
Rinda kembali ke rumah dinas diantar supir Mamah Sofia,baju dan sepatu yang dia bawa dari butik Mamah Sofia sangat banyak.mungkin ada 10 paper bag.belum lagi belanjaannya untuk keperluan dapur.
Supir membantu mengeluarkan belanjaan Rinda.baru saja Rinda mau masuk ke rumah dinas nya.datanglah mobil Rinda yang dia tinggal di perusahaan Papah Wijaya.
"Bu.. saya karyawan Bapak Wijaya,ditugaskan Mengantarkan mobil ibu"
"oke tengkyoh" ucap Rinda sambil mengambil kunci mobil nya.
kemudian Rinda menyuruh supir Mamah Sofia kembali kebutik setelah membantu membawakan belanjaannya ke depan pintu.
Rinda sudah masuk kedalam rumah dan melihat jam sudah pukul 17.00.
seharian Andra tidak ada menghubunginya.
"kemana dia??" gumam Rinda
Rinda mencoba menelponnya tapi tidak dijawab.
Rinda menelpon Papah Wijaya menanyakan apakah Andra ke perusahaan.ternyata tidak.
kemudian Rinda menyimpan belanjaannya dan mandi.
sudah pukul 18.00 Andra belum juga pulang dan tidak ada kabar.
Rinda meraih kunci mobil dan langsung menyusul Andra ke Polres.
diperjalanan dia melihat Rena bersama Sesil sedang duduk disebuah cafe.kebetulan Rena dan Sesil duduk di luar cafe jadi Rena bisa melihatnya.
Di cafe Sesil menceritakan bahwa dia sudah putus dengan Azka kakaknya Rena.
Rena menceritakan kejadian kemarin diperusahaan bersama Andra dan Rinda,Rena menceritakan dengan menggebu-gebu,seolah dia ingin menghajar Rinda.
dan entah setan apa yang merasuki Rinda.Rinda malah berbalik arah kembali ke cafe tersebut dan memarkirkan mobil nya di cafe dimana Rena dan Sesil berada.
Saat Rinda turun dari mobil Rena dan Sesil melihatnya.karena sengaja Rinda berhenti tepat dimana Rinda dan Sesil duduk.
Rinda merasa belum puas terhadap Rena kemarin saat diperusahaan.
"haaay banalu" Rinda melambaikan tangannya.saat pandangan Rena dan Sesil mengarah kepadanya.
Rena langsung berdiri."maksud Lu apa??"
Bukannya sesuatu yang hidup menempel dikehidupan orang lain namanya benalu??" Rinda sudah berdiri dihadapan Rena dan Sesil.
"kita lihat berapa lamu Kak Andra bisa sabar mengahadapi sifat Lu yang barbar"
"dengar Rena,selesai magang.gue jamin Lu tidak akan pernah bisa masuk lagi keperusahaan Wijaya"
"memang itu perusahaan milik Lu??"
"itu perusahaan milik mertua dan suami gue,gue ga bakalan membiarkan satu orang pun merecoki kehidupan rumah tangga gue dan Mas Andra."
Rena menyilangkan tangannnya di dada..."coba saja kalau bisa,Om Wijaya tidak akan menolak lamaran kerja Gue" ucap Rena.
"jangan terlalu percaya diri,sekarang gue minta baik-baik.jangan coba-coba menggoda Mas Andra,sebelum gue murka dan benar-benar mencongkel matamu." ucap Rinda
"hahaha Lu takut sama Gue??"
"gue ga pernah takut sama Lu,Gue hanya memperingatkan Lu sebelum gue nekad dan benar-benar menghajar Lu Rena." ucap Rinda meninggalkan cafe.
"bilang saja Lu takut Kak Andra berpaling sama gue kan setelah dia tahu sifat Lu yang Barbar Rinda" Rena berteriak dan didengar oleh seluruh pengunjung cafe.
Rinda benar-benar muak mendengar ucapan Rena.
Rinda membalikan meja yang ada dihadapan Rena.sontak semua makanan yang ada di meja tumpah semua,bahkan mengenai baju Rena.
"dasar Lu orang Gila!!"
"yang pantas disebut orang gila itu orang yang terobsesi dengan suami orang"
"plakkk" Rena manampar Rinda.tapi tamparan Rena sangat tidak berarti apa-apa untuk Rinda.
bug...bug.....Rinda menonjok pipi dan perut Rena hingga Rena mundur dari berdirinya dan memegang perut juga pipinya.
"karyawan cafe langsung keluar dan melihat keributan tersebut langsung melaporkan kepada manager cafe."
manager cafe yang mendengar laporan karyawannya langsung keluar.betapa kagetnya manager cafe setelah tahu ternyata biang keributan adalah menantu dari pemilik cafe tersebut.ya cafe tersebut adalah milik Mamah Sofia.
dengan segera Manager cafe memberi tahu Mamah Sofia yang kebetulan ada didalam ruangan sedang memeriksa laporan keuangan cafe.
Rena dan Rinda sudah saling tatap.Sesil hanya diam saja.tidak berani melerai keduanya.
"sayang ada apa Ini??" tiba-tiba Mamah Sofia sudah berdiri. melihat meja yang berantakan dan melihat Rinda dan Rena seakan ingin saling terkam.
"dia yang mulai tante...aku lagi makan dengan Sesil" Rena merengek
"Rinda sayang,sudah ya" Mamah Sofia mengelus punggung Rinda.(Mamah Sofia sangat tahu kalau menantunya sangat cemburu kepada Rena)
hari ini Rinda merasa belum puas karena belum menghajar Rena habis-habisan"
entah kenapa setiap melihat Rena sekarang Rinda tidak bisa mengendalikan emosinya.
Karyawan yang ada disana mengangkat meja dan membersihkan Makanan yang berantakan.
Rinda mau ke Polres dulu Mah,nemuin Mas Andra" ucap Rinda berlalu meninggalkan semuanya.
Rinda tanpa kata-kata menunjuk Rena sebagai tanda peringatan perang belum selesai.
.
.
.
.
__ADS_1
-------
setelah sampai Polres.Rinda bertemu Azka.
Hey Az...apa kabar??
"baik"
"bagaimana perkembangan kasus Bimo?"
"tadi gue sudah panggil Sesil dan Lucky Kakaknya Lela.sepertinya mereka tidak ada sangkut pautnya.
"syukurlah,terus kamu manggil Bisa besok buat dimintai keterangan lagi tentang Nando??"
"ssstt..."Azka langsung menyimpan telunjuknya dibibir nya.
"haaaaaa....ada ulang dibalik batu nih" Rinda membaca gelagat Azka.
"jujur Rin,sebenarnya gue pengen ngobrol bareng Nisa.tapi jangam beritahu dia ya,takutnya dia malah tidak datang"
"hahahahaha....pasti datang"
"Bener Rin??"
"iya..." Rinda membulatkan Jempol dan telunjuknya.
"ngomong-ngomong kamu mau ngapain kesini?"
"nyari Mas Andra,seharian tidak ada kabar"
"waduh,apa dari tadi dia tidur" gumam Azka.
Aku keruangan mas Andra dulu ya"Rinda meninggalkan Azka.
saat masuk keruangan Andra dilihatnya Andra terlentang tidur di sofa dengan tangan disilangkan di dadanya.
Rinda tersenyum saat melihat suaminya tertidur.
Rinda mendekatinya dan mengusap pipi suaminya.kemudian mengecup pelan bibirnya.
tapi kecupan Rinda mampu membangunkan Andra.
sayang,ngapain kamu disini???
"nyari suami lah,seharian tidak ada kabar.pulang telat,eeeh tahunya tidur di sini.
Andra tersenyum saat ketahuan sedang tertidur di polres.
"ayo pulang" Andra bangkit dari sofa dan meraih jemari Rinda untuk berjalan bersama.tapi Rinda menghempaskan tangan Andra
"gendong" ucap Rinda langsung loncat ke pungung Andra.
"Aduuuh" ucap Andra langsung meraih bokong Rinda yang sudah berada dipinggangnya.Rinda pun langsung mengalungkan tangannya dileher Andra sambil tertawa dan mengecup tengkuk Andra.
Rinda tidak tahu betapa masih pegal semua badan Andra karena tingkah lakunya kemarin.
"kamu kesini pakai apa?"
"mobil Rinda.tadi karyawan Papah yang nganterin kerumah dinas"
"sekarang pulang bawa mobil masing-masing??"
"pakai mobil Rinda,punya Mas simpan disini.besok Rinda amtar Mas ke Polres."
"baik ratu" ucap Andra.
didalam mobil
Mas,kenapa tidur di kantor??
"ketiduran yank"
"besok dinas apa keperusahaan??"
"dinas Yank"
Rinda mengalungkan tangannya keleher Andra dan terus menciumi pipi suaminya.
Andra hanya pasrah saja.
"Mas"
"hemm"
"Rinda habis ribut lagi sama Rena tadi di cafe milik Mamer"
"gara-gara apa lagi??"
"Mas Andra"
Andra langsung menepikan mobil nya.kemudian membuka sabuk pengamannya dan menangkup kedua wajah Rinda dengan kedua tangannya.
"sayang dengar baik-baik,tidak akan ada perempuan lain dihati Mas selain kamu"
"walaupun Rinda Barbar??"
"iya" ucap Andra mencium bibir Rinda.Rinda membalasnya dan merangkul tubuh Andra.
"buang jauh-jauh pikiran kotor dari kepalamu" ucap Andra sambil menciumi kepala Rinda.
Rinda tersenyum mendengar ucapan Andra.Andra memasangkan kembali sabuk pengamannya dan melajukan kembali mobil nya menuju rumah dinas.
"Mas.."
"hemmm"
__ADS_1
"pikiran kotor sama pikiran mesum beda tidak??"
Andra hanya terkekeh dengan pertanyaan Rinda.membuatnya semakin gemas kepada istrinya.
Andra meraih tangan Rinda dan mencium tangan Rinda.
----
sesampainya di rumah dinas.
Andra melihat bnyak paper bag di sofa
"habis ngeborong??"
"iya dikasih gratis sama Mamer"
Mas mandi dulu ya,mau ikut??" ajak Andra.
"engga ah,Rinda siapkan makan malam buat kita"
Rinda menolak ajakan Andra.dan Andra mencium kembali bibir Rinda sekilas.
-------
selesai mandi Andra langsung menuju dapur dan duduk di meja makan.
Rinda tersenyum saat melihat Andra sudah duduk manis dimeja makan.
"Masak apa?"
"yang Rinda bisa"
Rinda menyodorkan kentang goreng dan goreng nugget ayam berbentuk huruf alphabet dan dipinggirnya saos juga mayonaise.
Andra terkekeh melihatnya.Andra berasa jadi anak TK.
"Makan Mas"
"oke" jawab Andra langsung makan sebelum Rinda murka.
"ini huruf apa Yank??" Andra mengangkat nugget yang mau di makan.
"A"
kalau ini??"
"R"
kalau ini??"
"iiih apaan sih...sudah ah makan saja" Rinda manyun saat sadar Andra sedang menggodanya.
"Mas...tadi dibutik Rinda ketemu Mamah Riska"
"terus??"
"Dia baik sama Rinda"
"syukurlah"
"Mas..."
"hemmm"
"benar Mas tidak akan meninggalkan Rinda dan milih Rena."
"sebelum kenal sama kamu,Mas lebih dulu kenal sama Rena dan dari dulu Mas tidak pernah menginginkannya."
"tapi aku cemburu sama dia"
Andra hanya menggeleng gelengkan kepalanya." Jadi mau nya bagaimana biar kamu percaya??"
"bilang sama Rena kalau Mas mencintai Rinda"
"sayang dengar,kita bukan pacaran lagi kita sudah menikah.Mas menikahimu saja Rena sudah tahu bahwa Mas mencintai kamu Yank"
Andra menyodorkan kentang goreng dengan mulutnya kemulut Rinda.Rinda tersenyum dan menerimanya.
Andra tidak melepaskan kentang gorengnya hingga bibir mereka berciuman.
setelah makan Andra menggendong Rinda ke kamarnya.
"iih apaaan ini?" Rinda kaget saat Andra mengangkat tubuhnya.
"berikan Mas menu penutup" ucap Andra sambil membopong tubuh Rinda dan mencium bibirnya sambil berjalan menuju kamar mereka.
"berikan Rinda menu tambahan" ucap Rinda sekilas melepaskan ciuman Andra dan mereka berciuman kembali sampai Rinda sudah terhempas ditempat tidur dan melakukan kembali hubungan suami istri yang tidak pernah kurang dari 2 jam
skipp🤭🤭
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
🤭🤭🤭😅😅😅😅💃💃💃💃💃💃
jangan pelit vote dong...biar semangat nulisnya🤭🤭😅😅maaf bnyak mintanya