Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 122


__ADS_3

haaaayy selamat malam semuanya...terimakasih masih menunggun cerita ini....oke next ya guys😍


------------


Pagi hari nya Nisa terbangun dan kebiasaan semua orang saat bangun yang di cari adalah ponsel. begitupun Nisa.


Nisa membaca pesan Lela di grup kolang - kaling.


"Waduh Bimo??"


" Bang, Bang bangun!!!!" ucap Nisa sambil menggoyang goyangkan badan Azka.


" Jam berapa??"


" Jam 10" ucap Nisa asal yang membuat Azka terperanjat dan bangun.


" kenapa baru membangunkan, Abang ada apel pagi hari ini" ucap Azka sambil berlalu menuju ke kamar mandi.


" Baaang, baru jam 05.00 ini ada pesan dari Lela. Katanya Bimo di rumahbsakitnyang sama dengan Papah nya Lela di rawat.


Azka langsung menghubungi anggotanya di Polres yang sedang piket agar segera merapat ke rumah sakit dan melakukan penjagaan ketat untuk Bimo.


" Abang mandi dulu " ucap Azka kepada Nisa setelah menelpon anggotanya.


Nisa pun langsung membalas pesan Lela


Nisa : Bang Azka sudah menungaskan anggotanya untuk ke sana dan melakukan penjagaan ketat untuk Bimo


Lela : Makasih Nis👍


------ Lela menyimpan ponselnya saat Nisa sudah merespon pesannya. setidaknya Lela bisa tenang dengan keselamatan Bimo kalau di bawah penjagaan Polisi.


" Kak ada hal yang harus Lela bicarakan" ucap Lela pagi itu, yang kebetulan Papah nya masih tidur.


" Kakak mandi dulu"


" nanti saja, Lela butuh bicara"


" Setelah mandi ya" ucap Irfan dan memgambil baju ganti di koper nya yang dia bawa dari luar kota.


" Ya udah deh" ucap Lela


Lela pun menghubungi Kak Lucky untuk membawakannya baju ganti.


setelah nunggu beberapa saat akhirnya Kak Irfan selesai mandi.


" Apa yang ingin kamu bicarakan??"


" Masalahnya panjang Kak, kakak hrus dengarkan dan jangan memotong pembicaraan Lela"


" Tentang apa??"


" tentang Bimo" ucap Lela menatap Kak Irfan dengan seksama


" Oke ceritakan"


Lela pun menceritakan dengan jujur awal dia berniat menemui Bimo untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan kejadian - kejadian yang menimpanya selama Kak Irfan di luar kota.


Kak Irfan benar - benar hanya mendengarkan dan tidak memotong pembicaraan Lela.


Walau hatinya sedikit panas dan cemburu, setidaknya Lela sudah berkata jujur kepadanya.


Begitulah ceritanya Kak, dan selama ini dia jadi DPO juga atas kecelakaan yang menimpa orang tua Rinda dan Pak Rangga. Sekarang Bimo ada di rumah sakit ini Kak, masih dalam keadaan kritis dan belum sadarkan diri" ucap Lela kemudian


" Kamu sudah lapir polisi??"


" Sudah, anggota Bang Azka suami Nisa akan ke sini melakukan penjagaan ketat kepada Bimo. kemungkinan pas Bimo sadar penjara sudah menantinya.


" kasian Bimo" ucap Kak Irfan yang membuat Lela melengkungkan senyum.


" Ini pilihan hidup Bimo Kak"


" Kamu tidak akan membelanya lagi dan menjadi pengacaranya??"


" Kalau Kakak ijinkan, Lela ingin jadi pengacara Bimo"


" Kamu boleh jadi pengacaranya. Walau bagaimanapun Bimo sudah mengikhlaskan wanita hebat seperti kamu untuk Kakak" ucap Irfan.


" Terima kasih " ucap Lela memeluk Kak Irfan. dan tak lama datang Kak lucky juga Mamah Lela membawa sarapan dan baju ganti untuk mereka


" Cieee yang lagi kangen - kangenan, duh ada yang mandi basah kayanya" ledek Lucky melihat rambut kelimis Irfan. otomatis satu pukulan mendarat di bahu Lucky dari Mamah nya.


" memang kamu kalau mandi ga basah???" tanya Lela dengan kecut


" bercanda, nih baju ganti kamu!!!" Kak Lucky melemparkan paper bag kepada Lela.


" Papah belum bangun ya??" tanya Mamah Lela kepada Kak Irfan


" belum Mah, Papah semalaman tidur nyenyak"


" Ya udah Nak Irfan sarapan dulu nih" Mamah Lela membuka bekalnya dan menyajikannya di meja.


saat Kak Irfan sarapan akhirnya Papah Rio bangun


" Mah, Papah nih" ucap Lucky yang duduk di hadapan Papahnya.


" Pah " ucap Mamah Lela sambil membantu Papah Lela duduk bersandar


" Dan, kamu temui Om Aryo yah. Papah kepikiran terus sama Om Bastian"


" Iya Pah, setelah sarapan Irfan kesana"


" tidak perlu" ucap Lela yang baru keluar kamar mandi


" Kenapa??" tanya Kak Irfan


" Kak, Rinda juga pengacara. Biarkan Om Bastian minta bantuan Rinda. siapa tahu hubungan merwka bisa lebih baik lagi. Pah please, Lela mohon Papah dan Kak Irfan jangan bantu Om Bastian. Pastikan hanya Rinda yang menolongnya"


" Iya Pah, Lela benar" ucap Mamah Lela


" Baiklah terserah kamu" ucap Papah Lela kepada Lela.


---- sedangkan di kediaman Rinda dan Andra sedang terjadi ke ributan dimana Andra dan Rinda banhun kesiangan.


Andra yang harus apel pagi dan menerima telepon berkali - kali dari Azka baru bisa menjawabnya sekarang


" Hallo Az, sorry gue kesiangan"


" langsung ke rumah sakit xxx, Bimo luka berat. dia ada di sana"


" Lu dimana??".


" Gue menuju lokasi, anggota gue udah kesana duluan"


" oke gue nyusul" ucap Andra

__ADS_1


"Mas, Lela kirim pesan. katanya Bimo ada di rumah sakit"


" iya Azka barusan nelpon"


" ooh bagus deh, Nisa sudah lebih cepat"


" Mas berangkat ke rumah sakit dulu ya, ngecek keadaan Bimo"


" hati - hati Mas"


" Iya" ucap Andra yang sudah siap berangkat meninggalkan kediamannya.


sepeninggalan Andra akhirnya Rinda pun mandi dan siap - siap ke kantor.


setelah mandi dan berpakaian tidak biasanya Siska menelpon Rinda.


" Hallo Kak Siska??"


" Rin, kamu sudah tahu kabar dari polisi puncak?? Mas Rangga sudah ngasih tahu kamu belum??"


" Apa Kak?"


" Sketsa wajah itu 100% memang Bimo dan Eko asisten Pak Radit" ucap Siska di sebernag telepon.


" Apa alasan mereka berdua mencelakai Almarhum Mamah Ayu dan Papah Mahfud???"


" Justru itu, Mas Rangga mau ke kantor Radit dan menanyakan nya"


" Jangan biarkan Bos Rangga ke kantor Pak Radit!!!" teriak Rinda


" Mas Rangga sudah berangkat"


" Rinda telepon dulu Bos Rangga" ucap Rinda langsung mengakhiri telepon Siska.


------ " Hallo Rin" ternyata Bos Rangga langsung menjawab teleponnya.


" Hallo Bos, posisi dimana??"


" Parkiran perusahaan Bima Sakti"


" Bos, Rinda mohon kembali. urungkan niat bertemu dengan Pak Radit. tolong pura - pura tidak tahu. biarkan Polisi yang menangani kasusnya. "


" Aku hanya penasaran alasan Radit mencelakai orang tua kita"


" kita akan segera tahu Bos, tapi mohon dengan sangat cepat kembali. jangan merusak penyelidikan Polisi. Bimo juga sudah ditemukan"


Saat mendengar kata Bimo akhirnya Rangga mendengarkan kata - kata Rinda dan mengurungkan niat bertemu Radit.


" baiklah, Aku akan ke perusahaan "


" terima kasih Bos" ucap Rinda kemudian.


----- Rinda kemudian menghubungi Siska kembali.


" Hallo Rin"


" kak, Bos Rangga ke perusahaan. Tidak jadi bertemu Pak Radit"


" Syukurlah, terima kasih ya Rin"


" Sama - sama Kak"


" Rin..."


" Kamu mau kan bantu Papah menjadi pengacaranya??"


" Kenapa minta bantuan Rinda??"


" Papah juga tidak minta bantuan Rinda ko Kak"


" Om Rio sakit dan tidak bisa jadi pengacaranya."


" Anak dan mantunya juga katanya tidak bisa"


" Lah, Kak Irfan dan Lela malah ikut - ikutan Nisa tidak bisa. Pasti mereka sengaja" gumam Rinda.


" Bagaimana Rin??"


" Masih banyak pengacara yang lain Kak, Om Aryo pasti menemukan pengacara yang lebih handal dari Rinda."


" Rin, apapun yang pernah Papah lakukan sama kamu. Kakak harap kamu bisa maafkan dia"


" Rinda sudah memaafkannya Kak" jawab Rinda dengan cepat.


" Semoga hati Papah terbuka, dan sadar kalau kamu itu anak nya yang hebat luar biasa".


" Tidak perlu berlebihan Kak, oia Kak Rinda ke kantor dulu ya. lain kali kita sambung lagi"


" Iya hati - hati" ucap Siska kemudian


-------- Di rumah sakit beberapa orang polisi berjaga di ruangan Bimo dan memastikan yang masuk ke ruangannya hanya dokter dan perawat.


orang tua Bimo pun sudah tiba di rumah sakit di beritahu Lela.


orang tua Bimo mendengarkan semua cerita yang menimpa Bimo sebelum di penjara.


orang tua Bimo merasa menyesal karena sempat menganggap Bimo mati dan di keluarkan dari daftar keluarga.


tapi setelah mendengar cerita Lela mereka merasa menjadi orang tua yang gagal dalam mendidik anak.


" Bimo Pah" ucap Mamah Bimo sambil menangis


" dia akan baik - bail saja" ucap Papah Bimo yang hanya bisa melihat Bimo di balik jendela ruangan.


" Mamah belum minta maaf sama anak kita Pah"


" Papah juga bekum minta maaf Mah , semoga kita di beri kesempatan oleh Tuhan untuk memilikinya Mah."


" Ya Tuhan Bimo anak ku" gumam Mamah Bimo.


" Tante, Lela dan suami Lela akan jadi pengacara Bimo" ucap Lela yang berdampingan dengan Kak Irfan


" terima kasih sayang" ucap Mamah Bimo dan memeluk Lela.


tak lama Azka datang dan datang juga Andra


anggota Polisi yang sudah tiba duluan memberikan hormat kepada Azka dan Andra.


" Bang Azka, Mas Andra ini orang tua Bimo"


mereka pun saling jabat tangan


" Kami serahkan anak kami kepada Pak Polisi " ucap Papah Bimo


" Setelah beliau sembuh kami akan membawanya ke kantor polisi" ucap Andra

__ADS_1


" sekarang kami akan menjaga nya di sini selama perawatan " ucap Azka kemudian.


orang tua Bimo pun menganggukan kepalanya.


" Eko sudah di temukan???" tanya Lela


" belum La, tapi sketsa wajah dan bukti rekaman kamu sudahbjelas menunjulan bahwa Bimo dan Eko adalah pelaku yang menyebabkan kecelakaan Papah Mahfud dan Mamah Ayu.


" bagaimana dengan keterlibatan Pak Radit" tanya Lela


" Ini yang akan kuta selidiki selanjutnya" ucap Andra


" Papah Bastian sepertinya kambing hitam seperti Bimo" ucap Lela


" tepat dugaan kamu La" ucap Azka


" Ribet sekali kasus ini" ucap Irfan


" Iya semoga secepatnya selesai dan segera tahu apa motif kejahatan yang di lakukan Radit." ucap Andra


------- di kediaman Renata


" Elu udah lihat berita pagi tadi Ren???"


" Iya, Eko dan Bimo tersangka penyebab kecelakaan mobil Nyokapnya Rinda dan bokap nya Rangga"


Sesil menangis mendengar jawaban Rena


" Kenapa Lu menangis??"


" Ren, Gue hamil anak Eko"


" Astaga Sesil" ucap Rena


" Gue hamil anak pembunuh Ren"


Rena tidak bisa menjawab apa - apa lagi"


" Apa yang harus gue lakukan sama anak ini, Eko sudah menjadi DPO polisi"


" Elu memang tidak tahu sekarang Eko dimana???"


" tidak Ren, sudah seminggu ini dia hilang dan tidak ada kabar. nomer ponselnya juga tidak aktif"


" Elu tanya Pak Radit lah, Pak Radit kan Bos nya"


" Gue sudah menanyakannya, tapi Pak Radit bilang tidak tahu" jawab Sesil sambil menangis.


" Sil, gue bingung bagaimana harus bantu Elu"


" apa gue gugurkan kandungan ini?"


" jangan, anak ini tidak berdosa" jawab Rena dengan gemetar mengusap perut Sesil.


" Ya Tuhan syukurlah aku tidak bernasib sama seperti Sesil" gumam Rena yang sempat berpikiran ingin di hamili Radit.


" Gue bingung Ren, gue takut, gua nyesel.orang tua gua pasti malu punya anak gadis yang hamil tanpa suami, perut gue bakal tambah besar Ren" Sesil makin menangis dan Rena hanya bisa menenangkannya dengan memeluk sahabatnya dan mengelus - ngelus punggung nya.


" Semoga Eko segera di temukan Polisi, aku ingin bertemu dengannya dan memberitahu kalau aku hamil anak nya" ucap Sesil kemudian.


Rena hanya mengangguk - anggukan kepalanya.


Ren, usia kandungan berapa bulan perut akan buncit???"


" Gue ga tahu, gue kan belum pernah hamil. sekarang usia kandungan Elu berapa bulan"


" Baru positif, gue telah datang bulan sebulan"


" oh berarti udah satu bulan ya, paling gede kalau udah 6 bulan kesana"


" Semoga sebelum perut ini membesar Eko sudah di temukan" ucap Sesil mengusap air matanya.


" Elu pasti bisa melewati semua ini" ucap Rena kemudian menyemangati sahabatnya.


----


Firma hukum


Nisa dan Rinda sedang duduk bersama dan menikamati setengah gelas kopi hitam tanpa di aduk kesukaan Rinda dan Nisa.


" Rin, Elu yakin ga mau jadi pengacara Papah Bastian???"


" Dia kan ga minta Nis, masa gue nawarin diri sih"


" Gue harap Lu mau jadi pengacara Papah Bastian, feelling gue mengatakan kalau Bastian kali ini akan minta maaf dan bersimpuh di kaki Elu".


" hadeuuuuh, mana mungkin"


" Papah Bastian kan tidak pernah di penjara, beberapa hari ini pasti dunia nya hancur. dan saat kamu membebaskannya, kamu seakan memberikan dunia baru untuknya" ucap Nisa


Rinda masih belum bergeming.


" Oia, berita tadi pagi saja sudah memberitakan tentang Bimo dan Eko yang dengan sengaja membuat rusak mobil direktur Berlian indah dan istrinya. juga direktur perusahaan Angkasa Jaya yang terlibat bisnis judi dan prostisi di hotel xxx"


Rinda tidak menjawab perkataan Nisa. dia tampak berpikir. " Apa iya aku harus menjadi pengacara Papah tanpa dia minta" gumam Rinda.


" Gue sih sebagai sahabat Elu mengingatkan, bahwa seburuk apapun Papah Bastian dia tetap Papah kamu, dia lah alasan kamu kenapa ada di dunia ini" ucap Nisa


" Kamu tahu Rin??? walau pun Papah sudah berbuat jahat sama kamu, dia akan tetap menjadi ayah kamu. dan kamu akan tetap menjadi anaknya. tidak akan ada yang bisa merubahnya, karena Tuhan telah mentakdirkan kalian sebagai Ayah dan Anak " ucap Nisa kemudian.


" sama hal nya kamu yang akan menjadi momy, sejahat apapun kamu sama dedek janin. kamu tetap akan menjadi mommy nya. dan tidak akan ada yang bisa merubah itu."


" Kamu dan Papah Bastian punya ikatan darah, dia Papah kamu Rin" ucap Bisa menepuk bahu Rinda.


" pikirkan kata - kata ku, kamu harus membela Papah kamu" ucap Lela kemudian yang masih belum bisa membuat Rinda membuka suaranya.


.


.


.


.


.


.


like


vote


komentar


ketcup basyah buat semua🤤

__ADS_1


__ADS_2