
Hallo hallo readers ku semua, ada kabar gembira.
Mulai hari ini Author update tiap hari lagiπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ
Terimakasih atas semua Like, komentar dan Vote cinta-cintaku semua untuk dukungan nya sama novel Authorππππππππππππππππππ ketcup basyah buat semuanyaπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ
----------------
Andra mengeluarkan bunga-bunga yang sudah tertata rapi dikamar rawat Rinda.
beberapa pasien dan beberapa perawat melihat Andra mengeluarkan seluruh bunga mawar dari ruangan.
" Itu mau dibuang Pak??" tanya salah satu perawat yang melihat laki-laki berseragam polisi mengeluarkan bunga-bunga mawar merah dengan sedikit bantingan.
Beberapa pasien yang akan melahirkan, yang sudah melahirkan dan perawatpun melihat ke arah Andra bagaimana tidak jadi bahan perhatian, rangkaian bunga yang sangat indah untuk wanita normal.
" Iya, ini mau di buang, Kebetulan Istri saya lagi ngidam, dan anak saya yang masih di dalam perut sangat tidak suka dengan bunganya "
"Boleh saya ambil satu Pak ?"
" Tentu saja boleh, siapapun yang mau bunganya silakan ambil " ucap Andra
Otomatis semua perawat dan pengantar pasien mengambil bunga mawar yang begitu banyaknya.
Hampir semua orang yang ada didepan ruangan rawat inap Rinda kebagian bunga mawar tersebut.
" Terimakasih Pak, semoga Istri bapak segera sembuh dari ngidam benci bunga mawarnya" ucap Perawat yang mengambil bunga mawarnya.
" Sepertinya anak Istri bapak laki-laki, makanya tidak suka bunga mawar " ucap seseorang yang juga mengambil bunga nya.
Andra hanya tersenyum, puas rasanya. Radit yang membeli bunga nya, tapi Andra yang mendapatkan doa terbaiknya.
" Hahahaa semua orang yang dapat bunga mawar tersebut melontarkan doa terbaik untuk Andra dan Rinda. Memang terkesan jahat, tapi Radit lebih jahat. Radit tidak tahu diri" gerutu Andra
Andra masuk kembali kedalam ruangan dimana Rinda di rawat dengan sangat puasa, bunga-bunga yang dia keluarkan dari ruangan Rinda sudah laku diambil orang.
Andra heran saat melihat tempat tidur Rinda masih kosong. Andra pun masuk kedalam kamar mandi dan mengecek keberadaan Rinda.
" Sayang, bunga - bunga nya sudah Mas keluarkan "
" Nyalakan dulu Ac nya, naikan suhu nya biar lebih dingin dan menyerap aroma bunga- bunga itu, mau Rinda muntah lagi ?"
" Hahaha, siap sayang "
Andra menuruti keinginan Rinda, membuat ruangan itu sangat dingin, dan menghilangkan aroma bunga-bunga pemberian Radit.
" Sayang ayo " ajak Andra kepada Rinda.
Rinda pun berjalan perlahan keluar dari kamar mandi dan menutup hidung nya.
"Mas, buka seragam Mas dong "
" Kenapa?? "
" Rinda pinjam "
Andra pun nurut melepas seragamnya hingga meninggalkan kaos polisi ketat warna coklat yang mencetak tubuh altetis suaminya.
Andra masih melihat Rinda menutup mulut hidungnya dengan telapak tangannya, tapi Andra bisa melihat dengan jelas senyum Rinda saat Andra memberikan seragam yang sudah terlepas dari tubuhnya.
Dengan segera Rinda meraih seragam suaminya dan menutupi hidung juga mulut dengan seragam suaminya.
Rinda berbaring kembali, memejamkan mata dan menarik nafas dalam dalam di balik seragam suaminya yang sudah menutup hidung juga mulutnya.
Aroma yang keluar dari seragam suaminya bahkan lebih wangi dari gundukan bunga-bunga mawar yang diberikan seorang Radit.
" Hahahaha Raditya Wiguna kamu harus nya melihat adegan ini, lihat lah Istriku bahkan lebih menyukai aroma keringatku dibanding kan dengan aroma bunga mawar yang kamu berikan " Gumam Andra dalam hati tertawa cukup puas.
" Sayang " Andra tetsenyum dan mengelus kening Rinda.
Rinda membuka matanya perlahan
" Iya Mas ? "
" Masih mual??"
" Sedikit lagi "
" Dedek janin sayang, terimaksih ya sudah berada di pihak yang benar " ucap Andra mengelus lalu mengecup perut Rinda yang masih rata
Rinda membiarkan Andra menyentuh dan mengecup perutnya, dia memilih memejamkan matanya karena sangat lelah akibat muntah-muntah.
----------
Ruang rawat Siska.
Siska sudah sadarkan diri walaupun kondisinya masih sangat lemah.
__ADS_1
Hari ini Siska keluar dari ruang ICU dan pindah ke ruang perawatan biasa.
Rangga dengan setia menemani Siska, mungkin saat menikah perasaan cinta Rangga belum sebesar saat ini, Rangga tidak bisa membayangkan bagaimana kalau dirinya harus kehilangan Siska.
Rangga sudah menyadari bahwa dia sangat membutuhkan sosok Istri seperti Siska.
" Anak kita mana Mas?"
" Anak kita masih diruangan khusus, dia lahir prematur sayang. "
" Siska ingin melihatnya "
" Nanti ya, pokoknya anak kita tampan sepertu Ayahnya "
Siska tersenyum mendengar kata tampan dari suaminya. " Anak kita laki-laki Mas??"
" Iya laki - laki "
" Allhamdulillah, Mamah mana ??"
" Mamah masih dirumah sayang, sebentar lagi kesini"
Rangga tidak memberitahu bahwa orang tua mereka sedajg berhadapan dengan media untuk menyelesaikan berita tentang keluarga mereka.
" Kenapa??"tanya Rangga kepada Siska yang terlihat mengeluarkan air mata.
" Sebelum jatuh di kamar mandi, Siska melihat berita tentang keluarga kita. Apakah semua baik-baik saja Mas? "
Rangga menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan, dibenak Rangga Tadi mengira Siska belum tahu apa-apa. ternyata Siska sudah tahu semuanya.
" Semua baik-baik saja sayang, keluarga kita sedang mengadakan konprensi pers "
"Rinda bagaimana??"
" Rinda disini, dia juga hampir ... " Rangga tidak menyelesaikan ucapannya.
" Hampir apa Mas ??"
" Hampir keguguran "
Siska tampak kaget dan menutup mulutnya dengan tanga yang tidak di infus.
" Apakah sekarang dia baik- baik saja Mas?? Siska ingin melihatnya. "
" Dia lebih baik dari keadaan kamu, Nanti Mas minta Andra yang kesini bersama Rinda. Sekarang istrirahatlah" bujuk Rangga kepada Siska.
-------
Di sebuah ruangan khusus untuk pasien khusus jantung.
Bastian masih berbaring dengan segala alat menempel di tubuhnya, Bastian ditemani Aryo.
" Apa yang sedang mereka lakukan Yo ? "
" Wijaya dan Mahfud mengadakan konprensi pers, semua akan baik-baik saja. "
" Mereka bukan peduli kepadaku, mereka membersihkan nama mereka. Karena walau bagaimanapun Mahfud sudah menjadi suami mantan Istri simpananku, dan Wijaya menjadi mertua anak dari istri simpanan ku. Iya kan Yo ??? "
" Mereka melakukan nya untuk kamu juga, Riska juga ikut disana " ucap Aryo
Bastian tidak menjawab lagi pernyataan Aryo,baginya tidak ada yang benar-benar peduli kepada dirinya setelah apa yang sudah kedua sahabatnya Mahfud dan Wijaya lakukan sebelumnya kepada dia.
Bastian masih ingat bagaimana shock nya saat tahu ternyata yang menikahi Rinda adalah anak dari Wijaya.
Bastian juga masih ingat, saat Ayu memilih hidup bersama Mahfud.
" Kenapa kamu tidak menemani Riska??"
" Riska meminta Aku untuk menamani kamu "
" Bagaimana keadaan Siska ?? "
" Siska baik-baik saja, Rangga terus menemani Siska disana "
Bastian merasa lega mendengar Siska baik-baik saja, Bastian ingin menanyakan Rinda, tapi dia menahannya.
" Rinda juga baik-baik saja , mereka dirawat ditempat yang sama " ucap Aryo seolah tahu isi hati Bastian
" Aku tidak menanyakan keadaannya " ucap Bastian dengan angkuh.
" Iya, Aku memberitahu kamu " ucap Aryo.
Bastian memejamkan mata kembali, agar Aryo tidak mengajaknya bicara lagi.
" Kamu mau istirahat? Aku harus kembali keperusahaan "
" Pergilah Yo, kamu boleh pulang kerumah tidak perlu keperusahaan"
__ADS_1
" Aku akan keperusahaan, banyak pekerjaan yang tertunda karena kamu masuk rumah sakit , Aku akan minta perawat menjagamu" ucap Aryo.
-------
Perusahaan Angkasa Jaya
Aryo baru saja sampai diperusahaan dan duduk diruangannya, tiba-tiba Renata putri bungsu nya masuk.
Renata ke perusahaan seperti biasa setelah cekcok ringan bersama Azka Kakak nya seorang Polisi kurang ajar yang tidak pernah berada dipihaknya.
" Kenapa sayang? ko cemberut " Tanya Aryo saat melihat wajah putrinya Aryo tahu bahwa Renata sedang merajuk.
" Kenapa ??? berantem lagi sama Kak Azka ??"
Aryo selalu heran dengan kedua anak nya yang tidak pernah akur.
" Pah, apa benar Rinda putri Pak Bastian??"
" Iya " Ucap Aryo dengan santai
" Astaga, Oh My God " gumam Renata dalam hati.
" Jadi berita itu bukan hoax Pah??"
" Bukan "
" Terus perselingkuhan itu benar adanya??"
" Perselingkuhan yang mana??"
" Yang katanya Pak Bastian selingkuh sama Istri Pak Mahfud "
" Sst... Itu tidak benar, media itu salah menanggapi berita. Sebenarnya Istri Pak Mahfud mantan istri siri Pak Bastian."
" Jadi berarti dulu Pak Bastian selingkuh sama Mamah nya Rinda dong"
" Itu tidak benar juga, Pak Bastian dan Bu Ayu sudah saling mencintai sebelum menikah dengan Bu Riska istrinya sekarang "
" Wooow, cerita yang menarik terus kenapa Pak Bastian tidak pernah mengakui Rinda sebagai anaknya. Pak Bastian juga selalu bilang bahwa Siska adalah anak tunggalnya."
Aryo menutup dokumen - dokumennya dan menatap wajah putrinya.
" Ini sudah melewati kapasitasnya, kamu tidak perlu tahu banyak. Itu urusan keluarga mereka."
" iiihh Papah jahat, Papah tahu semuanya tapi Papah tidak mau bagi-bagi informasi sama Rena. Lama-lama Papah seperti Azka"
" Sudah sana kembali keruangan kamu, Papah masih banyak pekerjaan "
Rena meninggalkan ruangan Papah nya.
Rena menyimpulkan sendiri tentang Rinda, Rinda memang anak Pak Bastian. Tapi dengan tidak diakui nya Rinda selama ini, Pasti Pak Bastian tidak pernah menginginkan Rinda. Gumam Renata dan mengembangkan senyum.
" Aku akan tetap bekerja disini , diperusahaan Angkasa Jaya " ucap Rena pelan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Like
Vote
dan Komentar kalian semua sekarang semakin berarti untuk Authorππππππ
sampai ketemu nanti malam di episode selanjutnya readers ku tersayangπ₯°π₯°π₯°πππππππ
I
Love
You
All
__ADS_1
Mmmmmmmuuuuuuuuuuuaaaaaacchπ€€π€€π€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ