Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian
Tidak Suka di Hina


__ADS_3

Gadis bernama Teresia, karyawan Office boy yang memiliki sifat bar-bar ini tidak suka dengan hinaan yang diucapkan oleh David, sebutan orang miskin baginya adalah hinaan yang tidak termaafkan.


Oke .... Dia memang orang miskin, tapi Tere tidak suka jika kata-kata miskin tapi sombong, di julukan kepadanya. Tere meletakan kembali sepatu yang dia pegang dan sempat dia putar beberapa kali, andai saja pemuda ini bukan atasan di tempatnya bekerja, mungkin saja sepatu dengan harga yang tidak terlalu mahal itu sudah melayang di kepala David seperti sandal jepit miliknya.


Dia pun memejamkan kedua mata, menarik napas panjang lalu menghembuskan secara perlahan, mencoba menahan emosinya yang sebenarnya ingin sekali dia ledakan.


"Dengar ya, Tuan putra dari pemilik perusahaan. Saya memang miskin tapi, saya tidak suka di hina. Saya memang tidak punya apapun tapi, saya tidak sombong. Saya tidak seperti anda yang semua kebutuhan anda bahkan pekerjaan anda sudah tersedia di depan mata, sementara saya, saya harus berjalan setiap hari demi mendapatkan pekerjaan." Tegas Tere membuat David seketika terdiam.


"Eu ... Ka-kapan saya mengatai kamu miskin?" Elak David.


"Apa anda tidak sadar sudah mengatakannya sebanyak dua kali? Yang pertama saya melempar anda dengan sandal karena anda belum jadi atasan saya. Sekarang, saya tidak berani melakukannya lagi meskipun hati saya ingin sekali melempar anda dengan apapun yang ada di sini. Tapi, saya tidak melakukannya karena saya bukan wanita bar-bar yang tidak tahu diri, yang berani berbuat tidak sopan kepada atasannya sendiri.''


David semakin tercengang. Bibirnya terasa kelu untuk sekedar digerakan.


"Saya permisi, saya masih banyak pekerjaan. Untuk minuman yang saya antar'kan, anda tidak usah khawatir, saya sama sekali tidak memberikan racun atau apapun yang anda sebutkan tadi, karena saya bukan penjahat." Ucapan terakhir Teresia sebelum dia benar-benar keluar dari dalam ruangan tersebut.


'Gila, sekolah dimana dia? Ucapannya benar-benar menusuk, saya saja tidak tahu harus menjawab apa lagi,' (batin David.)


Ceklek ....


Blug ....


Tere berdiri dan bersandar di balik pintu ruangan bosnya, dia nampak memegangi dadanya yang terasa berdebar. Tidak mudah untuk dirinya mengatakan semua itu. Tubuhnya pun nampak gemetar lengkap dengan keringat dingin yang membasahi pelipis wajahnya kini.


"Kamu kenapa?" Tanya Anggita sekertaris David.


"Oh ... Tidak Mbak, saya tidak apa-apa," jawab Tere tersenyum cengengesan.


"Ya udah, kamu boleh pergi sekarang."


Tere menganggukkan kepalanya sopan lalu meninggalkan tempat itu.


"Dasar aneh, jangan bilang kalau dia terpesona sama bos David?" Gumam Anggi menatap dengan tatapan tidak suka punggung Tere yang perlahan berjalan menjauh.


Sementara itu, David duduk kembali di kursi kebesarannya. Dia nampak menyandarkan punggung juga kepalanya dan sedikit memutar kuris ke kiri dan ke kanan. Tatapan matanya tertuju pada jus buah yang berada di atas meja kini.


"Apa benar jus itu tidak di kasih racun?'' Gumamnya lalu meraih gelas tinggi itu dan menatapnya.


Meskipun ragu pada awalnya, akhirnya dia pun meminum jus tersebut karena rasa haus yang tidak tertahankan lagi.


Glegek ....


Glegek ....


Glegek ....


Satu gelas tinggi berisi jus pun kosong hanya dalam hitungan detik saja. David mengusap ujung bibirnya yang basah sisa jus yang dia minum.

__ADS_1


Ceklek ....


Pintu pun di buka. Anggi sang sekertaris masuk ke dalam ruangan dengan tersenyum begitu manis menghampiri David.


"Bagaimana meeting-nya, Bos? Lancar?" Tanya Anggi berdiri tepat di depan meja.


"Lancar, Daddy berhasil meyakinkan klien. Pesona Daddy Louis benar-benar luar biasa." Jawab David meletakkan gelas yang sudah kosong di atas meja.


"Lalu karyawan OB yang tadi kenapa?"


"Maksud kamu?"


"Setelah keluar dari ruangan ini, sepertinya dia keringetan. Wajahnya juga memerah kayak habis dimarahi gitu sama bos."


'Bukan dia yang dimarahi. Tapi, sebaliknya. Emang gak sopan tuh cewek,' (batin David.)


"Masa si? Nggak ko, biasa aja. Dia cuma nganterin jus ini terus keluar lagi."


Anggita mengerutkan kening tidak percaya.


"Masa sih?"


"Kenapa, kamu tidak percaya?"


"Bukannya begitu, hanya saja ekspresi wajahnya dia berbeda saat dia masuk dan keluar dari ruangan ini."


"Denger ya Anggita, saya tidak suka kamu terlalu posesif seperti ini. Kamu sekertaris saya bukan pacar saya." Tegas David berdiri lalu memakai jas hitam yang semula melingkar sembarang di sandaran kursi.


"Tapi saya suka sama kamu, sudah sejak lama bahkan dari semenjak kita kuliah bareng, David.''


"Hmm ... Jadi seperti itu? Saya pikir setelah berkali-kali saya menolak kamu, rasa suka kamu sama saya akan hilang, ternyata tidak? Astaga ... Anggita ... Kamu gigih sekali. Tapi sayangnya, sampai saat ini pun perasaan saya sama kamu juga gigih, kalau saya tetap menganggap kamu teman, Alias sahabat dan tidak akan pernah lebih dari itu, oke?'' jawab David menepuk pundak Anggita lalu hendak berjalan keluar dari dalam ruangan.


"Sampai kapan kamu akan terus menolak saya, Dav?"


David seketika menghentikan langkah kakinya lalu menoleh dan menatap wajah Anggi.


"Justru saya yang ingin tanya sama kamu, Anggita. Sampai kapan kamu akan terus mengejar-ngejar saya? Di luaran sana masih banyak laki-laki yang lebih baik dari saya. Kamu itu cantik, se*si, seorang sekertaris, karir kamu juga cemerlang, pastinya gak akan ada yang berani menolak kamu kalau kamu nembak mereka,'' jawab David lalu hendak melanjutkan langkah kakinya.


"Tapi yang saya inginkan hanya kamu.''


David seketika kembali menghentikan langkah kakinya lalu tersenyum kecil. Setelah itu, dia pun kembali melangkah tidak ingin terlalu menanggapi ucapan sekertaris-nya itu.


'Apa yang harus saya lakukan agar kamu mau menerima cinta saya, Dav?' (batin Anggita.)


♥️♥️


Louis nampak memeriksa file di dalam laptopnya, hasil meeting hari ini benar-benar membuat dirinya merasa puas dan perusahaan miliknya itu sedang berada di puncak kejayaannya.

__ADS_1


Ceklek ....


Suara pintu yang di buka membuat Louis seketika menghentikan gerakan jemarinya yang sedang menari-nari di atas keyboard.


"Dad ..." Sapa David sang putra.


"Apa kamu sudah mau pulang?"


"Hmm ... Sepertinya begitu, pekerjaan aku sudah selesai dan aku ingin pergi ke suatu tempat hari ini?" Jawab David duduk di kursi.


"Pergi ke mana? Pergi sama pacar kamu?''


"Ish ... Daddy ini. Aku mana punya pacar.''


"Kenapa? Kamu pria normal 'kan?"


"Tentu saja, aku masih normal ko, Dad."


"Terus kenapa sampai saat ini kamu masih jomblo? Usia kamu hampir berada di kepala tiga lho, kamu mau jadi bujang tua?" Canda Louis, berjalan menghampiri lalu duduk di kursi yang berbeda dengan sang putra.


"Nanti Dad, aku masih belum menemukan wanita yang mampu membuat hatiku bergetar, wanita yang akan jadi istriku harus spesial dan beda dari wanita lainnya. Aku tidak suka wanita yang biasa-biasa saja. Aku suka wanita yang istimewa.''


Tok ... Tok ... Tok ....


Ceklek ....


Pintu ruangan pun di buka, Tere masuk ke dalamnya dengan membawa kopi hangat untuk Louis. Sejenak, tatapan mereka pun saling bertemu dan saling menatap satu sama lain.


'Tidak mungkin kalau dia adalah wanita spesial itu?' (batin David.)


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Hai-hai Reader, Othor bawakan rekomendasi novel spesial buat kalian. Bocoran ceritanya 👇👇👇


Blurb.


Meski terlahir dan tumbuh dalam keluarga yang harmonis dan santun, tetapi Mirza tetaplah sosok anak muda yang butuh mengekspresikan diri dan ingin menikmati kebebasan masa mudanya.


Ia menjadi pemuda yang urakan dan sering gonta-ganti pacar dengan dalih penjajakan untuk menentukan sebuah pilihan yang tepat, gadis pilihan yang akan Ia jadikan sebagai istri.


Namun, dari banyaknya gadis yang Ia pacari, tak satupun yang bisa memenuhi kriteria Mirza. Kriteria istri idaman, yang membuat semua keluarga tercengang.


"Mereka semua adalah gadis yang tidak bisa menjaga dirinya dengan baik, masak baru pacaran sudah minta cium?" gerutu Mirza.


Akankah Mirza, dapat menemukan gadis seperti yang Ia idam-idamkan?


Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian ya.

__ADS_1



__ADS_2