
Hhhaaaaaayyyy selamat malam readers semua
Karena banyak komentar dan respon yang manis sama novel aku ini jadi ada bonus up untuk hari ini.
Semoga malam nya menyenangkan.
Tinggalkan Like. VOTE. dan Komentar manis buat author ya biar semangat updatenyaππππππ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈππππππ
Oke next guys
----------------
Sampai tepat pukul 09.00 Andra benar - benar tidak bisa istirahat, Rinda terus menggoda dan mengganggunya. Andra bangkit dari tempat tidur meninggalkan Rinda yang masih berbaring dan memainkan ponsel di sebelahnya.
" Kemana Mas??"
" Persiapan ke Polres"
" Ikut "
" Ayo siap - siap "
Andra ke kamar mandi dan mengguyur kembali tubuh nya agar terlihat lebih segar.
" Dasaaar Bebeeeek, benar - benar tidak bisa istrirahat walau sebentar" gumam Andra di kamar mandi.
Andra mempercepat ritual mandi nya, setelah selesai mandi Andra melihat Rinda sudah siap dengan penampilan nya yang lebih anggun, pakaian blus mengembang bagian bawah sebatas lutut dipadukan dengan sepatu casual.
" Cantik " puji Andra
" Oooh jelas " ucap Rinda duduk di ujung tempat tidur dan memainkan jari kuku nya.
" Ambilin seragam Mas dong "
Rinda menuju lemari dan mengambil seragam suaminya.
Tidak butuh waktu lama, Andra sudah siap dan rapi dengan seragam nya.
" Ayo, berangkat sekarang"
" Sebentar Mas, selfi dulu " ucap Rinda mendekati Mas Andra dsn mengambil beberapa Foto.
Nyengir, memonyongkan bibir, menjulurkan lidah , melotot, menarik hidung ke atas π½ menjadi gaya Rinda.
Andra bukan melihat ke arah camera, malah melihat aneh gaya - gaya Istri nya yang bergaya di samping Dia.
" Melihat Rinda jangan seperti itu dong Mas, Rinda memang cantik " Ucap Rinda sibuk mengunggah foto - foto nya bersama Mas Andra.
Rinda berpegangan di lengan Andra saat menuruni anak tangga. Andra langsung membopong tubuh Rinda karena Rinda disibukan dengan ponselnya
" Maaaasss" Rinda menepuk bahu suaminya saat di sudah berada di pangkuan suaminya dan Andra dengan gagah nya menuruni anak tangga sambil memangku tubuh Rinda.
" Biar cepat jalannya " ucap Andra, Rinda tersenyum dan mengecup pipi suaminya.
" Uweeeekkkk...cuih cuih..." Rinda mengelap bibir nya.
" Kenapa ??" tanya Andra heran.
" Jijik banget, pipi bekas jejak orang lain " ucap Rinda.
" Udah di cuci berkali - kali"
" Nanti oles pakai tanah, terus cuci pakai air kolam "
" Memang Mas di cium Anjing ??"
" Anggap saja begitu, najis " ucap Rinda.
" Hahaha dasar kamu Yank, ada - ada saja " Ucap Andra menurunkan Rinda di depan pintu.
Rinda mengunci pintu nya dan masuk ke dalam mobil mengikuti Mas Andra.
-------
Pagi itu Siska sudah diperbolehkan pulang, kecuali bayi nya masih harus di rawat inap.
" Kamu istirahat di rumah saja, biar bayi kamu Mamah yang jaga " ucap Mamah Riska
" Papah bagaimana Mah ??"
" Kata Om Aryo, Papah sudah pualng dari rumah sakit. Malah hari ini Papah sudah mulai ke perusahaan ".
" Benar Mah tidak apa - apa Siska pulang ??"
" Iya tidak apa - apa " ucap Mamah Riska.
" Siska mau lihat Erlangga dulu Mah"
Mamah Riska menganggukan kepalanya, Untuk pertama kali nya Siska melihat Bayi laki - laki yang seminggu lalu dia lahirkan.
Siska melihat bayu nya dari balik jendela, bayi nya Erlangga masih berada di sebuah inkubator khusus bayi prematur.
" Mas, dia akan baik - baik saja ??"
" Iya, Erlan bayi yang kuat. "
Rangga memeluk bahu Siska dan mengecup pundak kepala Istri nya.
" Ayo istirahat di rumah, agar keadaan mu semaki pulih. Semoga besok atau lusa Erlan bida pulang ke rumah " ucap Rangga membujuk Siska.
Siska pun menganggukan kepalanya tanda setuju untuk pulang ke rumah nya bersama Rangga.
" Hari ini Mas keperusahaan ??"
__ADS_1
" Tidak, hari ini Mas temani kamu di rumah "
Siska sangat bahagia mendengar ucapan Suaminya.
-------
Perusahaan Bima Sakti
Raditya Wiguna sedang berdiri di ruangannya menatap keluar memandang pemandangan dari ruangan nya yang berada di lantai 20 perusahaan.
Kedua tangannya dia simpan di saku celananya.
" Jam makan siang Bos ada jadwal bertemu Pak Bastian" ucap Eko asisten Radit
" Masuk perangkap juga si Bandot"
" Seperti yang Bos inginkan "
" Tidak ada yang tidak bisa Raditya dapatkan, apapun itu "
" Bos memang hebat "
" Segalanya menjadi mungkin kalau dengan uang, uang Eko, uang, uang, uang "
" Iya Bos"
" Segala masalah bisa selesai dengan uang. Sumpal mulut - mulut yang banyak bicara dengan uang "
" Siap Bos "
" Selesaikan masalah yang mengganggu bisnis kita dengan uang "
" Semua sudah selesai "
" Bagus " ucap Radit berjalan dan duduk di kursi kebesarannya.
" Bos ada yang harus saya selesaikan " ucap Eko
" Pergilah, tapi sebelumnya siapkan dulu ruangan khusus untuk makan siang bersama Pak Bastian di perusahaan " ucap Radit
" Assiap bosque "
Radit menghubungi Aryo asisten Bastian, Radit meminta Aryo mengantar Bastian ke perusahannya dan makan siang bersama di perusahaannya.
------
Perusahaan Angkasa Jaya
" Bas, Pak Radit minta datang ke perusahaan nya"
" Bukannya janji nya makan siang??"
" Iya makan siang diperusahaannya"
" Bos besar tapi makan siang diperusahaan " Bastian tersenyum kecut.
" Minimal di restaurant ternama"
" Untuk Bos besar seperti Pak Radit, waktu adalah uang "
" Sama seperti aku " ucap Bastian.
" tentu saja beda Bastian, kamu di jajah oleh uang. sedangkan Pak Radit menjajah Uang." gumam Aryo.
" Putri kamu kerja nya bagus juga, laporan keuangan yang dia buat selalu tepat sasaran " Bastian memuji Renata.
" Aku akan naikan jabatan Renata menjadi manager keuangan di perusahaan Angkasa Jaya"
" Terima kasih " ucap Aryo.
" Kebetulan manager keuangan yang lama aku pindahkan ke anak cabang perusahaan di Bandung "
" Semoga Renata bisa bekerja dengan baik seperti harapan mu Bas"
" Aku yakin putri kamu sama hebat nya dengan kamu Aryo " puji Bastian.
" Sekarang beri tahu anak kamu tentang jabatan barunya."
Aryo mengaggukan kepalamya, lalu membungkukan badan dan keluar ruangan Bastian.
Aryo menuju divisi keuangan, Renata sebelumnya menjadi Asisten manager keuangan.
" Rena " Panggil Aryo kepada anaknya.
" Papah, ada apa ??" Rena yang sedang membuat laporan keuangan di depan laptop nya langsung menghentikan kegiatannya dan membuka kacamatanya.
" Sayang ada kabar gembira"
" kabar gembira apa??"
" Sayang kamu di angkat jadi manager keuangan oleh Pak Bastian "
" Hah??? Serius Pah???"
" Iya "
" Yes yes yes. Tidak percuma aku bertahan kerja disini " gumam Rena.
" kamu memang anak Papah yang henat dan pintar"
" Aku lebih hebat dari si Azka dong Pah. Kakak sialan polisi brengsek " ucap Rena mengumpat Kakak nya.
" Kalian berdua anak Papah sama hebatnya " ucap Aryo.
__ADS_1
" Iya, iya " balas Rena.
Rena tidak habis pikir, dia tidak menyangka di tinya akan menjadi manager keuangan di kantor ayah musuh nya.
" Hahahaha, Tuhan memang baik sama Aku " gumam Rena.
" Kerja yang benar, jangan kecewakan Papah. Apalagi Pak Bastian yang sudah memilih mu "
" Iya Pah " jawab Rena.
--------
Polres
Andra dan Rinda baru saja sampai di Polres.
Semua yang melihat Andra memberikan hormat. Andra membawa Rinda keruangannya.
Rinda mengendus ngendus ruangan Andra.
" Kenapa ??"
" Bau orang asing" ucap Rinda
" Bau - bau nya seperti parfum yang menempel di kemeja kamu Mas"
" Mas ga nyium bau apa - apa "
" Bener ih " ucap Rinda berjalan masuk Rinda melihat dua gelas bekas kopi di meja sofa yang ada di ruangan Andra.
Rinda mengangkat gelas nya, di putar nya gelas tersebut.
" Ini ada bekas lipstik, warnanya sama dengan lipstik di kemeja kamu " ucap Rinda sambil menunjuk lipstik yang menempel di gelas tersebut.
Lalu Rinda mengendus aroma kopi dari gelas tersebut.
" Kopi luwak nih "
Andra hanya tersenyum mendengar ocehan Rinda yang seperti sedang melakukan penyelidikan kasus perselingkuhan.
" Aroma kopi ini sama dengan aroma yang aku cium di bibir kamu tadi pagi pas pulang ke rumah, kalian ngopi bareng dulu di ruangan ini berdua ??" selidik Rinda sambil memicingkan matanya.
" Iya kemarin Mas minum kopi luwak "
" Jadi benar kalian ngopi dulu berdua disini, ini ada gelas nya" tunjuk Rinda ke gelas satu nya lagi.
" Coba endus lagi, emang digelas itu ada bekas mulut Mas " ucap Andra.
Rinda melihat dengan seksama gelas tersebut, feelling nya mengatakan memang Mas Andra tidak minum kopi dengan gelas tersebut.
" Yang minum dengan gelas ini Azka ya??"
" Waaaah Istri Mas punya indra ke enam nih " ucap Andra terkekeh.
" Jadi benar ini bekas Azka??"
" Iya "
" Azka selingkuh sama itu Polwan ??"
" Engga sayang, cuma sebatas pekerjaan. Kamu jangan ngomong yang aneh - aneh sama Nisa."
" Ya engga lah, yang di cium itu polwan kan kamu Mas bukan Azka"
Andra duduk di kursinya, dia membuka berkas data - data orang yang dia sergap di hotel xxx.
Tak lama pintu ruangan Andra di ketuk
" Masuk " ucap Andra.
Masuklah Alinda dengan masih menggunakan setelan tadi malam, celana hotpan diatas lutut dan tangtop warna hitam.
Rinda sampai melongo dan tiba - tiba mual melihat penampilan Polwan tersebut.
Padahal kalau di ingat - ingat penampilan Alinda si polwan cantik adalah cerminan penampilan Rinda saat di masih hidup dengan dunia malam dan pertemuan pertama dengan Mas Andra pun penampilan nya seperti itu.
" Aaah jangan sampai Mas Andra tergoda sama dia" gumam Rinda.
" Eeeh Pak Andra lagi ada tamu " ucap Alinda sambil menyimpan sebuah map di meja Andra.
" Saya bukan tamu, saya Istrinya " ucap Rinda berdiri dan menyilangkan tangan di dadanya.
" Ooh, selamat pagi Bu. Saya Alinda " ucap Polwan tersebut sambil menyodorkan tangannya.
Rinda menatap tangan Polwan tersebut, dan memicingkan mata kepada Mas Andra.
.
.
.
.
.
Like
Vote
komentar
π€π€π€π€π½π½π½π½ kira kira Rinda mau salaman ga yaπ€£π€£π€£π€£π€ΈββοΈπππππππ
__ADS_1
Heuheuuuu kira kira Rinda bakal mencabik cabik Mas Andra kah di hadapan Alinda.ππππ€π€π€π€ͺπ€ͺπ€ͺ
Cemburu Rinda kadang bukin gemas dan pengen nampol