
Yank ini seafood nya makan ya, terus obatnya diminum, Mas mandi dulu.
" oke " ucap Rinda.
Rinda bangkit dari tempat tidurnya lalu mencuci tangan dan berkumur.
Rinda duduk di sofa yang ada di kamar nya dan mulai makan seafood yang di beli Andra.
Sedangkan dikamar mandi Andra menatap dirinya di cermin. Andra tersenyum gemas saat mengingat kejadian barusan bersama bebek nakalnya.
Beruntung sekali dia mempunyai Istri seperti Rinda, sangat menggemaskan dan tidak ada jaim -jaim nya dan bisa memuaskan hasratnya.
Andra terkekeh sendiri saat dia mengguyur tubuh nya mandi untuk kedua kali nya setelah beberapa menit yang lalu baru saja dia mandi.
Andra sudah selesai mandi, dilihatnya Rinda masih melahap makanannya.
" Untung tidak minta di suapin " gumam Andra tersenyum melihat Rinda yang sedang makan.
Andra mengambil seragam polisi nya, dia ada dinas malam, dan sore ini dia akan berangkat ke Polres.
" Yank, Mas suruh Mamah kesini ya nemenin kamu "
" Mamah aku?? Apa Mamer aku ?? "
" iya Mamer "
" Boleh deh " ucap Rinda.
Tak lama ponsel Rinda berdering, ternyata panggilan Video dari Lela dan Nisa.
" Woy Elu dimana?? kita di rumah bersalin " Ucap Lela dan Nisa
" Gue udah balik ke rumah "
" Kita kesana ya ???"
" Oke " ucap Rinda.
-----
" Lela dan Nisa mau ke rumah "
" Bagus lah biar kamu ada teman " ucap Andra tanpa melihat Rinda. Satu persatu baju dan perlengkapan dinas Andra sudah terpasang. Rambut sudah tersisir rapi.
" Emmhh tampan amat sih suamiku " ucap Rinda saat melihat Andra sudah siap dengan seragam polisi nya. "
" Mas berangkat dulu ya "
" Mas ga makan dulu ??"
" Nanti sama Azka di Polres "
" Ya udah hati - hati, jangan macem -macem " ucap Rinda masih anteng makan.
" Iya, cup cup cup cup " Andra menghujani wajah Rinda dengan ciuman. kemudian berpindah mencium perut Rinda.
" Daddy tinggal dinas dulu ya, baik - baik sama mommy di rumah " ucap Andra sambil menciumi kembali perut Rinda.
" Udah Mas geli, mau Mas dimakan lagi sama Rinda ??"
" Hahahaha , Mas berangkat dulu ya "
-----------
Polres
" Dra nanti malam razia lokalisasi prostitusi "
" Daerah mana Az "
" Hotel xxx "
" Hotel xxx?? "
" iya "
" Kenapa di hotel ??"
" Katanya hotel itu syurganya laki - laki hidung belang, banyak penari stripis juga "
" Masa iya, itu kan hotel bintang lima. Pantas saja selalu ramai pengunjung "
" Kemarin ada polwan yang nyamar melamar pekerjaan disana, tahu nya di suruh jadi penari stripis."
" Terus ??"
" terus polisi nyamar jadi pengunjung ke sana eeeh ditawarin wanita buat nemenin tidur "
" Waduh " ucap Andra yang memang beberapa hari ini ijin dan banyak pekerjaan yang terlewatkan sebagai polisi.
" Lu ikut juga nanti malam ??? "
" Ikut lah, atasan mengerahkan hampir semua personil untuk razia nanti malam "
" Anggota intel sudah menyamar jadi pengunjung dan sebagian polwan sudah disana. Ada yang jadi penari ada yang jadi pelayan dan ada yang jadi ..."
" Jadi apa??"
" Jadi wanita panggilan "
" Sumpah Lu ??"
" iya, tapi langsung di boking suaminya polisi juga yang pura - pura jadi pengunjung "
" Duh, resiko nya tinggi tuh. mending langsung dapat di boking suaminya. "
__ADS_1
" hemmm resiko pekerjaan, tapi Polwan nya kan sudah di bekali ilmu perlindungan diri "
" Polwan mana yang jadi umpan ??" tanya Andra.
" Semua polwan di staf intel jadi umpan "
" Hadeuh " Andra menarik nafas panjang, setelah sekian lama dia dapat tugas mendampingi razia malam ini.
Andra tersenyum saat dulu ingat bertemu Rinda di dunia malam.
" Kabar Istri Lu bagaimana ??"
" Sudah lebih baik "
" Syukurlah, Nisa tadi ijin sama Gue mau ke rumah Lu "
" Iya, tadi Rinda juga bilang sama Gue kalau Lela dan Nisa mau mengunjunginya. Lu kapan nikahi Nisa??"
" Nanti lah kalau sudah siap "
" Jangan di nanti - nanti, gue jamin Lu nyesel ga milih kawin dari dulu kalau sudah tahu rasa nya "
" Enak ya ??"
" Beeeuuuuuhhhh enak, maknyuuusssss...lebih dahsyat dari solo karir " ucap Andra yang membuat Azka menelan air liur nya.
" Serius Dra ??"
Andra menganggukan kepalanya. meyakinkan Azka agar cepat - cepat menikah.
------
Tepat pukul 18.00
Nisa, Lela dan Rinda sudah berkumpul di rumah Rinda.
Lela dan Nisa pun masak untuk mereka berdua.
Mereka sedang berkumpul di ruang tv, dan melihat siaran ulang konprensi pers tadi siang.
" Menurut kalian Pak Rendi ada andil kan dalam kasus ini ???"
" Gue sih yakin "
" Gue juga "
" Ko bisa ya??"
" Bisa lah Rin, Lu tahu sendiri kan Bokap Lu sombong nya ga ketulungan"
" Iya sih "
Tak lama ponsel Rinda berbunyi. " Sebentar ya Nyokal gue nelpon.
" Hallo Mah "
" Tidak apa - apa Mah, Rinda sudah pulang. Sekarang Rinda di temani Lela dan Nisa. Sebentar lagi Mamer juga ke mau nginap di rumah Rinda "
" Mas Andra kemana ??"
" Mas Andra dinas malam Mah "
" Ya udah hati - hati disana, maaf Mamah tidak bisa menemani Rinda "
" Iya Mah, tidak perlu dipikirkan " ucap Rinda dan tak lama Mamah Ayu pun mengakhiri sambungan teleponnya.
" Nis, Lu kapan nikah ma Azka ??" tanya Lela.
" Eemmh baru gue pengen nanya itu " ucap Rinda kemudian.
" Azka belum bicara ke arah sana "
" Tapi Lu udah move on kan dari Nando??"
" Walaupun gue belum move on, Nando ga bakalan bisa kembali lagi sama Gue " ucap Nisa lirih.
Jauh dilubuk hati Nisa memang masih terukir nama Almarhum Nando, bahkan penyebab kematian Nando saja tidak jelas. Nisa masih belum percaya kalau Nando ternyata over dosis.
" Yakinlah Nis pasti Azka lebih baik dari Nando "
" Gue juga yakin " ucap Lela.
" La, Elu udah bisa lupain Bimo?? tolong jujur " tanya Nisa.
" Belum " jawab Lela tanpa banyak mikir yang membuat Nisa dan Rinda melirik ke arah Lela.
" kenapa kalian nanya itu, kalian tahu kan bagaimana hubungan gue sama Bimo. Tidak semudah membalikan telapak tangan, gue belum bisa lupain dia."
" Elu udah punya Kak Irfan "
" Iya bener La, gue setuju sama Rinda. Lu sudah punya Kak Irfan "
" Lu juga sudah punya Azka "
" Dan gue punya mas Andra " ucap Rinda.
Suasana yang tadinya melankolis karena kanangan Bimo dan Nando jadi terkekeh mendengar ucapan Rinda.
" Hemmm Andra dan Rinda untuk selamanya " ucap Lela dan Nisa.
" Oh jelas, sudah ada pelengkap. Dedek Janin "
" Hahaha iya benar. eeeeh gue lupa, kemarin ke kantor ada kiriman bunga mawar merah " ucap Lela.
" Dari siapa??"
__ADS_1
" Pak Raditya Wiguna "
" Deuh itu orang benar -benar sakit jiwa. Padahal tadi gue bilang jangan kirim - kirim bunga "
" Tapi dia kirim bunga nya kemarin , Mba Lasmi senang bukan main kantor jadi banyak bunga "
" Gue masuk kantor bunga - bunga itu harus sudah di buang, gue alergi bau bunga "
" Kapan Lu mulai masuk kantor ??"
" Besok lusa Nis "
" Mas Andra udah kasih ijin ??"
" Harus dong "
" Elu ga usah tiap hari masuk kantor "
" Iya La "
Setelah beberapa lama akhirnya Mamah Sofia tiba di rumah Rinda untuk menginap dan menemani Rinda.
Setelah kedatangan Mamah Sofia, Lela dan Nisa pun pamit pulang kerumah masing - masing.
" Bagaimana keadaan kamu sayang ?? "
" Rinda baik - baik saja Mah "
" Maaf ya tadi Mamah habis konprensi pers langsung pulang. tidak langsung kerumah sakit lagi, pas Mamah mau ke rumah sakit Andra bilang kalian sudah di rumah"
" Iya Mah, kata Dokter Rinda sudah baik - baik saja "
" Besok - besok kalau Mas Andra dinas malam telpon Mamah ya, biar Mamah temani kamu atau kamu yang nginep di tempat Mamah. "
" Siaaap Mah " ucap Rinda.
---------
pukul 22.30
Andra, Azka dan tim yang sudah berganti pakaian menggunakan pakaian preman menuju hotel xxx, guna melakukan Razia.
Setelah Razia malam ini dipastikan hotel akan di tutup, karena ternyata hotel tersebut tempat transaksi narkoba juga jual beli gadis - gadis labil.
Saat memasuki hotel, Andra berpura - pura sebagai pengunjung dan ingin investasi di hotel tersebut. Bergaya seperti bos yang ditemani bawahannya Azka dan anggota lain yang sudah dalam penyamaran.
Andra meminta bertemu dengan pemilik hotel untuk berinvestasi.
Azka memesan ruangan di hotel untuk mengadakan rapat, petugas hotel menawarkan service tambahan.
Saat itu Andra dan tim berjumlah 6 orang di tugaskan menjadi umpan.
sedangkan anggota Polisi lainnya sudah bersiap mengepung hotel xxx.
Saat sudah berada di sebuah ruangan, pihak hotel mereka menawarkan minuman dan juga perempuan.
Azka menganggukan kepala tanda setuju dengan tawaran karyawan hotel.
" Eemh masuk perangkap juga " gumam Andra setelah memasuki ruangan datang beberapa wanita mengantarkan minuman dengan penampilan hampir telanjang bulat. baru pertama kali Andra melihat pramusaji sebuah hotel menggunakan bikini.
Di Lobby hotel semua masih terlihat normal, tapi saat sudah masuk ruangan yang dipesan ternyata semua tidak seperti dugaannya.
Muncul kembali beberapa gadis, penampilan mereka berbalut baju seksi, bahkan salah satu diantara mereka ada yang mengingatkan Andra kepada Rinda. Memakai hotpan dan tangtop dan rambut pendek, tanpa dia duga gadis tersebut mendekati Andra dan juga membukakan botol minum.
Tanpa Andra duga lagi gadis tersebut duduk dipangkuan Andra, karena tugas negara Andra berpura - pura menikmati sentuhan gadis tersebut yang duduk di pangkuannya.
Azka dan anggota yang lain juga sudah ditemani gadis - gadis lain yang dikirim pihak hotel.
Tak lama beberapa orang berjas masuk keruangan dimana Andra dan tim berada, mungkin salah satu dari mereka pemilik hotel atau mungkin hanya orang suruhannya.
" Pak Andra saya anggota Polri juga " bisik gadis yang sedang duduk dipangkuannya.
Andra mengernyitkan dahi nya melihat sorot mata gadis yang sekarang sedang duduk dipangkuannya dan melingkarkan tangan di leher Andra.
Saat itu dada Andra berdetak lebih kencang, beribu pertannyaan muncul dikepalanya. " apa benar gadis ini salah satu Polwan yang sedang menyamar ???"
" Ambon pati " bisik gadis tersebut kepada Andra.
Andra mengembangkan senyumnya mendengar bisakan tersebut, sebuah sandi yang hanya anggota polri yang tahu.
" Saya juga tahu nama bapak, Pak Andra tidak perlu ragu " gadis tersebut berbisik dan menggigit daun telinga Andra.
" Bekerja sama lah, agar tidak ada yang curiga " bisik nya.
.
.
.
.
.
Jangan bosan vote cerita Andra dan Rindaππππ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ
like
komentar
I
Love
You
__ADS_1
Allππππ