Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian
Bonus


__ADS_3

"Maksudnya, istri Tuan Alex ini asli warga negara Indonesia, begitu?"


Orang bernama Tuan Alex itu pun menganggukkan kepalanya.


"Dan istri Tuan ini meninggalkan putrinya. Eu ... Maaf, maksud saya beliau ingin mencari putrinya yang hilang di sini?"


Tuan Alex pun kembali menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.


"Hmm ... Begitu rupanya. Tapi, bagaimana saya bisa mencari putri Tuan, jika saya tidak punya petunjuk apapun? Contohnya Poto mungkin? apa Tuan membawa Poto putri Tuan itu?"


"O iya, saya sampai lupa. Saya akan meminta istri saya untuk mengirimkan poto mereka ke ponsel saya. Nanti saya kirim ke anda secepatnya," jawab Tuan Alex merasa senang karena akhirnya Louis bersedia membantu.


"Baiklah, saya akan menunggu dan akan dengan senang hati membantu. Kabari saya setelah anda mendapatkan poto kedua putri dari istri anda itu.''


Tuan Alex pun menganggukkan kepalanya, merasa senang. Pertemuan pun berakhir dengan kesepakatan yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak dan tentu saja dengan kesediaan Louis untuk membantu rekan bisnisnya itu dalam mencari kedua putrinya.


♥️♥️


Setelah selesai melakukan pertemuan bersama orang bernama Tuan Alex, Louis pun kembali ke kantornya dengan wajah senang dan senyuman yang mengembang sempurna dari kedua sisi bibirnya.


Dia benar-benar puas dan merasa tidak sabar untuk melebarkan kerajaan bisnisnya di negara Singapura, dan dia pun akan membawa serta istrinya saat dia berkunjung ke sana nanti.


Bruk ....


Louis menjatuhkan tubuhnya di kursi kebesarannya, dia pun menyandarkan kepala serta punggung di sandaran kursi seraya memejamkan mata sempurna.


Ceklek ....


Pintu ruangan pun di buka, Jodi masuk ke dalam ruangan tersenyum ceria membuat Louis seketika langsung membuka mata.


"Gimana meeting-nya, Tuan bos? Sukses?" Tanya Jodi berdiri tepat di depan meja.


"Sukses, Jodi. Sangat sukses, bulan depan saya yang akan terbang ke sana. Sekalian saya juga mau bawa istri saya buat bulan madu di sana," jawab Louis yang juga tersenyum senang.


"Wah ... Selamat ya. Saya ikutan seneng dengernya, Tuan."


"Hari ini benar-benar luar biasa, saya mendapatkan dua keberuntungan sekaligus, hahahaha ..."


"Hahahaha ..." Jodi ikut tertawa dengan nada yang sama seperti suara Louis.


"O iya, Jod. Nanti saya punya tugas khusus sama kamu, kalau kamu sampai berhasil menjalankan tugas dari saya ini, kamu bakalan saya kasih bonus spesial yang sangat besar." Ucap Louis menghentikan suara tawanya lalu merubah raut wajah menjadi serius.


"Tugas apa, Tuan. Saya pasti akan siap menjalankan tugas apapun dari, Tuan. Apalagi kalau ada bonusnya, saya bakalan siap berdiri paling depan buat membantu, Tuan. Hehehe ...''


"Begini, nanti bantu saya buat cari putrinya Tuan Alex."


"Hah? Di sini, Tuan? Apa di Singapura?"

__ADS_1


"Ya disini 'lah, masa di sana?"


"Oh begitu? Kirain ...''


"Nanti kalau saya sudah dapat poto mereka berdua, saya kirim ke kamu ya fotonya.''


"Dua?"


"Iya, dua orang putri."


"Hmm ... Kayaknya bakalan sulit kalau dua orang sekaligus."


"Kenapa? Kamu gak mau?"


"Kata siapa saya gak mau? Saya selalu siap buat menjalankan tugas dari Tuan. Tapi Tuan--"


"Tapi apa?"


"Begini, kalau boleh saya simpulkan. Tuan Alex ini punya istri, istrinya itu punya dua putri yang hilang di sini, di negara Republik Indonesia tercinta kita ini?"


"Betul, kamu pintar, Jodi.'' Jawab Louis menjentikkan jarinya seraya tersenyum.


Akan tetapi, seketika senyumannya tiba-tiba saja terhenti dan dia merubah raut wajahnya menjadi serius, seolah sedang berfikir.


"Dia putri ... Dua putri ... Dua putri ...? Tidak mungkin 'kan kalau putri Tuan Alex itu--?" Louis bergumam sendiri lalu seketika tertawa renyah.


"Hah? Maksud bos?"


"Nggak, bukan apa-apa gak usah di pikirkan. Mendingan kamu keluar saya ngantuk banget mau tidur dulu sebentar. Kalau ada yang cari saya bilang saja saya lagi istirahat dan gak mau di ganggu, semalam saya kurang tidur,'' jawab Louis seraya memejamkan mata.


"Kurang tidur, apa karena sibuk bercocok tanam?" Celetuk Jodi membuat Louis seketika kembali membuka mata lalu menatap tajam wajah Jodi.


"Tau dari mana kamu istilah bercocok tanam?"


"Eu ... Anu, Tuan. Itu istilah yang saya buat sendiri."


"Maksud saya, darimana kamu tau kalau saya sibuk bercocok tanam?"


Jodi seketika diam menundukkan kepalanya, dirinya pun mempersiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan yang sepertinya akan meledak dari Tuan bosnya tersebut.


"Kenapa diam, Jodi? Kamu ngintipin saya?"


"Tidak, Tuan."


"Ko kamu bisa tau?"


"Nebak, Tuan.''

__ADS_1


"Apa kamu tau rasanya bercocok tanam? Rasanya dahsyat banget, hahaha ...'' Jawab Louis membuat Jodi seketika langsung mengangkat kepalanya merasa terkejut dengan reaksi Tuannya yang diluar dugaan.


"Benarkah, Tuan? Wah ... Saya jadi tidak sabar ingin segera menikah seperti Tuan."


"O iya, katanya kamu mau ngelamar pacar kamu? Udah?"


"Belum, Tuan. Belum ada modal buat ngelamar pacar saya itu.''


"O ya? Berapa modal yang kamu butuhkan buat melamar plus nikahi pacar kamu itu?"


"Emangnya Tuan mau modalin saya?"


"Katakan saja, kamu butuhnya berapa? 20 juta? 30 juta?"


Jodi seketika membulatkan bola matanya dengan senyuman yang mengembang sempurna dari kedua sisi bibirnya.


"Tuan?" Lirih Jodi merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Gak usah ngerasa terharu kayak gitu? Katakan saja nominal uang yang kamu butuhkan."


"Saya benar-benar terharu, Tuan. Hiks ...''


"Gak usah lebay deh, Jodi. Anggap saja ini sebagai bentuk penghargaan saya karena selama ini kamu udah sabar dalam menghadapi sikap Arogan dan tempramen saya, dan lagi hari ini saya benar-benar sedang senang, anggap saja saya lagi berbagi kebahagiaan sama kamu, hahahaha ...'' Jawab Louis seraya tertawa senang.


"Makasih, Tuan. Makasih banget, saya benar-benar beruntung punya majikan baik kayak Tuan." Jawab Jodi dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


"Udah jangan mewek, mendingan kamu jagain pintu di luar. Saya gak mau ada siapapun yang ganggu tidur siang saya, mengerti?"


"Baik, Tuan. Saya akan menjaga pintu agar tidak ada yang berani masuk ke sini." Jawab Jodi tersenyum lebar lalu hendak berjalan ke arah pintu.


"Tunggu, Jodi."


"Iya, Tuan."


"Saya akan transfer sebesar 30 juta ke rekening kamu sekarang juga, biar kamu bisa cepat lamar terus nikahi pacar kamu itu. Biar kamu bisa tau gimana rasanya bercocok tanam, jangan bisanya cuma ngintipin saya doang, hahaha ..."


Jodi pun kembali menghampiri Tuannya, dia menyalami bahkan mencium punggung tangan Tuannya dengan perasaan bahagia dan mata yang terlihat berkaca-kaca.


"Sekali lagi terima kasih, Tuan. Terima kasih ...'' ucap Jodi secara berkali-kali.


"Iya-iya, sekarang buruan ke luar buat jagain pintu. Ingat, kalau sampai ada yang masuk ke sini, maka bonus kamu bakalan saya batalkan,'' pinta Louis penuh penekanan.


"Baik, Tuan bos." Jodi pun seketika langsung berlari keluar untuk menjalankan tugas dari Tuannya tersebut.


Louis pun kembali memejamkan kedua matanya seraya memikirkan sesuatu.


"Apa mungkin kalau mendiang Clara dan Arista adalah putri yang sedang di cari oleh Tuan Alex?" Gumam Louis.

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2