Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 99


__ADS_3

pukul 19.00 Bastian baru saja sampai di kediaman Siska dan Rangga.


Bastian menemani Riska menjenguk cucu pertama mereka.


Erlangga anak pertama dari Siska dan Rangga yang lahor prematur telah di perbolehkan pulang.


" ini cucu kita Pah " ucap Riska tersenyum kepada Bastian sambil menggendong cucu nya.


" Iya " jawab Bastian.


" Apa Rinda sudah sampai di tempat pak Radit??" gumam Bastian


" Besok aku menjadi pemegang saham 50% di perusahaan Bima sakti" gumam Bastian tersenyum dan menganggul anggukan kepalanya.


" Papah sudah sehat??" tanya Siska


" Sudah, seperti yanv kamu lihat " ucap Bastian menatap Siska.


" Maaf ya Pah, Rangga tidak sempat menjenguk Papah. Saat itu Rangga juga lagi menemani Siska yang bertarung nyawa melahirkan buah hati kami"


" Tidak apa - apa Rangga" ucap Bastian


" Bu makan malam nya sudah siap " ucap pembantu Siska.


" Ayo Mah, Pah makan malam dulu " ajak Rangga.


" Sus, tolong jaga Erlan" ucap Siska kepada suster yang mengasuh putra nya.


" Erlan akan menjadi penerus Perusahaan Angkasa Jaya" ucap Bastian


" Perusahaan Berlian Indah dong Pah" Rangga buru - buru menyanggah.


" Iya, Erlan akqan menjadi Raja nya di dunia bisnis" ucap Bastian mengagungkan cucu pertamanya.


" Rinda juga lagi hamil ya Pah" ucap Siska yang membuat Bastian tersedak.


" Papah kurang tahu" jawab Bastian.


" Sudah makan dulu" ucap Mamah Riska menyodorkan air kepada Bastian.


Sedangkan Rangga mengelus pundak Siska agar tidak melanjutkan bicara nya.


-------


kediaman Azka


" Jadi besok kamu mulai mengajukan nikah kantor dengan Nisa??"


" Jadi Bu "


" Syukurlah, Papah senang alhirnya kamu menikah juga"


" Siapa yang mau menikah??" tanya Renata yang baru bergabung di rumah kaman bersama keluarganya.


" Azka sama Nisa "


" Oooppppppsss, tidak ada wanita lain apa??" tanya Rena


" Azka maunya sama Nisa" ucap Azka yang langsung makan tanpa mempedulikan adiknya.


Edangkan Rena memicingkan matanya dan memgerucutkan bibirnya


" Nisa gadis yang baik ko "


" Iiih Ibu"


" Kamu ada masalah sama calon Kakak Ipar kamu.?"


" Gda sih Pah, masalah Rena sama si Rinda. dan isa sahabat Rinda"


" Rinda putri om Bastian???" tanya Aryo


" Iya putri yang tidak di anggap..hehehehe" Rena tertawa mengejek


Azka melemparkan kerupuk yang dipegangnya ke wajah adiknya.


" Iiih apaaan sih !!!!" Rena melemparka kembali kerupuk nya ke arah Azka.


" Ya ampun sudah - sudah makan dulu yang benar" ucap Ibu nya Azka dan Renata.

__ADS_1


" Kamu jangan lupa, tempat kamj bekerja sebagai manager keuangan adalah perusahaan bokap Rinda. dimana Rinda punya saham 30% disana" Ucap Azka


" Iya tahu " jawab Rena santai.


"Rena, Kamu ada masalah apa sama Rinda??"


" Papah serius mau tahu??" tanya Azka


" Papah tidak perlu tahu " jawab Rena


" Itu karena Andra lebih memilih Rinda dari pada dia Pah "


" Oooiiiihh mulut kamu ya" ucap Rena melemparkan semdok le arah Azka. tapi Azka langsung melngos dan sendok terlempar sembarang.


" Ya ampun kapan kalian makannya" Ibu nya Rena dan Azka sampai di buat pusing. Papah nya Rena dan Azka malah santai dan menghabiskan makannya.


" Kamu bakal jadi perawan tua kalau kelakua kamu masih seperti itu"


" Seperti apa Azka?? kalau ngomong yang jelas!!!"


" Seperti nenek sihir!!!"


" Azkaaaaa!!!!" kini Rena melemparkan garpu nya.


" Sudah - sudah ya ampun makan saja kalian ribut" ucap Ibu nya Azka dan Rena.


" Si Azka nyebelin sih Bu"


" nyebelin juga sudah laku"


" Iiihhhh" Rena meninggalkan ruang makan dan membiarkan makan malamnya.


" Makan dulu sayang!!!"


" Nanti kalau si Azka sudah balik ke rumah dinas nya" teriak Rena.


" Gue balik besok" teriak Azka


" Terserah !!!!" teriak Rena


" Jangan begitu sama adik sendiri"


" Azka, dia adik kamu!!!"


" Iya Bu, adik pungut ya? ko dia lain sama kita"


" Ccckkk kamu kalau ngomong di jaga. Emang kamu lupa Ibu waktu hamil Rena??"


" Lupa tuh " ucap Azka.


Sedangkan Papah Aryo hanya tersenyum mendengarkan perdebatan anak - anak dan istrinya.


Rena beneran adik aku Pah??"


"Papah Aryo tidak menjawab hanya memgangkat bahunya.


" Ya ampun Paaaah" Ibu nya Azka sampai melotot.


" Tuh kan Rena adik pungut"


" Adik kamu Azka"


" pungut!!!"


" Bukan Azka!!!" Teriak Ibu nya Azka.


Azka sampai kabur dari ruang makannya mendemgar teriakan Ibu nya.


" Papah ya ampun kenapa tidak membela Rena, ya Tuhan Rena juga kan anak kita"


" Sudah lah Bu, Azka dan Rena memang tidak pernah akur. Azka kan pengen nya jadi anak tunggal, sudahlah tidak perlu di perdebatkan"


" Huh dasar kalian" ucap Ibu Azka.


Tak lama Azka ke ruang makan lagi.


" Pah, Bu.... Azka ke rumah dinas dulu. Doakan nikah kantor Azka lancar ya.


" Iya sayang Papah dan Ibu doakan, semoga lancar. dan Nisa jadi istri yang baik untuk kamu"

__ADS_1


" Aaamiiin, Bu...Panggil lagi si adik pungut makan." ucap Azka.


" Ya Tuhan Azka" Ibu Azka berteriak kembali tapi Azka langsung kabur dan melambaikan tangannya Sedangkan Papah Aryo tertawa kembali.


-----


Azka langsung menancap gas mobilnya, Azka tahubsekarang Andra dinas malam. Jadi sebelum pulang ke rumah dinas Azka memilib kembali ke Polres dan menemani sahabatnya Andra Wijaya.


---------


Andra masih berkutat dengan berkas nya, dia samapi melupakan makan malam saking fokus nya.


" Pak Andra makan malam bareng" ucap salah satu anggota nya.


" Oh Iya sebentar lagi" balas Andra. Andra merentangkan tangannya dan menutup berkas - berkas tersangka juga mengamankan kembali foto - fotonya.


Andra mengecek ponsel nya dan mengecek keberadaan Rinda.


" Kemana nih bebek, jauh banget makan malamnya" ucap Andra saat melihat pergerakan Rinda di layar ponselnya.


Andra langsung melakukan video call...


Aduh Mas Andra guys" ucap Rinda kaget saat Andra melakukan video call


Rinda langsung mrnepikan mobil nya dan langsung mengkode teman - temannya agar mendekat dan memenuhi layar ponsel.


" Hallo Mas" ....ketiga nya kompak menyapa Mas Andra dan melambaikan tangan mereka.


Sontak kelakuan ketiganya membuat Andra tertawa


" Mau pada kemana sih kalian?? Mas cek posisi kamu jauh banget dari posisi Mas" Alamak lupa kalau ponsel nya sudah di kawinkan juga, Mas Andra tahu dong posisi gue" gumam Rinda.


" Kebetulan ada teman yang menjamu kita makan malam" ucap Lela spontan.


" Iya bener, Mas Andra tidak perlu khawatir. Rinda aman bersama kami" tambah Nisa.


Sedangkan Rinda tersenyum sambil menaik turunkan alis nya. Tentu saja membuat Amdra gemas.


" Ya sudah hati - hati kalian ya, tolong Rinda nya di jaga dan di ingat kembali Rinda sekarang sedang hamil"


" Oooh asssiaaapp, its oke bae Mas" ucap Lela melingkarkan jempol dan telunjuknya.Lalu di tusuk oleh telunjuk Rinda.


Otomatis ketiganya langsung tertawa terbahak bahak, lain halnya Mas Andra yang di buat malu kelakuan Rinda dan menggeleng gelengkan kepalanya.


" Ya sudah hati - hati"


" Oke daddy, sampai ketemu besok pagi " ucap Rinda meniru suara anak kecil.


Andra pun menutup sambungan teleponnya.


" Ya Tuhan, Berdosa nya Gue sama Mas Andra"


" Bohong demi kebaikan tidak apa - apa" ucap Lela


" Hemmm demi orang yang sekarang kamu sebut Papah" tambah Nisa.


Rinda melajukan kembali mobilnya menuju titik lokasi yang di tentukan Radit sambil senyum mengembang membayangkan tubuhnya di peluk Papah Bastian.


.


.


.


.


.


.


.


Like


Vote


Komentar


😁😁 Eeeh belum sampai ke Lokasi ternyata

__ADS_1


__ADS_2