Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 94


__ADS_3

Selamat pagi semuanya. Novel ini hanya novel fiksi ya guys. Sekali lagi fiksi, apa yang ada di otak akoh, akoh tulis.


Boleh ngasih masukan, tapi jangan kritakan yang pedas takutnya Author nangis jungkir balik๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ


Suka silakan lanjut baca, tidak suka silakan tinggalkan tapi jangan lama - lama meninggalkannya. segera kembali๐Ÿคฃ


Oke guys lanjut untuk yang masih berkenan melanjutkan mengikuti novel Akoh.


----------


" Rinda, Istri Mas Andra " ucap Rinda setelah menjabat tangan Alinda.


" Senang berkenalan langsung dengan Istri Pak Andra " Ucap Alinda dengan santai. Dari bau - bau yang ke endus Alinda, Istri Pak andra sedang mengalami suatu penyakit kronis, Yaitu penyakit cemburu akut.


" Tapi wajar sih cemburu akut, memang suaminya tampan. sayang bukan tipe aku, benar - benar sutakis " gumam Alinda.


" Saya lagi hamil anaknya, di sini ada Mas Andra ukuran shaset " ucap Rinda sambil menunjuk perut nya.


Alinda sampai dibuat ingin tertawa oleh ucapan Rinda.


Andra bangkit dari duduk nya dan memeluk Rinda dari belakang, dan mengelus perut Rinda. Andra juga berusaha menjinakan Rinda dengan mengecup pipi Rinda dan leher Rinda dihadapan Alinda.


" Maaf ya, ini bawaan dedek Janin. Emosi nya suka meledak ledak kalau daddy nya dekat perempuan lain " ucap Andra memberi kode dengan mengedipkan sebelah mata kepada Alinda.


Iya Alinda yang memang seorang Polwan mengerti akan situasi di sana, istri Pak Andra memang sedang terkenan penyakit cemburu akut.


" Baik kalau begitu saya permisi dulu " ucap Alinda, sedangkan Rinda memegang tangan Mas Andra yang melingkar di perut nya.


" Jangan cemburu sama Alinda, Alinda juga belum tentu suka sama Mas"


" Waspada dong Mas"


" Siaga 1, siaga 2, siaga 3 "


" Bhahahahaha, kamu harus siaga 1 sama Radit. Kamu belum minta dia buat menjauh dari kamu kan "


" Heleh mengalihkan pembicaraan, Rinda belum bertemu Pak Radit. Pak Radit juga belum bilang apa - apa. "


" Giliran sama suami saja siaga 1 sampai 3. Giliran sendiri nya tidak peka " Andra melepaskan pelukannya di perut Rinda.


" Iya nanti kalau Pak Radit menemui Rinda terus dia mengatakan hal - hal aneh Rinda akan katakan dengan jelas untuk tidak bermimpi dan berhalusinasi untuk lebih jauh dekat dengan Rinda." Ucap Rinda sudah duduk di pangkuan Andra


Andra tersenyum saat Rinda duduk di pangkuannya dan merangkulkan tangan dilehernya.


Rinda mengecup pipi, kemudian leher dan meningalkan sedikit lipstik di kerah seragam Andra.


" Emmmh" desah Andra saat kecupan di leher terasa sangat keras.


Lalu Rinda menggigit telinga Andra cukup keras.


" Aaawwww, sakit Yank " Andra mengusap telinganya yang di gigit Rinda cukup keras. Rinda muak saat memberi kecupan di leher suaminya Andra mendesah.


" Kamu mendesah saat Polwan itu mencium leher kamu??".


" Ya ampun yank, enggalah. Yang ada Mas deg - degan takut ketahuan sama kamu. Disana juga ada Azka, ada anggota Mas yang lain. Lima orang yang bukan cuma Mas berdua. Dan memang sekarang sudah ketahuan " Ucap Andra.


" Tetap cemburu, Dedek janin juga marah belum di tengok " Rinda mengeratkan pelukan di leher Andra sampai Andra memekik kesakitan.


" Sakit Yank "


" Minta maaf dengan benar ".


" Iya nanti di rumah, masa disini "


" Bener ya??"


" Iya " Andra mengecup bibir Rinda. dan lama - lama kecupan itu jadi ciuman panas. Tangan Andra pun telah menyusup kedalam blus yang di kenakan Rinda.


Pertama Andra mengelus perut Rinda yang masih rata, kemudian menangkup sesuatu dibalik bra yang dikenakan Rinda.


" Emmmh " desah Rinda hingga menyadarkan Andra mereka ada di mana.


" Sudah yah, nanti di rumah dilanjutkan " ucap Andra.


Rinda berdiri dari pangkuan Andra dan merapikan bajunya.


Rinda pun pindah duduk di sofa dan memainkan ponsel nya.


Rinda membuka pesan dari grup kolang kaling.


Lela mengirimkan foto makanan yang sedang dia makan di Firma hukum nya.


" Makanan bumil yang sehat adalah sentuhan Mas Andra, lebih enak bin dahsyattt " pesan yang dikirim Rinda di grup kolang kaling.


Nisa sedang mengetik...


Nisa : Mas Andra teruuussss, sikat abis tuh Mas Andra.


Rinda : Dari pada di kantor tidak ada kerjaan mending Elu kesini Nis, gue juga lagi siaga satu nih jagain Mas Andra.


Lela : Jadi Istri jangan posesif tar Mas Andra lari

__ADS_1


Rinda : Siaga La, siaga. sebelum ada negara asing menyerang.


Nisa : Polwan yang tadi kita debatkan ada??


Rinda : Ada, aslinya lebih cantik bo๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ


Nisa : Gue kesana๐Ÿƒโ€โ™€๏ธ๐Ÿƒโ€โ™€๏ธ๐Ÿƒโ€โ™€๏ธ๐Ÿƒโ€โ™€๏ธ


Rinda : Iya lah harus, apalagi Azka kurang sentuhan dari Lu Nis. Jangan sampai cari pelarian.


Lela : hemmm jadi cewek jual mahal, padahal mau. masa peluk cium saja belum pernah. Paraaaaaaahhhh.


" Woooy Elu ngomong langsung saja, tidak perlu di kirim di grup " ucap Nisa kepada Lela yang memang lagi sama - sama di Firma Hukum.


" Hahahaha emosi nih , cepat temui Azka. Kasih sentuhan dan pelukan. kalau cuma pelukan dan ciuman tidak meninggalkan bekas "


" Iya, gue pergi dulu ya La " Nisa langsung kambur dari Firma hukum tempat dia bekerja.


Lela yang sedang berdua dengan Mba Lasmi kini pamit keluar juga.


Saat ini Kak Irfan sedang berada di luar kota, seseorang sedang menjadi klien Kak Irfan di sana.


" Mba Lasmi, saya ijin keluar juga ya"


" Kemana ??"


" Sorry ga bakalan bilang - bilang " ucap lela mengambil tas dan meraih kunci mobil nya.


---------


Rinda cekikikan membaca pesan di grup kolang kaling.


Rinda ingin tahu bagaimana Nisa hari ini saat bertemu Azka.


" Kenapa Yank ??"


" Tidak apa - apa " jawab Rinda.


Andra meneruskan memeriksa biodata Pak Andrian, Andra penasaran dengan sosok Pak Andrian. Saat di hotel Pak andrian mengaku orang kepercayaan pemilik hotel. Tapi saat di introgasi dia menjawab bahwa dialah pemilik hotel tersebut.


" Banyak kejanggalan " gumam Andra. Andra mengelus lambang WR yang ada di dokumen milik Pak Andrian dengan jari telunjuknya.


" Alex " gumam Andra. Alex adalah DPO penjualan senjata ilegal, selama ini polisi terus mencarinya dan mengira Alex pergi keluar negri sebelum tertangkap. Dan ternyata Alex ada di hotel xxx.


" Siapa yang melindungi Alex ???" gumam Andra kemudian.


Kasus ini sangat menarik untuk Andra, Andra berfikir keras untuk sampai menguak kasus ini.


-----


Nisa berjalan dengan cepat, Polisi di penjagaan bertanya kepada Nisa ada keperluan apa kesana.


Nisa menjawab bahwa dia calon Istri Azka. Dan Polisi mengijinkan Nisa untuk masuk.


Tanpa ketuk pintu Nisa langsung masuk ruangan Azka.


Azka yang sedang duduk berhadapan dengan Alinda dan tertawa langsung melihat ke arah pintu yang terbuka.


" Nisa " ucap Azka dan langsung berdiri dari tempat duduk nya.


" Sayang " ucap Nisa langsung mendekati Azka. Memeluk Azka dan juga mencium bibir Azka di hadapan Alinda.


Tentu saja kelakuan Nisa disambut dengan senang oleh Azka. Selama ini Azka tidak pernah mencium atau memeluk Nisa karena Nisa tidak memberikan lampu hijau.


Selama ini Nisa masih takut dan ragu dengan perasaannya kepada Azka. Tapi sekarang Nisa yakin, Nisa mencintai Azka dan sudah melupakan Nando. Nisa juga tidak ingin Azka berpaling darinya.


Azka langsung melingkarkan tangannya di pinggang Nisa yang sedang mencium bibir nya. tepatnya sekarang mereka berciuman.


Lagi - lagi Alinda di buat terkekeh.


"Satu lagi nih perempuan yang terkena penyakit aneh " gumam Alinda.


Azka langsung tersadar saat ujung matanya melihat Alinda ada di ruangannya.


" Sayang kenapa ke sini??" tanya Azka kepada Nisa.


Nisa mengahapus lipstik yang ada di bibir Azka dengan jempolnya.


" Katanya mau makan siang bareng "


" Ini masih jam 10 "


" Di kantor Aku tidak ada kegiatan, jadi mending nunggu jam makan siangnya disini" jawab Nisa langsung duduk di sofa.


" Sayang kenalin ini Alinda" rekan satu tim Aku.


" Oooh ada tamu " jawab Nisa pura - pura baru sadar bahwa ada orang lain diruangan tersebut.


" Saya Nisa " Nisa mengulurkan tangannya.


" Alinda " jawab Alinda dengan senyuman.

__ADS_1


" Ini pacar Abang ??" tanya Alinda.


" Iya " jawab Azka.


" Oooo" jawab Alinda sambil menganggukan kepalanya dengan bibir masih membentuk huruf O.


" Abang lagi sibuk ??" tanya Nisa ikut - ikutan manggil Abang.


" Engga, Abang lagi ngobrol biasa " jawab Azka kaku


" Aduh ini Nisa lagi cemburu kah? Biasa juga Aku Kamu dan dia biasa manggil nama Gue " gumam Azka.


" Peningakatan " gumam Azka kemudian.


" Kalau begitu saya permisi dulu " ucap Alinda meninggalkan ruangan Azka.


Nisa memicingkan matanya ke arah Azka


" Kenapa??"


" Seneng ya berduaan sama cewek cantik "


" Kamu cemburu ??".


" Iya "


" Hahaha tenang saja, Abang setia ko " ucap Azka sambil merapatkan duduk nya dengan Nisa dan memeluk bahu Nisa agar merapat di dadanya.


" Cium lagi " ucap Azka.


Nisa jadi tersenyum mendengar ucapan Azka.


Nisa pun menuruti kemauan Azka. hari itu Nisa dan Azka mencurahkan perasaan mereka dengan kecupan dan sentuhan di area lainnya.


" Besok kita urus - urus nikah kantor " ucap Azka setelah merasakan tubuh nya memanas akibat sentuhan Nisa.


" Oke " jawab Nisa.


Azka sampai panas dingin dan ingin yang lainnya. Nisa pun tahu Azka sudah di ujung tanduk dan ingin pelepasan akibat perbuatannya .


" Ke kamar mandi gih, tuntas kan sendiri " ucap Nisa.


" Awas ya " jawab Azka menyentil hidung Nisa dan bangkit dari duduknya menuju kamar mandi.


----------


Rutan xxxx


Lela pergi meninggalkan Firma hukum saat keadaan di rasa aman, dimana kedua sahabatnya sedang asik dengan urusan sendiri dan Kak Irfan sedang di luar Kota.


Lela hendak mengunjungi Bimo, hari itu adalah hari ulang tahun Bimo.


Lela memang sudah tidak ada perasaan apa - apa kepada Bimo, Lela hanya tidak ingin menjadi orang jahat dan melupakan Bimo begitu saja.


Lela ingin berteman dengan Bimo walaupun dia sudah menikah dengan Kak Irfan.


" Ada yang bisa saya bantu ??" tanya penjaga rutan kepada Lela.


" Saya ingin mengunjungi teman saya yang bernama Bimo Aldian"


" Ini bukan jam besuk Bu "


" Kalau begitu saya titip ini saja " Lela menyodorkan sebuah dus berisi kue ulang tahun.


" Sebentar ya Bu, saya cek dulu untuk nama Bimo Aldian "


Lela menunggu penjaga rutan mengetik sebuah nama di layar komputernya.


" Maaf Bu, tahanan atas nama Bimo Aldian sudah bebas seminggu yang lalu dengan jaminan "


" Apa??"


.


.


.


.


.


.


.


Like


Vote


Komentar

__ADS_1


Loh Loh Loh...siapa yang membembaskan Bimo, tersangka pengedar Narkoba yang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara ko bisa bebas ya๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜Œ


Hanya ada di novel๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_2