Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 57


__ADS_3

beberapa hari kemudian


Rumah Sakit


Bastian baru saja membuka matanya.dan melihat istrinya Riska duduk disampingnya.Riska tersenyum saat suaminya akhirnya sadar...


"ini dimana??"


"di rumah sakit"


"kita masih di Bali??"


"tidak...ini Jakarta...Salah satu rumah sakit milik kita..Siska dan Rangga memindahkan perawatanmu Pah.


"Mana Siska??"


"dia diperusahaan .semua pekerjaan mu di handle oleh Siska."


"dia memang paling bisa diandalkan..berapa lama aku dirumah sakit??"


"satu minggu Pah ..."


dokter tiba-'tiba datang memeriksa setelah Riska mencet tombol panggil dokter.


"Pa Bastian boleh pulang hari ini....istirahat yang cukup..jangan terlalu banyak pikiran..."kata dokter


"saya hanya lelalah dokter"


Dokter hanya mengangguk dab tidak mengatakan apa-apa....para perawat membantu melepaskan alat infus yang menempel di tangan Bastian.


setelah beberapa saat dokter dan perawat sudah meninggalkan ruangan Bastian.


"apa ada yang ingin kamu bicarakan denganku??" tanya Riska kepada suaminya Bastian


"tidak ada....siapa yang akan menjemput kita??"


"Siska"


"dia sedang bekerja...kenapa tidak menyuruh supir.bodoh kamu!!!!"


"deg.....jantung Riska serada berhenti berdetak saat Bastian menyebutnya bodoh.


"mana ponsel ku???"


"Riska memberikan ponsel suaminya.


setelah beberapa lama berkutat dengan ponsel akhirnya Siska datang ditemani suaminya Rangga


"Papah...!!!" Siska langsung memeluk Bastian...begitupun Bastian membalas pelukan anaknya juga menyalami anak mantunya Rangga


"Ayo pulang" Bastian langsung berdiri


"Papah sudah sehat??"


"iya nih Papah sudah bisa berdiri."


Siska tersenyum dan kembali memeluk Bastian...lain halnya Riska yang masik shock dibilang bodoh.


ayo antarkan Papah pulang...setelah itu kalian segera kembali keperusahaan.


"gila harta..sakit juga masih kepikiran perusahaan.." gumam Riska.


-----------


sesampainya dikediaman Bastian


Kamu sudah tinggal bersama Rangga"


"Iya Pah ..nanti Siska akan sering mengunjungi Mamah dan Papah"


"tidak perlu terlalu sering.jangan jadikan kami beban"


"tidak Pah...lagian Papah dan Mamah kan orang tua Siska."


Bastian sudah membaringkan tubuhnya di tempat tidur,dibantu Rangga"


"terimakasih" ucap Bastian kepada Rangga


"sama-sama Pah" Rangga tersenyum kepada Bastian...Bastian sebenarnya ingin menanyakan kepada Rangga kabar Mahfud dan calon istrinya,tapi disini ada Riska dan Siska.


"kalian kembalilah keperusahaan..kerja yang bener dan rajin...kasih contoh karyawan kalian"


"siap Pah..." ucap Siska memberi hormat lalu memeluk kembali Papahnya.


"kami pamit dulu..." ucap Rangga.


---


kini tingal Mamah Riska dan Papah Bastian


"Mau makan siang sekarang??"


"tidak..."

__ADS_1


"apa yang kamu butuhkan atau perlukan...aku akan ambilkan"


"aku butuh sendiri" ucap Bastian tanpa melihat Riska.


Riska langsung berdiri dan meninggalkan Bastian dikamarnya.


Riska masuk ke kamar satu lagi...dia membersihkan diri lalu membaringkan tubuhnya beristrahat.


.


.


.


malam pun tiba.


Riska terbangun ..dia tidur cukup lama..saat keluar kamar dilihatnya suaminya sudah rapi ditemani asisten nya Aryo.


"Pah...mau kemana??Papah baru sembuh."


"aku tidak sakit"


"mau kemana????ini sudah malam"


"bukan urusanmu" Bastian meninggalkan Riska.


Riska melihat suaminya memasuki mobil dan meninggalkan rumah.


entah kenapa Riska merasa Bastian berbeda.


----


didalam mobil...


kemana kita???


"kerumah Ayu"


-----


sesampai nya di kediaman Ayu..Aryo turun dan membuka gerbang pagar lalu kemudian masuk kemudi mobil kembali dan memarkir mobil Bastian tepat depan pintu rumah.


"Bastian turun dari mobil..dia melihat mobil lama dan Baru Rinda terparkir di garasi.


"batin Bastian menduga bahwa Rinda dan suaminya tinggal bersama Mamah Ayu di rumah pemberiannya


saat mencoba membuka pintu....pintu terkunci dan tidak ada yang menyambutnya membuka pintu..biasanya saat mendengar mobil masuk halaman Mamah Ayu langsung membuka pintu.


"Ayu buka!!!!" teriak Bastian.


"bawa kunci cadangan di dashboard mobil" ucap Bastian kepada Aryo..dengan cepat kilat Aryo mengambilkannya


Bastian dengan terburu-buru membuka pintu rumah .


dan jeng jeng...saat dibuka keadaan rumah gelap gulita.


Bastian menyalakan lampu rumah ..Bastian langsung menuju kamar Ayu...


kamar Mamah Ayu pun gelap...Bastian memyalakan lampu dan membuka lemari Mamah Ayu...


sebagian baju masih tersusun rapi..ditempatnya...tapi itu baju Bastian...sedangkan baju Mamah Ayu hampir setengah nya tidak ada.


Bastian langsung berlari kelantai 2..dia menyalakan semua lampu dan menuju kamar Rinda.dia menyalakan lampu kamar Rinda.


dilihatnya kamar anak yang sangat dia benci ..entah kenapa hatinya terasa sakit. .dadanya kembali terasa sesak untuk bernafas.Bastian berjalan dan duduk diranjang Rinda dan mengatur kembali nafasnya


Bastian memegang dadanya..."Rinda" untuk pertama kali dia menyebut nama anaknya.


mata Bastian tertuju pada lemari Rinda...dia membuka lemari pakaian anaknya Rinda...ternyata semua masih ada...mungkin tidak ada yang Rinda bawa.


Bastian mengedarkan pandangannya..dia melihat sesuatu dimeja rias Rinda.


Bastian mencoba mendekat meyakinkan penglihatannya.


ternyata benar...disana tersimpan kunci mobil.stnk dan Bkpb mobil-mobil pemberiannya kepada Rinda..juga dua buah atm yang dia berikan kepada Ayu dan Rinda...atm yang mungkin uangnya masih utuh...karena dia tidak pernah mendapatkan notifikasi penarikan uang dari Bank.


"Rinda" mulut Bastian memanggil kembali nama anaknya


Bastian juga terduduk kembali di lantai dan memegang dadanya.


"Ayuuu!!!"


"Ayuuu jangan pergi!!!" Bastian berteriak sehingga Aryo menghampiri tuan sekaligus sahabatnya.


"Bastian...!!!" Aryo membantu Bastian berdiri dan mendudukannya di Ranjang.


"mereka pergi Aryo...Istri dan anakku pergi"


Aryo merasa heran saat mendengar untuk pertama kali Bastian menyebut Ayu dan Rinda sebagai anak dan Istrinya.


"cari keberadaan Ayu....aku ingin menemuinya."


"coba kamu telpon Ayu..."

__ADS_1


Bastian mencoba menghubungi Ayu...tapi tidak direspon oleh Mamah Ayu.


"lacak keberadaanya...ponselnya masih aktif...tapi dia tidak merespon panggilanku.ucap Bastian memegang dadanya.


beberapa saat kemudian..


Sepertinya Ayu berada disalah satu gedung apartemen milik Mahfud" ucap Aryo.


"aapaaaa??" Bastian mengepalkan tangannya...."jadi mereka tinggal bersama...dasar ******..*******...!!!" ucap Bastian..


"aku tahu tempatnya...antar kesana!!!"


------


Apartemen Mamah Ayu.


Mamah Ayu merasa heran saat ada tamu yang datang...pasalnya selama masa iddah ini Mahfud tidak pernah menemuinya..mereka sepakat akan bertemu pada saat tanggal pernikahan yang sudah mereka sepakati.


"apakah Rinda menemuiku??" kenapa malam-malam begini?? gumam Mamah Ayu sambil membuka pintu apartemen nya


Pintu belum terbuka semua.Mamah Ayu juga belum tahu siapa yang datang..tiba-tiba pintu terdorong sangat kuat .hingga Mamah Ayu pun terdorong kebelakang pintu


"Ayu!!!" Bastian mencengkram lengan Mamah Ayu...Mamah Ayu membulatkan matanya saat melihat ternyata Bastian yang datang.


"kenapa kamu meninggalkan rumah??kamu tinggal bersama dengan Mahfud??"


"kita sudah bercerai..kamu lupa kamu sudah talak 3 aku....aku disini sendiri. Mamah Ayubmelepaskan cengkraman Bastian.


Bastian berlalri mengecek seluruh ruangan...berharap ada Mahfud dan menonjok habis wajahnya.


"apa yang kamu cari...aku disini sendiri.kamu tidak ada hak mencampuri urusanku...ucapan ceraimu sudah sah...aku bukan istrimu lagi Bastian.


"aku minta maaf Ayu...aku tidak bisa tanpamu"


"hubungan kita telah selesai...Aryo...bawa tuanmu yang terhormat keluar dari sini atau aku panggil keamanan"


Aryo menepuk bahu Bastian..."kita pergi dari sini!!"


"Ayu....." ucap Bastian


Mamah Ayu mengacuhkan Papah Bastian...Bastian kembali memegang dadanya.rasa sesak nya kembalu terasa.


"jangan pernah kembali lagi mencariku...." ucap Mamah Ayu saat akan menutup pintu apartemennya.


Bastian tidak mengucapkan apa-apa...dia melihat sampai pintu apartemen Mamah Ayu tertutup kembali.


Bastian meminta Aryo mengantarkannya ke pulang.


------


sesampainya di kediaman Bastian dan Riska


Mamah Riska menunggu suaminya pulang.


saat pulang Bastian mengacuhkan Riska dan tidak bicara apa-apa.


"sudah pulang Pah ..sebaiknya Papah cepat istrirahat Papah kamgan lupa.Papah baru saja pulang dari rumah sakit..


"papah mau mandi??"


"Papah sudah makan malam??"


"jangan banyak bicara Riska ..kepalaku serasa mau pecah"


Mamah Riska langsung terdiam saat suaminya memanggil nama...bukan panggilan Mamah lagi.


"istirahatlah...aku tidur dikamar sebelah" Mamah riska meninggalkan suaminya...Bastian tidak mengucapkan apa-apa...dadanya terasa sakit dan seaak saat Ayu dan Rinda sudah tidak berada dikediamannya..bahkan semua pemberiannya kepada mereka..mereka tinggalkan begitu saja.


saat itu pikirannya sangat kacau...tidak menyangka Ayu yang penurut benar-benar meninggalkannya.


"aaakkkkhhhhh!!!...Bastian membanting semua barang yang ada dimeja rias istrinya.


teriakan Bastian sampai terdengar ditelinga Riska yang ada dikamar sebelah. Riska hanya memejamkan mata dan berharap pagi segera tiba.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


like....vote dan komentar🙏🙏...terimakasih yang sudah setia dengan cerita Rinda dan Andra.


masih konflik keluarga Rinda.


__ADS_2