Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian
Di Tinggalkan Sedari Kecil


__ADS_3

"Sayang? Poto ini?" Tanya Louis terkejut menatap layar ponsel miliknya.


Louis pun menatap wajah istrinya dan David sang putra secara bergantian lalu beralih kembali menatap layar ponsel dengan raut wajah heran serta kening yang dikerutkan.


Pesan gambar yang baru saja dikirimkan oleh Tuan Alex rekan bisnisnya itu memperlihatkan dua orang anak perempuan, dengan usia yang berbeda. Anak yang paling besar terlihat masih berusia 11 tahun sementara sang adik lebih muda sekitar tiga tahunan.


Wajah sang kakak benar-benar terlihat mirip dengan mendingan Clara, sementara anak perempuan yang lebih kecil terlihat begitu lucu dan imut membuat Louis seketika terkejut dan kembali menatap wajah Arista.


"Ada apa, Mas? Ko muka kamu jadi kayak gitu?" Tanya Arista memperhatikan dengan seksama raut wajah suaminya yang tiba-tiba saja berubah.


"Coba lihat ini, sayang. Apa kamu kenal sama anak yang ada di dalam Poto ini?" Tanya Louis menghampiri lalu memperlihatkan poto di dalam ponselnya.


Arista yang merasa penasaran pun meraih ponsel suaminya lalu menatap layar ponsel tersebut.


"Mas, ini?" Tanya Arista menutup mulut dengan telapak tangannya.


"Kamu kenal mereka?"


"Darimana kamu dapat poto ini, Mas?"


"Mas tanya, kamu kenal dua gadis di dalam Poto ini, sayang? Jawab dulu pertanyaan Mas."


"Mana mungkin aku gak kenal mereka, ini aku sama mbak Clara? Sekarang, Mas jawab pertanyaan aku, darimana kamu dapat poto ini?" Tegas Arista penuh penekanan.


"Astaga ... Ya Tuhan ... Jadi kalian--" Louis tidak kuasa meneruskan ucapannya.


Arista hanya mengerutkan kening tidak mengerti saat suaminya itu seketika memeluk tubuhnya erat membuat Arista semakin merasa bingung.


"Arista, sayang. Istrinya Mas Louis, ternyata kamu, ternyata memang kamu yang sedang di cari oleh mereka. Mas benar-benar senang sekali, sayang. Akhirnya kamu bisa--"


Louis tidak meneruskan ucapannya karena sang istri tiba-tiba mengurai pelukan lalu menatap tajam suaminya masih dengan perasaan heran.

__ADS_1


"Mas Louis ... Kalau ngomong itu yang jelas dong. Maksudnya Mas bilang bahwa aku adalah orang yang sedang mereka cari itu apa?"


Louis yang memang masih merasa tidak percaya dengan kenyataan yang baru saja dia terima, hanya bisa tersenyum sumringah dengan tubuh yang terasa bergetar hebat.


Dia pun nampak menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya pelan, mencoba mengatur detak jantungnya yang saat ini berdetak tidak beraturan.


"Maaas ...?" Rengek Arista semakin merasa bingung.


"Sayang ... Dengerin Mas. Kamu bilang, kamu ditinggalkan sama orang tau kamu dari semenjak kamu kecil 'kan?"


Arista menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu ingat wajah ibu kamu?"


Arista nampak terdiam, mencoba menyelami relung memorinya yang paling dalam berharap bahwa, dia masih bisa menemukan sisa-sisa masa lalu yang sudah lama dia lupakan.


"Nggak, Mas. Aku sama sekali gak ingat wajah mereka, Mbak Clara bilang. Ibu pergi merantau ke luar negeri dan gak pernah kembali sampai sekarang," lirih Arista menundukkan kepalanya meratapi nasib masa kecilnya.


"Tunggu, aku gak ngerti dengan apa yang Mas katakan. Maksudnya apa? Rekan bisnis? Putri yang hilang?'' Tanya Arista mengerutkan kening, kepalanya yang memang sedang merasa pusing membuat otaknya tidak bisa berfikir.


"Astaga, istri Mas ini. Dengerin baik-baik ya, Mas bakalan jelasin lagi. Rekan bisnis Mas dari Singapura itu minta bantuan Mas buat cari dua putri tirinya di Indonesia. Karena Mas gak tau wajah mereka berdua jadi, Mas minta Poto anak-anak tersebut, dan Poto yang di kirim ya ini, Poto kamu dan kakak kamu. Kamu tau apa artinya ini?" Jelas Louis mencoba menjelaskan sejelas-jelasnya.


Arista seketika merasa terhenyak. Dia pun menatap lekat layar ponsel yang masih terdapat gambar dirinya bersama mendiang sang kakak. Jari telunjuknya pun nampak mengusap lembut wajah Clara di dalam ponsel tersebut.


"Sayang, kenapa diam?'' Tanya Louis meletakan kedua telapak tangannya di kedua sisi pipi Arista mencoba menyelami kelopak mata sang istri yang kini terlihat memerah.


"Mas serius dengan ucapan Mas tadi?" Lirih Arista pelan dan lemah.


"Tentu saja, sayang. Mas yakin mereka adalah kedua orang tua kamu. Mereka sedang mencari kamu sekarang, kamu pasti seneng banget karena akhirnya bisa bertemu lagi sama kedua orang tua kamu, sayang.'' Ucap Louis lagi tersenyum senang.


Reaksi Arista benar-benar di luar dugaan. Louis berharap bahwa istrinya itu akan tersenyum senang dan merasa bahagia mendengar kabar ini. Tapi, wajah Arista nampak terlihat muram kini, dia bahkan menurunkan telapak tangan suaminya itu.

__ADS_1


"Apa gunanya mereka mencari aku sekarang setelah mereka meninggalkan aku dulu, Mas? Aku bahkan sudah menganggap mereka mati," lirih Arista menundukkan kepalanya dengan buliran air mata seketika berjatuhan membasahi telapak tangan suaminya.


Louis pun tidak berkata apapun lagi. Wajahnya yang semula penuh senyuman pun seketika terlihat muram. Dia menatap lekat wajah istrinya yang kini terlihat begitu sedih, sangat sedih.


"Sayang. Mas tau bagaimana perasaan kamu. Mas gak akan mengatakan apapun lagi, kamu berhak marah sama meraka karena mereka telah meninggalkan kamu bersama Clara bahkan kalian berdua hidup menderita," lirih Louis lalu segera memeluk tubuh istrinya erat, David yang juga berada di sana pun seketika langsung naik ke atas ranjang dan ikut memeluk tubuh ayah serta ibu sambungnya secara bersamaan.


"Mommy jangan sedih, kasian Dede bayi di dalam perut Mommy," ucap David secara tiba-tiba membuat Arista akhirnya tersenyum kecil balas memeluk putranya.


"Iya, sayang. Mommy gak akan sedih lagi ko." Jawab Arista mengecup pucuk kepala David lembut dan penuh kasih sayang.


Louis pun akhirnya melakukan hal yang sama, dia mengecup pucuk kepala David dan juga istrinya secara bergantian.


"Daddy sayang banget sama kalian berdua. Kalian adalah harta yang paling berharga yang Daddy punya saat ini." Lembut Louis semakin merekatkan lingkaran tangannya memeluk tubuh putra serta istrinya.


"Tiga sama dede bayi, Dad." Ucap David secara tiba-tiba membuat Louis seketika tertawa bahagia.


"Hahaha ... O iya, Daddy sampai lupa sama Louis junior yang ada di dalam perut Mommy Arista.''


"Dih, dasar.'' Ketus Arista diiringi suara kekehan ringan.


Kring ... Kring ... Kring ....


Ponsel Louis yang masih berada di dalam genggaman Arista pun seketika berdering membuat mereka bertiga mengurai pelukan secara bersamaan.


Arista pun menatap layar ponsel lalu membaca nama yang tertera di sana.


"Tuan Alex.'' Gumam Arista menyerahkan ponsel tersebut kepada suaminya.


Louis menerima ponsel miliknya dengan perasaan bingung. Apa yang akan dia katakan kepada rekan bisnisnya itu. Apa dia harus berbohong dan berkata bahwa dia belum menemukan anak yang sedang mereka cari? atau, mengatakan yang sejujurnya bahwa anak yang sedang di cari oleh istri Tuan Alex itu adalah istrinya sendiri.


Di tunggu kelanjutannya ya, Reader.😘😘😘😘

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2