Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 109


__ADS_3

Andra dan Rinda sudah berada di kediamannya. mereka memang ikut makan malam bersama dulu dengan Siska dan Rangga


Rinda dan Andra sudah berada di tempat tidur. Andra terus mengelus ngelus perut Rinda.


" Sudah Mas, geli" ucap Rinda saat tangan Mas Andra masih mengelus perut nya.


" Kalau kesini geli??" tanya Andra saat tangannya menangkup buah dada Rinda.


" Hahaha kalau itu enak, teruskan" ucap Rinda sambil tersenyum dan menggigit bibir bawah nya.


" Tidur saja, nanti kamu kelelahan" ucap Andra menarik tanganmya dari dada Rinda.


" Belum ngantuk kalau di suruh tidur, ayolah Mas. Rinda pengen"


Andra tak bisa menolaknya kalau Rinda sudah meminta. Walaupun dia menolak, dia tahu kalau Rinda pasti akan memperkosa nya.


Merekapun melakukannya dengan lembut , pelan dan lama. Andra membuat Rinda terus mengerang berkali kali Andra merasakan bagaimana miliknya terjepit saat Rinda mencapai puncaknya.


saat merasa Rinda sudah terpuaskan Andra pun segera menyelesaikannya dan berguling ke samping tubuh Rinda.


Andra melirik Rinda yang sudah memejamkan mata dengan seulas senyum.


" Tidur yang nyenyak" bisik Andra dan mengecup pelipis Rinda sekilas.


Andra masih menatap langit - langit kamar nya, dia masih memikirkan kasus yang sedang dia tangani.


Besok Andra akan mulai berdinas lagi, dia ingin segera menyelesaikan kasusnya.


Banyak hal yang sudah terkumpul di kepalanya termasuk dugaan - dugaan sementara tentang kasus yang sedang dia tangani.


Rencana dia akan ke lapas dulu untuk menemui Bimo.


Dengan ribuan dugaan yang bergelayut di kepalanya Andra pun mencoba memejamkan mata.


----- hingga tiba pagi hari Andra sudah bangun dan langsung menggunakan seragam nya.


" Yank, Mas hari ini dinas ya" bisi Andra pelan kepada Rinda yang masih tidur.


Rinda mengerjapkan matanya saat Andra berbisik dan menghujani nya dengan kecupan


" Jam berapa??"


" Jam 7"


" Rinda siapkan sarapan??"


" Tidak perlu, Mas buru - buru"


" Kenapa??" tanya Rinda bangun dari tidur nya dan membenarkan selimutnya menutupi tubuh polos nya.


" Mas harus segera menyelesaikan kasus yang sedang Mas tangani, rasa - rasa nya Mas punya titik terang untuk kasus ini. Bahkan Mas pikir, kasus yang lama yang pernah Azka tangani ada kaitan nya.


" Kasus mana yang Azka tangani??"


" Kasus club Nando dan meninggalnya Nando"


Rinda mengernyitkan keningnya. " Rinda belum paham"


" Ini baru dugaan Mas sih, Nantilah Mas cerita ya" ucap Andra


" Mas berangkat dulu"


" Mas, Rinda ke kantor ya. Kangen Lela dan Nisa"


" Iya, hati - hati. jangan lupa ponsel tetap menyala".


" Siaaapp" ucap Rinda dan Andra pun sudah berlalu dari kamar mereka.


" Kasus cub Nando??" gumam Rinda


Otak Rinda di berputar kembali beberapa bulan yang lalu saat di mana tidak ada angin tidak ada huja Nando tiba - tiba di nyatakan meninggal dunia over dosis. kemudian Bimo yang menjadi pengedar nakoba di kampus.


" Mereka seolah satu paket" gumam Rinda kemudian.


Rinda juga ingat balaoan liar yang selalu dia ikuti, Bimo lah yang selalubmengajaknya. dan balapan liar dijadikan taruhan judi oleh bos nya Bimo.

__ADS_1


" siapa Bos Bimo?? apa Bos Rangga?? " gumam Rinda kemudian.


Tapi dulu Azka kan sempat juga minta keterangan Bos Rangga, dan Bos Rangga tidak terlibat. Malah Bimo yang mengakui bahwa dia memang pemakai dan pengedar . Bimo juga mengakui kalau balapan liar evebt yang selalu dia adakan tidak ada orang lain di belakang event balapan liar tersebut


" Haaah, ya sudah lah. Semoga Mas Andra bisa menyelesaikan kasusnya." gumam Rinda beranjak dari tempat tidur hendak mandi dan persiapan bernagkat ke kantor.


Rinda juga bersiap untuk bermain ke sebuah perkampungan kumuh untuk memberikan barang - barang layak pakai milik Almarhum Mamah Ayu untuk di berikan kepada orang yang membutuhkan.


----- setelah beberapa saat Rinda sudah siap kembali dengan pakaian kerja nya.


Rinda bercermin dan mengelus perut nya. Rinda juga berputar putar melihat bentuk tubuhnya yang bertambah berisi. " Cepat tumbuh ya Dedek, Momy dan daddy tunggu dedek " ucap Rinda sambil tersenyum sendiri.


---- Rinda menyempatkan sarapan, karena sebelum ke kantor nya dia akan ke sebuah perkampungan kumuh.


setelah beberapa menit mobil Rinda riba di sebuah perkampungan kumuh, mobil Rinda di parkir di sebuah lapangan bola yang kemungkinan selalu menjadi tempat anak - anak bermain di sana .


saat Rinda keluar mobil dan mengeluarkan beberapa dus barang - barang yang ada di mobil nya beberapa otang langsung menghampiri Rinda.


" Bu mau memberikan sumbangan??" tanya warga kumuh di sana.


" Iya ini asa beberpa pakaian wanita bekas tapi sangat layak pakai, bahkan ada beberapa barang baru yang belum sempat terpakai. Ada sendal, tas, dan banyak lagi" ucap Rinda.


" Saya ketua RT di sini Bu, biar saya terima sumbangan Ibu dan saya bagikan untuk orang - orang yang membutuhkan"


" Oh iya terimakasih. ini di dalam masih ada dus nya" ucap Rinda.


sekitar 5 dus besar berhasil di keluarkan dari mobil Rinda.


Rinda pun undur pamit, beberpaa orang pun langsung berkumpul untuk melihat isi sumbangan Rinda dan mengucapkan banyak terima kasih.


Rinda pun memasuki mobil nya untuk menuju ke kantor. saat Rinda memarkirkan mobilnya dan melihat spion mobil dia melihat seorang laki - laki yang melintas dari kaca spion nya


" Bimo??" ucap Rinda sambil melihat kembali spuon mobilnya, tapi sosok laki -laki tersebut sudah berlalu tidak ada.


Rinda pun turun kembali dari mobil nya dan melihat di sekitar wilayah kumuh tersebut.


" Akkkh tapi masa iya Bimo di sini, bukannya dia di penjara" gumam Rinda kemudian


" Bu kenapa?? ada yang lupa?? " tanya RT di sana saat Rinda turun kembali


Saat mobil tersebut meninggalkan lokasi kumuh tersebut, Bimo keluar dari persembunyiannya di balik kerumunan orang - orang yang berebut menginginkan sumbangan yang Rinda berikan.


" Untuk aku segera menyadari keberadaan Rinda, kenapa di lokasi begini saja Aku hampir di temukan orang yang mengenali Aku" gumam Bimo frustasi.


" Apa Aku benar - bemar harus meninggalkan Jakarta demi keamanan ku??? jangan sampai Bos kecewa kepada ku dan menghabisi nyawaku" gumam Bimo kemudian dalam kegundahannya.


------- beberapa menit kemudian Rinda sudah berada di Firma hukum tempat dia kerja.


" Pagi Pak satpam "


"Pagi Bu Rinda, apa kabar??"


" Baik, yang lain sudah datang??"


" Hanya ada Bu Nisa dan Bu lasmi"


" oke, terima kasih" jawab Rinda dan masuk ke dalam kantor. Rinda pun menuju lantai dua di mana meja dia berada juga teman - temannya.


" Haaaayyy"


" Haay Rin " teriak Nisa langsung memeluk Rinda begitupun Mba Lasmi.


" Tetap semangat" ucap Mba Lasmi


" oh iya dong harus" ucap Rinda


" Mas Andra dinas??"


" Iya dinas Nis, eh nikah kantor kamu sama Azka sudah selesai??"


" Sudah kemarin, nanti malam katanya pengen akad dulu. Minggu depan resepsi"


" Waduh, Azka sudah tak tertahan gunung nya ingin memuntahkan lahar putih" ucap Rinda sambil terkekeh.


" heeemmm dari kemarin juga ngajakin langsung akad, tapi orang tua gue belum siap sesajennya. jadi entar malam kata bonyok siap nya. datang ya!!!"

__ADS_1


" Okey, Lela sudah tahu??"


" Lela keluar kota, nemenin Kak Irfan"


" Tumben"


" Iya, Aku juga mikirnya tumben banget"


" Eh Nis tapi jangan ribut dulu ya"


" Apa??"


" Sini deh" ucap Rinda sambil duduk di kursinya, Rinda melihat Mba Lasmi sudah sibuk dengan pekerjaannya


kini Rinda dan Nisa sudah duduk berhadapan.


" Kayanya gue lihat Bimo"


" Haaahhh???!!"


" Sssttt"


" Di mana??"


" Di perkampungan kumuh "


" Ngapain ke sana??"


" Memberikan sumbangan"


" mungkin Lu salah lihat orang , atau mirip. Kan Bimo di penjara"


" Tapi ko gue yakin Bimo"


Nisa dan Lela tampak berpikir sejenak.


" Jangan kasih tahu Lela dulu" ucap Rinda


" Oke deal"


" Bagaimana kalau kita cek Bimo ke lapas"


" Baru gue mau ngomong begitu, kemon gassss" ajak Nisa.


Nisa dan Rinda pun bergegas meninggalkan kembali kantor nya.


" hey mau kemana kalian??" tanya Mba Lasmi


" Ada urusan dulu sebentar"


" Ka sini lagi??"


" Iya"


" Bawa makanan ya" ucap Mba Lasmi sambil menaik turunkan alisnya.


" Oke siap" jawab Rinda dan Nisa kompak.


.


.


.


.


.


Like


vote


komentar


maaf ya masih tersendat updatenya🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️

__ADS_1


kectup basyahhh😘


__ADS_2