Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian
Pernikahan


__ADS_3

"Mas Louis, kamu--" tanya Arista dengan mata yang berkaca-kaca menatap wajah Mas Louis tersayangnya yang saat ini berjongkok tepat di hadapannya dengan membuka kotak cincin berwarna merah.


"Arista, sayang. Empat hari lagi kita akan menikah. Tapi, Mas belum melamar kamu secara resmi. Malam ini Mas ingin melamar kamu resmi dan Mas akan melingkarkan cincin ini sebagai simbol cinta kita tanda bahwa Mas benar-benar mencintai kamu, sayang." Ucap Louis seraya melingkarkan cincin bertahtakan berlian berukuran besar di jari manis Arista.


Arista yang begitu terpana dengan kejutan yang baru saja dia terima pun hanya bisa diam mematung, tubuhnya terasa kaku untuk digerakkan. Apa yang baru saja di terimanya benar-benar berhasil menyentuh titik terdalam hati seorang Arista yang selama ini memang hidup dengan kurangnya kasih sayang.


"Mas ... Hiks hiks hiks ..." Arista seketika menangis dan langsung memeluk tubuh Mas Louis tersayangnya, dia mendekap erat tubuh kekar laki-laki yang telah bersedia menerima dirinya yang serba kekurangan.


"Jadilah istri yang baik, sayang. Jadilah ibu sambung yang baik juga buat putra Mas, hanya kamu wanita yang Mas inginkan untuk menemani hari-hari Mas, sekarang, besok, besoknya lagi, lusa, lusanya lagi dan selamanya sampai maut memisahkan kita, sayang."


"Iya, Mas. Aku akan berusaha jadi istri yang baik untuk kamu dan ibu sambung yang baik juga buat David, aku janji Mas. Makasih ... Hiks hiks hiks ...'' lirih Arista menangis sesenggukan di dalam pelukan Mas Louis'nya itu.


Perlahan, Louis pun mulai berdiri begitupun dengan Arista yang saat mulai mengurai pelukan dan menatap lekat wajah calon suaminya. Louis mengusap lembut wajah calon istrinya, membersihkan buliran air mata yang membasahi wajah cantik seorang Arista.


"Mas cinta kamu, sayang."


"Aku juga cinta kamu, Mas Louis tersayang."


Louis pun mendekatkan wajahnya lalu mendaratkan ciu*an di bibir merah calon istrinya. Setelah berkali-kali gagal karena selalu saja ada gangguan, akhirnya kali ini ciu*an yang dia daratkan berhasil landing dengan sempurna tanpa hambatan sedikitpun.


Arista pun menerima sentuhan hangat dan kenyal bibir calon suaminya. Terasa begitu nik*at membuatnya sedikit terbuai hingga tanpa sadar dia pun membalas setiap lu*atan yang dilayangkan oleh calon suaminya menyisir setiap senti bibir Louis mengimbangi permainan lihai yang disuguhkan oleh Louis Gabriel calon suaminya.


"Kenapa empat hari lama banget sih? Mas udah benar-benar gak sabar pengen anu--" lirih Louis sesaat setelah dia melepaskan tautan bibirnya.


"Dih, Mas ini ...! Aku juga sama," jawab Arista kembali menautkan bibirnya membuat Louis seketika membuatkan bola matanya lalu mendekap erat tubuh Arista dengan bibir yang kembali saling bertautan dan ciu*an panas pun terjadi begitu saja, bahkan sangat panas membuat pelayan yang menyaksikan hal itu pun tidak berhenti tersenyum merasa iri.


♥️♥️

__ADS_1


Empat hari kemudian.


Akhirnya hari itu pun tiba. Hari dimana Louis akan mempersunting gadis bernama Arista. Gadis belia yang terpaut usia cukup jauh dengan dirinya. Gadis yang selalu ceria dengan sejuta pesona kepolosannya yang membuat hati seorang Louis Gabriel jatuh cinta kepada Arista.


Setelah menunggu dengan tidak sabar selama satu Minggu. Setelah sempat melewati masalah kecil yang menjadi pengiring kisah singkat perjalanan cinta mereka. Akhirnya hari ini dirinya akan segera menghalalkan hubungan cinta mereka yang baru mereka jalin hanya dalam hitungan hari saja.


Bertempat di sebuah hotel berbintang dengan dihadiri lebih dari 2000 tamu undangan, acara pun akan di gelar dengan sangat meriah bahkan mengundang artis ibu kota yang akan menghibur para tamu undangan.


Acara ijab kabul pun di adakan di tempat itu juga dan langsung di lanjutkan dengan acara hiburan.


♥️♥️


"Saya terima nikah dan kawinnya Arista Aditama binti Aditama dengan mas kawin ter--" Louis tiba-tiba menghentikan ucapannya membuat semua yang ada di sana tertawa kecil karena duda satu anak itu tiba-tiba saja menghentikan ucapannya di tengah jalan.


"Mas ..." Bisik Arista menoleh menatap wajah calon suaminya, wajah cantiknya dengan tubuh berbalut kebaya berwarna putih dengan motif modern pun terlihat mengerutkan kening.


"Saya terima nikah dan ka--" Louis kembali menghentikan ucapannya.


"Tenang, Tuan Louis. Coba tarik napas dalam-dalam, rileks dan jangan terlalu terburu-buru. Apa anda lupa menghapal kalimat sakral itu?" Tanya Penghulu yang saat ini menggenggam erat telapak tangannya.


"Maaf, Pak Penghulu. Saya gugup ..." Jawab Louis pelan dan menahan rasa malu, tangannya pun terasa bergetar.


"Mas ... Kalau gagal satu kali lagi, kita gagal nikah lho. Ular piton kamu bakalan ngamuk-ngamuk nanti," bisik Arista membuat Louis seketika langsung berkeringat dingin.


"Hmmm ... Huuuuh ... Haaaah ..." Louis berkali-kali menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya secara perlahan.


'Ya Tuhan tenangkan hati hamba mu ini. Ayah, ibu di surga bantulah putramu ini. Jangan sampai pernikahan putra kalian gagal gara-gara aku gak lancar mengucap ijab qobul,' (batin Louis.)

__ADS_1


"Gimana, anda siap?" Tanya Penghulu lagi, semakin mencengkram kuat telapak tangan calon pengantin pria yang akan dia sahkan menjadi suami dari gadis bernama Arista.


"Saya siap, Pak." Jawab Louis penuh keyakinan.


"Kita ulangi satu kali lagi ya. Kalau anda gagal lagi kali ini maka terpaksa--"


"Tidak, Pak Penghulu. Saya pasti gak akan gagal lagi kali ini." Sela Louis penuh keyakinan.


Penghulu itu pun menganggukkan kepalanya, dan mengulangi kalimat sakral yang akan jadi pengikat dan meresmikan hubungan mereka menjadi suami-istri.


"Saya terima nikah dan kawinnya Arista Aditama binti Aditama dengan mas kawin tersebut di bayar TUUUUNAAAAI ..." Ucap Louis lantang dengan sedikit berteriak kencang membuat semua yang hadir di sana seketika langsung bersorak dan bertepuk tangan secara serempak.


"Sah ..."


"Saaaaaah ..." Semua tamu undangan pun mengucap kata sah secara bersamaan.


"Yeeeeey ...'' Louis tiba-tiba berteriak kencang dengan tawa yang terdengar renyah merasa lega karena akhirnya berhasil mengucap ijab qobul dengan sempurna dan Arista, gadis di sampingnya telah sah menjadi istrinya kini.


"Astaga, Mas Louis." Ucap Arista menatap dengan tertawa kelakuan laki-laki yang telah sah menjadi suaminya itu yang terlihat seperti anak kecil yang baru saja di beri hadiah oleh orang tuanya.


Acara pun berlangsung sangat meriah, aura kebahagiaan terpancar begitu menyilaukan terlihat dari sepasang pengantin baru di atas panggung. David yang duduk di tengah-tengah mereka pun terlihat bahagia dan berkali-kali menatap wajah sang ayah dengan tersenyum senang.


♥️♥️


Malam pertama.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2