Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 87


__ADS_3

Papah Wijaya, Mamah Sofia, Papah Mahfud juga Mamah Ayu sudsh kembali ke kediaman masing - masing setelah acara konprensi pers diperusahaan Berlian Indah.


Begitupun Mamah Riska yang memilih kembali dulu ke kediamanmya sebelum dia kembali ke rumah sakit melihat suaminya Bastian, saat tiba di rumah nya Mamah Riska melihat mobil Kakak nya Pak Rendi sudah terparkir disana.


" Ris , kamu baik- baik saja?? "


" Seperti yang Mas lihat. Riska baik- baik saja "


" Kenapa kamu ikut - ikutan membela Bastian ??"


" Bastian suamiku "


" Orang seperti itu masih kamu bilang suami ?? "


" Riska mencintai nya Mas "


" Setelah apa yang sudah dia lakukan kamu masih mencintainya ??"


" Itu hanya masa lalu, lagian sekarang Bastian sudah bersamaku. Jadi Mas Rendi tidak perku repot - repot merusak reputasi adik ipar Mas Rendi."


" Apa maksud kamu ??"


" Riska tahu Mas Rendi kan yang mengjnggah berita tentang kasus kemarin, tentang keluarga kami ?? "


" Benar begitu Mas ??"


" Iya memang Mas yang melakukannya "


" Tapi untuk apa Mas Rendi melakukannya "


" Mas hanya ingin memberi pelajaran kepada Bastian"


" Mas tidak ada hak memghakimi Papah nya Siska "


" Mas hanya tidak suka dia memperlakukan kamu seperti ini "


" Tapi Riska baik -'baik saja, Riska yakin Bastian tidak akan menghianati Riska lagi. usia kami sudah tidak muda lagi, jadi Mas Rendi jangan ikut campur. Jangan memperkeruh hubungan kami yang sudah keruh."


Rendi tidak bisa menjawab apa- apalagi.


" Sebaiknta Mas Rendi pulang, Riska juga mau kerumah sakit lagi melihat Siska dan Papah nya "


Ucap Mamah Riska meninggalkan Kakak nya Pak Rendi yang masih mematung di ruang tamu.


-------


Kediaman Rinda.


Andra dan Rinda baru saja sampai di kediamannya, Rinda tidak langsung turun dari mobil,dia menunggu Mas Andra membuka pintu mobil nya dan juga menggendongnya kembali.


" Ayo turun " ucap Andra saat membuka kan pintu mobil nya.


" cccckkk, gendong !!!! Apa harus ada Pak Radit dulu biar ga perlu minta gendong, tadi ada Pak Radit langsung gendong"


" ssstt iya yank maaf " ucap Andra sambil membopong kembali tubuh Rinda.


Rinda tersenyum dan mengalungkan kembali tangan ya dileher Mas Andra.


" Mas "


Andra tidak menjawab tetap berjalan menuju pintu rumah dan menatap mata Rinda.


" Maafkan Rinda ya " ucap Rinda saat mereka temu pandang.


" Iya sayang, tidak ada yang perlu dimaafkan " ucap Andra lalu menurunkan Rinda tepat di depan pintu.


" Sebentar ya, Mas buka dulu kuncinya. Nanti Mas gendong lagi."


" Oke " ucap Rinda.


--------


Setelah pintu berhasil di buka Andra mengangkat kembali tubuh Rinda, Rinda terus tersenyum dan menatap Andra.


" Tambah tampan nih suami "


" Tambah cantik dan seksi nih Istri "


" iiih ga kreatif "


Andra terkekeh dan mulai menaiki anak tangga dengan terus membopong tubuh Rinda menuju kamar. Andra menurunkan nya perlahan di tempat tidur.


" Mas mandi dulu ya ?"


" Bareng, Rinda juga pengen mandi. lengket Mas "


" Ayo "


----------


Kini Rinda dan Andra sudah berada di kamar mandi.


Rinda melepaskan satu persatu kancing seragam suaminya yang tadi dia pasangkan., mengangkat kaos dalam Andra ke atas hingga Andra telanjang dada.


Kemudian Rinda juga membuka celana seragam Andra, kini yang tertinggal tinggal celana dalam Andra.


Sebelum Rinda menurunkan celana dalam Andra, Andra terlebih dahulu menelanjangi Rinda.

__ADS_1


Andra menyalakan shower air hingga air membasahi tubuh keduanya.


Rinda melepas celana dalam Andra, kini mereka sama sama telanjang bulat.


Andra berusaha menahan hasrat nya, tidak mungkin dia menuntaskan hasratnya kepada Rinda dikamar mandi dengan gaya berdiri atau nungging seperti yang biasa dia lakukan saat Rinda belum hamil.


" Sini Rinda sabuni Mas " ucap Rinda sambil mengusapkan busa sabun ke tubuh Andra.


Andra membiarkan Rinda menyabuni seluruh tubuhnya. Hingga tiba saatnya Rinda menyentuh dan menyabuni bagian inti tubuhnya.


" Aakkkh kalau sudah tersentuh begini, mana tahan. Tuh kan berdiri " gumam Andra sambil menyentuh belalainya agar sedikit tenang.


" hehehe sudah keras " ucap Rinda menyentuh bagian inti Andra.


" Jangan disentuh lagi Yank, takut ga tahan " ucap Andra.


" Ya udah masukin saja, gitu aja ko repot "


" Jangan disini Yank, ingat dedek janin "


" Ya udah ayo dikamar , di per quick mandi nya Mas "


" Sini Mas sabunin dulu tubuh kamu " ucap Andra sambil gantian menyabuni seluruh tubuh Rinda.


" Aaakkkhhh seksi sekali kan Istriku, mana tahan " gumam Andra menyabuni seluruh tubuh Rinda tanpa ada yang terlewat, Andra meremas payudara juga bokong Rinda saat menyabuni area tersebut. Desahan nakal pun lolos dari bibir Rinda.


Rinda dan Andra saling tatap, nafas kedua nya sudah sedikit sesak oleh nafsu.


Andra menyalakan shower air hangat dan mengguyur tubuh Rinda juga tubuhnya.


Andra memeluk Rinda dan membiarkan air hangat mengguyur tubuh mereka.


Rinda membalas memeluk Andra dan mencium bibir Andra.


beberapa saat mereka saling hisap, saling luma*, saling jambak. Andra sedikit menggesek gesekan miliknya ke tubuh Rinda.


" Aaaaaakkkhh " Ucap Rinda melepas ciuman dan memegang perutnya.


" Tuh kan kata Mas juga jangan disini "


Andra dengan cepat membersihkan tubuh mereka, mematikan shower dan menyelimuti tubuh Rinda dengan handuk lalu membopong nya ketempat tidur.


Bahkan dia lupa memakai handuk nya, Andra mengelap tubuh Rinda lalu membuka handuk Rinda melihat bagian inti tubuh Rinda, Andra takut sekali akan keluar darah dari sana.


" Sakit ??" tanya Andra sambil mengelus perut Rinda.


" Engga, cuma tadi kaya kram gitu Mas "


" Makan dulu ya, terus minum obatnya " ucap Andra sedikit panik dalam keadaan telanjang bulat dan tubuh basah.


" Mas mending pakai baju dulu, Rinda tidak apa - apa " ucap Rinda.


" Diam disini, tetap tidur jangan bangun "


" Iya " Rinda tersenyum dan menggigit bibir bawahnya melihat otot - otot suami nya yang telanjang bulat.


Andra mengambil handuk dan mengelap tubuhnya, dihadapan Rinda.


" Mau Mas panggilkan dokter ??"


" Tidak perlu Mas, sudah baikan ko " jawab Rinda dan duduk menyender di ranjangnya.


Andra mengambil kaos polisi dan celana pendek nya.


setelah memakai baju Andra mendekati Rinda dan mengecup kepala Rinda. kemudian mengelus perut Rinda dan mencium perut Rinda yang masih rata.


" Dedek Janin sayang, maafin daddy ya. Daddy ga sengaja " ucap Andra mengingat dia menggesek gesek dan sedikit menekan perut Rinda dengan miliknya.


" Iya Daddy tidak apa - apa, Mommy yang nakal Godain Daddy terus " ucap Rinda dengan meniru suara anak kecil.


" coba tanyain Dedek mau makan apa, daddy mau minta maaf, Jadi mau traktir dedek."


" Kata Dedek pengen makan Daddy "


Andra tersenyum lalu naik ke atas ranjang dimana Rinda duduk dan menariknya agar tidur di pelukannya.


" Tahan dulu ya, minimal sampai obat dari dokter habis "


" Memang Mas tahan ??"


" Tahan asal kamu jangan godain Mas "


Rinda menyenderkan kepalanya di dada Andra,


" Jadi mau makan apa??"


" Seafood " jawab Rinda.


Andra mengambil ponsel di samping tempat tidurnya dan mengetik pesanan seafood disebuah aplikasi pesanan online.


" Mas tidak akan macam - macam kan walau tidak dapat jatah dari Rinda.


" Ya ampun sayang, jangan mikir kesana.".


" Jawab dulu "


" Mas janji tidak akan macam - macam,cukup sama kamu saja "

__ADS_1


Rinda menengadahkan kepalanya dan tersenyum kepada Andra.


Andra pun tersenyum dan mengecup bibir Rinda, tadinya ciuman sekilas,tapi Rinda menarik kepalanya hingga mereka berciuman lebih dalam lagi.


Andra mencoba menghentikan ciuman Rinda, sungguh dia takut menyentuh Rinda saat ini. Andra yakin keadaan Rinda belum stabil, dan janin nya belum kuat.


Tapi Rinda terus menekan menghisap, meluma* bibirnya. Andra pun tidak kuasa menolaknya. Nalurinya berjalan dengan cepat, tangannya sudah menggerayani tubuh Rinda, kedua tangan itu sudah menangkup di punggung Rinda. dan tanpa Andra sadari Andra sudah berada diatas tubuh Rinda.


Kini ciuman mereka semakin penuh gairah, bagian inti Andra pun sudah berdiri tegak. Rinda juga merasakan sesuatu yeng mengeras di pahanya.


Tangan Andra maju kedepan dan meremas dada Rinda.


" Emmmhh, Mas "


Mendengar desahan Rinda, Andra tersadar dan berguling kesamping tubuh Rinda mengakhiri ciuman panas mereka.


" Kenapa ??"


" Jangan sekarang Yank, kasian Dedek Janin " ucap Andra mengelus perut Rinda.


" Tapi Mas jangan ... "


" Mas tidak akan macam - macam, Mas janji "


" Andra mengecup kepala Rinda."


" Rinda bantu keluarkan yah " ucap Rinda memegang bagian inti Andra yang sudah mengeras.


Andra masih mengatur nafas nya dan memejam kan mata saat Rinda memegang miliknya.


Perlahan Rinda bangun dan menurunkan sedikit celana Andra.


dan tampak lah bagian inti tubuh suaminya yang sudah berdiri tegak.


" Dan haaaapppp"... Rinda memasukan nya ke dalam mulut dia.


Andra sampai membuka mata, dan melihat ke arah Rinda. Dia tidak percaya Rinda melakukannya. selama menikah ini pertama kali nya Rinda berinisiatif seperti ini.


Andra membiarkan Rinda melakukan apa yang dia inginkan, karena memang dia membutuhkan pelepasan.


Pijatan tangan dan hisapan Rinda tak kalah dengan bagian inti milik Rinda hingga dia bisa sampai pada puncak kenikmatannya.


" Rindaaaaaaaa " teriak Andra mencengkram kepala Rinda di bagian inti tubuhnya.


------


" terima kasih " ucap Andra tersenyum puas. aaakkh kalau saja Raditya tahu bagaimana cara Rinda memberikan service, dia akan semakin mengejar Rinda.


" Sayang "


" Iya "


" kamu belajar dari mana ??"


" apa ??"


" Yang barusan "


" Mas suka??"


" suka " ucap Andra.


" Hemm naluri Istri yang takut suami nya macam - macam karena tidak dapat jatah.


" Mas tidak akan macam - macam, cukup kamu yank. Kamu juga jangan macam - macam sama Radit "


" ya ampun Mas, Jujur ya. Rinda ga nafsu lihat Radit "


" Tapi dia kaya, tampan, mapan "


" iya sayang nya bukan selera Rinda "


" Selera kamu seperti siapa ??"


" Seperti Mas Andra lah "


Andra tersenyum mendengar ucapan Rinda. tak lama suara bel berbunyi


" Seafood datang kayanya" ucap Rinda.


.


.


.


.


.


.


.


.


Like

__ADS_1


vote


komentar


__ADS_2