Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 61


__ADS_3

Kediaman Lela,masih di dalam mobil depan gerbang pagar rumah.


"Kak,terimakasih sudah membantu Lela dan Nisa hingga bebas dari kantor Polisi"


"sama-sama,.....kalian beruntung tidak ikut mengkonsumsi narkoba"


"Lela tidak tahu Bimo dimana mengkonsumsinya,dan bagaimana bisa Nando meninggal OD.bahkan tadi malam kami berempat masih ngobrol,kejadiannya begitu cepat"


"kalau kakak tidak keberatan,mohon bantuannya menjadi pengacara Bimo"


"Kakak usahakan" ucap Irfan sambil tersenyum kearah Lela...."lain kali jangan di ulangi minum-minum di club apalagi sampai mabuk,kamu bisa minum di rumah"


"iya Kak terimakasih" ucap Lela kemudian turun dari mobil Irfan.


Kak,sekali lagi terima kasih" Lela melambaikan tangannya.


Lela berusaha bersikap normal didepan Irfan,padahal saat itu dunianya telah hilang.


----


keadaan di rumah Lela sedang tegang.


Lela berhadapan dengan Kedua orang tua nya juga kakak laki-laki nya yang sengaja datang setelah mendengar berita kasus yang dialami Bimo calon suami adiknya.biasanya Lucky tinggal di apartemennya.


"sejak kapan Bimo jadi pemakai??" Papah Lela langsung melontarkan pertanyaan saat Lela sudah duduk bersama mereka"


Lela tidak tahu Pah,dia tidak pernah mengkonsumsi narkoba dihadapan Lela.


"apa Bimo juga pengedar??"


"apalagi itu Lela tidak tahu Kak...percayalah" ucap Lela


"Papah sudah batalkan rencana pernikahan kalian kepada kedua orang tua Bimo"


"jangan Pah....jangan dibatalkan"


"kamu mau punya suami narapidana??"


"Papah kan pengacara.Papah bantu bebaskan Bimo Pah!!!"


"tidak sudi Papah punya anak mantu narapidana"


"sebenarnya Bimo baik Pah..."


"kamu bisa dapatkan yang lebih baik,beruntung kalian belum menikah" ucap Lucky Kakak Lela


"tapi Kak,hanya Bimo yang bisa menikahi Lela"


"Apa maksud kamu??jangan bilang kalian sudah...." ucapan Lucky kakaknya Lela terhenti.


"jawab Lela!!!"


"Iya Pah...Lela dan Bimo sudah pernah melakukannya"


"plaaakkk!!" tamparan keras Papah Lela mendarat di pipi Lela


"siapa yang mengajarkanmu jadi ja*ang??!!!"


"sudah Pah" ucap Mamah Lela melindungi Lela


"anak kurang ajar,bisa-bisanya dia melakukan hal yang memalukan sebelum melakukan pernikahan"


"kamu tahu Lela???tidak akan ada laki-laki yang mau kepadamu!!" Lucky menunjuk kening Lela dan sedikit menekan kening Lela


"Papah kuliahkan kamu agar kamu menjadi orang yang bermoral dan berpendidikan"


"Bimo akan bertanggung jawab Pah"


"bertanggung jawab apa??bahkan kamu belum tahu dia akan dihukum berapa lama. ucap Lucky


Lela tidak tahu kalau kejadiannya akan begini,...Maafkan Lela


"mau di taro dimana muka Papah saat semua rekan Papah tahu kelakuan Bimo,belum lagi kelakuan kamu.kamu tahu??berita tentang kalian sudah menyebar dimedia sosial.


"cukup Pah..." ucap Mamah Lela


"kamu gagal mendidik anak perempuanmu!!!" ucap Papah Lela kepada Mamah Lela.


"'sekarang bukan saatnya saling menyalahkan Pah,sudah cukup jangan menambah beban Lela" ucap Mamah Lela sambil memeluk Lela,sedangkan keadaan Lela sudah sangat lemah,dia tidak tidur semalaman dikantor polisi.


"maafkan Lela" ucap Lela dan tak sadarkan diri.


"Lela!!!" Mamah Lela meraih Lela dan membaringkannya di sofa.

__ADS_1


"sebaiknya kalian diam,cepat telpon dokter!!!" ucap Mamah Lela


Lucky kemudian menggendong adiknya ke kamar nya.


-----


Rinda baru saja sampai dikediaman Lela.masih menggunakan pakaian bhayangkari lengkap,Andra pun masih menggunakan seragam Polisinya.


"Om..Tante...saya mau melihat keadaan Lela...ucap Rinda langsung masuk dan menyalami kedua orang tua Lela.


"Rinda sayang,Lela dikamar nya"


om tante ini suami Rinda..Mas Andra"


"kamu pintar pilih suami..."ucap Papah Lela.


"maaf tante.Om.Rinda ingin melihat dulu keadaan Lela" ucap Rinda meninggalkan Mamah dan Papah Lela.sedangkan Andra memilih duduk di ruang keluarga bersama orang tua Lela.


"orang tua Lela meminta penjelasan tentang kasus Bimo kepada Andra, dan Andra pun menjelaskan bahwa masih dalam penyidikan,dan kemungkinan masih banyak orang yang terlibat.


______


dikamar Lela.


"Lela..." Rinda mengelus kepala Lela.


"Lela pingsan" ucap Lucky


"Apa Lela sudah lama pingsannya Kak?"


"Iya,sebentar lagi dokter datang"


"Lela dan Nisa mempunyai pribadi yang kuat,tapi kejadian yang menimpa mereka terlampau berat.


"apa kalian pernah ditawari Narkoba oleh Bimo??"


"tidak pernah Kak.Bahkan Rinda tidak menyangka kalau Bimo dan Nando adalah pemakai Narkoba.


"Nando yang punya club bukannya mati over dosis??"


"kata polisi begitu"


"over dosis kasarnya bunuh diri kan??".


deg .... ucapan Kak Lucky membuat nafas Rinda semakin sesak karena mengingat Nisa."Masa iya Nando bunuh diri"gumam Rinda.


"tapi Kakak tidak pernah mengajarkan kalian untuk menyerahkan tubuh kalian kepada pacar kalian,ingat itu" bentak Lucky.


Rinda mengabaikan Lucky,karena yang menyerahkan tubuh hanya Lela adiknya.tidak dengan Nisa dan Rinda.


"Lela bangun" ucap Rinda mencoba menyadarkan sahabatnya. Rinda pun memberikan minyak angin dan aroma kayu putih didekatkan dihidung Lela.


Lucky memilih meninggalkan kamar Lela saat melihat respon Lela kepada Rinda


Lela menggerakan badannya dan membuka mata.


"Lela" ucap Rinda saat melihat sahabatnya tersadar


"Rin...gue batal nikah"


"sssttt...sabar semua pasti ada hikmahnya"


"keadaan Nisa bagaimana??" Lela masih sempat menanyakan keadaan Nisa padahal keadaannya pun tidak lebih baik dari Nisa.


"Nisa baik-baik saja,dia dirawat di rumah sakit.ada orang tuanya yang menemani dia.


"Rin,tugas magang kita bagaimana??"


"tenang La...kita akan lulus sama-sama,walaupun di pending kita akan pending sama-sama.


"kita harus lulus tahun ini Rin dan mendapatkan gelar Sarjana Hukum.gue Insyaf Rin,gue ga bakalan ke club lagi,gue ga bakalan minum lagi,tapi kalau merokok gue ga janji" ucap lela sambil tersenyum tapi air mata masih mengalir.


Rinda mengusap air mata Lela,pelan-pelan saja,nanti juga akan terbiasa.gue juga bisa berhenti main ke club,tidak menyentuh minuman keras dan tidak merokok" Rinda meyakinkan.


tak lama dokter tiba dan memeriksa Lela,Dokter tidak menyarankan Lela di rawat.dokter hanya menyuruh Lela istirirahat,makan banyak dan jangan terlalu banyak pikiran.


"tugas magang biar gue yang handle La...kita akan lulus sama-sama,Lu juga harus segera move on.kita perempuan tangguh,ini bukan akhir segalanya.


"makasih Rin" Lela dan Rinda saling pegang tangan.disaksikan kedua orang tua Lela juga Andra.


"gue pulang dulu ya.semua akan baik-baik saja" ucap Rinda mencium kening sahabatnya.


Rinda pun pamit kepada kedua orang tua Lela dan meninggalkan kediaman Lela.

__ADS_1


------


malam hari di Asrama Polisi


Rinda dan Andra telah mandi dan berganti pakaian.mereka sudah berada ditempat tidur.


"Mas...apa polisi menyelidiki kasus ini sudah lama??"


"sudah sangat lama,sebelum kita saling kenal.kamu sejak kapan kenal sama Bimo dan Nando??"


"semenjak mereka jadi pacar Lela dan Nisa"


"Lela masih mau menikah dengan Bimo setelah kasusnya seperti ini??"tanya Andra.


"sepertinya Lela akan menunggu Bimo,karena Bimo yang harus menikahi Lela.Mas paham kan,Mas juga ingat alat kontrasepsi yang ada dimobil aku dulu"


Andra menarik nafas panjang dan mengingat kembali saat awal mereka bertemu.


"yank, besok Lela dan Nisa bakal datang ketempat magang??"


"Rinda yakin mereka akan datang"


"kamu kenal miras dari siapa??"


"Kak Lucky...kakak nya Lela."


"dulu Kak lucky pernah merayakan ulang tahun di Club nya Nando,kita jadi kecanduan deh sering datang ke club.


"Kak Lucky suka ikut balapan liar??"


"tidak.Bos Rangga yang pernah ikut balapan liar"


"berarti Bimo sahabat Bos Rangga??"


"itu sih Rinda kurang tahu,Bos Rangga hanya sekali ikutan balap duel sama Rinda yang hadiahnya 25jt jadi 200jt"


"apa Kak Lucky sahabat Bimo dan Nando?"


"bukan...sepertinya tidak saling kenal,mungkin kak Lucky kenal Nando saat dia menyewa Club Nando untuk acara ulang tahun dia dulu.


"Sesil pacar Azka kan mantan Kak Lucky waktu sekolah."


"yakin??"


"iya....,Rinda yakin foto Rinda waktu di club yang Rena perlihatkan sama Mas juga pasti dari Sesil"


Andra tampak berfikir dan mengangguk anggukan kepalanya pelan.


"Mas lagi introgasi Rinda??" Rinda memicingkan matanya


Andra mengecup seluruh wajah Rinda."jangan seperti itu melihatnya,Mas takut"


Rinda langsung membaringkan badannya dan menarik selimut.."pulang magang besok Rinda mau ketemu Mamah."


"Mas tidak bisa menemani,besok Mas dinas.ucap Andra memeluk tubuh Rinda dari belakang dan menggerayangi bagian dada Rinda.


"Rinda cape"


"Mas ga nanya"


"aaaiiihhh..." jawab Rinda kesal.


Andra langsung menarik badan Rinda hingga terlentang.


"biar kamu tidur nyenyak" ucap Andra sudah mengusai tubuh Rinda.


.


.


.


.


.


.


.


.


like.vote dan komentar ya...biasa ranking vote 30..sekarang aduh sedih sekali🤭🤭

__ADS_1


maaf ya mungkin beberapa hari ini akan telat update...authornya lagi ada beberapa urusan🤗🤗💃


jangan kangen Andra dan Rinda.


__ADS_2