
Kini Andra dan tim sudah berhadapan dengan beberapa orang yang mengaku dari pihak hotel
" Jadi bapak yang ingin berinvestasi ?? "
" Iya " jawab Andra menggeser wanita yang ada dipangkuannya agar menyingkir .
" Saya Andrian, manager hotel xxx "
" Saya David " ucap Andra.
" Senang bertemu dengan Anda " ucap Andra menjabat tangan Andrian.
Polwan yang menyamar masih berdiri di belakang Andra.
5 anggota Andra termasuk Azka juga menyingkirkan gadis - gadis yang ada didekat mereka. kalau - kalau mereka mengeluarkan senjata api mereka juga siap melawan.
" Pak David sudah tahu hotel kami sebenarnya mempunyai bisnis yang besar ??"
" Saya belum tahu, tapi melihat berkembang pesatnya hotel ini saya tertarik untuk berinvestasi, kalau boleh tahu siapa pemilik hotel ini ??"
" kebetulan pemilik hotel ini melimpahkan urusan hotel kepada saya, jadi jika anda ingin berinvestasi saya bisa menjelaskan pembagian hasil hotel kami, banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan "
" Bisa saya tahu siapa pemilik hotel ini ??"
" saya sudah bilang, saya sebagai penanggung jawabnya. saya di beri kuasa untuk menjalankan hotel ini oleh pemiliknya "
" Saya berinvestasi bukan uang milyaran tapi triliunan, saya ingin bertemu dengan pemilik hotel nya "
" Maaf pak David, kalau Anda ragu anda bisa membatalkan rencana Anda berinvestari "
" Baiklah, saya mungkin akan memikirkan dulu jadi tidak nya berinvestasi" ucap Andra.
Azka melirik ke arah Andra, Andra juga melirik ke arah ke empat anggota polisi yang lain.
Saat itu pak Andrian didampingi kurang lebih 6 orang. jadi sebenarnya untuk membekuk Pak Andrian bukan hal yang sulit untuk Andra dan tim, hanya saja Andra belum berhasil mengetahui siapa sebenarnya pemilik hotel tersebut.
Tim nya dari staf intel juga tidak berhasil mengorek info tentang si pemilik hotel. Hotel xxx dengan lambang hotel WR menjadi bahan penyelidikan polisi beberapa bulan yang lalu.
Polwan yang menyamar mencairkan suasana dengan menuangkan minuman beralkohol ke gelas Andra juga gelas Pak Andrian.
" Terima kasih cantik " ucap Pak Andrian sambil menepuk bokong Polwan yang Andra sendiri belum tahu siapa nama Polwan cantik tersebut.
Andra melihat Polwan tersebut mengerlingkan matanya ke arah Pak Andrian.
"Minum dulu Pak David " ucap Pak Andrian kepada Andra.
Andra terkekeh saat dia asal ceplos menyebut namanya David.
Pak Andrian meneguk habis minumannya.
Andra memberi kode dengan jari tangannya saat memegang gelas minumannya.
1 jari terbuka
2 jari terbuka
3 jari terbuka
Ke lima anggota Andra termasuk Azka langsung menodongkan senjata api kepada pengawal Pak Andrian.
" Simpan tangan kalian dikepala " ucap Azka dan rekan.
" Apa maksud nya ini Pak David??" tanya Andrian santai dan memegang gelas nya.
" Andra tidak tahu kalau hotel saya memiliki banyak cctv"
" Sebentar lagi anggota anda akan habis oleh orang - orang saya "
" dor dor dor dor " Azka menembak semua cctv yang terpasang di sudut ruangan tersebut.
" Andra yakin anggota Polri pun sebagian sudah menyusup masuk kedalam hotel.
Gadis - gadis yang tadi menemani Azka dan rekan - rekan menjerit saat mendengar suara tembakan Azka dan berjongkok menutup telinga mereka. kecuali Polwan cantik yang masih berdiri diantara Andra dan Andrian.
" Apa yang Anda inginkan Pak david??" tanya Andrian yang langsung berdiri. Andra pun reflek langsung berdiri.
" Saya hanya ingin tahu siapa pemilik hotel ini, maka kalian bebas " ucap Andra.
" Andrian baru saja hendak menarik tangan polwan yang berdiri di antara Andra dan Andrian.
Dengan cekatan Andra lebih dulu menarik Polwan tersebut, karena kerasnya tarikan Andra, Polwan tersebut sampai mendarat di dekapan Andra.
" Saya tidak akan memberitahukan siapa pemilik hotel ini " ucap Andrian.
Azka dan tim tetap fokus menodongkan senjata api nya kepada pengawal Andrian.
__ADS_1
Andra melepaskan Polwan tersebut dan mendekati Pak Andrian.
Andra menarik pergelangan tangan Pak Andrian, yang membuat gerakan reflek pengawalnya hendak melepaskan genggaman tangan Andra.
" dor " satu tembakan di kaki pengawal tersebut oleh Azka.
" aaaakh " pengawal tersebut memekik kesakitan.
Pengawal yang lain reflek menendang tangan Azka dan di ikuti pengawal yang lain menendang tangan - tangan polisi yang memegang senjata api sehingga senjata terlempar.
Akhirnya pengawal Pak Andrian, Azka dan polisi polisi tersebut baku hantam dengan tangan kosong tanpa senjata.
Saat itu lima lawan lima karena pengawal Pak Andrian satu orang telah tertembak.
Sebagian hampir merebut senjata nya masing - masing.
" Clik " Andra mengunci tangan pak Andrian dengan borgol.
Hal yang sangat mudah untuk Andra, saat anggota nya dan pengawal Pak Andra baku hantam. Andra malah memborgol Pak Andrian.
" Apa ini maksud nya??? " tanya Andrian tapi tidak di jawab oleh Andra.
" lepas kan borgolnya "
" Maaf Pak Andrian, umur Anda jauh lebih tua dari saya, jadi saya tidak ingin berkelahi dengan Anda. Kita tunggu mereka menyelesaikan urusannya "
Ucap Andra melirik Azka dan kawan - kawan sedang baku hantam dengan pengawal Pak Andrian.
" Bawa gadis - gadis itu keluar " ucap Andra kepada polwan cantik yang berada di belakangnya.
Polwan tersebut berjalan mendekati 5 orang gadis yang tadi menemani Azka dan tim. mereka tampak ketakutan.
Saat membuka pintu datanglah beberapa orang pengawal Pak Andrian yang tadi sempat melihat di rekaman cctv saat Azka dan tim mengeluarkan senjata.
lima orang gadis tadi langsung berlarian, lain halnya polwan yang menyamar balik lagi ke arah Andra.
Hentikan !!!!! ucap Salah satu pengawal Pak Andrian menodongkan senjata api laras panjang.
Azka dan Andra saling lirik... " sialan kemana anggota polri yang lain, kenapa mereka belum masuk juga " umpat Azka.
" hahahaha sebaiknya Anda lepaskan borgol saya " ucap Pak Andrian.
Polwan tersebut akhirnya mendekati pria yang membawa senjata laras panjang tersebut .
Pria yang membawa senjata melihat penampilan gadis tersebut yakin bahwa gadis tersebut adalah salah satu wanita bagian dari bisnis hotel nya.
" Pergilah, tutup akses hotel untuk penyusup seperti mereka "
Baik ucap Polwan tersebut, namun saat berpapasan dengan pria tersebut. si polwan malah memeluk dan mengecup bibir pria tersebut dan mengarahkan senjata laras panjang nya ke langit - langit hotel.
dengan sigap Andra melompat melewati meja yang menghalangi nya dan merebut senjata laras panjang tersebut.
Pria yang beberapa detik terbuai ciuman polwan baru tersadar saat senjata nya terlepas dari genggamannya.
" Brengsek !!!" ucap Pria tersebut dan melemparkan polwan tersebut ke dinding.
Andra sudah menodongkan senjatanya tepat di kepala Pak Andrian.
" Menyerah baik - baik atau kepala bos kalian pecah "
ucap Andra tanpa melirik Pak Andrian yang sedang ditodong senjata laras panjang oleh Andra. tatapan mata Andra tetap pada pria tersebut.
Pria tersebut mundur beberapa langkah. dan memberi kode kepada naggota yang lainnya untuk mundur.
Azka dan rekan - rekannya mengambil senjata mereka yang terlempar tadi dan ikut menodongkan senjata kepada mereka.
" simpan tangan kalian dikepala, tempat ini sudah dikepung " tiba - tiba ada suara dari toa yang terdengar dari luar ruangan.
" Aaaakkkhh akhirnya kalian datang " gumam Andra yang medengar suara tersebut.
Pria yang tadi membawa senjata laras panjang dan rekan rekannya langsung berjongkok dan menyimpan tangan mereka di kepala.
begitupun pengawal Pak Andrian yang sudah baku hantam dengan Azka dan rekan - rekan langsung berjongkok dan menyimpan tangan mereka di kepala.
" Pak Andra maaf kami terlambat "
" Sudah lah " ucap Andra.
" Pak Andra ??" ucap Pak Andrian mengulangi ucapan seseorang yang datang dan membekuk pengawalnya.
Satu persatu pengawal Pak Andrian pun di borgol oleh anggota polisi yang baru datang.
" Kamu tidak apa - apa ??" tanya Andra kepada polwan yang sempat terlempar oleh pengawal pak Andrian.
" Saya tidak apa - apa Pak " ucap Polwan tersebut mengelus pangkal lengan dan pundaknya yang membentur tembok.
__ADS_1
" Jadi ini jebakan ??" tanya Pak Andrian kepada Andra
" Ya terserah Anda menganggap nya apa, mau jebakan atau pesta juga tidak apa - apa " jawab Andra tanpa melihat Pak Andrian.
Andra menyenderkan senjata laras panjang yang dia pegang di pundaknya.
" Senjata anda juga bagus - bagus, sepertinya Anda memiliki banyak senjata juga " ucap Andra.
Pak Andrian menatap dengan tajam mata Andra.
" Anda akan menyesal, anda belum tahu Anda sedang berurusan dengan siapa??? "
" Kami kebal hukum, bos kami akan membebaskan kami " teriak Pak Andrian.
" Bawa mereka !!!" ucap Azka kepada anggotanya yang sudah memborgol pengawal Pak Andrian.
" Anda mau berjalan sendiri atau saya bantu ??" tanya Andra.
Pak Andrian berjalan melewati Andra mengikuti pengawal - pengawalnya yang sudah dibekuk oleh polisi.
Salah satu ketua tim penyergapan langsung memberi hormat kepada Andra.
" Misi selesai "
" Misi baru di mulai " ucap Andra sambil melemparkan senjata api laras panjang kepada ketua tim penyergapan.
" Selidiki dari mana mereka dapat senjata " ucap Andra
" Siap "
" Terus korek informasi siapa pemilik hotel ini, amankan semua karyawan dan wanita - wanita yang bekerja disini."
" Semua sudah aman Pak Andra "
" Bagus, urus semua "
" Siap " Ketua tim tersebut memberikan hormat kembali dan menganggukan kepalanya lalu meninggalkan ruangan tersebut menggiring Pak Andrian dan pengawalnya.
Kini diruangan tersebut yang tersisa Andra dan Azka dan Polwan cantik yang ikut andil dalam razia dan penyergapan di hotel xxx.
" Nyaris saja " ucap Azka
Andra hanya tersenyum santai, " Kamu staf intel yang baru kan ??"
" iya Pak Azka, saya Alinda " Jawab polwan tersebut menyodorkan tangan kepada Azka
Azka sangat senang saat polwan tersebut mengetahu namanya.
" Ingat Nisa " bisik Andra yang melihat Azka berbinar - binar saat berjabat tangan dengan Alinda .
" Pak Andra saya Alinda "
Andra hanya menganggukan kepalanya tanpa menjabat tangan Alinda.
" Istrinya galak Lin, Andra dilarang bersentuhan dengan lawan jenis apalagi bukan muhrim " ucap Azka.
" Pletak " satu jitakan mendarat dikepala Azka.
" Awwww sakit Dra, emang Lu sutakis kan??? SUAMI TAKUT ISTRI !!!!! " teriak Azka dan membuat Alinda terkekeh.
" Ayo kita kembali ke kantor " ucap Andra kepada Azka dan Alinda.
Andra berjalan meninggalkan Azka dan Alinda, Azka dan Alinda setengah berlari mengikuti langkah Andra yang lebih dulu meninggalkan mereka.
Diluar hotel mobil - mobil polisi sudah menarik Pak Andrian dan pengawal - pengawalnya juga karyawan hotel pun tak luput diamankan oleh anggota polisi untuk di mintai keterangan.
Sebuah garis polisi sudah terbentang di pintu hotel tersebut.
.
.
.
.
.
.
LIKE
VOTE
KOMENTAR
__ADS_1
🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️ siapa sih pemilik hotel yang bisnis prostisusi🤭🤭🤭
readers pintar pasti sudah bisa menebaknya 🤪