Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian
Keluarga Sempurna


__ADS_3

"Hah? Hahahaha ..." Arista seketika mengerutkan keningnya lalu tertawa terbahak-bahak membuat Louis merasa kesal.


"Dad? Gak salah mau kasih nama si kembar bulan dan Bintang?" Tanya David yang juga mengerutkan keningnya.


"Kenapa memangnya? Bagi Daddy si kembar ini ibarat cahaya di tengah kegelapan malam. Bintang, dia akan mewarnai langit malam yang gelap, itu artinya dia akan mewarnai kehidupan rumah tangga kita dikala ruamh tangga kita sedang berada di dalam kegelapan."


"Sementara Bulan, dia akan menerangi di setiap malam yang gelap, itu artinya dia akan menerangi rumah tangga kita tatkala kegelapan sedang menyelimuti rumah tangga kita. Ada yang salah? Mas suka sama nama itu?" Jelas Louis panjang lebar.


Arista dan David sang putra nampak saling menatap satu sama lain, senyuman mengejek pun diperlihatkan Arista membuat Louis semakin merasa kesal.


"Kenapa kalian senyum-senyum kayak gitu? Kalian ngejek Daddy? Apa kalian lupa peraturan Louis Gabriel? Daddy gak suka di bantah, diketawain apalagi di ejek?" Louis dengan penuh penekanan membuat Arista dan David seketika merapatkan bibirnya begitupun dengan bibi yang sedari tadi hanya menyimak perdebatan majikannya itu.


"Eu ... Nggak ko, Mas. Siapa bilang kami mengejek, justru namanya bagus ko, iya 'kan David?" Jawab Arista mencoba merubah raut wajahnya menjadi biasa saja.


"Jadi kalian setuju 'kan dengan nama yang Daddy berikan? Ingat peraturan, Daddy gak suka di bantah?"


Arista dan juga David diam dengan mata yang saling melirik satu sama lain.


"Coba Mas tanya sama Bibi. Bi, gimana menurut bibi, nama itu cocok 'kan. Bulan dan Bintang?"


Bibi seketika merasa gugup karena tidak menyangka akan dimintai pendapat juga. Tentu saja bibi yang tau betul tentang peraturan mutlak Tuan Louis Gabriel-nya itu langsung menganggukkan kepalanya tanpa embel-embel apapun.


"Eu ... Iya, Tuan. Bagus sekali. Saya suka dengan nama itu." Jawab Bibi tersenyum lebar.


"Nah 'kan bibi aja suka."


'Itu karena beliau takut dimarahi sama Mas. Makanya bibi manut aja yang penting gaji aman,' (batin Arista.)

__ADS_1


"Ya udah gini deh, nama belakangnya kasih nama belakang kamu, sayang. Bintang Aditama dan Bulan Aditama, cocok bukan?"


"Ya udah kalau Mas maunya seperti itu. Aku setuju aja kalau gitu, jujur aja aku lagi malas berdebat." Jawab Arista akhirnya.


"Berarti nama adik cantik ini, Bintang Aditama dan juga Bulan Aditama?" Tanya David ingin lebih memastikan.


"Betul ... Deal ya?"


Semua yang ada di sana pun mengangguk pasrah tidak ada pilihan lain.


Louis pun menggendong sang bayi lalu membisikan nama tersebut di telinganya, lembut dan penuh kasih sayang.


"Sayang, nama kamu Bintang Aditama. Semoga kamu mampu menjadi bintang yang mewarnai rumah tangga Daddy dan juga Mommy." Bisik Louis lalu mengecup kening putrinya.


Sang bayi pun menggeliat lalu menarik kedua sisi bibirnya seolah setuju dengan nama yang diberikan oleh sang ayah.


Setelah itu, Louis pun menggendong bayi kembar lainnya dan juga membisikan nama ditelinga'nya persis seperti yang dia lakukan kepada baby Bintang.


"Cantik sekali kamu, Nak. Wajah kamu mirip banget sama Daddy."


"Dih, emangnya Mas cantik? Ngarang Mas ini." Celetuk Arista terkekeh dan Louis hanya mendelik'kan matanya melirik sang istri.


"Nama kamu Bulan Aditama. Semoga kamu bisa menjadi bulan yang akan menerangi rumah tangga Daddy sama Mommy kamu." Bisik Louis lalu mengecup kening baby Bulan lembut dan penuh kasih sayang.


Tiba-tiba saja Baby Bulan yang semula sedang terlelap pun menangis hingga suara cemprengnya terdengar memekikkan telinga.


"Eaaaaak ... Eaaaaaak ... Eaaaaaak ....''

__ADS_1


"Cup ... Cup ... Cup ... Sayang? Kenapa menangis? Apa kamu juga haus? Mau Asi?" Lembut Louis menimang-nimang baby Bulan.


"Sepertinya baby Bulan juga haus, sayang. Apa bisa kamu kasih ASI dua bayi sekaligus?" Tanya Louis menatap sang istri yang saat ini sedang memberikan ASI kepada Baby Bintang.


"Sepertinya, baby bulan minum susu Formula dulu, Mas. Bi ... Bisa tolong buatkan susu Formula buat Baby Bulan?" pinta Arista karena dirinya akan kesulitan jika harus memberikan ASI secara bersamaan.


"Baik, Nyonya." Jawab Bibi segera membuatkan susu Formula.


'Hadueh ... ASI-nya jadi milik kalian berdua sekarang, Daddy gak kebagian dong. Padahal Daddy juga masih butuh minum ASI dari Mommy kalian,' (batin Louis.)


Louis hanya bisa menatap baby Bintang yang saat ini sedang meminum ASI dengan begitu lahapnya, sedangkan baby Bulan masih rewel berada di dalam gendongannya menunggu Bibi selesai membuatkan susu Formula untuknya.


"Mari, Tuan. Biar Baby Bulan saya gendong," pinta Bibi seraya membawa satu botol susu Formula.


Louis pun menyerahkan Baby Bulan kepada bibi dan anehnya, Baby Bulan seketika berhenti menangis sesaat setelah dia mendarat di dalam gendongan Bibi.


"Dad ... Boleh aku gendong si kembar?" Pinta David menatap si kembar secara bergantian.


"Boleh, sayang. Tapi, nanti kalau si kembar udah agak besar ya."


"Yeeey ... Aku benar-benar senang, Dad. Akhirnya, keluarga kita sudah lengkap sekarang. Ada Daddy, Mommy Arista, adik kembar yang cantik dan satu lagi, ada kakek dan Tante Nadia juga. Semoga Nenek dan Mommy senang melihat kita semua bahagia di sini. Dan mereka bisa benar-benar berisitirahat dengan tenang di alam sana."


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


SELAMAT PAGI READER, JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL KARYA TEMEN OTHOR YA. SIAPA TAHU BISA MENGHIBUR KALIAN SEMUA.


__ADS_1


__ADS_2