
Yang biasa cuma baca doang, sekali kali boleh dong manjain Author dengan Like. VOTE dan komentar๐๐...dulu pada baik kasih vote...sekarang alamak pada pelit๐คช๐คช๐คช
------ oke next...maaf ya kalau kurang greget...kurang vote๐
--------
kediaman Siska dan Rangga
Bastian baru saja menyelesaikan makan malam bersama istri dan anak juga menantunya.
pikiran Bastian masih memikirkan Rinda dan Radit yang sedang makan malam.
" Semoga sesuai keinginan Pak Radit" gumam Bastian.
" Besok Aku akan punya saham 50% diperusahaan Bima Sakti" gumam Bastian kemudian.
" Pah kita pulang sekarang yuk" ajak Riska.
" Nginep saja disini Mah"
" Om Rendi katanya sudah menunggu di rumah " ucap Mamah Siska menyimpan ponselnya.
" Mas Rendi di rumah??" Tanya Bastian mengulangi ucapan Riska.
" Iya, barusan Mas Rendi kirim pesan. katanya dia sudah betada di rumah."
" Salam buat Om Rendi ya Mah"
" Iya sayang"
" Ada apa Rendi ke rumah??" gumam Bastian.
----- Bastian dan Mamah Riska pun meninggalkan kediaman Siska dan Rangga.
sepeninggalan orang tua Siska. Siska dan Rangga sedang berada di dalam kamar bersama anak mereka.
" Mas, tolong belikan pempers Erlan ya?"
" Memang sudah habis??"
" Iya, tadi lupa tidak beli"
" Ya sudah mumpung belum Mas beli dulu" ucap Rangga sambil meraih kunci mobilnya.
------- saat lampu merah mobil Rangga berhenti dan tak sengaja ada sebuah motor berhenti di samping nya.
Rangga yang sedang merokok dan membuka jendela mobil nya melirik ke arah pengendara motor.
Begitupun si pengendara motor melirik ke arah Rangga.
" Bimo!!!" teriak Rangga yang mengenal Bimo di arena balapan liar.
Bimo yang mendengar namanya di panggil langsung menancap gas dan menerobos lampu merah.
" Bukannya Bimo di penjara?? kenapa bisa bebas??" gumam Rangga.
" Kenapa dia lari??" gumam Rangga kemudian.
masih ditengah kebingungannya Rangga melajukan kembali mobil nya menuju swalayan untuk membeli pempers.
---------------- kembali ke Rinda dan gengs
" Sekarang kemana??"
" Kerumah lah"
" makan dulu atau apa??"
" Makan di rumah, dedek marah nih. gue lemes banget habis muntah. kalian nginep ya...??"
" Memang harus nginep?? gue kan besok mulai nikah kantor"
" Gue sih oke saja, Kak Irfan baru mau pulang besok" jawab Lela.
" Sebelum subuh kalian balik" ucap Rinda
" Okelah " jawab Nisa dan Lela.
--------
Andra yang mulai kelelahan menyenderkan punggung nya di kursi jabatannya dan mengambil ponselnya
untuk mengecek ponsel nya dan mengecek keberadaan bebek nakalnya.
" Looh ko sudah balik lagi???" gumam Andra.
melihat pergerakan ponsel Rinda yang sudah jelas menuju rumah mereka.
__ADS_1
Mas Andra calling....
Rinda menggeser tombol hijau dan menjawab panggilan video suaminya.
" Sudah lagi makan malam nya??"
" tidak jadi" jawab Rinda
" Kenapa??"
" Dedek marah, makan malam nya kena muntah"
" Ko bisa dedek marah, Mommy macem - macem ya??"
" Iya...Mommy macem - macem di belakang daddy makanya dedek marah"
" Macem - macem apa??"
" besok di rumah cerita" ucap Rinda dengan wajah baddmood.
Andra tahu kalau sesuatu sudah terjadi dengan bebek nya.
" Mas malam ini pulang deh, ada Azka yang gantiin"
" bener??" wajah Rinda jadi sumbringah.
" Iya"
" terimakasih Mas... suka sama suami peka" ucap Rinda sambil memonyongkan mulutnya mencium ke arah camera.
" Iya, sudah dulu ya. Nanti Mas pulang jam 23.00"
" Oke Mas"
Rinda menutup sambungan teleponnya.
------ " Eh Guys "
" Iya, kita ga jadi nginep " jawab Lela dan Nisa serempak tanpa melirik Rinda.
" Hahahahaha sorry ya"
" iyeh" jawab Lela dan Nisa kompak.
" lagian gue besok mulai persiapan nikah kantor bareng Azka."
" Gue juga Kak Irfan besok balik dari luar kota " tambah Lela.
------
Kediaman Raditya Wiguna.
" Bos!!" Eko menciprat cipratkan air untuk menyadarkan bos nya. tapi bos nya masih belum sadarkan diri.
Beberapa jam kemudian barulah bangun.
" Mana Rinda??"
" Sudah pulang, kenapa bos yang tumbang??"
" Rinda minta tukar minum nya"
" Bhaahaha ya ampun Bos, kalah sebelum berperang"
" Sudah lah, nanti pakai cara lain.Nanti coba aku hubungi Rangga"
" kenapa hubungi Pak Rangga, mau beralih ke Bu Siska Istri Rangga??"
------- " Bos ada tamu!!!" ucap salah satu pengawal menghentikan percakapan Eko dan Radit.
" Suruh masuk !!!" ucap Eko.
" Sudah bebas??" tanya Radit kepada tamu yang baru saja menemuinya.
" Iya, tapi mantan pacar saya tahu kalau saya sudah bebas. kemarin dia sempat mencari saya ke lapas"
" Besok kamu urus mantan pacar kamu" ucap Radit.
" Iya " ucap Bimo.
" Kalau kamu tidak bisa mengurusnya, Eko akan menyiapkan keperluan kamu dan identitas baru untuk meninggalkan Jakarta. " ucap Radit .
" Saya akan mengurusnya dan membuatnya bungkam " ucap Bimo.
" Tentang Nando, cukup kamu yang tahu. pergi dan jangan kembali" ucap Radit.
" Iya" Bimo menganggukan kepalanya.
__ADS_1
" Satu lagi Bos,....Rangga juga melihat saya tadi di jalan" ucap Bimo ragu.
" Alihkan perhatiannya" ucap Radit kepada Eko.
" Siap Bos"
----- Bimo meninggalkan kediaman Radit menuju ke tempatnya persembunyian nya.
Bimo memikirkan cara bagaimana membuat Lela tidak memberitahu kepada yang lainnya perihal kebebasannya.
-------
Rinda sudah sampai di kediamannya. Lela dan Nisa pun meningalkan kediaman Rinda dengan mobil masing - masing menuju ke rumah masing - masing.
---- Lela baru saja turun dari mobil nya dan hendak menutup gerbang rumah nya. tiba tiba Lela merasa mulut nya di bekap seseorang dan pandangan nya menjadi gelap.
Lela merasa seseorang telah membius nya dan menculiknya.
----- Rinda baru saja merebahkan badannya. Dan menungu Mas Andra kembali ke rumah nya.
Rinda juga siap - siap mencari baju yang seksi, malam ini Rinda ingin meminta maaf karenasebenarnya dia telah menemui Radit, tapi sebelumnya Rinda akan membiarkan Mas Andra merazia tubuhnya.
Dengan cara tersebut Rinda berharap Mas Andra tidak marah dan mau mengerti.
Untuk yang sudah Bastian lakukan kepadanya, Rinda pun tidak terlalu memikirkannya.
Setidaknya keinginannya untuk mempunyai dan dikasihi sosok seorang Ayah harus dia kubur dalam - dalam.
Sekarang yang Rinda pikirkan adalah bagaimana menjadi Istri yang baik untuk Mas Andra.
Karena hanya Mas Andra dan keluarganya lah yang benar tulus menyayangi Rinda.
Walau jauh di hati kecilnya Rinda sangat kecewa dengan apa yang telau Bastian lakukan kepadanya.
" Apa masih pantas sosok sepertinya Aku panggil Papah " gumam Rinda.
" Mas, maafkan Rinda" gumam Rinda kemudian.
Ditengah kemelut yang berperanv di kepalanya, Tak lama ponsel Rinda berdering.
" Bos Rangga??" guman Rinda dan menggeser tombol hijau.
" Rin di mana??" terdengar suara Bis Rangga.
" Di rumah, ada apa?"
" Ada Mas Andra??"
" belum pulang, sebentar lagi pulang. ada apa??" tanya Rinda heran.
" Kamu sendirian di rumah??"
" iya, ada apa sih??"
" Rin..." ucap Rangga terpotong.
" Ada apa??" tanya Rinda yang mulai merasakan kecurigaan.
pikiran buruk tentang Mas Andra, karena bos Rangga menanyakan Mas Andra.
" Kenapa Mas Andra?? bos melihatnya dengan perempuan lain??"
" Bukan Rin..."
" Terus????!!!"
" Rin, Mamah Ayu dan Papah Mahfud kecelakaan di puncak"
" Apaaaa????!!!!" teriak Rinda dan seketika tubuh nya bergertar.
.
.
.
.
๐๐๐๐๐คธโโ๏ธ๐คธโโ๏ธ๐คธโโ๏ธ๐คธโโ๏ธ
Like
vote jangan lupa
komentar boleh lah.
kira - kira Lela kenapa ya๐คญ๐คญ
__ADS_1
waaah jangan - jangan kecelakaan mamah Ayu dan Papah Mahfud di sengaja๐๐๐
ya sudah deh....sampai ketemu besok ya guys๐๐๐