Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian
Rindu Mommy


__ADS_3

Louis mengusap wajahnya kasar penuh rasa kecewa. Kenapa David tiba-tiba saja masuk dan meminta tidur bersamanya di saat yang tidak tepat?


Kenapa juga dia sampai lupa mengunci pintu kamar? Untung saja dia belum memulai ritual bercocok tanam, kegiatan yang sudah beberapa hari ini tidak dia lakukan karena keadaan Istrinya yang memang sedang tidak dalam keadaan baik.


"Dad? Kenapa Daddy gak pake baju? Emangnya gak dingin?" Tanya David seketika membuyarkan lamunannya lalu tersadar bahwa dirinya memang tidak mengenakan pakaian atas.


"Oh ... Iya, Dav. Daddy gerah banget ini, apa AC-nya rusak ya, kamar Daddy ko tiba-tiba panas gini?" Jawab Louis mengibaskan tangannya ke arah wajah dengan perasaan malu sebenarnya.


David pun berjalan menghampiri lalu naik ke atas ranjang dan meringkuk tepat di depan tubuhnya langsung dan memejamkan mata begitu saja.


Ceklek ....


Pintu kamar pun di buka, Arista dengan hanya menggunakan handuk kimono berwarna putih keluar dari dalam kamar mandi dengan tersenyum senang, karena akhirnya dia akan berjumpa dengan si piton setelah beberapa hari ini dia memendam kerinduan akan sesuatu yang telah menjadi benda pavoritnya itu.


Akan tetapi, harapannya untuk dimanjakan si piton pun lenyap seketika saat mendapati sang putra sudah meringkuk di atas ranjang miliknya bersama sang suami yang saat ini memasang wajah masam lengkap dengan bibir yang dikerucutkan sedemikan rupa terlihat kecewa.


"David tidur di sini?" Tanya Arista berjalan mendekat lalu duduk di tepi ranjang mengusap rambut putra kesayangannya.


"Mom, gak apa-apa 'kan aku tidur di sini? Di kamar aku gak bisa tidur,'' Rengek David seketika membuka mata saat merasakan belaian lembut jemari ibundanya.


"Tentu saja, sayang. Kamu boleh tidur di sini kapan pun kamu mau,'' jawab Arista meskipun perasaannya kecewa karena gagal bermain bersama si piton. Tapi, dia pun tidak mungkin menolak keinginan David yang ingin tidur bersama orang tuanya sendiri.


Arista pun naik ke atas ranjang lalu meringkuk tepat di samping putra kesayangannya itu.


David yang benar-benar merasa nyaman berada di tengah-tengah kedua orang tuanya seketika kembali memejamkan mata mencoba untuk tertidur lelap dengan memeluk tubuh sang ibu.


Seketika, Arista pun hendak memejamkan mata namun, dia kembali menarik paksa kelopaknya saat mendengar suara pesan masuk ke dalam ponsel miliknya yang dia letakkan sembarang di bawah bantal.


Di pun meraih ponsel tersebut lalu menatap layarnya dan mulai membaca pesan.


📱"Bagaimana nasib piton-nya Mas ini?"


Arista tersenyum lucu, karena pesan tersebut berasal dari suaminya yang saat ini meringkuk dengan memunggungi dirinya tepat di samping David dengan tubuh yang seluruhnya di tutup dengan selimut tebal.

__ADS_1


Arista pun menahan tawa dengan menutup mulutnya menggunakan telapak tangan seraya menatap punggung suaminya itu.


📱"Sabar ya, piton. Tunggu David tidur dulu. Apa besok saja kamu nengokin Dede bayinya?" Arista membalas pesan suaminya, padahal dia bisa saja bicara secara langsung.


📱"Gak mau, besok Mas sibuk. Mas maunya sekarang titik."


📱"Dih(emoticon heran)"


📱"Ya udah, tunggu David tidur dulu kalau begitu. Kita mainnya di kamar ruang tamu ya?"


📱"Coba kamu tengok David udah tidur belum?"


📱"Tengok aja sendiri, tinggal berbalik aja ko.''


📱"Dih(emoticon kesal)''


Kemudian, Louis pun berbalik dan mengangkat kepalanya untuk melihat wajah David dengan seksama, apakah putranya itu sudah tertidur atau belum.


"Udah tidur belum?" Tanya Louis dengan suara yang sangat pelan, bahkan hanya terlihat menggerakkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara.


Louis pun hendak turun dari atas ranjang namun, seketika dia mengurungkan niatnya saat mendengar suara sang putra yang tiba-tiba memanggil namanya.


"Daddy mau kemana?" Tanya David yang ternyata belum tertidur sama sekali.


"Eh ... Kamu belum tidur? Eu ... Anu, Daddy mau ngambil baju, lama-lama dingin juga gak pakai baju kayak gini, hehehe ..." Jawab Louis cengengesan seraya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak merasa gatal sama sekali.


"Oh, dikirain mau kemana.'' Ucap David lagi dengan begitu polosnya lalu kembali memejamkan mata.


"Kenapa kamu belum tidur juga, sayang?" Tanya Arista mengusap lembut kepala putranya.


"Entahlah, tiba-tiba saja aku kepikiran Mommy Clara terus. Apa mungkin karena aku terlalu merindukan beliau," jawab David membuat hati Arista merasa terhenyak.


Louis nampak merasakan hal yang sama, dia pun menoleh lalu menatap wajah sang putra dengan tatapan dan perasaan iba. Mungkin, David memang sedang benar-benar merindukan Clara, mungkin juga hal itu yang membuatnya tidak bisa tidur dan memilih untuk tidur bersama mereka.

__ADS_1


Louis yang saat ini sudah berada tepat di depan lemari yang pintunya baru saja dia buka pun nampak menghentikan gerakan tangannya seketika, seraya menatap bagian celana boxer yang dia pakai dimana si piton bersembunyi dalamnya, lalu dia pun mengelus dan mencoba menenangkan piton kesayangannya itu yang sebenarnya sudah meronta-ronta meminta untuk dimanjakan.


"Sabar ya, piton. Kayaknya malam ini kamu gak jadi nengokin Dede bayi di dalam perut Mommy deh. David lagi butuh perhatian Daddy-nya malam ini," gumam Louis dengan suara yang sangat pelan.


Dia pun menarik satu buah t-shirt dari dalam lemari dan segera memakainya.


"Apa kamu lagi rindu sama Mommy Clara?" Tanya Louis berjalan lalu naik kembali ke atas ranjang.


"Iya, Dad. Entah mengapa malam ini aku ingat terus sama Mommy. Aku rindu sama dia, apa Mommy beneran bahagia di atas sana?'' jawab David dengan sayu menatap wajah sang ayah.


"Tentu saja, sayang. Mommy Clara sudah tenang di atas sana. Beliau juga pasti sedang rindu sekali sama kamu, makannya kamu pun merindukan dia," jawab Louis memeluk tubuh sang putra seraya mengecup keningnya penuh kasih sayang.


"Kamu berdoa saja, semoga Mommy Clara bisa beristirahat dengan tenang. Mommy Arista juga sangat merindukan Mommy kamu sebenarnya." Ucap Arista mencoba menenangkan.


"Aku slalu berdoa semoga Mommy Clara benar-benar tenang di sana. Aku juga baru sadar kalau memang ini yang beliau inginkan, Mommy Clara memang ingin beristirahat di tempat abadi, di surga." Lirih David dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


Louis dan Arista seketika saling menatap satu sama lain dengan tatapan penuh tanda tanya. Apakah David tahu bahwa, ibundanya meninggal karena bunuh diri? Akan tetapi baik Arista maupun Louis tidak bisa menanyakan hal itu secara langsung karena tidak ingin membuat putra kesayangannya itu kembali merasa terluka.


"Sekarang kamu tidur ya, sayang. Nanti kesiangan lho."


David menganggukkan kepalanya seraya mencoba untuk tersenyum, meskipun senyuman yang mengembang dari kedua sisi bibirnya terlihat hambar, dan guratan kesedihan juga kerinduan terlihat jelas dari sorot kedua mata polosnya.


Keesokan harinya.


David mulai mengedipkan kedua matanya saat sinar matahari terasa hangat menyentuh kelopaknya, dia pun merentangkan kedua tangannya lebar-lebar seraya menguap sampai akhirnya, kedua matanya pun terbuka sempurna.


"Mom, Dad? Kalian dimana? Apa kalian sudah bangun?" Tanya David menatap sekeliling kamar.


Seketika, dia pun menatap pintu kamar mandi yang saat ini tertutup rapat lalu mengerutkan kening saat mendengar suara aneh dari dalam sana.


Dia pun bangkit lalu turun dari atas ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi, karena merasa merasa penasaran David pun mengetuk pintu seraya memanggil kedua orang tuanya yang sepertinya berada di dalam sana.


Tok ... Tok ... Tok ....

__ADS_1


"Dad, Mom? Kalian lagi ngapain kok berisik banget," tanya David dengan begitu polosnya.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2