Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 125 ( end )


__ADS_3

" Buka!!!" ucap pengawal Radit menggedor jendela mobil Lela dengan sangat keras


Lela dan Nisa melirik ke arah luar mobil. Dilihat nya sekitar 10 orang pengawal sudah mendekati mobil mereka


" Ma*pus kita La"


" ga ada pilihan, ayo keluar. sebelum mereka menghancurkan mobil gue " ucap Lela.


" Gaaasspooollll" ucap Nisa sambil membuka pintu mobil Lela begitupun Lela.


akhirnya mereka baku hantam melawan pengawal Radit. mereka merapatkan diri dan hanya bertahan dari serangan lawan.


belum ada perlawanan telak dari mereka berdua.


" Gue ga tahu bisa berapa lama menahan serangan mereka" teriak Nisa kepada Lela yang ada di belakangnya.


" walau kita tidak bisa menyerang kita harus bisa bertahan" teriak Lela kemudian sambil tangan dan kaki tidak berhenti menangkis semua serangan lawan.


" Bang Azkaaaaaa, tolong Nisa Baaang " teriak Nisa


" Sampai putus renggorokan Lu berteriak Azka tidak akan mendengar" ucap Lela walau mereka sedang baku hantam dengan lawan mereka masih sempat berdebat


" Ikatan batin La,Lu percaya kan??"


" Nafkah batin gue baru percaya" ucap Lela


-------


Azka yang sedang duduk menemani Andra mendapat pesan dan langsung membukanya


" rekaman apa yang Nisa kirim" ucap Azka dan otomatis Andra melirik ke arah Azka


" masih muter" ucap Azka seolah tahu pertanyaan Andra walau tidak ada kata yang terucap dari Andra.


Andra langsung mengambil ponselnyabdan mengecek keberadaaan Rinda.


" Dasar bebek nakal!!!" ucap Andra langsung bergegas pergi dari ruangannya dan meraih kunci mobilnya.


" Kemana Dra??"


" bebek kita lagi dalam masalah, ayo ikut. tugaskan beberapa anggota ikut kita" ucap Andra saat Azka ikut mengikutinya.


Andra membawa mobil pribadi begiupun Azka langsung ikut di sebelah Andra


" Mau kemana kita??"


" Rinda lagi di tempat Pak Radit"


" Sedang apa dia di sana??"


" Justru itu, sedang apa coba dia kesana?? cari bahaya. dan gue yakin istri Lu Nisa juga Lela ada bersamanya"


Azka mencoba menelpon nomer ponsel Nisa tapi tidak ada jawaban.


Tak berapa lama rekaman yang di kirim Nisa telah diterima Azka dan bisa di dengarkan oleh Azka juga Andra


" bini gue lagi dalam masalah" ucap Azka


" sama" ucap Andra dan menancap gas menuju kediaman Pak Radit.


----- kamu tahu Rinda, aku kesepian" ucap Radit mendekati Rinda


" Aku kesepian" ucap Radit berulang kali.


Pak Radit kemudian mengambil gelas dan menuangkan minuman ke gelas tersebut.


" Kamu jangan takut, ayo minum dulu. aku tidak akan membunuhmu asal kamu mau tinggal bersama ku dan menuruti semua keinginan dan perintahku, kamu mau??? tanya Radit kepada Rinda.


Rinda dengan pelan menganggukan kepalanya.


" Kita akan pergi dari sini, kita akan bahagia" ucap Radit dan mendekati Rinda semakin dekat. menyentuh bagian wajah Rinda dengan jari telunjuknya.


denga Reflek Rinda memejamkan matanya dengan keras dan memegang perutnya.


" Kamu takut??" tanya Radit


" Tidak" ucap Rinda membuka matanya dan melihat bola mata Pak Radit yang ada dihadapannya.


" Aku akan mencintai kamu, membahagiakan kamu lebih dari suami kamu" ucap Radit kemudian yang membuat Rinda semakin ingat suaminya.


" Kita akan bahagia" ucap Radit hendak mencium bibir Rinda.


dengan reflek Rinda mendorong tubuh Radit.


Radit yang merasa ada penolakan kontak fisik dari Rinda menjadi geram.


" kenapa???!!!!"


" Bukannya kamu mau bersamaku, kenapa kamu tidak mau aku sentuh"


" Maaf Pak Radit, Rinda tidak bisa" ucap Rinda mencoba membuka pintu ruangan tersebut dan hendak pergi.


" Sudah ku bilang kamu akan hidup jika tetap di sini. tapi kalau kamu memilih pergi dari sini, maka kamu tidak bisa keluar hidup hidup" ucap Radit menarik lengan Rinda.


jangan biarkan aku melakukan kekerasan" ucap Radit.


" lebih baik Rinda mati dari pada dicintai seorang pembunuh seperti kamu" ucap Rinda ysng membuat emosi Radit memuncak.


Radit menjambak ramhut Rinda tapi itu tak berarti apa - apa untuk Rinda.


Rinda menendang alat vital milik Radit dengan sekuat tenaga hingga sekali tendangan saja Radit langsung tersungkur.


" Kurang ajar kamu" ucap Radit sambil berdiri, memang Radit tidak terlalu pintar bela diri. Radit mencoba mendekati Rinda lagi.


dan Buuughhghh...satu pukulan mendarat di ulu hati Radit


" Hahahahaha " ucap Radit saat merasaka ulu hati nya kena tonjokan Rinda.


Radit memijit sebuah tombol remote yang dia simpan di saku celanya.


" Pengawal ku akan membereskan kamu Rinda" ucap Pak Radit.


kini Rinda tahu Pak Radit sedang memanggil pengawalnya.


Tak lama pintu terbuka, dan beberapa pengawal Pak Radit datang yang jumlahnya lumayan sangat banyak. mungkin kurang lebih 15 orang.


Rinda melangkah mundur, di lihatnya Radit tertawa terbahak bahak. namun setelah itu tawa itu terhenti. dan Rinda lah yang mengembangkan senyum saat dibelakang pengawal Pak Radit terlihat beberapa anggota polisi dan berjalan dengan gagahnya sosok yang dia kenal.


" Iya Mas Andra datang di saat yang tepat " gumam Rinda


Pengawal tersebut langsung di bekuk oleh polisi dan di kumpulkan di ruangan tersebut.


" Semua sudah berakhir Pak Radit, menyerahlah" ucap Andra


mimik wajah Radit kini berubah lagi, dia seperti akan menangis, lalu kemudian tertawa kembali dan membalikan badan membelakangi semuanya.


" Keluar kalian dari rumah ku" ucap Radit.

__ADS_1


Tak lama orang tua asuh Radit tiba.


" Radit" suara yang tidak asing di telinga Radit. iya kedua orang tua angkatnya.


" menyerahlah Nak, kita pasti akan membantu kamu dalam kasus ini" ucap kedua orang tua Pak Radit.


" hahahahaha" Radit tertawa kembali


" Tidak ada yang tulus menyayangiku"


" Kami menyayangi kamu"


" lalu kenapa kalian memanggil polisi??"


" Kami tidak memanggilnya"


" Bohong"


" saya kesini karena istri saya berada disini" ucap Andra.


" kalau begitu bawa istri mu dan pergi kalian" ucap Radit.


" bukti kejahatan kamu sudah berada di tangan kami, kami akan menangkap kamu" ucap Andra.


Wajah Radit berubah sendu lagi.


Andra memerintahkan anggotanya untuk memborgol Radit juga pengawalnya dan menggiring nya ke kantor Polisi.


" Aku tidak mungkin di penjara, tidak mungkin" ucap Radit berulang kali.


" Kami serahkan anak kami" ucap Orang tua angkat Radit.


" kamu tidak apa - apa sayang??" tanya Andra kepada Rinda


" Tidak, Pak Radit tidak jago beladiri ko" ucap Rinda dan langsung mengahambur memeluk suaminya.


" Terimakasih sudah datang tepat waktu."


" Nakal ya, pergi ketempat laki - laki lain tanpa pamit" ucap Andra sambil mencubit hidung Rinda.


" Ya tuhan Lela dan Nisa" ucap Rinda melepaskan pelukan Andra


" Kita baik - baik saja" ucap Lela dan Nisa ditemani Azka.


" akhhh syukurlah" ucap Rinda.


" sebaiknya kita segera pulang. ini sudah malam, gue juga harus ke rumah sakit menemani Papah" ucap Lela.


" Kak Irfan pasti nyari - nyari gue" ucap Lela kemudian.


" Akhirnya mereka kembali ke tempat masing - masing."


------


kediaman Rinda dan Andra


" Jangan pernah di ulangi pergi kemanapun tanpa pamit sama Mas, paham kamu??" ucap Andra


" iya" ucap Rinda sambil senyum


" Rinda minta maaf ya Mas"


" Minta maaf dengan benar" ucap Andra yang di sambut senyuman oleh Rinda.


seperti biasa mereka melakukan hubungan suami istri dengan penuh cinta dan sayang.


" Mas, Papah bagaimana??"


" Eh iya Mas lupa kasih kabar, Papah kamu masuk rumah sakit. dia kena serangan jantung"


" Terus??" tanya Rinda membalikam tubuhnya menghadap Andra


" Sekarang beliau di rawat di rumah sakit bhayangkara"


" terus kasus nya bisa selesai dong, kan Pak Radit sudah tertangkap"


" Ya ga bisa. Kan berkas kasus nya sudah sampai ke pengadilan. jadi tetap akan ada sidang"


" Rinda mau jadi pengacaranya" ucap Rinda yang membuat Andra tidak percaya


" Yakin??"


" Iya Mas, walau bagaimanapun dia tetap Papah Rinda. dialah alasan Rinda ada di dunia ini. walaupun mungkin apa yang Rinda lakukan tidak akan mengubah apapun dengan hubungan kami"


Andra yang mendengar itu langsung memeluk Rinda.


" kamu memang wanita yang hebat"


" Kita akan segera menjadi orang tua Mas" ucap Rinda menarik telapak tangan Andra dan mengarahkan ke perutnya.


Andra mengusap ngusap perut Rinda dan mencium keningnya.


------


Lela melihat keadaan Bimo ditemani Kak Irfan, ternyata Bimo sudah sadar dan di temani kedua orang tuanya .


" La" ucap Bimo saat Lela masuk ke ruangan ICU bersama suaminya.


" Maafkan Aku" ucap Bimo kepada Irfan


" tidak ada yang perlu di maafkan"


" Pak Radit sudah di tangkap" ucap Lela.


" Saya akan jadi pengacara kamu" ucap Irfan kepada Bimo kemudian yang membuat Bimo mengembangkan senyum.


" Terima kasih" ucap Bimo


" Sama - sama " ucap Irfan


" Tolong titip Lela, cintai dan sayangi dia" ucap Bimo kemudian


" itu pasti " ucap Kak Irfan sambil meraih bahu Lela agar merapat ke pelukannya.


-------


kediaman Nisa dan Azka


" Yank, kamu hebat juga ya. tadi Abang sampai bengong lihat kalian berdua bertahan dari banyak nya musuh."


" 10 detik lagi pertahanan kita tumbang Bang, Abang datang di saat yang tepat" ucap Nisa sambil terkekeh


" Kalian belajar bela diri di mana sih tidak mungkinkan otodidak" tanya Azka


" Kita belajar beladiri dari film yang kita tonton"


" Mas sih???"

__ADS_1


" iya dong kita kan cerdas dan punya lebihan insting berkelahi"


" wow hebat " ucap Azka


" Abang mau dong di smack down sama kamu" ucap Azka.


" Oke, full service. kamu di bawah " ucap Nisa sambil terkekeh


" ayo yank" tantang Azka sudah terlentang di atas tempat tidur.


-----


keesokan harinya.


Radit menjalani beberapa tes kesehatan, ternyata hasilnya dia mengalami gangguan psikologis dengan kata lain gangguan Jiwa.


Polisi memutuskan Radit untuk di rawat terlebih dahulu di rumah sakit jiwa sebelum menjalani masa tahanan atas semua kejahatannnya.


Bimo pun menjalani persidangan dengan Pengacara nya Kak Irfan. segala yang dilakukan Bimo atas perintah Pak Radit, namun Bimo tetap berslaah karena mau di perintah Radit. hukumannya lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum. Bimo hanya di jatuhi hukuman 5 tahun penjara.


sedangkan Bastian tidak bisa mengikuti sidang pertamanya karena terbaring dirumah sakit, Rinda menjadi pengacara Bastian, dan atas segala tuduhan yang di tuduhkan kepada Papah nya, Rinda bisa membuktikan bahwa Papah Bastian tidak bersalah dan bisa bebas dari hukumannya.


apa yang dilakukan Rinda tentu saja membuat Bahagia Mamah Riska dan juga Siska yang ikut menghadiri sidang.


walaupun secara hukum Rinda bukan anak Bastian karena tidak pernah di akui, akta kelahirannya saja hanya tertulis nama Ibu yaitu Mamah Ayu, tapi setidaknya ikatan ayah dan anak tetap tidak dapat di hapus karena secarik kertas tersebut.


Mamah Riska dan siska mengucapkan banyak terimakasih kepada Rinda karena telah bisa membebaskan Bastian dari hukuman.


Bastian yang mendengar kabar dirinya bebas dari Aryo berkat Rinda, langsung menangis sesegukan.


" Kenapa dia begitu baik Yo, padahal aku tidak pernah bersikap adil kepadanya. Aku malu Yo. bahkan dari dulu saat dia sudah mulai mengerti dia hanya terdaftat sebagai anak yatim di sekolah nya. dan tanpa nama Ayah. " ucap Bastian.


" Dia malaikat kecil kamu Bas" ucap Aryo


Bastian merasa seluruh tubuhnya tidak bisa di gerakan, karena rasa malu terhadap Rinda tidak bisa dia tutupi lagi.


------- sedangkan Renata dan Sesil


Renata pun terus menyemangati Sesil untuk menjadi ibu tunggal dari anak yang di kandung nya.


Kejadian yang menimpa Sesil sahabatnya membuat Renata berniat memperbaiki dirinya untuk lebih baik lagi.


sedangkan Mba Lasmi akhirnya menikah dengan Kak Lucky kakaknya Lela.


-----


beberapa hari kemudian


Geng kolang kaling berkumpul di sebuah gedung untuk acara resepsi Nisa yang mundur beberapa hari dari hari yang seharusnya karena Azka di sibukan membantu kasus yang di tangani Andra.


" akkkhhh akhirnya gue resepsi juga" ucap Nisa di temani Lela juga Rinda


" gue lagi hamil loh" ucap Lela


" Serius Lu ??"


" Iya Rin, menginjak minggu ke lima"


" jadi waktu kemarin kita berkelahi Lu udah hamil dong"


" Iya Nis, untung gue belum tahu hamil. kalau tahu gue ga bakalan lepas berkelahi"


" hemmm untung juga Lu tidak keguguran"


" Engga lah bibit unggul" ucap Lela kemudian.


"Ayo ah kepelaminan , udah banyak tamu" ajak Rinda menggiring Nisa


Nisa yang sudah berbalut baju pengantin di giring ke pelaminan oleh Lela dan Rinda


setelah mengantarkan Nisa kepelaminan. kini Lela dan Kak Irfan juga Rinda dan Andra saling bergandengan tangan.


" I love you" ucap Andra mengecup punggung tangan Rinda


" I love you too Mas" jawab Rinda dengan membalas mengecup punggung tangan Andra yang menggenggamnya.


Andra kemudian mengecup kening Rinda dengan sangat lama, dan memeluknya.


akhirnya geng kolang kaling bisa bahagia dan mendapatkan pasangan hidup masing - masing setelah melewati petualangan hidup di dunia malam dan balapan liar.


Siska dan Rangga pun hadir di acara resepsi Nisa.


mereka berkumpul bersama.


Mamah Riska pun hadir dengan Papah Bastian


Papah Bastian menggunakan kursi roda, karena beliau sekarang tidak bisa berjalan karena stroke yang tiba - tiba menyerangnya.


beliau juga tidak bisa bicara.


perusahaan Angkasa Jaya pun Mamah Riska dan Siska sepakati di berikan kepada Rinda.


Dimana Rinda sebagai direktur utama dan Siska sebagai wakil dirutnya.


" Walau tak sempat terucap kata maaf atau kata sayang dari Bastian kepada Rinda tapi dari sorot mata Bastian yang di lihat Rinda Bastian menyesal memperlakukan Rinda dengan sangat buruk.


Rinda berusaha memaafkan semua perlakuan Bastian terhadapnya. karena dendam tidak akan merubah apapun.


kini semua berkumpul di acara resepsi Nisa dan Azka dalam keadaan bahagia.


------ the End -----


yang ingin lebih dekat dengan author boleh di follow instagram author


f.lestari52


terimakasih semuanya yang mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir.


Kalau ada waktu akan dibuat season 2


hanya untuk saat ini... Author akan menyelesaikan dulu novel yang selanjutnya dengan judul


Tentara penakluk hati 2


Aku dan Kamu


Juniar


mohon dengan sangat sekiranya kalian semua mau membaca ketiga novel yang sedang on going tersebutβ€πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ™πŸ™


ketcup basyah untuk semuanya.


I Love you All❀❀❀❀


πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹


I L O V E Y O U A L L

__ADS_1


Tanpa kalian apalah AkuπŸ€—


__ADS_2