
Semua mata tertuju kepada Pak Rendi. saat Pak Rendi dan berdiri menepuk nepukan tangan nya saat Rinda menunjuk dirinya.
kini Rendi dan Rinda sedang saling tatap.
"kamu tahu siapa saya??" tanya Rendi dengan tatapan tidak suka kepada Rinda.
"yang saya tahu,sekarang rapat pemegang saham,pimpinan anak cabang perusahaan,investor dan manager bagian perusahaan. Anda pasti salah satunya"
"Pintar..., asal kamu tahu. Saya adalah Kakak Ipar direktur perusahaan Angkasa Jaya. Saya tidak mungkin terlibat kasus yang menjerat perusahaan apalagi mempropokasi keluarga korban."
"saya kan tidak menuduh Anda"
"tapi perkataan Kamu seolah menuduh saya"
"saya hanya memberi anda kesempatan bicara. semua orang disini berbicara dan hanya Anda yang terdiam"
"tidak ada yang perlu saya bicarakan disini" ucap Rendi
"jadi dimana Anda akan bicara, apa Anda akan mewakili perusahaan untuk mediasi dengan keluarga korban???"
Rendi tampak kaget saat pertanyaan itu terlontar.
"dasar anak bodoh, kenapa kamu bela Bastian setelah apa yang dia lakukan kepadamu. Seharusnya kamu ada di pihak ku" gumam Rendi.
"Aku melakukan ini untuk membalas kesakit hatian Riska adiku, aku ingin Bastian jatuh. tapi kenapa kamu membelanya?" gumam Rendi.
Rendi dan Rinda saling tatap.
"Bapak direktur yang terhormat, mari selesaikan rapat ini, dan segera adakan mediasi dengan keluarga korban di tangerang, lebih cepat lebih baik.Bapak Rendi sepertinya sudah siap menyelamatkan perusahaan" ucap Rinda.
"Aryo, siapkan tempat untuk mediasi bersama keluarga korban." ucap Bastian.
"Untuk mediasi kita adakan di polresta Tangerang, sebagai respon dari perusahaan kepada pihak korban. Saya akan menghubungi Kapolresta Tangerang untuk memanggil pelapor dan mengadakan mediasi disana" ucap Andra. "
"semua orang diruangan mengangguk anggukan kepalanya"
"Pa Bastian saya sebagai pemegang saham 10% disini melimpahkan semuanya kepada Tim kuasa hukum perusahaan"
"Ibu Rinda, saya sebagai investor terbesar untuk proyek ini mempercayakan semuanya kepada Anda, dana yang sudah digelontorkan perusahaan Bima Sakti sekarang ada ditangan Anda" ucap Investor Bima Sakti sambil menatap Rinda.tatapan yang tidak biasa dari investor tersebut disadari Andra sebagai sesama laki-laki yang menyukai sosok perempuan.
lain halnya Rinda yang mengangguk sebagai pengacara yang profesional saat bekerja.
Rinda menganggukan kepalanya dan menyatukan kedua telapak tangannya" terimakasih untuk kepercayaan bapak-bapak semua, saya berjanji akan menyelesaikan kasus ini secepatnya, apabila ada yang ingin ikut mediasi kita bertemu di Polresta Tangerang, saya akan menuju kesana bersama Tim kuasa hukum saya.
"baik kalau begitu rapat hari ini kita cukupkan" ucap Bastian.
Saat semua berdiri dan saling bersalaman, mereka cukup puas dengan keputusan rapat.
Rena milih tidak berjabat tangan dengan Rinda, dia keluar ruangan mengikuti manager keuangan dan menghindar dari Rinda juga Andra dibalikn kerumunan orang, saat itu Rena merasa menjadi semut yang tidak dibutuhkan keberadaannya.
"Grace telpon supir,sekarang kita ke Tangerang, kita harus sampai disana duluan." ucap Andra kepada sekertaris barunya yang cantik dan montok.
"baik Pak" ucap Grace.
Grace adalah sekertaris berpengalaman, tapi tidak akan ada yang menyangka kalau usianya sekitar 27 tahun, 2 tahun diatas Andra.karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya tidak kalah dari Rinda yang baru berusia 22 tahun saat ini.
" Semua kami serahkan kepada Bu Rinda dan Pak Rendi" ucap beberapa orng pemegang saham dan investor pada saat mereka bersalaman"
Rendi buru-buru meninggalkan ruang rapat dengan alasan ke toilet.
"kita bertemu di Tangerang Pak Rendi" ucap Rinda melihat Pak Rendi yang keluar dengan ujung matanya.
Rendi tidak menjawabnya.
"Bilang kepada Dia, nasib perusahaan ada dipundaknya" bisik Bastian kepada Aryo.Aryo pun menjawab dengan menganggukan kepalanya.
Bastian meninggalkan ruang rapat tanpa bertegur sapa atau bersalaman dengan Rinda, Rinda sedang sibuk mengobrol dengan beberapa manager, pimpinan perusahaan, para pemegang saham dan Investor.
__ADS_1
Rinda mengajak semuanya untuk ikut mediasi, namun ternyata yang tertarik ikut hanya Insvestor dari perusahaan Bima Sakti.
Yang lainnya memilih ke perusahaan masing-masing dan mempercayakan semuanya kepada Rinda.
mereka menuju Tangerang dengan mobil masing-masing
"Rin, nasib perusahaan ada dipundak mu" ucap Aryo sambil menepuk bahunya.
Rinda mengedarkan pandangannya mencari sosok Bastian.
Rinda menatap Aryo, Aryo hanya menganggukan kepalanya.
Rinda bekerja cukup profesional, seketika sosok manja terhadap suaminya lenyap saat diruang rapat.
Andra mendekati Rinda diikuti sekertarisnya.
"Mas berangkat duluan, Mas akan minta Aula Polresta disiapkan untuk mediasi bersama keluarga korban, karena laporan telah masuk Polresta Tangerang." ucap Andra
Rinda tersenyum dan mengangguk,lalu merapikan dasi dan jas Andra.
Andra mengusap puncak kepala Rinda sekilas, sebenarnya Andra ingin mencium kening Rinda hanya saja semua mata sedang melihat pemandangan mereka.
Andra dan sekertarisnya telah hilang dari ruang rapat.
"saya akan berangkat dengan tim Kuasa hukum saya, sampai bertemu di Tangerang ucap Rinda kepada Investor Bima Sakti yang ingin ikut mediasi.
Rinda meninggalkan ruang rapat di ikuti Lela, Nisa dan Kak Irfan.
Pandangan Investor Bima sakti penuh kagum kepada sosok Rinda.
-----------
Investor Bima Sakti yang ingin hadir diacara mediasi sudah duduk didalam mobilnya menuju Tangerang.
Eko asisten Radit sangat aneh saat sosok keras kepala meluluh oleh seirang pengacara bernama Rinda, padahal sebelum ikut rapat Radit sudah bertekad akan menarik kembali dana yang sudah dia gelontorkan untuk proyek tersebut.
oh Iya Investor dari perusahaan Bima Sakti adalah Radit, usia 28 tahun. laki- laki tampan, mapan dan kaya raya. semua wanita dilingkungan perusahaan-perusahaan ternama mungkin tahu siapa Radit, dia adalah anak tunggal dari pemilik perusahaan Bima sakti yang bergerak disegala bidang.
Radit menjadi Rebutan para karyawati wanita diperusahaannya, tapi tak satupun yang menarik perhatian Radit. Radit malah tertarik dengan sosok Rinda yang baru dilihatnya di ruang rapat.
Iya sosok Rinda yang Radit lihat adalah sosok cantik, pintar, anggun. padahal yang sebenarnya Barbar, urakan dan manja.
"Siapa perempuan itu??"
"perempuan yang mana?" ucap Eko asisten Radit
"yang tadi bicara".
" kamu kan tadi dengar sendiri, namanya Rinda Ayu Lestari, pemilik saham dan Kuasa hukum perusahaan"
"Aku suka sama Dia"
"Eko yang duduk disamping supir langsung melirik atasannya yang duduk di jok belakang"
"apa??! "tanya Eko meyakinkan ucapan Radit atasannya
"Aku suka sama wanita pintar itu".
"suaminya ada diruang rapat bersama kamu, kamu lihat tadi wanita itu membenarkan dasi dan jas suaminya??"
"yang aku lihat dia membenarkan dasi dan jas ku" ucap Radit tanpa menatap Eko asistennya.
"dia menantu perusahaan Wijaya"
"Iya tahu" ucap Radit santai
" jangan macam-macam sama Istri orang"
__ADS_1
" wanita mana yang menolak kemewahan??aku akan tawarkan semua yang aku punya kepadanya.asal dia mau bersama ku" ucap Radit tersenyum sendiri membayangkan wajah Rinda, sosok wanita pintar yang bisa menguasai ruangan rapat yang panas dan menyiram hati Radit yang beku.
"jangan gila kamu"
"Aku tergila gila pada pandangan pertama ucap Radit"
"kamu bisa dapatkan wanita manapun yang kamu mau, tapi jangan Istri orang" ucap Eko.
"sekarang dia masih istri orang, besok kan tidak tahu. cari tahu latar belakang keluarga Rinda Ayu Lestari" ucap Radit sambil tersenyum.
"perlu aku cari tahu dengan keluarga suaminya??"
"tidak perlu, aku cukup tahu keluarga Wijaya" ucap Radit.
sedangkan Eko hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak percaya saat atasannya mengatakan menyukai seorang wanita adalah sosok wanita yang statusnya istri orang.
----
Bastian duduk dikursi kebesarannya, dia sangat malu untuk bertatap muka dengan Rinda, anak yang selama ini dia remehkan.
Sebenarnya sejak Rinda kecil dan sekolah dulu Bastian tahu bahwa Rinda adalah anak yang pintar, tapi Bastian tidak pernah mengakuinya.
sampai hari ini dimana hari kepintaran Rinda menjadi penyelamat hidupnya.
Bastian memegang dada kirinya yang terasa sakit kembali.
Aryo telah masuk kedalam ruangan.
"ada kabar apa??" tanya Bastian
"sepertinya Pak Rendi memang terlibat kasus ini, dia menyetujui mempekerjakan buruh lepas"
"lalu kecelakaan ini, apa suatu kesengajaan??" tanya Bastian.
"kemungkinan"
"kenapa Rendi melakukan ini??"
"jangan lupa apa yang sudah kamu perbuat kepada istrimu, adik Pak Rendi"
"Dari mana dia tahu?? Apakah dia tahu kalau Rinda anak ku?" tanya Bastian kepada Aryo.
"kemungkinan tahu" jawab Aryo
Bastian tampak termenung memikirkan semuanya.
"Aryo tolong ke Tangerang, bantu Rinda" ucap Bastian dan diangguki Aryo.
"sepanjang perjalanan Rinda dan Tim terus berdiskusi untuk mediasi bersama keluarga korban.
sedangkan Mas Andra telah menyiapkan sebuah ruangan di Tangerang di Polresta untuk mediasi, dan telah dilakukan pemanggilan kepada keluarga korban untuk mediasi dengan pihak perusahaan, mediasi dilakukan pukul 16.00
disisi lain Pak Rendi meminta orang kepercayaannya untuk mencari pengacara handal dan menyamar sebagai keluarga korban untuk berdebat dalam mediasi dan menjatuhkan Tim kuasa hukum Rinda.
.
.
.
.
.
like👍
vote💞
__ADS_1
komentar🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
i love you all