Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 100


__ADS_3

Andra baru saja menyelesaikan makan malamnya dan kembali ke ruangan.


Andra mulai membuka kembali berkas - berkas dan foto yang di berikan Alinda.


Tak lama Azka datang.


" Hay Bro, rajin amat"


" Deuh aura yang mau nikah beda nih. Sumbringah"


" Hemmm sudah tidak sabar ingin menerkam Nisa"


" Belum di kasih DP??"


" Belum lah, nanti nikah kantor kan ada serangkaian test. Malu kalau ketahuan sudah ngeasih DP"


" Hahahaha ya kalau nikah kantor sudah beres langsung nikah agama, bisa enak - enak dulu. Baru resepsi ya besok"


" Hahahaha dari pengalaman Elu dulu ya"


" Iya, tahu sendiri kan. Pas sudah sah tidak bisa langsung mencicipi. Haaaah rasa nya berat disini" Andra menunjuk milik nya.


" ahahaha benr Bro, sekarang saja sudah terasa berat" ucap Azka yang membuat mereka terkekeh.


Sepertinya Azka sudah tertular penyakit otak mesum dari Andra. dan Andra punya penyakit itu dari siapa lagi kalau bukan dari Rinda istrinya.


" Ada perkembangan dari kasus hotel xxx??"


" lihat Az, kamu masih ingat orang ini??" Andra menunjuk sebuah foto.


" Bimo??" ucap Azka


" Ya, yang jadi pertanyaan kebapa dia bisa berada di hotel xxx, bukannya dia sedang menjalani masa tahanan atas kasus pengedaran narkoba di kampus nya??"


" Kita selidiki siapa yang menjamin kebabasannya " ucap Azka.


" Betul"


" Ini pasti ada kaitannya dengan pemilik hotel"


" Pak Andrian tetap keuekuh mengakui kalau hotel itu miliknya."


" Bukannya sebelum penyergapan dia mengakui hanya orang kepercayaan pemilik hotel"


" Iya justru, dia seenaknya saja merubah keterangan setelah sampai di kantor polisi."


" Bimo pasti tahu sesuatu, kita harus menemukan keberadaannya" ucap Azka


" hemm, apa kira - kira Lela tahu tempat persembunyian Bimo. karena Aku yakin Bimo tidak akan kembali kerumah orang tua nya"


" Kita selidiki dulu" ucap Azka


" Kamu lihat lambang hotel xxx ini " Andra menyodorkan foto hotel.


" WR"


" Apa mungkin itu kependekan sebuah nama??"


" Kemungkinan, tapi siapa??"


" Tapi kamu jangan banyak bicara dulu, ini antara kita berdua"


" Oke Dra, ada yang kamu curigai??"


" Ini dugaan sementara, kalau dilihat dari kasus - kasus sebelumnya."


" Oke siapa orang yang masuk ke dalam dugaan kamu??"


" Rangga Wirabuana"


" Suami Siska?? Kakak Ipar Istri kamu??"

__ADS_1


" Sssttt...ini hanya dugaan. Kamu tahu kan Bimo mengenal Rangga. Bahkan Bimo dan Rinda menyebutnya Bos dalam ajang balapan liar"


Azka tampak mengangguk anggukan kepalanya.


" Tapi untuk hal ini jangan gegabah Dra, harus di selidiki secara benar. Rangga sepertinya tidak mungkin, dia pernah gue panggil sebagai saksi kasus Bimo. Mereka hanya temab biasa"


" Gue sudah bilang ini dugaan sementara" ucap Azka.


" Hati - hati saja, ini sudah menyangkut nama keluarga besar Lu."


" perlu penyelidikan lebih ketat, saat ini yang harus Aku temui Bimo. Karena Pak Andrian keukeuh menyebutkan hotel itu milik nya. Alex si penjual senjata ilegal pun menyebutkan bahwa ini bisnis nya."


" sepertinya mereka membuat keterangan palsu"


" Iya, Aku selidiki latar belakang keluarga Pak Andrian dan Alex tidak menunjukan seseorang yang bergelimang harta. padahal bisnis mereka cukup menjanjikan"


" Jadi sasaran utama Bimo??"


" Juga Rangga, gue bakal ngajak Rinda untuk menemui Rangga. Gue yakin dia juga ada sangkut paut nya dengan kasus ini"


" Dugaan sementara kan??"


" Ya Az, dugaan sementara." ucap Andra.


" Nando kemungkinan korban pembunuhan"


" Tapi dokter forensik menyatakan dia over dosis bukan?"


" Bisa saja seseorang menyuntikan obat - obatan terlarang dalam dosis tinggi"


" Bisa jadi" Azka menganggukan kepalanya.


" Orang di balik kasus ini bukan orang sembarangan " ucap Andra sambil memainkan Pulpennya.


" pengedaran narkoba, jual beli senjata api, bisnis prostitusi, ajang judi balapan liar" ucap Azka.


" Yap, betul"


" Ada orang yang sama di balik kasus ini semua" ucap Andra.


" Dugaan gue juga begitu, dan semakin yakin. dibalik kasus ini bukan orang sembarangan. Elu harus hati - hati Dra"


" Hemm" Andra kembali memainkan pulpennya dan tampak berfikir.


-------


" Ini dia lokasi nya" ucap Nisa yang melihat google map menunjukan bahwa mereka telah tiba di lokasi.


" Cepat kalian sembunyi" ucap Rinda saat gerbang pintu rumah terbuka saat Rinda sampai.


" Ibu Rinda??" tanya penjaga gerbang saat Rinda akan masuk


" Iya saya di undang Pak Radit" jawab Rinda dengan jendela kaca mobil di buka sedikit.


" Silakan " ucap penjaga


Dan Rinda memarkirkan mobil nya menuju halaman rumah besar tersebut.


Nisa dan Lela telah bersembunyi di bawah jok mobil.


" Banyak pengawal, ko feelling gue ga enak ya"


" Tenang kita pantau Lu disini, teriak sekerasnya atau Lu kasih kode ke kita"


" Oke Nis, gampang bisa di atur " ucap Rinda santai dan telah berhasil memarkir kan mobil nya.


" Hati - hati, inget Lu lagi hamil Anak Mas Andra."


" Iya La, gue inget" ucap Rinda mengelus perut nya.


" Sana cepat!!! waspada!!!"

__ADS_1


" Iya Nis"


Rinda pun keluar mobil nya dan menginjakan kaki nya ke dalam rumah tersebut, setelah Rinda masyk semua penjaga dan pengawal terlihat ikut masuk dan menutup pintu rumah tersebut dengan rapat


Nisa dan Lela yang mengintip langsung keluar mobil, beruntung penerangan halaman agak remang - remang. mereka mengendap ngendap mengelilingi rumah tersebut dan mencari Rinda.


" Kalau kaya gini gue ngaresa jadi Polisi" ucap Nisa


" Hemmm kita kuliah salah jurusan, harus nya dulu kita jadi Polwan" ucap Lela terkekeh


Sekeliling rumah tersebut di kelilingi kaca. Lela bisa melihat Rinda yang berjalan masuk ke dalam rumah tersebut di ikuti beberapa pengawal.


" Mari Bu Rinda, Pak Radit sudah menunggu"


Belum bertemu Radit, Rinda merasakan gejolak dalam tubuh nya. Iya perut nya mualm udara yang dia hirup kini semakin bau, semakin berjalan semakin bau comberan.


Rinda sesekali menyentuh hidungnya


" Bau apa ini??" celetuk Rinda.


" Ini bau bunga mawar dan parfum pak Radit" ucap Pengawal.


" Bau comberan " celetuk Rinda


Para pengawal langsung saling lirik dan membuka kan pintu kedua


Rinda langsung melihat Ruangan tersebut dipenuhi bunga mawar.


Terlihat Pak Radit dengan setelan jas sedang duduk di sebuah meja bundar dengan di kursi.


" Rinda buru - buru membuka permen dan mengunyah dengan mulutnya.


" Ya Tuhan Bau sekali, bau comberaaaaaan " gumam Rinda.


Lela dan Nisa yang mengintip di luar melihat Rinda yang sedang berdiri berhadapan dengan Pak Radit yang sudah duduk.


" Si Rinda apa terkesima ya lihat Pak Radit, ko dia berdiri begitu"


" Hahaha mungkin saja" jawab Lela terkekeh saat Bisa menanyakan hal tersebut.


----


" Silakan duduk Rinda" ucap Radit kepada Rinda yang masih berdiri.


Rinda tidak bisa bernafas dengan bebas, udara yang dia hirup benar- benar bau comberan.


" Ya Tuhan, kalau bukan demi Papah. Mana mungkin mau Aku bertemu Pak Radit" gumam Rinda. sambil duduk berhadapan dengan Pak Radit.


Saat melihat senyum Pak Radit tiba - tiba rasa mual nya tidak bisa tertahan lagi.


.


.


.


.


.


.


🤭🤭 Apa yang akan terjadi selanjutnya ya


oke ditunggu...


like


vote


komentar

__ADS_1


__ADS_2