Hasrat Tuan Kesepian

Hasrat Tuan Kesepian
Tidak Bisa Hidup Tanpa Jodi


__ADS_3

Ceklek ....


Louis masuk kembali ke dalam ruangan kamar dimana ayah mertuanya di rawat. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Jodi akan menikah dengan putri dari Tuan Adrian itu artinya dia akan segera menjadi adik iparnya.


'Ya Tuhan, apa jadinya saya kalau Jodi tidak lagi bekerja sebagai asisten pribadi saya? Saya baru sadar kalau ternyata saya tidak bisa hidup tanpa dia,' (batin Louis.)


"Apa kalian berdua saling mengenal?" Tanya Tuan Adrian menatap wajah Louis menantunya dan juga Jodi calon menantu lainnya.


"Iya, Pak. Jodi ini Assiten serba bisa saya. Dia sudah bekerja dengan saya selama lebih dari lima tahun lho. Dia itu pemuda yang hebat, bisa melakukan apapun yang saya suruh. Apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin kalau dikerjakan sama dia,'' jawab Louis, pujian itu seolah lolos begitu saja dari bibirnya.


"Ehem ... Tumben Tuan bos puji-puji saya seperti itu?" Celetuk Jodi tersenyum lebar.


"O ya? Astaga, dunia benar-benar sempit. Tapi, bapak tidak menyangka kalau ternyata akan sesempit ini. Kalian akan menjadi keluarga mulai sekarang. Bulan depan rencananya mereka akan menikah lho.''


"Kenapa cepat sekali?" Celetuk Louis secara tiba-tiba membuat semua yang ada di sana seketika menoleh ke arahnya dengan tatapan heran.


"Mas?"


"Maksud saya, mengapa cepat sekali bulan depan? Saya belum sempat siapin hadiah spesial buat adik ipar saya ini, hehehe ..." Tawa Louis merasa malu sendiri.


"Alah, bilang saja kalau Tuan bos belum siap saya tinggalkan? Bos tidak bisa hidup tanpa saya 'kan?" Jodi penuh percaya diri dengan wajah cengengesan.


"Apaan si kamu Jodi. Mau saya pec--"


"Tanpa di pecat pun saya akan mengundurkan diri Tuan Louis tersayang. Hehehehe ..."


"Dih, geli banget si di panggil sayang sama kamu."

__ADS_1


"Cukup, Mas. Lagian kita bisa cari Assisten baru buat gantiin Jodi." Ucap Arista yang sedari tadi hanya menyimak percakapan mereka.


'Mas sudah terlanjur nyaman sama Jodi, sayang. Maaf, kalau rasa nyaman Mas terbagi sama dia. Jodi itu bisa melakukan apapun dan tidak ada manusia sesabar dia di dunia ini,' (batin Louis.)


"Iya-iya, Mas tau sayang. Lagian Mas juga bosan liat muka dia tiap hari. Sudah saatnya ganti dengan wajah baru."


"Beneran? Tuan bos gak bakalan kangen sama saya nantinya?"


"Dih apaan si? Kamu jangan lebay ya?"


"Hehehehe ... Iya-iya Tuan bos. Bos jangan khawatir, kita masih bisa ketemu ko, saya 'kan jadi adik iparnya Tuan bos juga." Celetuk Jodi dengan begitu polosnya membuat semua yang ada di sana pun seketika tertawa renyah.


"Hahahaha ... Kalian ini." Ujar Tuan Adrian terlihat begitu bahagia meskipun tubuhnya terasa lemas tidak bertenaga.


"O iya, Nadia. Kapan-kapan main ke rumah Mbak ya. Kita bisa ngobrol-ngobrol di sana, kebetulan juga Jodi sudah Mbak anggap adik Mbak sendiri, kebetulan sekali dia akan jadi adik ipar beneran." Arista menatap wajah Nadia.


"Terima masih, Mbak Arista. Kapan-kapan saya akan coba mampir ke sana." Jawab Nadia ramah.


"Iya, Pak. Saya janji akan bersikap baik kepada Nadia adik saya."


"Saya juga, Dad. Sudah lama sekali saya ingin punya saudara, dan sekarang harapan saya terkabulkan. Akhirnya saya punya kakak perempuan yang cantik dan baik lagi."


Keduanya pun saling melemparkan senyuman terlihat begitu bahagia.


❤️❤️


Setelah dua hari terpisah dari sang buah hati, akhirnya bayi kembar mereka sudah bisa tinggal di kamar yang sama dengan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Dengan ditemani bibi, bayi cantik itu sekarang sudah bisa tidur di samping ibunya dan tentu saja mendapatkan ASI eksklusif dari ibundanya. David yang juga selalu menemani di sana pun nampak terlihat bahagia menyambut kedua adik kembarnya itu.


"Mom, Dad. Kalian lupa kasih nama adik aku ya?" Tanya David secara tiba-tiba.


"Ya Tuhan, iya ... Kenapa kita sampai lupa kasih nama buat si kembar?" Jawab Louis menatap bayi yang sedang tertidur pulas di dalam box bayi.


"Nah 'kan? Kalian sibuk mikirin apaan si? Kasian Dede bayi 'kan?"


"Dav, apa kamu punya nama yang bagus buat adik-adik kamu ini? Jujur aja, Mommy belum sempat mikirin nama buat mereka. Terlalu banyak masalah yang Mommy hadapi, sampai-sampai Mommy lupa nyiapin nama." Pinta Arista mengusap wajahnya kasar.


"Hmm ... Apa ya? Dad? Apa Daddy sama sekali tidak kepikiran nama yang cocok buat si kembar?" David mengalihkan pandangan kepada sang ayah.


"Daddy juga sama. Eu ... Gini aja deh, coba Mas cari di google ya, kira-kira nama apa yang cocok buat si kembar."


"Gak usah Mas. Mas ini gimana si? Masa cari di google?'' Celetuk Arista mengerucutkan bibirnya.


Ketiganya pun terdiam sejenak seolah sedang berfikir. Otak mereka berputar-putar mencari nama yang cocok untuk si kembar.


"O iya, Daddy sudah dapat nama yang cocok buat mereka berdua." Louis menjentikkan jarinya.


"Apa?"


"Gimana kalau kita kasih nama, Bulan dan Bintang?"


"Hah?"


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Hai Reader, jangan juga mampir juga di karya teman Othor yang super kece ini ya. Dijamin ceritanya sangat menegangkan bikin jantung kalian dag-dig-dug. Di tunggu ya Reader ...



__ADS_2