Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 118


__ADS_3

Bimo membuka matanya saat Dia merasa Lela telah meninggalkannya.


sebenarnya dia tidak tidur, dia hanya pura - pura tidur. dia bingung bagaimana mengakhiri pertemuannya dengan Lela.


Sungguh dia sangat menyesal atas apa yang sudah dia perbuat di masa lalu. kenapa dia tidak memikirkan sejauh ini, ternyata perbuatannya membuat dia harus kehilangan keluarga dan juga cinta.


Bimo sudah merasa hidup nya tidak berarti apa - apa lagi, Bimo memilih untuk pergi menjauh dari kehidupan Lela dan menunggu polisi menangkapnya atau anak buah bos besar membunuhnya.


----- Lela menancap gas mobil nya dengan kecepatan di atas rata - rata, dia merasa seseorang mengikutinya.


Lela dengan sigap mengarahkan mobil nya ke tempat ramai dan mengirimkan pesan kode dalam bahaya kepada geng.


Rinda yang sedang mengemudikan mobil menuju rumah tidak membaca pesan Lela.


Nisa yang baru kaluar dari Polres diantar Azka melihat pesan Lela.


Nisa langsung menelpon Lela.


" Elo dimana??"


" Gue baru keluar dari apartemen Bimo, ada seseorang yang mengejar gue. cepetan Lu arahkan mobil Lu ke Polres.


" Masih jauh Nis, Gue takut mereka bisa menghadang Gue di tangah jalan. Gue punya bukti kejahatan seseorang" ucap Lela bergetar.


" Gue jemput Lu" ucap Nisa


" Bang Nisa pergi dulu"


" Ada apa sih.??" tanya Azka


" Nisa buru - buru" ucap Nisa berlalu meninggalkan Azka


Azka langsung masuk kembali dan menuju ruangan Andra setelah Nisa berlari menuju mobil nya.


Azka sudah tahu paling itu telepon dari geng kolang kaling, jadi dia tidak ambil pusing.


--- Pak Aryo baru saja datang menemui Bastian di ruangan Andra.


" Mana pengacara kita???" tanya Bastian kepada Aryo


" Maaf, Rio dan menantunya Irfan sedang berada di luar kota."


Andra tersenyum kecut saat mendengar ucapan Aryo.


" cari pengacara yang lain" ucap Bastian


" Kenapa tidak Rinda saja, ini bukan kasus kecil. harus pengacara handal yang membela kamu" bisi Aryo


" aku tidak akan menjatuhkan harga diri ku" ucap Bastian


" Pak Bastian sebaiknya Anda persiapkan diri untuk menginap di sini"


" Pah" ucap Azka saat melihat Aryo Papah nya sudah berada di ruangan Andra


" Azka, Papah sebagai penjamin Om Bastian, tolong jangan biarkan Om Bastian menginap di sini"


" Maaf, Papah kan bukan pengacara" jawab Azka


" Besok Om Rio pengacara Om Bastian akan tiba di sini"


" Ya tunggu saja besok" jawab Azka.


Tak lama Alinda dan dua orang anggota yang lain datang ke ruangan Andra


" tolong antar Pak Bastian ke ruang tahanan sementara" ucap Andra


" kamu akan menyesal!!!" ucap Bastian


Andra mengacuhkan ucapan Bastian, sudah cukup hatinya manahan sakit atas perlakuan Bastian kepada Istrinya.


Bastian dengan mudah tanpa paksaan mengikuti anggota polisi yang diperintah Andra


" Kabari Riska istriku juga Siska putri ku satu - satunya" ucap Bastian diambang pintu yang membuat Andra, Azka juga Aryo tak percaya dengan ucapan Bastian.


setelah Bastian hilang dari pandangannya kini tinggal Andra, Azka dan Papah Aryo kaki tangan Bastian sekaligus Papah nya Azka dan Renata


" Papah sudah mengecek laporan keuangan perusahaan angkasa jaya yang memang mengalami penggelembungan akhir - akhir ini"


" Terus??" tanya Azka memotong pembicaraan Papah nya


" Dana tersebut masuk ke rekening saham pemberian Pak Radit."


" Kenapa Pak Radit bisa memberika saham perusahaannya kepada Om Bastian?" pertanyaan Andra di wakili Azka


" Sebagai timbal balik karena bisa makan malam bersama Rinda, walau tak semulus keinginan Pak Radit. Tapi Pak Radit dengan mudah memberikan salah satu saham perusahaannya"


" Jadi ini ada sangkut paut nya lagi dengan Pak Radit Dra" ucap Azka.


" Iya, mata rantai kasus yang dalangnya gue yakin. Raditya Wiguna" ucap Andra sambil memutar mutar ponselnya.


Andra pun mengecek keberadaan Rinda.


Andra mengernyitkan keningnya saat sinyal lokasi Rinda belum sampai ke rumah nya. dan terdiam di suatu lokasi.


" Kenapa Dra??"


" Rinda dalam bahaya" ucap Andra dan meninggalkan ruangannya.


Azka langsung berlari mengikuti Andra


" Gue ikut, tadi Nisa juga buru - buru pergi setelah menerima telepon" ucap Azka.


------------


Dari tadi Lela sudah berusaha sekuat tenaga menghindari kejaran sebuah mobil sedan hitam, sampai di tengah jalan yang lumayan sepi mobil Lela berhasil di hadang.


Lela menyelipkan ponselnya di atara belahan dada nya yang di rasa cukup aman oleh Lela.


" Brengsek!!!" ucap Lela keluar dari mobil dan membanting pintu mobilnya dengan cukup keras.


dan terlihat empat orang pria turun dari mobil sedan hitam yang menghadangnya.


" Apa mau kalian???!!!" teriak Lela


tapi seorang pun tidak ada yang menjawab malah langsung menyerang Lela.


Lela berusaha melawan ke empat pria tersebut, dan tak lama Rinda yang mau pulang melewati lokasi dimana Lela sedang di serang.


Lela???!!!" teriak Rinda langsung keluar dari dalam mobil nya dengan bertelanjang kaki.


" Ya Tuhan dedek Janin yang kuat ya, kita sepertinya akan berkelahi, kelak kalau kamu lahir. kamu harus lebih jagoan dari mommy. hidup kamu sudah keras sejak kamu dalam kandungan Mommy" ucap Rinda sambi mengelus - ngelus perut nya.


Lela hampir kewalahan melawan empat pria tersebut

__ADS_1


" Woy!!!" teriak Rinda


yang membuat perkelahian berhenti sejenak.


tak lama tiga orang pria mendekati Rinda.


Baru saja Ketiga laki - laki tersebut akan mengahdang Rinda satu buah tendangan berhasil mendarat di salah satu laki - laki yang hendak meraih Rinda


" Nis!!!" ucap Rinda


" nyapa nya nanti saja, ayo hempaskan mereka!!!" teriak Nisa.


Lela yang kedatangan duo sahabatnya seperti mendapatkan kekuatan penuh, dia berhasil melumpuhkan satu orang yang sedang membabi buta menyerangnya tadi.


Kini sekarang mereka sedang satu lawan satu.


" dasar becong Lu, berani nya sama perempuan!!!" teriak Rinda sambil berusaha menendang, menonjok dan menangkis setiap serangan lawan.


cukup lama mereka baku hantam hingga Andra dan Azka datang ke lokasi.


satu tembakan peringatan berhasil di keluarkan Azka.


lain hal nya Andra yang langsung menembakan pelurunya di kaki penyerang istrinya.


dua orang berhasil kabur, sedangkan orang yang tertembak Andra langsung mengujamkan pisau ke perut nya.


" Hey jangan bunuh diri!!! kamu belum mempertanggung jawabkan perbuatan kamu dengan suamiku!!!" teriak Rinda kepada laki - laki yang menyerangnya.


satu laki - laki yang di lumpuhkan Lela kemungkinan hanya pingsan namun luka berat akibat pukulan Lela


sedang yang dua orang berhasil kabur.


" Apa yang terjadi sayang" ucap Andra memeluk Rinda.


Aku mau pulang Mas, tapi lihat Lela lagi baku hantam dengan orang - orang tersebut.


begitupun Azka yang mengahampiri Nisa.


" Kamu tidak apa - apa?"


" Tidak Bang, tenang saja. kalau sudah paket komplit bertiga. geng kolang kaling itu tahan banting" ucap Nisa


" La, kenapa mereka menyerang kamu??"


" Aku baru saja dari apartemen Bimo, dan mereka mengikuti aku. Aku tidak tahu sekarang Bimo selamat atau sudah terbunuh" ucap Lela.


" memang ada apa sih??" tanya Rinda


" sebaiknya kita bicara di rumah" ucap Lela sambil mengeluarkan ponsel dari belahan payudaranya.


" aaakkkhh untunglah aman, tengkyuh dada ku." ucap Lela mengelus kedua dada nya.


" baru tahu guna buah dada besar selain bisa menjepit sesuatu ternyata bisa menjepit ponsel juga" ucap Rinda


Azka dan Andra yang menyimak obrolan ketiganya sampai menggeleng - grlengka kepalanya.


" Jadi mau di ruamh siapa??" tanya Nisa


" Rumah gue" ajak Rinda


" Oke gas, kemon kita balapan" ajak Lela


" Busyeettt berani Lu nantangin Gue" ucap Rinda


" biar lebih cepat sampai " ucap Lela sudah beranjak menuju mobil nya.


" Mas akan nyusul, mas harus mengurus kedua orang ini dan menunggu polisi yang lain" ucap Andra


" oke, kita bisa jaga diri" ucap Rinda


" Bang, susul Nisa ke rumah Rinda"


Azka membulatkan telunjuk dan jempolnya.


-------- tak butuh waktu lama Lela, Rinda dan Nisa sudah berada di kediaman Rinda.


Lela menceritakan bagaimana awalnya Bimo yang mengajaknya bertemu,Lela menceritakan dari awal tanpa ada yang terlewat .


Rinda dan Nisa samapi tidak berkata apa - apa sampai Lela mengirimkan rekaman percakapan nya bersama Bimo.


" Di jaga baik - baik rekamannya, setidaknya kalau sesuatu terjadi sama gue. barang bukti kebusukan Pak Radit sudah kalian simpan.


" Lu ngomong nya sudah kaya si Bimo saja ya... tidak akan terjadi sesuatu sama Lu Lela. kita kaan selalu ada buat Lu" ucap Rinda


" yes, thats right" ucap Nisa kemudian.


" Elu tidak kaget Rin saat tahu Bimo dan Eko yang merusak mobil Papah Mahfud??" tanya Lela


" Gue sudah tahu, sketsa wajah mereka sudah ada di tangan Mas Andra. Tapi Mas Andra harus hati - hati dan mengumpulkan bukti lebih banyak lagi" ucap Rinda


" Terus bokap Lu kasus apa sih?? tadi gue lihat di polres " tanya Nisa.


" Dia di tuduh sebagai pemilik hotel xxx"


" Bimo juga terlibat dalam kasus hotel xxx" ucap Lela


" Iya pemilik hotel kayanya Pak Radit, bukan Bastian" ucap Rinda


" Tapi Bastian menerima gelontoran pengahasilan hotel xxx, gue bingung juga" ucap Rinda kemudian


" Lu mau jadi pengacara dia??" tanya Nisa


" Ogah"


" Paling dia minta bantuan bokap gue, sudah biasa bokaonyang jadi pengacara nya. cuman sekarang bokap lagi ke luar kota menemani Kak Irfan" ucap Lela


" Gue yakin, om Bastian bakal butuh bantuan Lu. ya siapa tahu setelah Lu tolong saat ini dia insaf"


" Masa semudah itu" jawab Nisa


" hidayah lah" ucap Lela


yang membuat Rinda terkekeh.


"ucapkan aaamiiin dong, kamu ketawa sih Rin"


" Ga tega gue harus mengamini nya" jawab Rinda


tak lama Andra dan Azka pun sudah datang.


" Mas, sini duduk. Lela punya bukti nih tentang Pak Radit." ucap Rinda.


Rinda pun memutarkan rekaman percakapan Lela dan Bimo.

__ADS_1


Andra dan Azka mendengarkannya dengan seksama, tidak ada suara yang terdengar selai suara rekaman tersebut.


setelah rekaman berhasil di dengarkan Andra dan meminta Lela mengirimkannya k nomer ponselnya juga ponsel Azka.


" Pak Radit dibalik semuanya Mas"


" sepertinya Mas tahu cara melumpuhkan Pak Radit"


" Apa??" tanya Rinda yang sepertinya Rinda tahu jawabannya hanya saja Rinda meyakinkan diri nya sendiri.


" Kamu Yank" ucap Andra


" Mas tega Rinda yang lagi hamil 4 bulan dijadikan umpan???"


Andra tidak menjawab pertanyaan Rinda, memang tidak adil menjerumuskan istri sendiri dalam kasusnya.


" gue rasa bukti rekaman ini cukuo untuk menangkap Radit, kuncinya Bimo" ucap Azka


" Radit dengan segala kelicinannya pasti sudah merencanakan semuanya" ucap Andra


" Rinda kelemahan Radit" ucap Andra pelan


yang membuat semua orang yang ada di sana terdiam.


" Kalau sekiranya kasus ini segera selesai dengan Rinda menjadi umpan. Rinda mau" ucap Rinda.


" Kamu cara terakhir Yank, Mas akan memanggil dulu beliau besok. soalnya Saham Papah Bastian yang di gelontori dana dari penghasilan hotel xxx pemberian Pak Radit."


" Tahu dari mana??"


" Om Aryo yang memberitahu"


" yakin beliau akan datang memenuhi panggilan kamu Mas??"


" Yakin, Alinda sudah mengirimkan surat pemanggilan Pak Radit ke rumahnya."


" oke kita lihat besok, apa Pak Radit datang" ucap Rinda


" Nis, pulang yuk. ko gue berasa pegal semua nih badan."


" Lu jangan pulang ke rumah Nis, Kak Irfan kan lagi di luar kota.


" hemm gue pulang ke rumah nyokap, gue mau nyuruh Kak lucky ke rumah nyokap juga. gue mau cerita tentang Bimo. Kak Lucky kan super benci sama Bimo"


" Makin benci dong kalau Kak lucky tahu si Bimo pembunuh" ucap Nisa


" Setidaknya ada orang yang mengendalika dia, debenarnya Bimo baik ko. cuma salah gaul" ucap Lela membela Bimo


" Iya udah sana kalau mau pada pulang, gue sama Mas Andra mau tidur...


hus hus hus...sana sana pada pulang" ucap Rinda


"Iya, kita pulang" ucap Lela dan Nisa serempak


" Dra awas besok janagan sampai kesiangan berangkat dinas"


" Lu juga" ucap Andra kepada Azka sambil meninju pangkal lengan Azka.


----- setelah kepulangan mereka. Andra langsung memgangkat tubuh Rinda dan menggendongnya ke kamar.


" maaaaasss!!!"teriak Rinda yang kaget tubuhnya sudah melayang dipangkuan Andra.


Andra terkekeh merasakan berat badan Rinda yang lebih berat.


" kenapa??"


" Jadi berat ya"


" ih!!!" umpat Rinda sambil mengalungkan tangannya di leher Andra


" Mas suka ko, jadi semok dan seksi" ucap Andra.


Andra menurunkan tubuh Rinda perlahan, mungkin kalau tidak lagi hamil Andra sudah melemparkannya dan menjamahnya sesuka hati.


" Siap Mas Razia tubuh kamu???!


" Sudah sangat siap,ayo lakukan Mas ... Rinda lagi ingin" ucap Rinda dengan gaya menggoda.


tanpa pikir panjang lagi, Andra melucuti semua pakaiannya dan juga menelanjangi Rinda


mereka menyatukan kembali tubuh mereka, melupakan sejenak kejadian yang sudah menimpa mereka.


Andra pun membutuhkan pelepasan untuk tubuhnya agar lebih relaks dalam menangani kasusnya.


dia butuh tidur nyenyak malam ini untuk menghadapi esok hari.


Andra sudah berguling di samoing tubuh Rinda, mungkin saat ini dia masih bisa bermain di atas tubuh Rinda sebelum perutnya benar - benar membesar.


" sudah lagi Mas??" tanya Rinda saat Andra sudah berguling di samping tubuhnya.


" cukup untuk malam ini" ucap Andra sambil tersenyum.


" kenapa tersenyum???"


" Kamu kan sudah keluar duluan " goda Andra


" ikklkh Mas!!" ucap Rinda menarik selimutnya hingga batas leher.


" Makasih ya" ucap Andra mengecup pelipis Rinda dan berbenah untuk memejamkan mata.


" Bastian nginep di polres Mas??" celetuk Rinda tiba - tiba"


" hemmm" jawab Andra tanpa membuka matanya


Rinda melirik Andra yang sudah memejamkan mata, sedangakan Rinda jauh menerawang di alam lamunannya.


" Walau bagaimanapun karena dia aku berada di dunia ini" gumam Rinda mengingat sosok Bastian


" Mah, semoga mamah tenang di sana. walaupun cara meninggal Mamah karena di sengaja oleh orang lain. Rinda mendo'akan Mamah tenang disana bersama Papah Mahfud" Rinda terus bergumam dalam hati dan mencoba memejamkan mata.


.


.


.


.


.


sampai ketemu besok dengan Pak Radit di kantor polisi.


jangan lupa like.vote.komentar

__ADS_1


maaf ya kalau ceritanya semakin kaya sinetron televisi


memang di buat agak alon - alon, agar tidak terkesan buru - buru.


__ADS_2