Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian
Kabar Bahagia


__ADS_3

Tuan Alex, rekan bisnis sekaligus orang yang meminta bantuan kepada Louis Gabriel untuk mencarikan Putri dari istrinya yang konon katanya, hilang di Negara Indonesia pun segera menelpon istrinya yang memang masih berada di negara Singapura.


Dia dengan begitu senangnya akan memberitahukan kepada istrinya yang bernama Miss Sophia kabar gembira yang baru saja dia terima melalui sambungan telpon. Tuan Alex meraih ponsel lalu mulai menelpon istrinya.


Tut ... Tut ... Tut ....


Suara telpon yang belum di angkat.


📞 "Halo, sayang." Sapa Tuan Alex sesaat setelah istrinya itu mengangkat telpon.


📞 "Iya, sayang.'' Jawab Miss Sophia nan jauh di sana.


📞 "Aku punya kabar baik buat kamu, sayang. Kamu pasti senang saat mendengarnya."


📞"Kabar baik apa, sayang? Apa kamu sudah menemukan putriku? Dimana mereka sekarang? Apa mereka baik-baik saja?"


📞"Belum, honey. Tapi, sebentar lagi kita akan segera menemukan mereka, aku sudah meminta bantuan kepada rekan bisnisku untuk mencari mereka. Hanya saja, beliau bilang tidak bisa mencari keberadaan mereka jika tidak ada petunjuk apapun. Apa kamu punya Poto mereka berdua?"


📞"Poto?"


Tuan Alex menganggukkan kepalanya seraya bergumam.


📞"Hmm ... Sebenarnya si aku sama sekali tidak punya Poto atau petunjuk apapun. Tapi, aku akan mencarinya, kamu tutup dulu ya aku akan mencari di koper lamaku siapa tau ada Poto yang terselip di sana.''


📞"Oke, honey. Kamu berdoa semoga anak-anak itu bisa segera diketemukan."


Miss Sophia pun seketika langsung menutup telpon dan mencari sesuatu yang akan dia jadikan sebagai petunjuk karena jujur saja, dia tidak punya apapun untuk dijadikan petunjuk. Tapi, dirinya berharap dengan membuka koper yang sudah lama di simpan, dia akan menemukan setidaknya Poto lama yang diminta oleh suaminya.


♥️♥️


Semetara itu, Arista yang saat ini sedang mengandung pun nampak masih meringkuk di atas ranjang. Sudah seharian ini dia hanya berbaring di kamar dan tidak melakukan aktivitas apapun.


Tubuhnya terasa begitu lemas, selera makannya pun mulai hilang. Yang ada, dia terus saja memuntahkan makanan dari dalam perut sampai perutnya itu benar-benar terasa kosong bahkan yang terakhir dia hanya memuntahkan cairan kental karena di dalam sana sudah tidak lagi tersisa apapun.


Ceklek ....


"Mommy Rista? Apa Mommy baik-baik saja?" Tanya David masuk ke dalam kamar dengan membawa segelas susu hangat untuk ibu sambungnya.


"David?" Arista mencoba bangkit lalu duduk di atas ranjang dengan wajah pucat dan kening yang dikerutkan menahan rasa pusing.


"Wajah Mommy pucat? Kayaknya Mommy sakit deh?"


"Mommy gak apa-apa ko, sayang. O iya, Mommy punya kabar bahagia buat kamu, sayang."

__ADS_1


"Waaah ... Kabar bahagia apa, Mom?" David tersenyum senang seraya duduk di tepi ranjang dengan tangan yang masih menggenggam gelas berisi susu putih hangat.


"Hmm ... Susu ini buat Mommy?"


"Iya, Mom. Aku perhatiin Mommy gak keluar kamar buat makan, makan'nya aku bawain susu ini buat Mommy. Di minum dulu ya,'' jawab David menyerahkan gelas tersebut.


"Waah ... Makasih ya, sayang. Ini Mommy minum ya."


David menganggukkan kepalanya seraya tersenyum senang.


Glegek ... Glegek ... Glegek ....


Suara air susu yang melintas di tenggorokan Arista bahkan terdengar nyaring membuat David seketika tersenyum.


Gelas tersebut pun seketika kosong hanya dengan sekali tegukan membuat tubuh Arista yang semula terasa lemas kini berangsur segar kembali, tenggorokannya yang semula perih dan pahit akibat terlalu banyak memuntahkan makanan pun kini berangsur normal.


"O iya, Mom. Mommy punya kabar baik apa? Apa Mommy hamil? Aku mau punya adik?"


"Lho, ko kamu tau?"


"Jadi beneran?"


Arista menganggukkan kepalanya seraya tersenyum senang.


David seketika langsung memeluk tubuh ibunya merasa bahagia, senyuman pun terlihat mengembang begitu lebar dari kedua sisi bibirnya benar-benar merasa senang.


"Makasih, Mom. Akhirnya aku bakalan punya adik, aku gak akan merasa kesepian lagi di rumah ini. Makasih ... Makasih banget ..." Ucap David mendekap erat tangan tubuh wanita yang telah menyayangi dirinya dengan sepenuh hati itu.


"Sama-sama, sayang. Mommy juga senang banget, karena kamu akan segera memiliki adik dan tidak lama lagi rumah ini bakalan diramaikan dengan suara tangis bayi," jawab Arista mengecup puncak kepala putranya.


"O iya, Mom. Boleh aku liat perut Mommy? Aku ingin berbicara sama adik aku di dalam perut Mommy ini,'' pinta David mengurai pelukan.


"Boleh dong sayang. Tapi perut Mommy belum terlalu besar, belum terlalu terlihat kalau Mommy ini lagi hamil."


"Gak apa-apa, Mom. Aku cuma mau elus-elus aja ko."


Arista menganggukkan kepalanya lalu mulai memperlihatkan perutnya yang memang belum terlihat membesar karena usia kandungannya pun masih terlalu muda.


David dengan senyuman yang mengembang dari kedua sisi bibirnya pun menatap perut sang ibu dengan tatapan sayu. Tangannya mengelus pelan permukaan perut masih merasa tidak percaya kalau di dalam sana ada seorang bayi yang akan menemani hari-harinya kelak jika sang adik sudah lahir.


"Di sini beneran ada dede bayinya? Adik aku?"


Arista menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.

__ADS_1


"Ya Tuhan, aku masih belum percaya bahwa aku akan memiliki seorang adik. Aku janji akan menyayangi dia dengan sepenuh hati, Mom.''


Arista menganggukkan kepalanya lalu kembali mengecup pucuk kepala putra kesayangannya.


Ceklek ....


Suara pintu di buka dan Louis yang baru saja pulang dari kantor masuk ke dalam kamar.


"Daddy ...!" Teriak David senang lalu berlari menghampiri dan langsung memeluk ayahnya.


"Kalian lagi ngapain?" Tanya Louis mengecup kepala putranya lembut dan penuh kasih sayang.


"Dad, Mommy hamil. Aku bakalan punya adik, aku benar-benar senang." Jawab David mengangkat kepalanya menatap wajah sang ayah.


"Kamu udah tau? Daddy baru aja mau kasih tau kamu."


"Mas baru pulang?" Tanya Arista menatap wajah suaminya dengan tatapan sayu.


"Muka kamu pucat banget? Kamu baik-baik aja 'kan? Udah makan? Masih muntah-muntah nggak? Eu ... Kita ke Dokter ya?" Tanya Louis menghampiri sang istri.


"Gak usah, Mas. Tadi David udah bawain susu hangat buat aku, tubuh aku juga udah agak segeran sekarang."


"Beneran?"


Arista menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.


"Hmm ... Putra Daddy yang tampan ini ternyata baik dan perhatian sama Mommy Arista, makasih ya sayang."


David pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.


Kring ....


Ponsel Louis pun tiba-tiba saja berbunyi tanda pesan masuk, dia segera merogoh saku celananya lalu meraih ponsel tersebut.


"Pesan gambar?" Gumamnya lalu membuka pesan.


Klik ....


Louis menekan gambar yang masuk ke ponselnya lalu seketika dia membulatkan bola matanya menatap layar ponsel lalu mengalihkan pandangannya kepada istri dan juga putranya.


"Sayang, ini?" Tanya Louis membulatkan bola matanya.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2