
"Sakit, Mas. Hiks hiks hiks ..." Ucap Arista menangis sesenggukan membuat Louis terkejut seketika merasa bersalah.
"Ma-maaf, sayang. Mas kebablasan tadi, si piton gak bisa di ajak kompromi," jawab Louis mengusap wajah istrinya yang saat ini menangis dengan memeluk selimut yang masih menutupi tubuh polosnya.
"Harusnya Mas bisa pelan-pelan dikit dong. Sakit tau ... Hiks hiks hiks ..."
"Iya, Maaf. Nanti Mas marahin deh piton nakalnya."
"Ikh ... Mas ini." Rengek'nya lagi semakin merekatkan selimut dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Louis.
"Hahaha ...! Mas 'kan udah pernah bilang kalau piton Mas ini ganas dan berbahaya, harusnya dia di sayang dulu, di manja dulu sama kamu biar agak jinakkan dikit gitu." Louis menanggapi setiap rengekan istrinya dengan candaan agar istrinya itu sedikit terhibur.
Arista memang begitu kesakitan setelah dirinya membobol gawang miliknya yang memang masih tersegel rapat. Piton miliknya pun sampai kesulitan masuk ke dalam sana meskipun pun berhasil di bobol juga akhirnya dengan skor 1-0 karena hanya Louis yang mencapai puncak pelepasan, sementara istrinya berakhir dengan menangis sesenggukan.
"Piton Mas benar-benar ganas, nakal lagi." Celetuk Arista membuyarkan lamunan Louis yang kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha ... Sebenarnya si gak ganas-ganas amat kalau kamu berhasil taklukin dia. Eu ... Mau coba?"
"Coba apa?"
"Taklukin si piton?"
"Diiih ...."
"Coba sekali lagi ya, Mas jamin kali ini kamu gak bakalan kesakitan, malahan bakal minta nambah dan ketagihan, percaya deh," rayu Louis ingin menunjukkan keahliannya dalam memanjakan wanita.
"Besok lagi ya." Rengek Arista, tapi reaksi tubuhnya berkata lain saat suaminya mulai melancarkan aksinya.
Arista pun mulai memejamkan mata, saat Mas Louis tersayangnya itu mulai menghujaninya dengan sentuhan hangat yang mengga*rahkan dan terasa menggelitik tubuhnya membuat sesuatu di dalam sana benar-benar menginginkan sesuatu yang lain.
Perlahan rasa dingin yang membasuh raga polosnya pun seketika hilang. Rasa sakit setelah di bobol piton ganas pun mulai tergantikan oleh rasa lain yang baru pertama kali dia rasakan dan benar-benar membuat jiwanya terasa melayang, hingga tanpa sadar dirinya mengimbangi permainan yang di suguhkan suaminya yang terasa begitu memabukkan dan benar kata suaminya itu, piton'nya menjadi lebih jinak dan membuatnya ketagihan.
"Maaaas ..."
"Iya, sayang."
"Sebentar lagi, Mas. Aku--" rengek Arista saat sesuatu di dalam sana hendak benar-benar meledak.
"Iya, sayang. Kita ledakkan bersama." Jawab Louis mulai mempercepat gerakannya hingga akhirnya melambat saat sesuatu yang mereka buru berhasil didapatkan dengan meledak bersamaan.
__ADS_1
Seiringan dengan itu, si piton ganas yang sudah menjinak itu pun memuntahkan bisa yang menyembur masuk ke dalam sana dan akan menjadi bibit unggul keturunannya kelak.
Bruk ....
Louis terkapar kelelahan tepat di samping raga istrinya, napasnya yang masih tersengal-sengal diiringi dengan senyuman lebar yang mengembang sempurna dari kedua sisi bibir Louis terlihat begitu puas, sangat puas.
"Gimana, masih sakit?"
Arista dengan wajah memerah menggelengkan kepalanya.
"Benar 'kan kata Mas, kalau di manja dulu piton Mas ini bisa lebih jinak dan bikin ketagihan?"
Arista pun kembali menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil. Tatapan mata sayu'nya memperlihatkan kalau dia benar-benar merasa kelelahan dan juga puas, suara helaan napasnya yang berhembus tidak beraturan terasa hangat menyentuh permukaan dada Louis karena Arista menyandarkan kepalanya di dada bidang seorang Louis.
"Mau lagi?"
"Hah? Istirahat dulu kali, Mas. Aku lelah banget ini." Jawab Arista memeluk tubuh polos suaminya yang terasa hangat membuatnya merasa nyaman berada di sana.
"Baiklah, kita tidur dulu. Mas juga lelah banget, besok kita terusin lagi ya?"
Louis tidak mendapatkan jawaban apapun, hanya suara helaan napas istrinya yang diiringi suara dengkuran kecil kini terdengar lirih dan menggemaskan. Louis pun sedikit menundukkan kepalanya menatap wajah sang istri yang saat ini berada tepat di bawah dagunya.
Cup ....
"Kamu benar-benar kelelahan, sayang. Belum juga lima menit udah tidur aja,'' gumamnya menatap lekat wajah Arista yang saat ini memejamkan mata sempurna.
Dia pun memperhatikan setiap inci wajah istrinya itu, menatap satu-persatu indra di wajahnya seolah sedang mengukir di dalam otak kecilnya. Dari mulai mata, hidung, kedua sisi pipi tirusnya dan juga bibir mungilnya pun tidak luput dari tatapan mesra penuh rasa cinta dari seorang Louis Gabriel.
Bahagia, Louis benar-benar sangat bahagia. Karena mulai malam ini, hidupnya akan lebih berwarna, hari-harinya akan lebih ceria dan yang paling membuatnya merasa senang adalah, setiap malamnya dia akan selalu ditemani dan tidak akan tidur sendirian lagi seperti yang sudah dia lalui selama tiga ini.
"I love you, Arista ..." Bisik'nya pelan masih dengan mata yang menatap lekat wajah istrinya sebelum dia mulai memejamkan mata dan tertidur lelap dengan memeluk tubuh polos Arista sang istri.
Keesokan harinya.
''Mas, bangun udah siang.''
Arista menggoyangkan tubuh kekar suaminya yang masih saja tertidur lelap dengan memeluk tubuhnya, membuat Arista yang hendak bangkit pun merasa kesusahan karena tangan kekar suaminya melingkar kuat di pinggangnya.
"Maaaaaas ..." Rengek'nya lagi mencoba menurunkan tangan kekar suaminya.
__ADS_1
Sejenak, Arista pun menatap wajah tampan laki-laki yang telah sah meminangnya itu. Wajah tampan dengan sejuta karisma, wajah tampan yang selalu saja membuat dirinya merasa melayang dan tersanjung tatkala di tatap dan diperlakukan istimewa meski dengan sejuta aturan yang membuatnya sedikit kesal.
Masih terasa bagai mimpi baginya kini berada di dalam dekapan hangat Mas Louis tersayang yang kini telah menjadi suaminya. Arista pun mengucapkan beribu-ribu rasa syukur karena dirinya mendapatkan suami yang sempurna dan juga begitu menyayangi dirinya dengan sepenuh hati.
"I love you, Mas Louis tersayang.'' Gumam Arista meng*cup pelan bibir suaminya.
"I love you too, Arista sayang." Jawab Louis tiba-tiba membuka mata membuat Arista seketika terkejut lalu memukul mesra dada suaminya.
"Ikh ...! Mas dari tadi udah bangun ya?"
"Kata siapa? Nih Mas baru bangun gara-gara k*cupan nakal kamu," jawab Louis tersenyum menatap wajah istrinya.
"Aku kira Mas masih tidur."
"Sayaaaaang ...''
"Iya, Maaaaaas ..."
"Udah gak lelah 'kan?"
"Udah gak ngantuk, bukan udah gak lelah."
"Boleh dong anu?"
"Hah?"
"Gara-gara kamu gangguin tidur Mas, noh ... Piton kesayangannya kamu juga jadi ikut terbangun deh.''
"Diih ... Mas alasan aja. Bilang aja kalau Mas pengen--"
"Salah sendiri kenapa kamu gangguin tidur Mas. Pokoknya, kamu harus tanggung jawab ya." Ucap Louis menutup tubuh keduanya dengan selimut tebal dan seketika ranjang sepasang pengantin baru itu pun kembali bergoyang.
"Maaaaaas ....'' teriak Arsita di dalam sana.
"Iya, sayang."
"Pelan-pelan ..."
"Iya, ini udah pelan. Buka dulu kaki kamu-nya susah masuknya ini ..."
__ADS_1
"Akhhhh ... Mas sayang, I love youuuuuuu ..." Teriak Arista mende*ah kenik*atan.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️