
sore pukul 17.00
Andra baru sampai di kediamannya.
" Mas" sapa Rinda saat Andra baru saja pulang.
" Cape??"
" hemmm"
" Mau mandi dulu, makan??? atau pelepasan biar rileks???!"
" Pilih yang terakhir" ucap Andra sambil tersenyum mendekati Rinda.
Rinda pun mendekati Andra dan membantu Andra melepaskan seragamnya.
Andra tak lepas menatap wajah Rinda, sosok bebek nakal nya dahulu, sekarang selalu bisa membuat Andra tidak bisa berpaling dari nya.
" Kenapa?? Rinda cantik ya??" tanya Rinda saat melepaskan seragam Andra dan Andra terus menatapnya.
" Iya, kenapa semakin cantik ya"
" emmhh ada maunya"
" kan mau pelepasan " ucap Andra langsung mencium bibir Rinda.
" Di kamar mandi yuk" ajak Andra saat telah bertelanjang dada.
" Rinda sudah mandi, habis magrib kita ke akad nya Nisa dan Azka Mas."
" Sebentar ko, setelah itu kita siap - siap ke rumah Nisa"
" memang bisa sebentar???"
" Bisa yank, di percepat"
Andra sudah membuka seluruh bajunya untuk mandi, namun ada sebuah pembukaan dulu sebelum dia mandi. tawaran pelepasan yang di tawarkan Rinda.
Rinda yang sebenarnya sudah mandi dan bermake up hanya memakai pakaian blus rumahan dan dengan mudah di lepaskan oleh Andra.
Andra mendorong tubuh Rinda agar punggung nya menempel di dinding kamar mandi.
" Pelan - palan Mas" ucap Rinda kepada Andra yang sedang menyusuri lehernya.
" Hemmm" jawab Andra tanpa melepaskan cumbuannya.
cukup lama Andra bermain main di leher Rinda yang membuat Rinda kegelian.
satu tangan mendarat di dada Rinda sedang kan dadayang sebelahnya lagi sudah mendarat mulut Andra, cukup lama juga Andra bermain - main di dada Rinda hingga Rinda mendesah.
Setelah mendengar desahan Rinda..tangan Andra meneyentuh bagian inti tubuh istrinya.
Andra tersenyum saat merasakan apa yang si sentuh sangat basah.
" Pelan - pelan" ucap Rinda saat Andra sudah membuka kedua pahanya dengan lutut nya.
" Emmmhh" desis Rinda saat merasakan sesuatu memasuki tubuhnya.
saat semua terasa masuk semua Andra mulai menggerakakannya maju mundur,Rinda mencengkram bahu Andra untuk berpegangan.
" Maassss" desis Rinda
Andra semakin mempercepat gerakannya, dua sudah berjanji kepada Rinda bahwa tidak akan lama.
Rinda sudah merasakan pungung dan kaki nya kesemutan tapi Andra belum menunjukan tanda - tanda pelepasan
" Mas Sudah"
Andra tidak menjawab apa - apa malah semakin mempercepatnya.
" Mas pelan - pelan, ada dedek" ucap Rinda saat hentakan Andra semakin cepat dan kasar
ucapan Rinda membuat pelepasan yang hampir Andra capai harus tertunda, ingin rasanya Andra marah saat itu.
Andra melepaskan penyatuannya dan memilih menyelesaikannya dengan tangan dia.
" Kenapa??" tanya Rinda saat Andra melepaskan penyatuan mereka dan terlihat Andra memaikan tangannya di miliknya..
" Kasian dedek" ucap Andra memejamkan mata dan terus berusaha melakukan pelepasan sendiri.
" Aaaaakkhhh...Rindaaaaaaa aaaashh" Andra akhirnya pelepasan dengan memejamkan matanya.
Rinda tersenyum melihat ekpsresi Andra saat pelepasan.
" Kenapa Yank??" tanya Andra membuka matanya saat merasakan Rinda tertawa.
" Lucu lihat wajah kamu Mas"
" Kamu termasuk wanita paling beruntung"
" Kenapa?? karena kamu tahu wajah Mas saat lagi ingin dan saat lagi pelepasan"
" Hahahaha begitu ya, memang Mas ingin memberi kesempatan kepada wanita lain untuk beruntung seperti Rinda??"
" Engga lah, " ucap Andra mengecup pundak Rinda.
Andra menyalawak shower kamar mandi dan melepaskan penyatuan mereka.
Andra pun sempat mengecup perut Rinda saat Rinda sudah berhadapan dengannya.
" Sudah agak terlihat buncit ya" Andra mengucapkannya dengan pelan karena takut Rinda tersinggung.
" Buncit??"
" Iya ini dedek "
" Ini belum apa - apa loh Mas, 9 bulan perut Rinda akan sangat besar"
" Tidak apa - apa tetap cantik" ucap Andra sambil menyabuni tubuh Rinda.
" Nanti kalau perut Rinda besar bagaimana kita bercinta Mas??"
" Tidak perlu di pikirkan, biar nanti Mas yang melakukannya.
" nungging terus kayanya Rinda"
" Hemmm bagaimana saja caranya yang penting masuk"
" hihihi, Rinda terkekeh mendengar ucapan Andra.
" Ayo cepat mandinya, keburu magrib" ucap Andra.
------- Setelah menyelesaikan mandi Andra mencari baju yang akan dia kenakan.
" hari ini kemana saja??" tanya Andra memancing obrolan dengan Rinda.
" Ke Kantor"
" Terus??"
" Ke butik Mamah nyari baju couple buat kita pakai ke akad nya Nisa dan Azka. Ini baju nya nih!!!"ucap Rinda mengeluarkan baju dari sebuah paperbag"
" Selain ke kantor dan ke butik kamu tidak kemana mana lagi??"
__ADS_1
Rinda berfikir sejenak, kenapa Mas Andra bisa menanyakan hal itu ya?? Apa Mas Andra tahu aku ke lapas??? Apa Bimo ada kaitannya dengan kasus yang sedang dia tangani??" gumam Rinda.
" Hey, ko melamun???"
" emmmmhhh terus Rinda sama Nisa ke tempat teman, tapi teman nya tidak ada di tempat." ucap Rinda.
" Oooo" ucap Andra
" Jadi Bimo teman kamu???" gumam Andra sambil tersenyum.
Rinda sudah memakai baju yang dia sempat ambil dari butik Mamah Sofia saat pulang dari kantor.
Rinda pun membantu Andra mengancingkan seluruh kancing kemeja Andra yang senada dengan warna kebaya yang dia gunakan.
Andra menatap kembali Rinda yang sedang mengancingkan baju nya dan mengelus pipi Rinda dengan punggung tangannya.
" Apa yang kamu sembunyikan??" tanya Andra menatap bola mata Rinda.
" tidak"
" Ayo katakan"
" Mas, kemungkinan Mamah dan Papah Mahfud kecelakaan karena di sengaja"
" Maksudnya??" tanya Andra, padahal Andra ingin Rinda memgatakan bahwa dirinya tadi ke lapas dan mencari Bimo. Tapi apa yang di katakan Rinda lebih dari sebuah ucapan yang ingin di dengar Andra.
" Tadi waktu Rinda di kantor, Bos Rangga menelpon Rinda. kemungkinan besar, seseorang dengan sengaja mencelakai Mamay dan Palah mahfud"
" yakin??"
" Iya, itu dari pihak kepolisian puncak yang memberitahu bos Rangga"
Andra langsung memeluk Rinda.
" Sayang" ucap Andra mengecup puncak kepala Rinda. Andra tidak tahan melihat Rinda yang terlihat biasa dan tegar walaupun dia tahu bahwa mamah nya kemungkinan di celakai orang hingga meninggal.
" jangan sembunyikan kesedihan kamu dari Mas"
" Rinda tidak menyembunyikan kesedihan Rinda ko Mas, walaupun Rinda sedih dan menangis. Mamah tidak akan kembali ke tengah - tengah kita" ucap Rinda.
" aaakkh sejak kapan kamu jadi dewasa begini" ucap Andra menciumi seluruh wajah Rinda.
" sejak Mas membuat Rinda menjadi calon Mommy"
Andra pun tersenyum mendengar ucapan Rinda.
" Makasih ya"
" Untuk??"
" pelepasan sebelum Mas mandi, terasa ringan nih"
" tidak terlambat baru bilang terima kasih??" tanya Rinda dengan terkekeh.
" Sudah ah, Ayo cepat siap- siap, jangan sampai kita terlambat ke acara akad nikah Nisa dan Azka."
" Hemmm kalau terlambat Mas yang salah"
" ya kamu lah yang salah, kamu menawarkan o
pelepasan"
" Karena Rinda melihat kerut di kening Mas"
" emang kening Mas sudah berkerut??"
" Sekarang tidak" jawab Rinda terkekeh.
----- Lela yang tadinya akan kembali besok membeli tiket penerbangan saat Nisa mengatakan bahwa malam ini dia akan akad. Akan sangat tidak adil kalau dia tidak menghadiri akad nikah sahabatnya. Walau bagaimanapun Rinda, Lela dan Nisa adalah satu tim sahabat yang berasa saudara.
------ pukul 19.00
keuarga Azka sudah berkumpul di kediaman Nisa.
saat itu hanya di hadiri keluarga dan sahabat kedua belah pihak.
Renata sebagai adik satu - satunya Azka mau tidak mau menghadiri Akad nikah kakak nya yang menikahi Nisa. salah satu musuh nya
Rinda dan Andra tiba lebih dulu di kediaman Nisa, saat kelaurga Azka tiba.
Rinda sangat terkejut saat melihat Bastian datang bersama Mamah Riska ke acara akad nikah Nisa.
" Bastian memang pasti hadir ini bukan halnyang aneh Rinda, Azka kan anak nya Om Aryo. Kaki tangan Bastian" gumam Rinda.
Bastian bahkan tidak melirik Rinda sama sekali, begitupun Rinda yang memilih mengacuhkannya.
Andra menggenggam tangan Rinda dan mengecup punggug tangannya
Rinda tersenyum kepada Andra saat merasakan tangamnya di kecup dengan lama.
" Mas akan selalu bersama kamu sayang" bisik Andra .
Saat itu Azka sudah siap mengucapkan ijab qobul. dan Nisa masih berada di kamar nya.
tak lama, Lela pun datang. Rinda seolah kedatangan sosok yang sangat lebih spesial dari sosok yang dia sebut Papah saat melihat Lela
Lela langsung duduk di samping Rinda setelah mereka cipika cipiki.
"Aku tidak terlambat kan??"
" Tidak, baru mau mulai"
tak lama terdengar ijab qobul yang di ucapka Azka denga satu kali tarikan nafas dan di iringi ucapan
" sah!!!" dari semua saksi.
Rinda dan Lela pun saling tersenyum dan menuju kamar Nisa untuk menjemput Nisa.
" Ayo Bu Azka,sudah sah!!!"ucap Lela dan Rinda serempak.
" iiikkhhh kalia kenapa tidak menemani Aku dari tadi???" ucap Nisa berdiri sambil memeluk Lela juva Nisa.
" kita sengaja membiarkan kamu gugup sendiri" goda Lela dan Nisa
" iihhh jahat, kirain kalian tidak datang."
" Aku membantu Mas Andra dulu pelepasan di kamar mandi, jadi telat deh datang nya. untung belum ijab qobul" ucap Rinda sambil terkekeh tanpa malu - malu mengatakan kenapa dia datang hampir terlambat.
" Aku kena macet"ucap Lela.
" katanya besok baru kembali" ucap Nisa kepada Lela.
" hadeuh masa iya sih sahabat anu akad di lewatkan "
" Aku pikir kamu nanti saja hadirnya pas resepsi"
" Nanti juga pasti hadir"
" Sudah dong, pengantin laki - laki sudah menunggu" ucap Rinda menghentikan pecakapan mereka .
" Besok kita adakan rapat geng di kantor" ucap Nisa
" penting banget ya??" tanya Lela
__ADS_1
" Sssttt sudah besok kita lanjut" ucap Rinda.
Akhirnya Rinda dan Lela membawa Nisa keluar kamar dan mengantarkannya sampai di kursi sebelah Azka.
Nisa dan Azka menandatangani surat nikah
Kini Azka dan Nisa sudah sah sebagai suami Istri
Azka mencium kening Nisa tanda meraka, dan sekilas mencium bibir Nisa yang membuat suasana di sana menjadi riuh
Sedangkan Renata memalingkan wajah nya, sangat muak melihat Kakak nya.
Renata yang merasa di acuh kan di acara tersebut memilih untuk meinggalkan acara akad kakak nya
Bastian pun segera pamit kepada Aryo saat dirinya telah selesai menjadi saksi akad nikah Azka.
Bastian sebenarnya tidak nyaman berada dinsatu ruangan dengan Rinda
ya walau bagaimanapun dia merasa malu dengan kelakuannya terhadap Rinda.
Bastian pun merasa saat ini dia tidak akan menyapa Rinda.
karena walau bagaimanapun hubungannya dengan Rinda sudah tidak bisa di perbaiki lagi.
Rinda pun yang melihat Bastian meninggalkan acara sebelum selesai hanya tersenyum sinis.
" pengecut" gumam Rinda melihat Bastian dan Mamah Riska sudah berlalu dari pandangannya.
----- Renata memilih bermain ke club malam bersama Sesil.
Sesil sudah menunggu nya di sebuah club malam.
Iya sesil dulu sering nongkrong di club Nando juga.
Bahkan Sesil lah yang selalu jadi mata - mata nya dulu dalam menguntit prilaku geng kolang kaling.
Sesil merupakan manta pacar Azka walau habya sebentar dan juga mantan pacar Lucky, kakak kandung Lela
kalau dari segi wajah memang Sesil lebih cantik dari Renata. hanya saja Sesil kalah kulit dari kulit Renata yang lebih putih.
" Cieeee yang patah hati di tinggal nikah mantan"
" sorry ya, gua sama Azka sudah tidak ada perasaan apa - apa" ucap Sesil sambil menengak minumannya.
" Sama Lucky sudah putus beneran??"
" Iya lah" ucap Sesil.
" oia minum nih" ucap Sesil menyodorkan botol minum juga gelas untuk Rena
" Elu tahu sendiri gue ga pernah minum"
" laaah cemen Lu, masa kalau sama geng kolang kaling. sebotol ini nih, mereka tengak habis dari botol nya" ucap Sesil yang pernah berada di club yang sama dengan Geng kolang kaling..
Renata pun mencoba menengak nya langsung dari botolnya.
" ueeeeee...pait" ucap Rena sambil menjulurkan lidah nya.
" Jahahaha" Sesil tertawa lepas.
" Oia gie mau ngenalin Lu sama teman gue" ucap Sesil.
" Siapa??"
" Sebentar lagi juga datang" ucap Sesil.
" Tak lama ada laki - laki yang merangkul Sesil dan mencium sesil dari belakang.
" hey sayang, sudah datang " ucap Sesil saat merasakan seseoranv mengecup nya.
" hemmm, kan kamu yang minta jangan lama"
Rena yang melihat pemandangan tersebut langsung ternganga.
" kenapa Sesil bisa dengan mudah mendapatkan laki - laki, sedangkan dia yang selalu merasa lebih cantik dari Sesil belum satu kali pun merasakan pacaran.
" Ren, kenalkan pacar Aku. Eko" ucap Sesil
" Rena" ucap Rena saat menjabat tangan Eko.
" Apa kita pernah bertemu??" tanya Eko
" Tidak tahu" ucap Rena
" Apa Anda bekerja diperusahaan Angkasa Jaya??" tanya Eko
" Iya, saya manger keuangan di sana " ucap Rena dengan sombong.
" Ooowww, Anda kenal Pak Radit??"
" Tidak, tapi saya tahu siapa beliau dan bagaimana beliau menginvestasikan uangnya di perusahaan atasan saya" ucap Rena
" Saya bekerja dengan Pak Radit, sebaiknya kalain berkenalan" ucap Eko sambil mengambi lponselnya dan menelpon seseorang.
" Aku di club jalur 3 bos, ditunggu merapat segera" ucap Eko dan langsung menyimpan ponselnya.
Eko merangkul pundak Sesil dan menciumi Sesil.
" aiish" ucap Rena melihat pemandangan tersebut.
Rena pun memilih memainkan ponselnya dan mengabaikan Eko juga Sesil.
----- setelah beberapa menit tak lama Radit pun datang.
" Ko" ucap Radit menghentikan cumbuannya kepada Sesil.
" Bos, duduk lah" menunjuk tempat kosong di samping Renata.
" Beliau Manager keuangan Pak Bastian" ucap Eko tahu isi pertanyaan yang tidak terlontar dari mulut Bos nya.
" Uppss" ucap Radit
.
.
.
.
.
.
Like
Vote
komentar
segitu dulu ya gengππππππ
maaf telat - telat..insyaAlloh mulai tanggal 21 normal kembali tidak akan telatβ€β€πππ
__ADS_1
jangan bosan ya sama cerita iniπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ
i Love you all