
" Ingat, jangan berteman lagi dengan Sesil" ucap Azka kembali saat Renata adik nya turun dari mobil nya.
" tergantung" jawab Rena mengangkat bahu nya.
" Oia mobil Aku di Polres tolong suruh siapa saja antarkan ke rumah, ini kunci nya" ucap Rena dan menyodorkan kunci mobil kepada Kakaknya
" Jaga diri dan kehormatan kamu!!!!" ucap Azka dan di acuh kan Rena. Rena memilih masuk ke dalam rumah nya.
Di dalam rumah nya Rena langsung masuk kamar dan langsung menjatihkan diri di tempat tidurnya.
dia memikirkan kejadian semalam, " Ternyata Pak Radit tidak melakukan apa - apa, duh kenapa Aku jadi kepikiran Pak Radit ya. kalau di lihat - lihat dia tampan, kaya raya lagi. Aaakhhh kenapa coba si Rinda sudah nikah saja Pak Tadit masih naksir dia. Tuhan ga adil banget sama Aku" gumam Renata.
" Kalau aku di tiduri Pak Radit apa Pak Radit akan tanggung jawab ya??? coba Pak Radit suka nya sama Aku. ga perlu susah - susah merebut dari siapapun" gumam Renata kemudian.
---------
Lela baru saja sampai di kediamannya setelah dia di tinggalkan Nisa dan Rinda yang langsung menuju Polres setelah mereka kumpul bateng di cafe.
Lela sedang duduk di teras belakang rumah nya. Lela duduk mengahdap kolam renang di temani secangkir kopi.
Suaminya belum pulang dari luar kota, jadi dia hanya sendirian di rumah.
tak lama ponsel nya berdering tanda oesan masuk.
" Bimo" ucap Lela saat melihat si pengirim pesan.
" Aku ingin bertemu dengan kamu, aku ingin kita ngobrol baik - baik. temui aku sekarang juga di tempat biasa dulu kita sering menghabiskan malam" pesan dari Bimo yang membuat Lela berfikir untuk menemuinya atau tidak
tapi setelah percakapan dengan geng, sungguh Lela ingin tahu sebenarnya apa yang sudah di alami Bimo di belakangnya yang tidak dia ketahui.
Lela pun beranjak dari duduknya, tanoa banyak berfikir lagi Lela menengak habis kopi nya dan bergegas menuju tempat biasa yang di maksud Bimo.
" Ada apa ya??" ucap Lela dan meraih kunci mobilnya.
Lela menancap gas mobil nya dengan kecepatan di atas rata - rata. Rasa penasarannnya kepada Bimo sudah berada di ujung tanduk.
--------
sedangkan di perusahaan Angkasa jaya
" kalian tidak bisa seenaknya menagkap saya, kalian tidak tahu siapa saya??" Bastian menepis tangan kedua anggota Andra yang hendak memegang tangannya.
" Ini surat penangkapan anda Pak Bastian" ucap Alinda
" Apa maksudnya, saya tidak tahu apa - apa kenapa saya di tangkap??" tanya Bastian
" Maaf Pak, sebaiknya bapak ikut duku ke kantor polisi dan pak Andra akan menjelaskannya di sana" ucap Alinda
" Saya bisa jalan sendiri" ucap Bastian
" Aryo tolong hubungi Rio pengacara kita" ucap Bastian kepafa Aryo sebelum meninggalkan ruangannnya.
" apa tidak sebaiknya kamu minta bantuan Rinda" ucap Aryo yang membuat Bastian menentikan langkahnya.
Bastian melirik kembali ke arah Aryo. " hubungi Rio segera!!!!"
" Baik " ucap Aryo mengangukan kepalanya. dan melihat Bastian di giring tiga orang anggota polisi.
--- " Masa iya Aku minta bantuan Rinda" gumam Bastian.
Andra sudah terlebih dahulu meninggalkan perusahaan angkasa jaya dan lebih dulu sampai di Polres.
" sayang, sebaiknya kamu pulang ya" ucap Andra kepada Rinda
" Kenapa??"
" Pokoknya pulang, nanti Mas nyusul."
" Rinda pulang bareng Mas Andra saja"
" Pulang sekarang, mau nurut tidak sama suami???"
" Iya nurut" ucap Rinda sambil cemburut
" Jangan cemberut, kelihatan jelek nya"
" haiiissssshhhhh sejak kapan berani bilang Rinda jelek???" Rinda menghentakan kaki nya.
" hehehe bercanda sayang, pokoknya sekarang pualng dulu ya"
" Memang ada apa sih???"
" Papah Bastian sedang menuju ke sini"
Rinda langsung terdiam saat mendengar ucapa Andra.
" Apa kamu mau bertemu dengannya??"
" tidak Mas, Rinda pualng sekarang" ucap Rinda dan hendak meninggalkan ruangan Andra.
" Hey!!!" Andra menarik pergelangan tangan Rinda saat hendak meninggalkan ruangannya
" kenapa lagi??" tanya Rinda.
" Ko begitu ngomongnya" ucap Andra mengelus kepala Rinda, membalai rambutnya dan mengecup kening Rinda.
Rinda tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari suami nya. rasanya sudah lama sekali dia tidak diperlakukan seperti itu sejak Mas Andra menyelidiki kasus nya.
__ADS_1
" Hey Polisi, Razia Aku!!!!" ucap Rinda dengan genit dan menggoyang kan badannya
" Tungu di rumah ya, nanti di razia!!!" ucap Andra sambil menyentil hidung Rinda.
Rinda tersenyum lebar dan merangkul leher Mas Andra tak lupa mengecup bibir Andra sekilas.
" uuuppppssss" ucap Azka yang tiba - tiba masuk ruangan.
" Hadeuuuh" ucap Andra yang selalu saja terciduk oleh Azka sahabatnya.
" Sorry gue nyari bini gue, tadi kan dia bilangnya nunggu sama bini Lu"
" Nisa sudah di ruangan kamu " ucap Rinda sambil tersenyum
" Oke silakan lanjutkan !!" ucap Azka tanpa dosa dan menutup kembali pintu ruangan Andra.
" ya udah Rinda pulang dulu ya Mas, ditunggu di rumah, jangan lama - lama" ucap Rinda.
" iya sayang" ucap Andra dan mengecup kembali bibir Rinda sedang tangan sebelahnya menarik pinggang Rinda.
" emmmmhh, sudah ah. nanti ada yang bangun" ucap Rinda melepaskan ciuman Andra.
" Memang sudah bangun" ucap Andra menggesekan miliknya ke tubuh Rinda.
" tuh kan, sudah ah. Nanti Mas tidak konsentrasi kerja nya" ucap Rinda.
" Ya udah, nanti lanjut di rumah " ucap Andra menaruk nafas nya dalam dan membuangnya perlahan.
" Terua tarik nafaaaaasss, buang pelas" ucap Rinda masih menggoda Mas Andra.
Andra pun tersenyum dan membungkuk untuk mencium perut Rinda.
" Dedek jagain mommy ya" ucap Andra ke perut Rinda
" iya daddy, sudah ya Mas. Rinda pualng dulua ah..tidak selese - selese ngobrolnya. ucap Rinsa lalu meraih tangan Andra dan mengecup punggung tangan Andra.
" hati - hati" ucap Andra
------ saat keluar ruangan Andra ternyata Bastian baru saja sampai di kantor Polisi dan di apit oleh dua anggota polisi.
Rinda melihat kedua tangan Bastian tidak di borgol.
Rinda melirik ke arah Alinda yang ikut menggiring Bastian, Alinda sempat menganggukan kepalanya kepada Rinda.
Rinda ingin sekali membuang pandangannya saat mereka sudah berhadapan. Tapi kata hati nya berkata tetap tatap laki - laki ini, laki - laki yang harus nya menjadi cinta pertama setiap anak perempuan.
Rinda melihat sosok itu, namun tidak di sangka. sososk itu pasti sangat tahu bahwa Rinda sekarnag sesnag berdiri di sana, tapi ternyata sosok itu meliriknya pun tidak.
Rinda tersenyum kaku, " ya sudah lah ya, memang dia siapa??? mengganggap aku ada saja tidak pernah" gumam Rinda.
tanpa Rinda ketahui, saat dirinya melangkah pergi. Bastian menghentikan langkahnya dan menatap punggung Rinda yang keluar dari Polres.
cukup lama Bastian menatap punggung Rinda yang berlalu sampai benar - benar hilang dari pandangannya.
--------
kediaman Rangga dan Siska
Rangga baru saja sampai di kediamannya setelah pualng dati puncak dan mampir ke Polres dimana Andra berdinas.
Rangga melangkahkan kaki nya menuju rumah, Rangga sangat kaget saat melihat ayam yang sudah tersembelih di depan pintu rumahnya.
" sayang!!!!"
" Siskaaa!!!!" teriak Rangga menggedor gedor pintunya.
tak lama pintu terbuka oleh pengasuh putranya
" Mana Ibu??" tanya Rangga
" Ini apa??" tanya Rangga menunjuk ayam tersembelih kepada pengasuhnya.
Pengasuh nya sampai kaget melihat ayam tersembelih dengan darah nya tercecer di lantai rumah majikannya.
Rangga tidak mendapat jawaban dari pengasuh nya langsung masuk ke dalam rumahnya.
" Buang ayam nya dan beraihkan darahnya!!!" ucap Rangga kepada pengasuh anaknya.
Rangga berlari dan menuju kamar Istri juga anaknya.
di lihatnya Siska sedang berbaring bersama putra mereka.
" akkhhh syukurlah" gumam Rangga
Rangga mendekati Siska juga putra mereka
" Sayang" ucap Rangga berbisik di telinga Siska.
" Mas, maaf Siska ketiduran. padahal masih sore" ucap Siska.
" Besok kita pindah rumah"
" kenapa" tanya Siska heran
" Demi keselamatan kamu dan anak kita"
" memang ada apa Mas??"
__ADS_1
" Dengar sayang, Mamah Ayu dan Papah kecelakaa karena di sengaja. Polisi sudah memberikan sketsa wajah nya krpada Mas"
" terus??"
" Dari sketsa wajah nya, orang yang dekat dengan kita. dan kita kenal"
" Siapa??" tanya Siska pelan..
" Tapi belum cukup bukti, polisi masih menyelidikinya. termasuk Andra juga sesnag menyelidikinya.
" Kita pindah kemana Mas??"
" Ke rumah Mamah kamu, setidaknya kalau Mas meninggalkab kamu di rumah Mas tidak kahwatir." ucap Rangga mengelus rambut Siska.
" apa kita punya kesalahan sama mereka Mas??"
" Apa mereka punya dendam kepada kita??" ucap Siska.
" Mas juga tidak tahu motif mereka apa sampai mencelakai Papah dan Mamah Ayu".
" Siska takut Mas" ucap Siska.
" Tidak perlu takut" ucap Rangga memeluk Siska.
------
Kini Bastian sudah berada di ruangan Andra.
" Pengacara saya akan segera datang" ucap Bastian kepasa Andra.
Tak lama Polisi membawa Pak Andrian si pengaku pemilik hotel xxx.
" Pak Andrian kenal beliau??" tanya Andra kepada Pak Andrian.
Pak Andrian tahu, ini saat nya dia bebas dan telah di kirim kambing hitam berikutnya oleh Bos besarnya.
" Iya, beliau adalah Bos saya" ucap Pak Andrian yang membuat Bastian menganga kembali.
" apa maksud kamu, saya sama sekali tidak mengenal kamu" ucap Bastian dengan nada tinggi.
" Bos kan yang menerima dana dari penghasilan hotel xxx, saya mengirimnya lewat virtual account. jadi tidak mungkin salah" ucap Andrian
" Hati - hati kamu kalau bicara!!!" Bastian meraih baju tahanan Andrian.
polisi yang membawa pak Bastian memisahkan keduanya.
" hati - hati anda dlaam bersikap sebelum pengacara anda datang" ucap Andra yang membuat Bastian menelan air liurnya.
" siapa bos kamu??" ucap Bastian kepada Pak Andrian
" Anda Bos saya"
" saya tidak kenal dengan kamu!!!!" ucap Bastian
" tapi anda menerima uang nya bukan" ucap Andra menunjukan bukti rekening koran dari pihak Bank.
" ini pasti ada kesalahan " ucap Bastian.
" Tidak ada kesalahan" ucap Pak Andrian
" Diam kamu, aku tidak mengenal kamu!!!" ucap Bastian dengan tataoan tajam kepada Andrian.
" bawa Pak Andrian ke ruang tahanan" ucap Andra kepada polisi yang membawa Pak Andrian
" malam ini Pak Bastian harus menginap di sini" ucap Andra
" apa maksudnya, kamu tidak bisa seenaknya menyuruh saya menginap di sini. dengan alasan apa kamu menahan saya???"
" dengan alasan Anda si pemilik hotel xxx yang bergelut dengan bisnis prostitusi dan judi online, jual beli gadis belia, dan juga pengedaran narkoba."
" anda tidak bisa menuduh saya tanpa bukti"
" Ini buktinya, virtual account yang di tuju hotek xxx adalah milik anda. dan virtual acount anda menerima gelontoran dana dari hotek xxx" ucap Andra
Bastian sungguh tidak habis pikir, kenapa dia bisa sampai terlibat kasus hotel xxx yang selalu dia pantau beritanya.
" Pengacara saya akan segera datang" ucap Bastian mengalihkan arah pembicaraan mereka.
" saya tunggu sampai pengacara anda datang, hanya saya yakinkan anda kalau malam ini anda akan menginap di sini. di kantor Polisi" ucap Andra sedikit menekankan kata kantor polisi.
.
.
.
.
.
like👍
vote
komentar
jangan dulu bosan sebelum tamat🤭🤭🙏🙏
__ADS_1