Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 83


__ADS_3

Hauyyy guys....


Ada yang masih rindu sama cerita Rinda dan Andra๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ


Maaf ya telat update nya๐Ÿคญnunggu mood dan komentar komentar manis yang memaksa aku buat perform๐Ÿคค


jangan lupa


like


vote


komentar


๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


oke next guys


------------


"Ris, masuk" ucap Mamah Sofia saat melihat Mamah Riska diambang pintu.


Mamah Riska tersenyum kepada semua orang yang ada di ruangan dan menjabat tangan satu persatu orang yang ada di ruangan.


" Ini Ayu??" tanya Mamah Riska saat mereka saling berjabat tangan.


" Iya, Maafkan saya" ucap Mamah Ayu dengan reflek minta maaf kepada Mamah Riska.


" Sepertinya saat ini kita tidak perlu mengatakan kata maaf, kita hanya perlu saling mengerti dan menerima satu sama lain. walau bagaimanapun kita mempunyai anak dari laki-laki yang sama" ucap Mamah Riska.


"Terima kasih, saat ini saya sudah menjadi Istri Mahfud. Yang mencuat diberita seolah kami selingkuh saat ini itu tidak benar, mungkin kalau masa lalu itu benar, tapi kehidupan saya tak seindah kehidupan istri kedua pada umumnya yang bisa bahagia merebut suami orang."


"Aku juga istrinya, jadi aku tahu bagaimana cara perlakuan nya "


" Terimakasih" ucap mamah Ayu yang langsung didekap oleh Mahfud


Sedangkan yang lain ikut terharu dengan pertemuan wanita-'wanita Bastian


"Sekarang kita rencanakan bagaimana mengklarifikasi berita yang mencuat kepada media" ucap Papah Wijaya.


" Sebaiknya kita serahkan kepada Rio dan Tim untuk menjelaskannya, kita tidak perlu bicara" ucap Mahfud


" Kita tidak perlu membuka sesi tanya jawab, penjelasan kita harus bisa mengklarifikasi dan menjawab semua berita yang menyebar" ucap Om Rio dan tim


" Aku setuju, dan tidak perlu lagi ditutupi. Katakan saja yang sebenarnya" ucap Mamah Riska dan diangguki oleh semua yang ada diruangan tersebut.


" Kalian semua siap??" tanya Om Rio


" Siap !!! " jawab semua orang yang ada disana


"Ayo kita hadapi media" ajak Papah Rio sudah berdiri diikuti yang lainnya


---------


Perusahaan Bima Sakti


" Apa yang terjadi?? " tanya Eko kepada Bos nya yang sedang meringis di sofa memegang perutnya.


Radit hanya melihat Eko dengan sinis


" Mules Bos?? mau ke kamar mandi atau beli obat sakit perut??"


" Dia nonjok perut Gue"


"Hahahahaha, ditonjok Polisi?? memang sih Bos pantas mendapatkannya" Eko malah mencibir Bos nya yang memang sahabatnya jadi dia tidak sungkan menggodanya.


"Gue tidak siap, gue kira dia tidak akan menghantam perut Gue " ucap Radit sambil memegang perutnya.


" Hati-hati dengan marahnya seorang pendiam dan kalem seperti Pak Andra Bos."


" Hemm tidak akan ada yang bisa mengalahkan Radit termasuk Andra"


"Dia sudah mengalahkan mu Bos, dia sudah menikahi dan menghamili wanita yang Bos sukai"


" Sebenarnya Elu ada dipihak siapa??" selidik Radit


" Dipihak yang benar"


" Aku yang menggajimu"


" Perusahaan "


" Kamu lupa perusahaan ini milik siapa??"


" Milik tuan besar" ucap Eko masih menimpali pertanyaan Radit. Tuan besar yang Eko maksud adalah Ayah dari Radit.


" cccckkk, sudah pintar ngomong kamu"


" Kan Bos yang ngajarin"


"haaah sudahlah, tolong kirim bunga mawar merah yang banyak ke rumah sakit dimana Rinda di rawat"

__ADS_1


Eko tidak menjawab permintaan Radit


"Ko, kamu dengar??"


Eko hanya menghela nafas dan mengambil ponselnya. menelpon pemilik toko bunga langganan Nyonya besar untuk memesan bunga yang diminta Radit.


Mungkin Radit mengira semua wanita seperti ibu nya yang suka dengan rangkaian bunga mawar merah.


" Sudah, tak lama lagi bunganya akan sampai dirumah sakit dimana Bu Rinda di rawat"


" Oke " jawab Radit membaringkan tubuh nya di sofa sambil memegang perutnya.


" Mau kerumah sakit Bos?? mau rongtsen atau USG?"


Eko khawatir kepada Radit yang sejak kecil jangankan kena tonjokan, digigit nyamuk pun mungkin tidak pernah.


" Tidak perlu " jawab Radit memejamkan matanya membayangkan Rinda setidaknya mengurangi rasa sakit akibat tonjokan Andra.


-------


Rumah sakit


Andra memasuki ruangan Rinda, dilihatnya Rinda sedang berbaring dan memejamkan mata.


Andra tersenyum dan mendekati Rinda, tadi saat diruangan Radit dan perjalanan ingin rasanya memaki Rinda yang tidak peka terhadap perlakuan Radit dan memintanya untuk jaga jarak dengan Radit.


tapi saat Rinda ada dihadapannya mulut Andra jadi terkunci.


Andra mengelus perut Rinda yang masih rata, disana sudah bersarang buah cintanya bersama Rinda.


Andra juga berjongkok dan mengecup bibir Rinda cukup lama.


Rinda membuka mata saat merasakan hembusan nafas Andra.


Rinda tersenyum dan memejamkan matanya kembali saat melihat Andra berada tepat dihadapannya.


Rinda meraih tengkuk Andra, kini mereka saling kecup, hisap dan lum*t.


Beberapa saat mereka saling menikmati bibir mereka masing-masing.


Kemudian Andra melepaskan ciumannya.


" i love you"


"I love you too Mas" ucap Rinda tersenyum lebar.


Andra kini duduk di samping Rinda dan menggenggam tangan Rinda sambil tersenyum dan mengusap pipi Rinda.


" Iya Mas"


" Jangan nakal"


" Hemm" jawab Rinda sambil tersenyum.


Andra mengelus kembali perut Rinda tak lama Andra mengecup perut Rinda berkali-kali.


" Sudah Mas geli" Rinda dibuat tertawa karena kecupan Andra terasa geli dan seperti ada getaran yang tak biasa. Iya Rinda pengen sentuhan yang lain dari Andra.


" Jadi pengen pulang" ucap Rinda menggigit bibir bawahnya.


Andra tersenyum dan mengecup kembali bibir Rinda.


Tak lama pintu ruangan dimana Rinda dirawat diketuk seseorang.


Andra melepaskan kecupannya dan mengusap bibir Rinda yang basah akibat kecupannya dengan jempol.


Tak lama seseorang masuk,


"Pak, Bu maaf saya pengantar bunga"


"Bunga??"


"mau disimpan dimana Pak bunganya?"


" Bawa masuk "ucap Andra


Sedangkan Rinda merasa heran. siapa yang memberinya bunga, Mas Andra saja belum pernah memberinya bunga mawar. Kalau bunga Bank Mas Andra memberikannya tiap bulan, bahkan semua atm pemghasilan Andra dia yang pegang.


Andra di buat tercengang saat bunga yang di antarkan begitu banyak, setelah beberapa menit ruang perawatan Rinda sudah banyak bunga mawar merah.


" Bunga nya sudah kami masukan semua Pak, mohon ditanda tangani tanda terimanya" ucap pengantar bunga


" Ini dari siapa??" tanya Andra sambil menandatangani tanda terima yang disodorkan kurir.


" Itu ada kartu ucapannya" kurir menunjuk satu bucket bunga yang disimpan di meja samping Rinda.


Rinda merasa heran betapa banyak bunga dengan berbagai ukuran


Meja, sofa tempat tidur dipenuhi bunga.


" Terimakasih Pak, kami pamit " ucap kurir berlalu dan menutup pintu kembali.

__ADS_1


" Dari siapa??" tanya Rinda yang begitu heran dengan kiriman bunga begitu banyak.


Andra tidak menjawab pertanyaan Rinda,


Andra sudah bisa menebak siapa yang mengirim bunga.


Andra mengambil kartu ucapan yang terselip diantara bucket mawar merah yang tersimpan di bunga mawar tersebut.


Andra membacanya kartu ucapan dalam hati dan tersenyum kecut.


Dear wanita tercantik di muka bumi ini


" Semoga lekas sembuh, teriring do'a yang tulus beserta seluruh rangkaian bunga yang ku kirim"


Pengagummu


Raditya Wiguna


Dirut Bima Sakti๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’‹*


" Siapa??" tanya Rinda menahan gejolak diperut nya.


Rinda mencium wangi mawar seketika berkeringat dingin dan ingin memuntahkan isi perutnya.


" Pengagummu, bahkan Mas suami kamu belum pernah memberikan mu bunga sebanyak ini " Ucap sedikit kesal, Andra melemparkan ucapan tersebut ke arah Rinda.


" Pengagum??"


" Iya Radit dirut Bima Sakti" jawab Andra menatap tajam Rinda.


"Jaga jarak sama laki-laki itu "


"oooeeeek, ooeeekkkk...Rinda hampir muntah dan masih ditutupi oleh tangannya.


Rinda bangkit dan mendorong tiang penyanggah infusannya menuju kamar mandi.


" Kemana tanya Andra??" dengan nada kesal.


"Ooeeek, oeeekkk" sekarang Rinda benar-benar memuntahkan isi perutnya.


Tangannya memegang tiang penyangga infusan.


Lagi-lagi Rinda muntah, "ooeekkk....oeeekkkk"


Andra yang tadinya mau marah, emosinya teredam kembali dengan melihat keadaan Rinda.


Andra memijat tengguk Rinda mencoba membantu agar Rinda lebih cepat mengeluarkan isi perutnya.


Setelah merasa baikan, Rinda menatap mata Andra.


Andra melihat bulir keringat di kening Rinda.


" Aaaakkkh tatapan mata ini, wajah ini" gumam Andra, mana bisa aku marah sama dia.


Andra mengelap keringat dikening Rinda dengan telapak tangannya dan mengecup kening Rinda perlahan.


" Mas tolong keluarkan bunga-bunga itu, Rinda tidak tahan mencium aroma bunga yang keluar dari bunga-bunga itu" ucap Rinda sambil menutup hidungnya.


Andra melebarkan senyum nya, ingin rasanya Andra tertawa terbahak-bahak mendengar permintaan Rinda.


" Itu baru anakku!!!!"


Ucap Andra mengelus perut Rinda dan meninggalkan Rinda untuk mengeluarkan bunga-bunga pemberian Radit.


.


.


.


.


.


.


Jangan bosen


like like like komentar dan vote


sekali lagi maaf telat updatenya...


habis bikin kue nastar๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


tapi kalau nastar versi author beda lagi.


Nastar\=panas dan bergetar๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ๐Ÿคธโ€โ™€๏ธ


hohohohohohoohohoh


panas dan bergetar tapi bukan deman ya๐Ÿคญ yang paham pasti tahu laaaaahhhh ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿคค๐Ÿคค๐Ÿคค๐Ÿคค

__ADS_1


__ADS_2