Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 78


__ADS_3

pagi hari


Rinda terbangun akibat gejolak diperutnya yang meminta di isi


"Mas...Bangun"


Rinda mencium dan menghisap bibir Andra.


"masih pagi yank"


"Mas, Rinda lapar pengen surabi yang dipinggir jalan, yang jualannya nenek-nenek"


"jam segini belum ada yang jualan surabi"


"ada Mas, ini sudah jam 4"


"nanti jam 5"


"tapi yang mau dedek janin"


Andra dengan segera membuka matanya, Andra lupa kalau sekarang Rinda berbadan dua.


"benar yang pengen dedek Janin??"tanya Andra


"Iya bener, Mas tanya saja sama dedek" jawab Rinda tersenyum sendiri.


"memang dedek bisa jawab pertanyaan Mas??"


"bisa, Ibu nya yang jawab"


Andra menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengumpulkan semua nyawanya.


"ayo dong Mas jangan kelamaan mikir, mau dedek janin ngeces??"


Andra bangun dari tidur nya dan memakai bajunya, "ya udah Mas beli dulu yang dedek janin minta"


"Awas beli nya pinggir jalan, yang jual nenek-nenek. kalau bisa foto penjualnya"


"iya bawel"


-----


Andra menyusuri jalan menggunakan mobilnya mencari surabi yang dimaksud Rinda.


"itu penjualnya masih tante-tante belum nenek-nenek" gumam Andra saat melihat penjual surabi.


"cari nenek-nenek Dra, kalau ga mau bebek nakalmu merajuk" gumam Andra kembali.


setelah menyusuri jalan akhirnya Andra melihat penjual surabi yang sudah nenek-nenek bahkan giginya pun sudah tinggal dua.


Andra segera turun dan mengambil foto si nenek penjual surabi yang sednag mengangkat surabinya.


"Nek beli ya 10 pasang, yang masih panas"


"Iya Den" ucap Nenek tersebut tersenyum dan terlihatlah senyum nya dengan gigi tinggal dua.


Andra membalas senyum si nenek penjual surabi tersebut.


sepanjang perjalanan Andra tersenyum karena mendapatkan pesanan Rinda sesuai permintaan Rinda.


-----


sampai di rumah


"Yank??"


Andra memanggil Rinda dari lantai bawah.


tidak ada jawaban dari Rinda, akhirnya Andra menaiki anak tangga dan melihat Rinda ternyata masih berselimut.


"Yank surabi nya mumpung panas"


"yang jual nenek-nenek kan??"


"iya, ini fotonya" Andra memperlihatkan foto nenek penjual surabi yang lagi tersenyum


"iiih si Nenek genit amat, senyum-senyum."


"hadeuh Yank, itu senyum penjual kepada pembeli"


"si nenek jual rempeyek juga??" Rinda melihat nya di foto yang Andra ambil


"Iya"


"Mas beli??"


"engga, kan kamu ga pesan"


"balik lagi beli, Rinda ingin makan surabi nya sama rempeyek"


"Ya Tuhan sayaaang"


"ga menerima protes, ini dedek Janin yang minta"


"hadeuh" jawab Andra meraih kembali kunci mobil dan kembali ketempat si nenek penjual surabi.


"yang Ikhlas, tar dedek janin marah dan ga mau di sapa Ayah"


"hemmmmm" jawab Andra meninggalkan Rinda dikamar.


-------


setelah beberapa menit Andra sudah kembali dan membawa rempeyek yang Rinda maksud.


"Nih Yank, cepetan dimakan"


"ga jadi deh, pengennya tadi. sekarang sudah ga mau" ucap Rinda sambil masuk ke kamar mandi.


"yaaaaank" teriak Andra.


"apa ih??"


"dedek Janin minta apalagi??"

__ADS_1


"minta mandi bareng"


Andra langsung mengikuti Rinda masuk ke kamar mandi.


dikamar mandi Andra menghajar mulut Rinda kembali.


Rinda malah terkekeh dengan kelakuan Andra.


"Mas, kata dedek Janin jangan galak-galak sama dedek"


"hemmm" ucap Andra setelah menyelesaikan menghajar Rinda dan mandi terlebih dahulu.


-----


selesai mandi.


"mas dinas??"


"Iya mau ada kunjungan pejabat polri"


"ooohh"


"kamu kerja yank??"


"iya dong"


"ingat.... ucap Andra belum selesai


"ingat, tidak boleh minum, tidak boleh ketemu Radit tanpa ijin Mas"


"pinter, ucap Andra mengecup keras bagian leher Rinda sehingga meninggalkan bekas merah.


"iiiiyyyy norak, kaya tukang becak aza"


"emang tukang becak bercinta meninggalkan bekas merah?"


"ga tahu" jawab Rinda tanpa dosa membuat Andra gemas.


"jadi mau nya sekarang sarapan apa??kamu harus minum vitaminnya Yank"


" bubur ayam kayanya enak Mas"


"beli di depan yuk sekarang sebelum kamu jadi ga mau" ajak Andra.


setelah selesai pakai baju mereka menuju tempat bubur ayam. dan iya saja Rinda menghabiskan dua mangkuk bubur ayam.


Andra sampai menelan air liurnya melihat Rinda makan lahap sekali.


-----


setelah beberapa saat mereka telah berada dikediamannya, Rinda pun telah meminum vitamin yang dokter kandungan berikan.


"Mas berangkat duluan tidak apa-apa?"


"ga apa-apa Mas, Rinda bentar lagi berangkatnya. mau selonjoran dulu" jawab Rinda yang duduk di sofa karena kekenyangan makan bubur ayam.


"ya udah Mas berangkat dulu, Mas ada apel pagi" ucap Andra dan mencium kening Rinda.


"apalagi"


"masa cium kening doang.kecup basah dong"


Andra berbalik dan menciumi seluruh wajah Rinda. lalu mengecup bibir Rinda, mengecup menghisap dan menjilat nya. kecup basah seperti yang Rinda mau


"Sudah yah" ucap Andra memegang sisi sebelah kiri wajah Rinda dan menempelkan keningnya dikening Rinda.


Rinda tidak menjawab hanya tersenyum saja.


"Ayah berangkat dulu, Andra mengelus perut Rinda"


Rinda tersenyum saat mendapat perlakuan seperti itu dari Andra.


"pulang jam berapa, piket ga??"


"pulang jam 17.00..piket besok"


"ya udah cepet pulang dedek kangen lagi"


------


Firma hukum


"guys...gue hamil"


"waaaoooowwww akhirnya" ucap Nisa


"Lo belum hamil La??"


"Belum Rin, gue sama Kak Irfan sepakat menunda kehamilan."


"kenapa?"


"mau puas-puasin dulu berdua"


"Lu ga mual muntah, morning sicknes atau sejenisnya??"


"engga Nis, biasa saja. cuma kadang suka langsung pengen ini pengen itu. seperti tadi pagi langsung pengen surabi, sekarang malah pengen jagung bakar yang ada di puncak"


"ooow stop-stop, jangan bicara dan nanya yang aneh-aneh sama ibu hamil" ucap Lela.


"kalian ga mau gitu beliin jagung bakar ke puncak??"


"wooy, ini pagi hari mana ada yang juapan jagung bakar pagi hari. terus ini belum musin jagung, jangan aneh-aneh ngidamnya Rin" ucap Lela


"ya udah deh kalau aunty ga mau ngasih jagung bakar sama sedek Janin"


"ooooeeeekkkk, bawa-bawa dedek janin. kalau Elu mau ngerjain kita ga bakalan mempan ya Nis"


"hahahahah iya, jangan harap kita mengabulkan permintaan kamu yang aneh, kalau minta yang bisa delivery order kita kabulin"


"ya udah gue pengen sate maranggi purwakarta"


"oh my good Rindaaaaaa, berat di ongkir.Akhir pekan kita kesana langsung"

__ADS_1


"bener nih??"


"iya kalau masih mau, tar juga jadi ga mau" ucap Nisa


"ko tahu sih, Lu pernah hamil dan ngidam ya??"


"enak saja" ucap Nisa.


"hay hay hay...." tiba-tiba Mba Lasmi datang dan memberikan amplop kepada Nisa.Lela dan Rinda.


"apaan nih??" tanya Rinda


"itu uang bagian kalian dari kasus perusahaan angkasa Jaya"


"woow akhirnya cair juga" ucap Nisa.


"gue traktir makan di restaurant Jepang ya" ajak Rinda.


"asssssoooy gebooy, gaspoool" ucap Lela


-------


tiba jam makan siang


"Bos...Rinda lagi makan siang di restauran Jepang bersama Tim nya"


Radit tersenyum saat mendengar informasi tersebut dari Eko asistennya.


"mau ditemani Bos??"


"ga perlu" Radit pergi dari ruangannya meninggalkan Eko.


------


Restaurant Jepang.


"ingat dulu Rinda berlaku gila saat bertemu Mas Andra disini??" tanya Lela


"Iya, terus akhirnya ribut sama si Renata kan??"


"hahaha masa lalu gue memang indah" ucap Rinda.


saat mereka tertawa munculah Radit.


"Rinda"


"hey Pak Radit, makan disini juga??" tanya Lela


"Iya, boleh gabung??" tanya Radit langsung duduk bergabung bersama Lela.Nisa dan Rinda sebelum disetujui ketiganya.


"boleh kok" jawab Lela.


Rinda malah di buat terdiam, aduh kenapa bisa bertemu Pak Radit disini" gumam Rinda.


tak lama beberapa mobil hitam terparkir di area restauran Jepang.


turun beberapa orang berjas dan beberapa orang berseragam polisi, disambut langsung pelayan restaurant Jepang.


iya itu adalah rombongan Mas Andra dari Polres yang menjamu pejabat Polri untuk makan siang disana.


kedatangan pria-pria berseragam polisi tentu mengundang perhatian banyak orang disana termasuk Rinda.


"Alaamaaak suami gue" gumam Rinda.


Nisa pun melihat Azka pacarnya ada diantara orang-orang yang datang.


Andra tetap berjalan dengan gagahnya dibelakang pria paruh baya berjas hitam, dari kejauhan Andra menatap tajam Rinda.


saat melewati tempat Rinda dan geng duduk tanpa sedikitpun melihat ke arah Rinda. tapi Rinda tahu sudut mata Andra melihat ke arahnya.


"barusan yang lewat Mas Andra kan Rin?" tanya Lela


"I- iya..."


"ko jutek banget"


"hemm Azka saja senyum sama gue" tambah Nisa


"'suami kamu polisi?" tanya Radit.


"iya, baru tahu??"


"tahu nya suami kamu wakir dirut Wijaya Grup"


"suami Rinda polisi, jabatan wakil dirut hanya warisan saja"


"oooh jawab Radit tanpa dosa"


"duh mam*us gue, kenapa ada Mas Andra. huaaaaaaa dedek Janin tolong Ibu...Ayah marah ga ya??"


dengan seketika nafsu makannya hilang, Rinda hanya mengelus-ngelus perutnya memohon pertolongan dari dedek janin.


.


.


.


.


.


.


.


like


vote


komentar


🤭🤭🤭🤭🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️

__ADS_1


__ADS_2