Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 96


__ADS_3

Bastian baru saja menginjakan kaki nya di perusahaan Bima Sakti di temani Aryo memenuhi undangan makan siang dari Radit pengusaha muda yang sukses dan kaya raya.


Investor terbesar di proyek Apartemen baru di Tangerang milik perusahaan Angkasa jaya.


" Silakan Pak Bastian " ucap Yongki yang sudah menunggu di lobby perusahaan dan menggiring Pak Bastian untuk masuk sebuah ruangam yang telah di siapkan.


Yongki adalah asisten nya Radit seperti Eko. Saat itu Eko sedang menyelesaikan permasalahan yang lain dan entah itu masalah apa, hanya Eko dan Radit yang tahu.


" Maaf yang boleh masuk hanya Pak Bastian, Pak Aryo mari ikut saya " Ajak Yonki kepada Aryo.


" Saya akan menunggu disini " ucap Aryo memilih menunggu didepan pintu ruangan yang akan di masuki Bastian.


" Kamu pergilah, Aku akan baik - baik saja " ucap Bastian kepada Aryo.


" Mari Pak, kita makan siang di ruangan lain " Ajak Yongki kepada Aryo.


Bastian menganggukan kepalanya saat Aryo melihat ke arahnya.


Yonki membukakan ruangan yang di siapkannya untuk pertemuan Bos besar nya dengan direktur Angkasa Jaya.


Setelah Bastian masuk Yonki menutup pintu nya dan mengajak Aryo mengikuti nya.


" Selamat siang Pak Bastian " sapa Radit saat melihat Bastian sudah berdiri di ruangan dimana dia berada.


" Selamat siang Pak Radit"


" Silakan duduk, mari kita makan siang bersama " Radit mempersilakan Bastian duduk berhadapan dengannya.


" Kenapa Pak Radit tiba - tiba mengundang saya makan siang ??"


" Pertanyaan yang saya tunggu - tunggu Pak Bastian"


" Jadi, ada yang bisa saya bantu??"


" Sangat ada"


" Apa yang bisa saya bantu"


" Saya ingin Andra menerima 50% perusahaan Bima Sakti. Anda juga tidak perlu mengembalikan data atau berbagi hasil yang saya gelontorkan untuk proyek apartemen di Tangerang"


Bastian di buat ternganga oleh pernyataan Radit.


" Kenapa bisa??? semuanya pasti tidak gratis bukan???"


" Anda benar Pak Bastian, semua tidak gratis. Saya tahu keuangan perusahaan Anda jauh berada di bawah saya, dan jauh berada di bawah perusahaan Wijaya. Tapi saya bisa membuat perusahaan Anda menjadi lebih besar lagi"


" Apa yang harus saya lakukan " tanya Bastian dengan antusias yang membuat Radit semakin suka mengiming imingi harta kepada Bastian.


" Saya menyukai putri Bapak"


" Maksudnya Siska??"


" Bukan, bukan Siska. Tapi putri dari Istri simpanan Anda"


" Rinda??" ucap Bastian pelan


" Iya, saya menyukainya."


" Dia sudah menikah".


" Bukannya Siska juga sudah menikah, atau Anda ingin menawarkan Siska???"


" Tidak Pak Radit, mereka sudah menikah. Saya tidak mungkin bisa membantu Anda"


" Saya hanya tertarik kepada Rinda, mungkin Anda bosa membatu saya mempertemukan saya dengan Rinda. ya walau sebatas makan malam bersama"


" Hanya makan malam??"


" Iya makan malam, dan Anda bisa dapatkan apa yang saya tawarkan tadi"


Bastian masih berfikir bagaimana caranya agar Rinda mau makan malam bersama Pak Radit.


" Malam ini??"


" Iya lebih cepat lebih baik bukan??"


" kalau saya berhasil menidurinya, saya berikan seluruh perusahaan Bima Sakti untuk Anda "


" Pak Radit!!!"


" kenapa??"


" Tidak mungkin saya menjual tubuh putri saya"


" Putri?? bukannya putri Anda hanya Siska???"


Pernyataan Radit membuat nyali Bastian ciut.


" Bagaimana Pak Bastian??"

__ADS_1


" Saya akan mencoba memintanya menemani Anda makan malam"


" Oke, berarti Anda hanya menginginkan 50% perusahaan Bima sakti??? Baik " ucap Radit


" Nanti malam Jam 19.00 di restaurant xxx"


Bastian memganggukan kepalanya.


" Sekarang silakan nikmati jamuan makan siang nya " ucap Radit sambil memulai makan siang tanpa melihat ke arah Bastian.


" Sejak kapan Pak Radit menyukai Rinda, hah harusnya Rinda menikah dengan Radit. Lebih kaya raya, apa aku pisahkan Rinda dengan Anaknya wijaya " gumam Bastian.


-------


Setelah makan siang Bastian kembali ke perusahaan dengan Aryo.


" Yo, tolong kamu hubungi Rinda. dan suruh dia keperusahaan menemui Aku "


" Tidak ada angin tidak ada hujan, ada apa ini??"


" Aku akan minta bantuan kepada nya"


" Apa Rinda mau??"


" Aku tidak pernah meminta apa - apa kepada Dia, selama 21 tahun aku membesarkannya " ucap Bastian


" Baik, nanti aku hubungi Rinda"


-------


Rinda seperti biasa mengajak Andra makan siang di seafood kesukaannya.


Sebelum pesanan datang Grace sudah datang dengan setumpuk map yangvharus ditanda tangani Andra.


" Bu Rinda apa kabar??? Sekarang lagi hamil anak Mas Andra"


" Ooh sudah berapa minggu??"


" Mau nginjak minggu ke enam"


" Ngidam yang aneh??"


" Engga"


" Mungkin mual mencium bau - bau makanan??"


" Tidak ada, malah mual kalau mencium bau - bau pelakor"


Pak Andra tersenyum sedikit ke arah Grace dan sibuk menandatangani dokumen - dokumennya.


" Kecium nya bagaimana Bu ??" tanya Grace penasaran.


" Kecium nya bau amis dan menimbulkan mual, kadang bau comberan juga "


" Saya ga bau comberan kan Bu??"


" Memang kamu pelakor??"


" Bukan ih amit - amit" jawab Grace.


" Sudah selesai Grace" Andra menyodorkan dokumen - dokumen yang sudah dia tanda tangani


" Terima kasih Pak, saya akan kembali ke perusahaan"


" Makan siang dulu disini"


" memang boleh??" Grace melirik ke arah Rinda..


" hemmm Boleh, Mba Grace kan bukan pelakor" jawab Rinda tanpa melirik Grace tapi dia tahu Grace meliriknya.


Kamu pesan dulu Grace, Andra menyodorkan buku menu nya.


Tak lama pesanan Andra dan Rinda datang, seperti biasa Rinda melipat tangamnya di meja, tidak menyentuh makamannya


Dengan di awali menarik nafas panjang, Andra mulai menyuapi Rinda dengan tangannya, sesekali Andra menyuapi diri sendiri saat di lihatnya mulut Rinda masih penuh.


Rinda mengacuhkan Grace dan anteng memainkan ponselnya.


Grace yang melihat adegan atasannya menyuapi istrinya serasa menjadi orang - orangan sawah.


" Pak Andra saya mau kembali ke perusahaan, pesanan saya mau di bungkus saja"


" Oooh, baiklah. tagihannya biar sekalian saya bayar"


" Terimakasih Pak Andra. saya permisi dulu, mari Bu Rinda "


" hemmm" jawab Rinda tanpa melihat Grace.


Saat Grace sudah meninggalkannya bersama Mas Andra Rinda langsung menyimpan ponselnya dan tersenyum ke arah Mas Andra.

__ADS_1


Andra pun tersenyum dan menggeleng - gelengkan kepalanya.


" lagi " Rinda membuka mulutnya dan Andra menyuapinya.


Terus seperti itu sampai makan siang mereka habis.


" Sayang, malam ini Mas dinas malam. Mas masih memperlajari kasus yang sedang Mas tangani".


" Terus??"


" Mas suruh Mamer temani kamu ya???"


" Jangan ah, ga enak minta Mamer nemani aku terus. Aku harus mandiri dong"


" Iya dong kan Ibu Bhayangkari"


" Lah, terus katanya Mas mau tengok Dede Janin, mau ngajak main"


" Besok ya?? Mas kasih double"


" Hihihihi, okeeeyyy" Rinda cekikan.


" Sekarang mau pulang ke rumah atau ikut lagi ke Polres??"


" Ke rumah deh, nanti mau nyuruh Lela dan Nisa main ke rumah "


" Memang Lela boleh sama suaminya??


" Kak Irfan lagi di luar kota "


" Ooo" jawab Andra.


Andra dan Rinda pun meninggalkan tempat makan tersebut dan Andra hendak mengantarkan Rinda ke rumah.


Rinda merasa tidak perlu ikut ke Polres lagi karena Alinda cuti selama dua hari.


Sesampainya Di rumah, Rinda turun dari mobil nya. Tapi Mas Andra tidak.


" Mas, ga turun dulu??"


" Engga deh"


" Yakin??"


" Hemmm"


" Ga mau main basah - basahan sama dedek Janin??"


Rinda tersenyum dan menggigit bibir bawahnya.


Tanpa berpikir lagi Andra langsung keluar mobil nya.


" Ayo " jawab Andra langsung menarik Rinda ke dalam rumahnya.


Yaaaa akhirnyaaaaa terjadilah basah - basahan antara Rinda dan Andra, sebagai menu penutup makan siang mereka.


Seperti biasa pergulatan mereka selalu penuh cinta, Rinda selalu membuat Mas Andra melenguh dengan kenikmatan


" Besok tetap double ya, ini hanya menu penutup. Ucap Rinda menarik selimut dan menutupi tubuhnya.


" Iya bawel " ucap Andra bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil handuk hendak ke kamar mandi.


Bisa - bisa nya Andra tergoda ajakan Rinda di tengah hari begini.


.


.


.


.


.


.


.


.


Wkwkwkwk🤣🤣🤣🤣🤣


Jangan lupa


Like


Vote


Komentar

__ADS_1


samapi ketemu nanti malam denga Radit😂😂🤪🤪🤪


__ADS_2