benar-benar mirip dengan nama saya 'kan?"


"Tunggu ... Saya merasa ada yang aneh dengan sikap anda, Tuan Adryan. Apa mungkin anda sudah tau kalau nama istri saya Arista Aditama? Jangan-jangan Anda sebenarnya--"


"Ya begitulah."


"Ya begitulah? Maksud anda?" Louis mengerutkan keningnya semakin tidak mengerti dengan maksud dari ucapan Adryan yang terkesan bertele-tele membuat Louis merasa kesal.


Adryan tersenyum santai, lalu menarik napasnya panjang sebelum dia mengatakan maksud yang sebenarnya dari kedatangan dirinya ke sana.


"Sebenarnya, saya ke sini bukan semata-mata karena saya ingin bekerja sama sama dengan perusahaan anda, ya meskipun itu termasuk niat awal saya datang ke sini. Akan tetapi, ada hal lain yang ingin saya katakan kepada anda dan saya ingin meminta bantuan ada juga sebenarnya." Jelas Adryan dengan wajah santai.


"Hahahaha ... Anda terlalu bertele-tele, Tuan Adryan. Saya tidak suka membahas masalah yang terlalu bertele-tele, langsung saja ke intinya."


"Saya ingin bertemu dengan istri anda, maksud saya, putri saya Arista Aditama.''

__ADS_1


Louis nampak tidak terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Adryan, dari awal dia memang sudah dapat menebak bahwa orang yang saat ini ada di hadapannya itu adalah ayah kandung dari istrinya. Dia pun tersenyum hambar menatap wajah Adryan dengan tatapan tajam.


"Apa saya tidak salah dengar? Istri saya, putri anda? Hahahaha ... Jangan bercanda, Tuan Adryan. Istri saya tidak pernah bercerita kalau dia punya seorang ayah yang kaya seperti anda. Arista istri saya itu hanyalah anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya sedari kecil, bahkan dia hidup menderita bersama sang kakak setelah ayahnya yang tidak bertanggung jawab itu pergi begitu saja meninggalkan mereka.''


"Tidak mungkin orang terhormat dan kaya raya seperti anda adalah ayah istri saya. Mungkin anda salah orang, Tuan Adryan." Jawab Louis panjang lebar dengan sengaja, karena ingin memberi pelajaran kepada orang yang bernama Adryan Aditama itu.


"Hmm ... Saya akui kalau saya memang salah karena telah meninggalkan keluarga saya demi wanita lain. Tapi, saya benar-benar menyesalinya sekarang. Saya ingin meminta maaf kepada putri saya, Clara dan juga Arista." Jawab Adryan memasang wajah serius.


"Maaf, saya sibuk. Lain kali saja kita membahas masalah ini, dan sepertinya anda juga salah orang." Jawab Louis berdiri dan hendak pergi.


"Tunggu, Tuan Louis. Izinkan saya untuk berbicara dengan Anda. Sebentar saja, saya hanya ingin meminta maaf sama Arista, saya mengaku salah dan saya benar-benar menyesali perbuatan saya itu."


Louis menghentikan langkah kakinya lalu menoleh menatap wajah Adryan dengan tatapan tajam.


"Maaf anda tidak ada gunanya sekarang. Apa anda pikir dengan anda meminta maaf dapat mengobati luka dan penderitaan putri anda dahulu? Rasa sakit karena di tinggalkan dan rasa sakit karena hidup dalam serba kekurangan bahkan kelaparan tidak akan bisa di obati hanya dengan permintaan maaf. Semua itu tidak ada gunanya karena istri saya sudah menganggap anda mati selama ini."


Kesal dan geram, Louis seolah dapat merasakan rasa sakit yang dirasakan oleh istrinya. Ayah macam apa yang tega meninggalkan keluarga demi bersenang-senang dengan janda kaya?


'Anda tidak pantas mendapatkan maaf dari istri saya,' (batin Louis)


Adryan hanya bisa mengusap wajahnya kasar, sepertinya tidak akan mudah baginya untuk bisa mendapatkan maaf dari putrinya karena memang kesalahan yang telah dia lakukan terlalu fatal.


Benar kata menantunya itu, penyesalan dan kata maaf tidak akan bisa mengobati luka dan rasa sakit yang dirasakan oleh kedua putrinya yang dia tinggalkan dengan tanpa perasaan demi menikahi wanita lain.


Akan tetapi, Adryan tidak akan pernah menyerah dan akan berusaha sekeras apapun demi mendapatkan maaf dari putri satu-satunya itu.


❤️❤️

__ADS_1


Sore hari, Louis baru saja sampai di rumahnya. Dirinya masih memikirkan perihal pertemuannya dengan Adryan yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayah kandung dari istrinya sendiri.


Apa yang harus dilakukan? apakah dia harus bicara yang sejujurnya kepada sang istri bahwa dia baru saja bertemu dengan ayah kandungannya itu? Atau, dirinya tidak akan pernah menceritakan hal itu selamanya karena istrinya itu akan sangat terluka juga dia tau bahwa ayahnya sedang berusaha meminta maaf kepada dirinya?


Akh ... Sudahlah, Louis di buat pusing saat memikirkan hal itu.


"Sayang, kamu sudah pulang?'' Tanya Arista saat melihat suaminya memasuk ke dalam rumah dengan wajah muram.


"Iya, sayang. Kamu sudah makan?" Jawab Louis seketika merubah raut wajahnya menjadi ceria.


"Udah, hari ini aku makan banyak banget lho. Sepertinya bayi kita tumbuh dengan baik di dalam, soalnya aku pengennya makan terus," jawab Arista mengusap perut buncitnya yang saat ini sudah menginjak usia 6 bulan.


"Ya, bagus dong. Itu tandanya mereka sehat, sayang." Jawab Louis mengusap lembut perut sang istri lalu mendaratkan kecu*an mesra di kening Arista.


"Muka Mas kenapa? Ko keliatannya murung kayak gitu? Apa ada masalah di kantor?"


"Hah? Eu ... Nggak ko, Mas cuma lelah saja. Temani Mas istirahat ya, Mas pengen menyapa Louis junior di dalam."


"Dih, dasar. Baru juga datang, mandi dulu ke, makan dulu ke, atau istirahat dulu gitu." Jawab Arista tersenyum kecil berjalan bergandengan tangan dengan suaminya.


"Ya gak apa-apa dong, justru obat yang paling mujarab untuk mengobati rasa lelah dan letih Mas setelah seharian bekerja ya itu, nengokin Louis junior."


"Hahahaha ... Mas ini."


"O iya, sayang. Eu ... Kalau misalkan, ayah kamu tiba-tiba cariin kamu gimana? Misalkan ini lho, bukan berarti dia benar-benar cariin kamu."


Arsita seketika menghentikan langkah kakinya lalu menatap wajah Louis sang suami dengan tatapan kesal.

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2