
Biar semangat update nya, jangan pelit vote nyaπ...
Buktikan cinta kalian sama novel ini dengan Vote vote voteπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ
Ku tunggu vote nya... Oke nextπ
-----------------
Suasana di perusahaan Berlian Indah dimana diadakan konperensi pers 3 perusahaan besar di Jakarta saat ini mengundang perhatian semua orang.
Dimana kasus skandal yang melibatkan semuanya termasuk sesuatu hal yang menarik perbincangan dikalangan pebisnis, apalagi untuk ibu-ibu sosialita istri-istri pemegang saham diperusahaan tersebut.
Banyak yang menyimpulkan sendiri tentang skandal kasus yang menimpa tiga keluarga tersebut.
Radit yang melihat siaran langsung konprensi pers tersebut di kantor mengamatinya dengan seksama.
" Menurutmu berita yang melibatkan 3 perusahaan ini benar adanya Ko ??"
" Ya kita ikuti saja berita nya sekarang, apa yang akan mereka sampaikan " Ucap Eko sedikit heran Bos nya mendadak bodoh.
----
Disebuah ruangan perusahaan Berlian Indah milik Pak Mahfud.
Media sudah siap dengan konprensi pers yang di minta keluarga Mahfud.
Saat Papah Mahud, Mamah Ayu, Papah Wijaya, Mamah Sofia, dan Mamah Riska masuk ke ruangan dan duduk di temoat masing-masing. kilatan foto yang diambil media tidak berhenti hingga mereka duduk.
Tim kuasa hukum Papah Rio dan rekan sudah siap sebagai juru bicara ketiga keluarga tersebut.
Papah Rio ( Bokap Lela ) adalah sosok pengacara senior yang cukup disegani di negara ini. Kasus apapun yang di tangani beliau pasti menang.
Banyak pengacara-pengacara muda yang bekerja ditempatnya dulu sekarang sudah mrnjadi pengacara handal dan kadang menjadi rival nya dalam menghadapi sebuah kasus.
Tapi tetap saja belum ada yang mampu meruntuhkan kekuasaan Papah Rio didunia hukum. Apalagi untuk sebuah konprensi pers yang menurut Papah Rio bukan hal yang sulit.
" Selamat siang semua media yang hadir disini, terimakasih sudah hadir memenuhi undangan klien saya "
" Saya Rio Nugroho sebagai kuasa hukum akan menjelaskan terkait berita yang sedang menjadi huah bibir saat ini, banyak yang menyimpulkan sendiri tentang berita yang menyebar saat ini "
" Disini saya akan menjelaskan perihal Pak Bastian yang beritanya selingkuh dengan Bu Ayu Istri Pak MahFud itu tidak benar "
" Mengenai nama Rinda Ayu Lestari pengacara yang juga anak buah saya memang benar dia adalah puti bapak Bastian dan Bu Ayu."
" Rinda Ayu Lestari merupakan menantu dari keluarga Wijaya "
" Bu Ayu merupakan Istri siri Pak Bastian sebelum menikah dengan Pak Mahfud "
" Kalau selama ini Pak Bastian menyebutkan hanya mempunyai putri tunggal bernama Siska itu benar adanya, yaitu putri tungga dari istri nya yang bernama Ibu Riska. Disini ada Ibu Riska nya " Papah Rio menunjuk Mamah Riska, dan Mamah Riska menganggukan kepalanya.
" Sebenarnya tidak ada yang ditutupi oleh Keluarga Bastian, Keluarga Wijaya dan keluarga Mahfud "
" berita yang sebenarnya seperti itu, tidak ada perselingkuhan Pak Bastian dengan Ibu Ayu yang sekarang menjadi istri Bapak Mahfud. Semua hanya masalalu, dan sekarang hubungan keluarga mereka baik-baik saja. "
" Saya rasa cukup jelas dan tidak ada sesi tanya jawab " Ucap Papah Rio.
Semua media terdengar ricuh saat Papah Rio mengucapkab tidak ada sesi tanya jawab.
Papah Rio dan semua yang ada disana berdiri dan meninggalkan ruangan.
Sebenarnya beberapa media merasa belum puas dan inhin bertanya, tapi aturan awal media sudah tahu bahwa tidak ada sesi tanya jawab. Konprensi persn hanya sebuah klarifikasi.
" Sepertinya Pak Bastian memang tidak pernah mrngakui Rinda sebagai anak nya , benar tidak Ko ??" tanya Radit setelah melihat berita tersebut.
" Ya sepertinya, Bos ingat saat perusahaan Pak Bastian kena kasus?? Bahkan Pak Bastian dan Bu Rinda seperti orang asing yang tidak saling sapa "
" Hemm, Ko sepertinya akan ku tarik dana yang perusahaan kita investasikan diperusahaan Angkasa Jaya "
" Jangan gila Bos "
" Ini sebuah trik agar aku bertemu dengan Rinda, Pak Bastian pasti meminta penangguhan penarikan dana. Aku akan ajukan syarat kepada Pak Bastian agar putri kedua nya yang menemui aku "
" Hah, yakin Bu Rinda mau menemui Bos ??"
" Justru kita lihat bagaimana hubungan keduanya, kalau saja Rinda datang berarti hubungan mereka baik-baik saja. Kalau tidak datang berarti, kamu tahu sendiri jawabannya Ko."
" Terserah Bos, yang punya uang kan Bos "
" Aku suka saat kamu bilang terserah, kamu sadar kan yang beruang yang berkuasa "
Eko tidak menjawab apa - apa, atasannya memang sudah tercipta dengan urat sombong.
-------
__ADS_1
" Rinda masig memejamkan mata, dengan seragam Andra masih menutupi setengah wajahnya.
Andra tetap duduk disamping Rinda, sesekali dia mengusap perut Rinda dan mengajak Dedek janin bicara untuk tidak membuat Momy mual kembali.
" Mas " Panggil Rinda walau mata terpejam
" Hemm "
" Mas marah??" Tanya Rinda yang ingat sebelum dia munta Andra melemparkan kartu ucapan dari Radit ke arahnya.
" Iya " jawab andra pelan.
Rinda membuka matanya dan menatap ke arah Andra.
" Tapi Rinda tidak melakukan apa-apa "
" Jaga jarak sama Radit, dia ngomong sendiri kalau dia suka sama kamu. Dan mengajak Mas untuk bersaing secara sehat "
" Haaah?? serius Mas ?? "
" Iya, sebenarnya tadi Mas bertemu dengan Radit "
" Sepertinya Pak Radit harus diperiksa kejiwaannya Mas"
Andra terkekeh mendengar ucapan Rinda.
" Iya benar Yank, sepertinya Pak Radit sakit mental. Masa Istri orang mau di embat juga "
" Hemm, tapi Mas jangan marah sama Rinda. Rinda kan tidak suka sama Pak Radit "
" Kamu bilang yang jelas sama Pak Radit, dan bilang sama dia untuk tidak berharap lebih sama kamu "
" Iiikh Rinda ke pedean amat langsung ngomong begitu, ngomong suka sama Rinda saja Pak Radit engga "
" Tapi dia ngomong sama Mas,dia akan menjauhi kamu kalau kamu yang minta " Nada bicara Andra sedikit naik 2 oktap.
" Iya sudah nanti Rinda bilang sama dia tidak perlu kirim-kirim bunga, Rinda sudah punya suami "
" Tambah lagi, kasih tahu Radit kamu lagi hamil, hamil anak Andra Wijaya " ucap Andra.
" Iya nanti Rinda bilang "
" Heheh bagus-bagus " Andra sedikit menurunkan kembali nada bicaranya ke level normal.
" Pengen pulang duh, Rinda sudah baik-baik saja ko Mas."
Tak lama mereka berbincang dokter tiba diruangan Rinda.
Selamat siang Bu Rinda, bagaimana keadaan nya??"
Dokter tersenyum saat melihat Rinda menutupi setengah wajahnya dengan seragam polisi milik suaminya.
" Mual dokter "
" Apa yang membuat Anda mual?? wajah suami Anda??" ucap Dokter sambil tersenyum
" Iih bukan dokter, aroma bunga mawar bikin saya mual "
" Itu normal ya Bu untuk awal- awal kehamilan, ibu bisa mual kalau mencium aroma nasi, atau aroma-aroma lainnya, bukan bunga saja." ucap Dokter sambil memeriksa keadaan Rinda
" Apa bisa pulang sekarang Dok ??" tanya Andra.
" Iya sepertinya boleh pulang, tapi bapak tolong dijaga ya istri Bapak. saya akan kasih resep yang hatus bapak tebus, vitamin dan penguat janin, setelah obat habis tolong datang kembali "
" Siap dokter " ucap Andra menganggukan kepalanya.
" dokter, boleh tidak kalau kami melakukan hubungan badan " tanya Rinda tanpa malu-malu yang membuat Andra tidak percaya Istri nya menanyakan hal itu.
" Harusnya tidak boleh, tunggu sampai janin ibu benar-benar kuat "
" Saya yang takut tidak kuat dokter " ucap Rinda
" Oh My God, sumpah demi apapun kamu membuat Mas malu " gumam Andra.
" Kalau misal Ibu kuat melakukannya boleh saja Bu, tapi dengan perlahan ya Bu "
" Aasssyiiiaaap Dokter " Ucap Rinda tersenyum dibalik seragam suaminya.
Sedangkan Andra saat itu ingin sekali bersembunyi dilubang semut sekalipun, yang penting wajahnya tidak terlihat oleh dokter perempuan ini
" Silakan Pak Andra selesaikan administrasinya sebelum kalian pulang "
" iya Dok " Ucap Andra menunduk tak mau melihat wajah dokter tersebut yang pasti sedang menahan tawanya.
__ADS_1
" Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu Rinda " pamit dokter dan meninggalkan ruangan dimana Rinda dirawat.
" Mas, cepatan selesaikan administrasinya "
Sebelum Andra meninggalkan Rinda datang perawat yang akan membuka infusan Rinda dan membantu Rinda mengganti baju nya.
" Mas, cepat sana. selesai Rinda ganti baju pokoknya Mas harus sudah kembali."
" Iya bawel " ucap Andra."
Saat keluar ruangan Rinda,Andra bertemu dengan Rangga.
" Dra, bagaimana keadaan Rinda??"
" Sekarang sudah boleh pulang"
" Tolong temui dulu Siska, dia ingin bertemu Rinda "
" Iya, Aku mau menyelesaikan dulu administrasi setelah itu nanti aku keruangan Siska bersama Rinda. "
" Terimakasih" ucap Rangga dan meninggalkan Andra.
Andra menyelesaikan administrasinya, dan kembali lagi keruangan Rinda
Sosok tampan Andra tentu saja membuat kagum perawat - perawat yang ada disana.
Rinda bahkan melihat perawat yang barusan membantunya ganti baju curi-curi pandang melihat suaminya.
" Mas " ucap Rinda sambil berjalan ke arah Andra dan memeluknya.
" Sudah selsai??" tanya Andra.
" Sudah "
" Terimakasih atas bantuannya " ucap Andra kepada dua orang perawat yang masih berdiri disana dan dua orang perawat tersebut pun meninggalkan Andra dan Rinda.
Rinda mengambil seragam Andra dan memakaikan kembali ke tubuh Andra.
Rinda mengancingkan satu persatu kancing seragam Andra sambil tersenyum.
" Kangen " ucap Rinda
" Mas juga "
" Kata Dokter boleh tapi pelan "
Andra tahu maksud Rinda, batapa beruntungnya Andra dapat istri yang tidak ada jaim-jaimnya untuk urusan ranjang.
" Ayo pulang Mas, dedek janin kangen berat "
" Eh tunggu sayang, Rangga bilang Siska ingin bertemu kamu "
" Ooppsss, hampir lupa " ucap Rinda tersenyum menunjukan giginya.
" lihat dulu Siska ya "
" Iya Mas, tapi jangan lama-lama. takut Dedek Janin marah "
" Hahaha... Iya sayang.Cup cup cup cup " Andra mencium kening, kedua pipi dan bibir Rinda sekilas " kelakuan Rinda selalu membuatnya gemas.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan pelit vote yaππ
like
komentar
terimakasih yang masih setia voteππππ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ
I
__ADS_1
Love
you allπππππ€€π€€π€€π€€π€€