
Hhhhhaaayyyy guys...maaf ya telatπππ kalau week end agak tersendat nih.
------- oke next guys.
Rinda menjatuhkan ponsel nya sebelum sempat dia menanyakan keadaan Mamah Ayu.
Rinda yang sedang berdiri langsung terduduk dan menangis meraung - raung.
" Mamaaaaaah " teriak Rinda.
" Maaah" lagi - lagi Rinda berteriak.
Apa yang di lakukan Bastian kepada Rinda tidak berarti apa - apa di banding kabar kecelakaan Mamah Ayu.
" Maaaaaaahhh" Teriak Rinda hingga Andra yang baru masuk ke rumah nya langsung mengambil langkah seribu dan berlari menaiki anak tangga menuju kamar nya di mana diabmendengar jeritan histeris istrinya.
" Sayang!!!" ucap Andra langsung menangkat Rinda yang berbaring di lantai kamarnya dalam keadaan meringkuk.
Andra mengangkat tubuh Rinda dan membaringkannya ke tempat tidur.
" Sayang apa yang sakit??" Andra mengelus perut Rinda dan melihat membuka kedua paha Rinda merasa tidak ada bercak darah yang keluar dari tubuh istrinya.
Rinda masih meraung raung dan menangis.
" sayang kenapa ??" ucap Andra sambil memeluk dan mengusap air mata Rinda juga mencium puncak kepalanya.
Tubuh Rinda seperti tak bertulang, Andra memeluknya pun Rinda tidak membalasnya.
" Sayang" Andra mengusap ngusap punggung Rinda tapi Rinda tetap terisak.
" apa yang terjadi sayang??" ucap Andra dan terus menciumi wajah Rinda.
" Sayang ini Mas" ucap Andra menggoyang goyangkan tubuh Rinda.
Kemudian Andra memberikan segelas air untuk Rinda minum.
Rinda menggelangkan kepalanya tidak ngin minum dan langsung memeluk Andra.
Rinda memeluk Andra dan menggigit pundak Andra.
Andra membiarkan Rinda menggigitnya dan balas mengelus punggung Rinda. Andra yakin sesuatu telah terjadi kepada istrinya.
" Kenapa Yank??"
Tanya Andra saat Rinda masih menahan tangis nya dengan menggigit bahu Andra.
Rinda yang sudah sadar sedang menggingit bahu suaminya, perlahan melepaskan gigitan itu.
" Mamah" ucap Rinda pelan dan setengah terisak.
" Mamah kenapa??"
" Mamah kecelakaan sama Om Mahfud di puncak " ucap Rinda sudah melemah.
" Siapa yang kasih kabar??"
" Bos Rangga"
" Kamu tunggu di sini ya, Mas akan cek ke TKP"
" Ga mau sendiri, ikutttt" ucap Rinda semakin mengeratkan pelukannya di leher Andra.
Andra langsung menggendong tubuh Rinda dan mengangkat nya menuju mobil nya. Andra mendudukan Rinda di sebelah nya, dan dia mulai melajukan mobilnya sambil meraih ponsel nya.
Andra menghubungi rekan nya Polisi yang ada di puncak mengenai kecelakaan yang terjadi di sana.
Rekan Andra menceritakan bahwa kecelakaan di perkirakan gagal menyalip.
Dan semua yang ada di mobil fortuner dengan nopol B xxxxx MA meninggal dunia di lokasi. Korban masih berada di puskesmas setempat
Andra melirik Rinda yang duduk di samping nya.
Andra tidak berani memberitahu yang sebenarnya melihat Rinda yang terus terisak.
" Kamu tunggu di rumah Mamer ya, biar Mas yang ke puncak, kasian dedek" ucap Andra.
mendengar kata Dedek Rinda mengusap perut nya.
" Yang kuat ya Dek, maafkan Mommy untuk hari ini"gumam Rinda.
" Rinda ingin ikut, dedek juga pengen ketemu nenek" Ucap Rinda.
Andra mengusap kepala Rinda dan menuruti keinginan Rinda.
__ADS_1
Di perjalanan Andra terus menggenggam tangan Rinda sesekali Andra mengecup tangan Rinda sebagai ganti sebuah kata bahwa Andra sangat menyayangi Rinda.
Andra pun mengusap perut Rinda yang masih rata.
" Sabar ya, apapun yang terjadi hari ini kamu harus kuat. Kamu punya Mas, punya Dedek " ucap Andra sambil terus mengelus perut Rinda.
Rinda menyandarkan kepalanya di bahu Andra.
" Semoga Mamah dan Om Mahfud baik - baik saja" ucap Rinda
Andra tidak menjawab hanya menarik nafas panjang.
------- Puncak
Andra berjalan dengan menggandeng tangan Rinda masuk ke dalam puskesmas .
Ternyata Bos Rangga sudah di sana.
" Rinda " Panggil Rangga kepada Rinda yang baru datang di temani Andra.
" Bagaimana keadaan Mamah dan Papah Mahfud??" tanya Rinda saat melihat keadaan Rangga sangat kacau.
" Rin, Mamah dan Papah sudah meninggal" ucap Rangga langsung to the point.
Rinda langsung menutup mulutnya, air matanya tumpah kembali.
Dia teringat masa lalu nya sebelum menikah dengan Mas Andra, bagaimana dia bersikap kepada Mamah Ayu.
Rinda masih mengingat bagaimana Mamah Ayu bersabar menghadapi nya yang dengan sengaja menunjukan sikap acuh kepadanya
Rasa nya Rinda ingin mengulang kembali masa - masa itu dan bersikap lebih baik kepada Mamah Ayu.
Mamah Ayu tidak pernah mengajarkan Rinda kebencian, apalagi terhadap Papah Bastian.
" Mamah" teriak Rinda dengan tubuh sudah di topang oleh Andra.
" Aaakkkh Mamah ,Maafkan Rinda Maaaaaaah" teriak Rinda sambil mencari keberadaan Mamah nya.
Rinda berjalan dengan sempoyongan menuju suatu ruangan.
Di lihat nya tiga jenazah yang sudah tertutup kain putih
Rinda tahu itu supir, papah Mahfud dan Mamah Ayu.
" Mamah bangun Mah, Rinda belum membahagiakan Mamah" ucap Rinda menundukan kepalanya di samping jenazah mamahnya.
Rinda ingat beberapa menit yang lalu masih mendengar suaranya saat Rinda menelpon kepada Mamah nya bahwa Papah Bastian baik kepadanya, walau Mamah Ayu menanggapi nya biasa.
" Maaah, mamah harus bangun. Mamah belum dengarkan cerita Rinda lagi tentang Bastian" ucap Rinda di samping jenazah mamahnya
" Mamah tahu??? Bastian ternyata menjebak Rinda. Dia baik hanya saat ada mau nya Mah. Mamah harus bangun. Mamah harus marah kepada Bastian" ucap Rinda terisak.
" Mamah tahu??? dia menukar Rinda dengan saham 50% dengan Pak Radit Mah, Rinda di suruh makan malam dengan seorang laki - laki Mah. Apa Mamah tidak ingin bangun dan melindungi Rinda??" ucap Rinda yang berhasil membuat Rangga dan Andra yang mendengar sampai melotot tidak percaya.
" Maaah bangun, Rinda takut. " ucap Rinda kemudian sudah terduduk di lantai dengan tangan masih memegang jenazah Mamah Ayu.
" Maah, Rinda dengan siapa sekarang kalau Mamah pergi " ucap Rinda sambil terisak.
Andra langsung mendekap Rinda dari belakang.
" Sayang, Kamu punya Mas. Mas yang akan menjaga kamu" ucap Andra sambil mengecup kepala Rinda.
Rinda langsung membalas mendekap Andra.
" Maafkan Rinda Mas, tadi Rinda bertemu Pak Radit karena Bastian yang minta. Rinda tidak tahu kalau sebelumnya mereka membuat kesepakatan " ucap Rinda sambil terisak.
" Ssst sudah jangan di pikirkan " ucap Andra.
" Tapi Rinda tidak ngapa - ngapain Mas, Lela dan Nisa saksinya " ucap Rinda di dekapan Andra.
" iya Mas percaya sama kamu, kamu melakulannya pasti ada alasan " ucap Andra mengelus punggung Rinda.
" Jangan marah, sekarang Rinda tidak punya siapa - siapa lagi" ucap Rinda sambil mengeratkan pelukannya.
" Mas tidak pernah bisa marah sama kamu " ucap Andra.
" Rin, jenazah Mamah dan Papah mau di bawa pulang sekarang" ucap Rangga.
" Yang ikhlas ya sayang " bisik Andra.
Rinda menatap mata Andra. Andra perlahan mengecup kening Rinda dan mengusap air mata Rinda.
" Jadi Mamah benar - benar meninggal Mas?? " ucap Rinda.
__ADS_1
Andra menganggukan kepalanya dan membantu Rinda untuk berdiri.
Andra terus mendekap Rinda, sedangkan para petugas medis sudah siap membawa jenazah kembali ke Jakarta
Berita kematian Papah Mahfud dan Mamah Ayu tentu saka menjadi berita yang menggemparkan di dunia bisnis. Apalagi untuk Bastian.
Bastian yang melihat berita setelah kepergian Rendi dari rumah nya sampai terdiam membisu.
Baru saja Bastian di buat shock dengan Perkataan Rendi yang mengancam Bastian akan mencoret nama Bastian dari warisan keluarga Rendi dan Riska kalau tidak memperlakukan Riska dengan baik.
Di Tambah sekarang berita kematian Ayu dan Mahfud.
Bastian benar - benar kehilangan Ayu. Ayu wanita yang di cintai nya telah meninggal dunia.
Bastian buruk sangka dan mengira kematian Ayu ada campur tangan Rendi.
Karena Rendi pasti tidak ingin Bastian membagibhll hati lagi kepada Ayu.
" Pasti Rendi ada sangkut pautnya".
" Maksud Papah??" tanya Riska
" mungkin Kakak kamu yang membuat mereka kecelakaan"
" Jangan seenaknya nuduh " ucap Riska.
" Mungkin dengan menyingkirkan Ayu,Rendi berharap Aku tidak membagi hati lagi dengan Ayu"
" Ayu sudah menikah dengan Mahfud, tidak mungkin Mas Rendi sampai setega itu" bantah Riska dengan emosi meninggi saat Kakak nya di tuduh tanpa alasan
" maaf "ucap Bastian untuk pertama kali nya setelah hampir 23 tahun menikah Bastian mengucapkan kata maaf
" jangan seenaknya kalau ngomong Pah, apalagi tidak ada bukti. di berita jelas kan kalau kecelakaannya karena supir gagal menyalib kendaraan dan membanting stir mobil nya hingga nabrak pohon" ucap Riska.
sedangkan Bastian tidak menjawab lagi.
----- perjalanan menuju Jakarta.
Mobil Rinda dan Andra mengikuti mobil ambulance.
Seperti permintaan bos Rangga, Jenazah mamah Ayu dan Papah Mahfud di bawa ke rumah Papah Mahfud untuk di mandikan dan di kapani, Kemudian akan di makam kan di pemakaman keluarga.
Rinda terus menangis melihat mobil jenazah yang mengantarkan Mamah Ayu.
" Sudah jangan menangis terus, dedek pasti ikut sedib kalau mommy sedih" ucap Anda sambil mengecup punggung tangan Rinda.
" Mas,Rinda sudah tidak punya siapa - siapa lagi selain Mas. Mamah yang benar tulus sama Rinda sudah meniggal. Bastian tidak menyayangi Rinda" ucap Rinda pelan.
" Bahkan dia.... "ucapan Rinda terhentinsaat jari Andra sudah mendarat di bibir Rinda.
" Jangan ucap kan apa - apalagi yang mampu membuatmu makin sedih sayang."
" Mas, maafkan Rinda tidak jujur dari awal " ucap Rinda sudah memeluk lengan Andra dan menyandarkan kepala di bahu Andra.
" Sudahlah, Jangan di bahas lagi. Mas sudah maafkan kamu. Yanv penting kamu tidak di apa - apain oleh Radit. kalau dia berani macam - macam sama kamu, Mas tidak segan membuat perhitungan dengan Radit"
" Dia tidak berbuat macam - macam Mas, Rinda juga lela dan Nisa berhasil melumpuhkan Radit dan pengawal - pengawalnya"
" Mas harus berterima kasih dengan kedua sahabat kamu"
Rinda pun menganggukan kepalanya dan memejamkan mata.
saat memasuki komplek rumah Mamah Ayu dan papah mahfud sirine ambulance di bunyikan kembali untuk memberi tahu tetangga dan keluarga bahwa jenazah telah tiba.
" Ini lah hari terakhir Rinda punya Mamah" ucap Rinda menangis kembali.
.
.
.
.
.
π€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ jangan lupa 3 hal
Like
vote
komentar ya.
__ADS_1
Duuuh lagi sakit gigi nih, maaf kalau ceritanya kurang gregetπππππ