
Arista meringkuk di atas ranjang, dia merasa menyesal karena telah bersikap egois dan tidak menuruti apa kata suaminya yang meminta dirinya untuk menahan diri dan tidak bertanya terlalu jauh, tentang siapa sebenarnya ayah kandungnya.
Dia sama sekali tidak menyangka bahwa ayahnya tega meninggalkan dirinya beserta sang ibu demi menikah dengan wanita lain, hal itu benar-benar membuat perasaan Arista yang semula sudah merasa tenang kini kembali dilanda rasa gundah.
Ceklek ....
Pintu kamar pun di buka, Louis sang suami masuk ke dalam kamar menghampiri Arista yang terlihat memejamkan mata, hanya pura-pura tertidur sebenarnya.
"Kamu baik-baik saja, sayang?'' Tanya Louis duduk di tepi ranjang mengusap lembut kepala Arista.
Arista tidak bergeming, dia masih berpura-pura tertidur dan Louis menyadari hal itu sebenarnya.
"Hmm ... Kamu tidur rupanya. Padahal, sebenarnya Mas mau ngajakin kamu ke suatu tempat lho. Ya udah nanti aja, sepertinya kamu kelelahan banget." Ucap Louis meringkuk tepat di belakang istrinya, melingkarkan tangannya di perut ramping istrinya.
Krebek ... Kerebek ... Krebek ....
Terdengar suara dari perut Arista yang terdengar begitu nyaring oleh telinga Louis membuatnya seketika tersenyum lucu.
"Kamu lapar, sayang?"
Arista masih terdiam, diam-diam mengusap perutnya yang sebenarnya terasa lapar.
"Mau makan Stik daging? Pake nasi hangat enak tau."
Arista sedikit membuka mata dan menjulurkan lidahnya merasa tergiur sebenarnya.
"Ko diam aja? Ya udah, Mas aja yang makan kalau gitu." Ucap Louis bangkit lalu duduk di atas ranjang.
"Tunggu, Mas."
Louis tersenyum lucu, lalu menoleh menatap wajah sang istri yang kini telah membuka kedua matanya.
"Lho, kamu udah bangun, sayang?"
"Mas tega mau makan Stik sendirian?" Rengek'nya mengusap perutnya yang sebenarnya terasa lapar.
"Bukannya kamu tidur tadi? Mas pikir kamu kelelahan dan pengen istirahat." Jawab Louis tersenyum lucu.
"Mas jahat."
"Kenapa jadi Mas yang jahat si?"
"Ya, bukannya Mas bangunin aku kek."
"Hahahaha ... Mas tau kalau kamu itu cuma pura-pura tidur, makannya Mas gak bangunin.''
__ADS_1
"Ikh ... Mas Louis ..." Arista seketika memukul pelan dada suaminya diiringi dengan rengekan manja dan senyuman kecil merasa malu sebenarnya.
"Hahahaha ...'' Louis langsung memeluk tubuh istrinya dan Arista pun refleks melingkarkan kedua tangan di pinggang suaminya seraya menyandarkan kepala di dada bidang Louis Gabriel, laki-laki yang sangat dia cintai.
"Kamu baik-baik saja, sayang?"
Arista menggelengkan kepalanya seraya mengerucutkan bibirnya sedemikan rupa.
Cup ....
Louis mengecup pucuk kepala istrinya dengan lingkaran tangan yang semakin erat dalam memeluk tubuh Arista.
"Maafin aku karena telah bersikap egois, seharusnya aku dengerin kata Mas. Aku gak usah tau sekalian siapa ayah aku sebenarnya jika dia ternyata laki-laki jahat yang telah tega meninggalkan ibu dan kami,'' lirih Arista penuh penyesalan.
"Gak apa-apa, sayang. Dengan begitu kamu gak penasaran lagi seperti apa ayah kamu.''
Arista menganggukkan kepala seraya memejamkan kedua matanya.
Krebek ... Krebek ... Krebek ....
Perut Arista kembali berbunyi nyaring membuat Louis pun seketika langsung mengurai pelukan lalu tersenyum menatap wajah sang istri.
"Louis junior udah kelaparan tuh, kita makan dulu ya."
"Stik daging, pake nasi hangat." Rengek Arista manja.
"Hmmm ... Kalau ke Restoran kayaknya aku malas Mas, gimana kalau pesan aja. Kemarin juga aku sama David pesan dan makan di rumah."
"O ya?"
Arista menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil. Tatapan mata sayu'nya masih menyiratkan kesedihan yang mendalam. Membuat Louis seketika mengecup satu-persatu kedua mata istrinya lembut dan penuh kasih sayang.
Cup ....
Cup ....
"Mas yakin kamu wanita yang kuat. Kamu lupakan dulu masalah ayah kamu, gak usah ingat-ingat dia lagi. Sekarang, kamu fokus saja dalam menjaga kandungan kamu ini. Oke?"
Arista menganggukkan kepalanya dan tersenyum seketika.
"Kita keluar, Mas bakalan pesankan kamu stik daging wagiu yang rasanya di jamin lebih enak dari stik biasa yang pernah kamu makan, mau?"
Arsita kembali menganggukkan kepalanya tersenyum lebar.
♥️♥️
__ADS_1
Satu bulan kemudian.
Louis tersenyum bahagia, ternyata dia berhasil mengembangkan kerajaan bisnisnya di negara tetangga dan mendapatkan keuntungan yang sangat besar, tentu saja keuntungan yang dia terima di bagi dua dengan perusahaan milik Tuan Alex sebagai partner bisnisnya di sana.
Hal itu membuat perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama pun berbondong-bondong ingin bekerja sama dengan perusahaan miliknya dan Louis sangat senang dengan hal itu.
Tok ... Tok ... Tok ....
Suara ketukan di pintu seketika membuyarkan lamunannya.
"Masuk."
"Tuan bos, di bawah ada tamu yang ingin bertemu dengan anda. Katanya salah satu Perusahan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan ini, Tuan bos.'' Ucap Inggrid berdiri tepat di depan meja.
"Oh, dari perusahaan M.J Corporindo ya?"
"Betul, Tuan.''
"Oke, suruh beliau tunggu di bawah. Saya ke sana sekarang juga." Pinta Louis membenahi berkas-berkas yang sedang dia periksa.
"Baik, Tuan. Saya permisi sekarang."
Louis menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kecil.
Louis pun bangkit dan mengenakan Jas hitam yang dia lingkarkan di kursi kerjanya, setelah itu dia pun mulai berjalan keluar ke dalam ruangan.
♥️♥️
Ceklek ....
Pintu ruangan pun di buka. Louis masuk ke dalam ruangan dimana tamu yang berasal dari perusahaan bernama M.J Corporindo sedang menunggu dirinya, dengan tersenyum ramah ditemani Inggrid sang sekertaris Louis pun menyapa orang tersebut.
"Maaf, lama menunggu." Sapa Louis mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan laki-laki setengah baya yang sudah menunggunya di saja.
"Tidak apa-apa, saya orangnya sabar ko.'' Jawab orang tersebut ramah seraya tersenyum lebar lalu menerima uluran tangan Louis.
"Kalau boleh saya tau, siapa nama anda? Kita belum sempat berkenalan."
"O iya, perkenalkan nama saya Adryan Aditama."
"Adryan Aditama? Kenapa nama Anda terdengar familiar ya?" Tanya Louis mengerutkan kening.
"Masa si? Hahaha ... Nama saya memang pasaran, Tuan Louis.''
"Nggak, bukan begitu. Tunggu ... Aditama--" Louis membulatkan bola matanya akhirnya menyadari sesuatu.
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️