
ada apa nih???sepertinya aku ketinggalan sesuatu" ucap Nisa saat melihat Rinda dan Lela sedang tertawa
"Nis....are u oke baby??" Rinda memeluk Nisa.
"hemmm...life must go on" ucap Nisa.
"La...??"
"apa??" Lela tersenyum
"iiih....Lu dapat lotre??" tanya Nisa
"gue dapat calon suami baru"
"siapa??"
"Kak Irfan"
"serius???" Nisa melihat ke arah Rinda
Rinda menganggukan kepalanya.
Kak Irfan tahu kalau Elu.....??Nisa tidak melanjutkan bicaranya.
"gue sudah bilang sama beliau kalau gua gadis rasa janda"
Dengan cepat Nisa menutup mulutnya dan menahan tawanya.
"Barang second kaya gue saja masih ada yang mungut.apalagi Lu yang masih gres" Lela menepuk bahu Nisa
"Lu sudah menemui keluarga Nando??" tanya Rinda
"sudah pulang dari rumah sakit langsung ke rumah Nando dan kekuburannya di antar bokap nyokap,tadi gue juga ke club" ucap Nisa.
"banyak polisi ya??" tanya Lela.
"gue cuma ketemu Azka"
"Azka sudah punya pacar Rin???tanyakan sama suami Lu,kalau belum punya pacar siapa tahu ada jodoh sama Nisa." tanya Lela
"kata Mas Andra kalau tidak salah Azka pacaran sama Sesil"
"Sesil sahabat si Rena?? mantan Kakak gue"
"iya..." ucap Rinda
"lagian kènapa Lu mikir Azka mau sama Gue" ucap Nisa
"soalnya waktu di kantor polisi terus Lu pingsan Azka langsung menggendong Lu dan membawa Lu kerumah sakit.sepertinya panik berlebihan ucap Lela
"masa iya" ucap Nisa
"tanya Rinda"
"Iya gitu Rin??"
"gue ingat-ingat sih iya begitu,Lu mana inget.Lu kan pingsan.dia juga yang nunguin Lu di rumah sakit sampai gue dan Mas Andra datang"
"benarkah??" ucap Nisa sambil tersenyum.
"iya begitulah..." ucap Rinda
"apa gue rebut Azka dari Sesil" Nisa terkekeh
"gue sih yes" ucap Lela terkekeh.
"hahaha tidak perlu direbut,biarkan Azka datang sendirinya"
"oke Rin,gue bakal buat Azka datang dengan sendirinya."
mereka pun terkekeh,suasana hati kedua sahabat Rinda sudah kembali normal.Memang mereka bertiga bukan tipe perempuan yang suka berlarut larut dalam menghadapi masalah.
"guys...gue ijin balik duluan ya,gue mau ke apartemen nyokap gue.sudah lama gue tidak mampir kerumah nyokap."
"okey Rin,hati-hati ya"
-----'
Apartemen Mamah Ayu. pukul 13.30
"Mana suami kamu Rin??"
"dinas Mah"
"Apa suami kamu sering keperusahaan??"
"engga,cuma sekali saja dulu waktu ikut rapat pemegang saham"
"Mamah kira setiap tidak dinas Andra keperusahaan"
"kalau tidak dinas malah ngelonin Rinda Mah" Rinda terkekeh
"masa istri polisi manja" ucap Mamah Ayu.
Rinda hanya tersenyum.."Eh Mah,..Bastian masih sering menghubungi Mamah??"
"pernah sekali menemui Mamah,setelah itu tidak lagi"
"terus hubungan Mamah sama Om Mahfud bagaimana??"
"baik-baik saja sayang,oia bagaimana kelanjutan kasus Bimo??kata om Mahfud hari ini Rangga dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan".
"masa sih Mah??"
"iya tadi Om Mahfud yang bilang ke mamah"
"apa karena semalam aku bilang sama Mas Andra kalau Rangga pernah ikut balap.gumam Rinda.
"semalam Mas Andra benar-benar mengintrogasi aku" Rinda bergumam kembali.
"Mah...Rinda mau ke polres dulu ya...lihat Bos Rangga"
Rinda pamit kepada Mamahnya dan meninggalkan Apartemen Mamah Ayu.
.
.
__ADS_1
.
.
Kantor Polisi
Rinda langsung datang ke kantor polisi,penjaga yang mengetahui Rinda Istri dari Andra membiarkan Rinda yang langsung masuk.
Rinda mengecek ruangan suaminya tidak ada Andra diruangan.
"suami saya kemana ya?" tanya Rinda kepada salah satu polwan yang duduk dekat ruangan Andra.
"Pa Andra tadi ijin mau ke perusahaan,katanya di telpon oleh Papah nya"
"kenapa dia tidak bilang,katanya kalau mau keperusahaan mau ngajak aku.awas ya kamu Andra Wijaya" gumam Rinda sambil mengepalkan tangannya
"kalau Azka dimana ya??"
"pa Azka lagi ada tamu,diruangannya" ucap Polwan tersebut
Rinda fokus masuk ke ruangan Azka.Pasti Bos Rangga ada disana..pikir Rinda.
.
.
.
tok...tok...Azka...ini Rinda boleh kah masuk??" Rinda mengetuk pintu kaca dan dilihatnya Rangga duduk ditemani Siska.
"masuk Rin..." ucap Azka
"Bos..." Ucap Rinda
"hey calon adik"
"Bos maaf,gara-gara Rinda pasti Bos kena panggil polisi"
"tidak apa-apa...semua baik-baik saja,Azka hanya meminta keterangan sejauh mana aku kenal sama Bimo"
"Kak Siska apa kabar??" Rinda mengulurkan tangannya kepada Siska.Siska belum tahu bahwa Rinda adalah Adik satu Papah nya.
"Baik Rin..".
"Kak Siska sedang hamil?" Rinda melihat perubahan badan Siska yang lebih gemuk
"iya mau 3 bulan"
"sekali lagi maaf ya...Bos Rangga jadi terlibat gara-gara Rinda.Rinda pamit pulang dulu"
"Oke" Ucap Rangga mengacungkan jempolnya.
.
.
.
didalam mobil
"kurang ajar nih..keperusahaan ga bilang-bilang.melakukan panggilan kepada Bos Rangga juga tidak bilang-bilang" Rinda ngomel-ngomel yang merasa dirinya di introgasi tanpa sengaja oleh Andra ditempat tidur,Sesil harusnya dipanggil juga sama Azka,Kak Lucky juga pasti kena panggil polisi nih...Rinda terus bergumam.
pukul 15.00
Rinda baru pertama kali menginjakan kaki diperusahaan Wijaya grup
Rinda langsung menuju resepsionist
"Ada yang bisa saya bantu Mba??"
"ruangan Pa Andra dimana ya??"
"maksud anda wakil direktur??"
"iya."
"Apa anda sudah membuat janji?"
"apa bertemu suami sendiri harus buat janji?" Rinda menggebrak meja resepsionist
"oh maaf bu maaf,saya lupa wajah ibu.saya hanya sekali melihat ibu waktu acara pernikahan ibu dan pa Andra."
"cepat sebutkan dimana ruangannya?" Rinda membulatkan matanya.
"ada dilantai 10 bu"
Rinda langsung melengos meninggalkan resepsionist.
Resepsionist langsung mengelus dadanya,penampilan anggun Rinda berbanding terbalik dengan sikapnya yang barbar
"istri wakil direktur cantik,tapi galak" gumam resepsionist tersebut.
Rinda telah sampai dilantai 10 dilihatnya beberapa Meja berisi beberapa karyawan.karyawan yang mendapati kehadiran Rinda terlihat acuh,karena mereka lupa wajah istri atasannya.
Rinda mengedarkan pandangannya ada sebuah ruangan tertulis wakil direktur di pintu nya.Rinda juga melihat ada dua buah meja didekat pintu masuk ruangan wakil ditektur.
dua buah meja yang diatasnya tersimpan papan bertuliskan sekretary.
"pada kemana nih orang-orangan sawah" gumam Rinda melihat dua meja sekretary kosong.
tanpa mengetuk pintu Rinda langsung masuk ruangan Andra.
Andra yang sedang duduk memegang pulpen sambil melihat beberapa dokumen langsung melihat ke arah pintu masuk.
seketika Andra langsung berdiri saat Rinda sudah ada dihadapannya.detak jantung Andra berdetak lebih kencang dari biasanya.
Tatapan mata Rinda seperti ingin menerkamnya.
"sa-....sa-yang" ucap Andra terbata
Rinda melihat Rena dan Emma sedang memegang gelas.
Rena tersenyum sinis dan memalingkan pendangannya.
Rinda mendekati Rena juga Emma.
Rinda melihat isi gelas masing-masing yang dipegang Rena dan Emma.
__ADS_1
"Dengar Rena...suamiku tidak minum Teh...terimakasih sudah perhatian kepada suamiku" ucap Rinda menatap tajam Rena.kini Rena dan Rinda saling tatap.
sedangkan tubuh Andra sudah bergetar hebat tapi tidak ada kata yang bisa dia ucapkan.
kemudian Rinda melihat isi gelas Emma.
"Aku sudah memenuhi kebutuhan susunya...lebih baik kamu minum susu yang kamu buat,agar kamu lebih pintar memilih laki-laki" ucap Rinda tak kalah melotot melihat Emma.
Rinda berdiri diantara Rena dan Emma yang masih memegang gelas...mereka belum sempat menyimpan gelas minuman yang mereka bawa di meja Andra karena Rinda keburu datang.padahal mereka cukup bersaing unuk masuk ruangan Andra dan membuatkan minuman.
Kini Rinda menatap Andra
"sayang,Mas buru-buru kesini jadi tidak sempat bilang sama kamu yank" ucap Andra
"keluar kalian berdua!!!!" Ucap Rinda kepada Rena dan Emma tanpa melihat keduanya.
"Kak...ini tehnya di minum ya" ucap Rena sambil menyimpan teh diatas meja Andra tanpa mempedulikan Rinda.
"Pa...ini Susu nya di minum juga" ucap Emma.
kelakuan kedua sekretary itu membuat Rinda makin murka.
"sekali lagi gue bilang kalian keluar!!! tidak perlu sok perhatian kepada suami orang" Rinda berteriak
"Kak,Rena keluar dulu ya" Rena sempat mengerlingkan mata dan melambaikan tangan
"Pa...kalau ada apa-apa panggil saya" ucap Emma sambil membungkukan badannya dan belahan dada Emma terlihat jelas.
"keluaaaaaaarrrr!!! Rinda berteriak dan membanting gelas teh juga gelas susu dari meja Andra.
cepat keluarrr atau ku congkel mata kalian agar tidak jelalatan" Rinda menatap kearah Rena dan Emma.
Rena dan Emma dengan sigap langsung keluar.
"sayang sabar" Andra mendekati Rinda dan mencoba memeluk Rinda yang sedang cemburu
"katanya kalau keperusahaan akan mengajak Rinda.mana buktinya.kamu bohong Mas!!!!"
Rinda menepis tangan Andra yang mencoba memeluknya.
"jangan sentuh Rinda...Rinda lagi marah"
"sayang tadi Papah nelp Mas,katanya ada banyak dokumen yang harus Mas tanda tangan,setelah Mas tanda tangan Mas akan segera pulang"
"terus pura-pura tidak pernah keperusahaan begitu???iya begitu??"
"sayang...Mas minta maaf,kamu datang Mas baru saja sampai.kamu bisa cek di cctv."
"kenapa Mas biarkan benalu-benalu itu masuk,sok perhatian juga"
"sayang diperusahaan memang begitu,sekertaris biasa membuatkan minuman untuk atasannya"
"aturan dari mana itu??"
Andra bingung bagaimana meredam emosi Rinda,dia hanya bisa menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Yank...Mas minta maaf"
"Minta maaf yang benar"
"sebentar ya,Mas tanda tangan dulu dokumen-dokumennya,setelah itu kita pulang,nanti dirumah Mas bakal minta maaf dengan benar" ucap Andra sambil menuju meja dan mulai menandatamgini dokumen-dokumen yang memerlukan tanda tangannya.
"duduk dulu yank" ucap Andra berusaha tenang menghadapi Rinda yang sedang cemburu berat.
"tidak perlu" Rinda tetap berdiri dan menyilangkan kedua tangannya di dada.
"pindah kan Renata ke bagian keuangan,sesuai dengan tugas magang dia"ucap Rinda
"iya sayang,nanti Mas suruh Papah yang mindahin."
"pecat Emma,kalau engga jadikan sekertaris Papah mertua saja"
"iya nanti Mas bilang sama Papah"
"sekarang!!!tidak ada nanti-nanti...cepat sekarang!!!!"
Andra langsung meraih ponselnya dan menghubungi Papah Wijaya.Papah Wijaya hanya tertawa saat mendengar permintaan anaknya.
"Pah,jangan tertawa.Rinda ada disini"
"bilang sama anak mantu kesayangan Papah.perintah siap dilaksanakan"
Andra menutup ponselnya."kamu dengar Yank??"
"hemmmm"
"senyum dong,Mas takut lihat kamu marah"
"makanya jangan mancing-mancing emosi Rinda,kalau si Rena dan si Emma tidak mau dipindahkan.Rinda yakinkan mereka akan menyesal pernah berurusan sama Rinda.Rinda menendang pecahan gelas yang masih berserakan hingga membentur tembok dan menjadi pecahan pecahan kecil.
"kalau mereka tidak mau dipindahkan,nasib mereka akan seperti gelas-gelas itu...R-E-M-U-K" ucap Rinda dengan sedikit menekan.
Andra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah bebek kesayangannya merajuk.
"R-E-M-U-K" ucap Rinda dengan jelas dan mencondongkan badannya ke arah Andra
"iya sayang" ucap Andra sambil tersenyum,saat itu ingin sekali Andra mencium bibir Rinda.
.
.
.
.
.
.
.
.
jangan bosen like.vote dan komentar..💋
kalau ada waktu luang diusahakan update terus...
__ADS_1
makasih dukungannya kepada Andra dan Rinda...
I love you all....