
Perbedaan usia yang terpaut cukup jauh tidak menghalangi Nata untuk jatuh cinta kepada Daren yang merupakan ayah dari sahabat masa kecilnya. Daren bahkan lebih pantas menjadi ayahnya di bandingkan menjadi seorang kekasih. Baginya Daren adalah lelaki ideal. Tampan, mapan juga dewasa. Akan tetapi, dia berkali-kali mendapatkan penolakan dari sang duda dengan alasan yang tidak masuk akal menurutnya.
Apakah Nata akan menyerah dalam mengejar cinta sang duda? Atau, duda tampan juga dewasa itu akan luluh dan menerima cinta Nata juga pada akhirnya?
''MY HOT DUDA''
...****************...
Cuplikan bab.
"Cukup Eden, gak baik seperti itu sama ayah kamu sendiri. Eu ... Selamat siang, Om cakep. Boleh ya aku numpang di mobil Om? Aku gak bawa mobil soalnya hehehehe ...'' pinta Nata tersenyum cengengesan.
"Selamat siang juga Nata. Memangnya kamu gak di jemput sama Daddy kamu juga? Om aja masih menyempatkan buat jemput putra Om ini lho, masa ayahmu gak bisa jemput kamu sih?" jawab Daren dengan wajah datar.
"Kan sudah ada Om yang jemput ke sini, hehehehe!''
"Ish, kamu bisa aja."
"Sudah cukup. Nata kalau kamu mau numpang sama kami, hentikan senyuman kamu yang memuakkan itu, oke?" ketus Eden menoyor kepala Nata sang sahabat.
__ADS_1
"Rebes, eh beres maksudnya. Yang penting aku bisa numpang di mobil kalian hehehehe," Nata kembali tersenyum cengengesan.
"Nah 'kan? Cengengesan lagi.''
Nata sontak merapatkan bibirnya. Bahkan seolah mengunci bibir mungilnya itu dengan tangannya sendiri.
"Sudah-sudah, kalian selalu seperti ini. Berantem terus, lama-lama Daddy kawinkan juga ya kalian."
"Ish, jangan dong Om. Kecuali kalau aku dikawinkan sama Om," celetuk Nata, tentu saja dia langsung mendapatkan sambaran tatapan tajam dari kedua mata Eden kini.
"Ups, maaf aku kunci lagi bibirku,'' decak Nata seketika mengunci rapat mulutnya.
Ceklek!
Pintu mobil pun di buka, Nata masuk ke dalam mobil dengan perasaan senang. Bibirnya bahkan tidak berhenti tersenyum, terus saja menatap wajah Daren yang saat ini melakukan hal yang sama begitu pun dengan Eden sang sahabat.
Brem! Brem! Brem!
Mesin mobil pun di nyalakan, mobil mewah berwarna hitam itu pun mulai melaju pelan lalu melesat di jalanan. Sepanjang perjalanan, Nata menepati janjinya kepada Eden bahwa dia tidak akan mengatakan sepatah katapun. Bibirnya benar-benar tertutup rapat tapi tidak dengan kedua matanya.
__ADS_1
Kedua mata gadis bernama Nata itu nampak menatap wajah Daren yang saat ini duduk di kursi depan. Senyuman kecil pun mengembang dari kedua sisi bibirnya kini. Baginya, Daren adalah laki-laki idaman tidak peduli meski usianya 2 kali lipat dari usia dirinya saat ini.
Perjalanan singkat pun akhirnya berakhir. Mobil yang dikendarai Daren sampai juga di tempat tujuan. Rumah mewah 2 lantai yang berdampingan dengan rumah Nata tentu saja. Mobil pun mulai melipir dan berhenti dihalaman tanpa pagar tersebut.
Ckiiit ...
Mobil pun berhenti lalu mereka bertiga segera keluar dari dalam mobil tersebut. Nata dan juga Eden seketika merasa heran karena seorang wanita duduk santai di kursi yang berada di teras mereka.
"Dia siapa, Dad?" tanya Eden menatap wanita tersebut dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan tatapan mata tajam.
"O iya, kenalkan dia Savana, calon ibu sambung kamu, Eden. Itu sebabnya Daddy sengaja menjemput kamu ke kampus supaya kita makan malam bersama nanti.''
Bagai tersambar petir di siang bolong. Dunia gadis bernama Nata terasa runtuh seketika. Duda kesayangannya ternyata sudah memiliki calon istri.
...****************...
Penasaran 'kan? Di tunggu di sana ya Reader. Dukungan kalian semua sangat berarti buat Othor. Sayang kalian semua.
__ADS_1