Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 70


__ADS_3

pagi pukul 06.00


Rinda sudah bangun dilihatnya Andra masih tidur disampingnya.


Rinda tidak tahu sejak kapan suaminya pulang.


Rinda memilih membuat sarapan dan mandi tanpa membangunkan Andra,Rinda juga tidak menggoda suaminya.hari ini Rinda ingin ke kantor dan bertemu tim juga om Rio membicarakan kasus yang akan dia tangani.


pukul 07.00 Rinda sudah sarapan dan sudah siap dengan setelan kerjanya.


Rinda melihat bayangan di cermin,dia tersenyum melihat dirinya yang sedikit lebih manis dari biasanya.


"selamat datang wanita karir" gumam Rinda terkekeh sendiri.


setelah merasa siap,Rinda membangunkan Andra.


"Mas....dinas ga Mas??" Rinda menggoyang hoyang tubuh Andra.


tak membutuhkan waktu lama Andra segera bangun dari tidurnya,Andra mengembangkan senyum saat dilihatmya Rinda sudah berpakain rapi dan sangat cantik.


"Mas dinas???"


"tidak,Mas harus keperusahaan.proyek apartemen mengalami kerugian,belum keluarga buruh bangunan yang meninggal menuntut perusahaan"


"tidak usah dipikirkan,toh itu perusahaan Angkasa Jaya".


"kita punya saham disana Yank"


"jadi Mas ke perusahaan??"


"Iya..." ucap Andra mengambil handuk dan hendak ke kamar mandi.


nanti sore kita pindah rumah,Mas sudah nyuruh orang membereskan barang-barang kita.


tak berapa lama Andra sudah keluar dari kamar mandi dan berpakaian rapi ala-ala pengusaha muda.


Andra pun ikut duduk bersama Rinda.dilihatnya sarapan yang dibuat Rinda ada roti selai,dan segelas susu.ada juga teh hangat dan goreng kentang juga nugget.


"ga suka ya??" tanya Rinda saat Andra hanya melihat sarapannya.


"suka ko" Andra melahap roti selai nya dan meneguk habis susu nya.


"kamu tidak sarapan Yank??"


"sudah...nemenin Mas saja..eh Mas, sekertaris Mas yang baru siapa??"


"tuker sama sekertaris Papah...Emma sama Papah"


"cewek cantik dan masih muda??"


"tidak tahu,Mas belum bertemu."


"Kalau masih muda jangan macam-macam"


"siap komandan"


"Mas...kalau Renata melamar kerja diperusahaan Wijaya tolong di tolak"


"hemmm"


"jawab yang jelas"


"iya"


"bagus" ucap Rinda mengacungkan jempolnya.


---


beberapa saat kemudian Andra telah menyelesaikan sarapannya dan pergi ke tempat masing-masing menggunakan mobil mereka.


sebelum masuk mobil Rinda memeluk dan mencium suaminya.


"Ingat jaga hati" Rinda mengusap dada Andra


"Iya bawel" ucap Andra mencium kening Rinda.


------Rinda dan Andra pun masuk mobil masing-masing.


tak lama Rinda sudah sampai di Firma hukum Papah Lela.


"Mba Rinda,sudah ditunggu Pak Rio di ruang rapat"


"siap" ucap Rinda.


Rinda masuk keruangan rapat.dilihatnya pa Rio,Nisa,Lela dan Kak Irfan sudah duduk di kursi masing-masing.


ya rapat kami santai,bahkan kami sambil sarapan bersama.


"jadi siapa yang membutuhkan jasa kita Om??" tanya Rinda

__ADS_1


"perusahaan Angkasa Jaya"


"uhuk..uhukk...Rinda langsung kesedak saat memakan sarapan yang disediakan kantor.


Nisa langsung menepuk tengkuk Rinda dan memberikan segelas air .


Rinda pun menengak habis airnya.


"kasus apa Om?" tanya Rinda


"proyek apartemen di Tangerang crane pengangkat besi patah dan menimpa pekerja lepas yang berada di bawah.dilaporkan 3 orng meninggal tertimpa besi.


5 orang luka berat di rumah sakit dan beberapa orang luka ringan.


keluarga korban yang meninggal menuntut perusahaan dan meminta proyek apartemen dihentikan,padahal pembangunan sudah setengah jalan"


Rinda menelan air liurnya,ini masalah perusahaan Papah Bastian dan juga suami nya yang ikut menyetujui proyek tersebut.


"Maaf Om apa direktur perusahaan Angkasa Jaya tahu kalau Rinda dan tim yang akan membelanya?"


"Pa Bastian meminta bantuan Om,tapi Om sudah ingin pensiun,Om serahkan semuanya kepada kalian,sebentar lagi berangkatlah ke perusahaan Angkasa Jaya.Direkturnya ingin bertemu tim kuasa hukum yang akan menangani kasus perusahaannya.


Lela dan Nisa melirik ke arah Rinda.Lela dan Nisa tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi saat Bastian tahu kalau Rinda yang akan menjadi tim kuasa hukum pembelanya.


sedangkan Irfan yang tidak tahu hubungan Rinda dan pemilik perusahaan Angkasa Jaya memilih diam"


"kemarin Om sudah menyerahkan CV kalian semua kepada Pa Aryo.mungkin hari ini telah sampai kepada Pa Bastian,dan Pa Bastian pasti sudah tahu siapa yang akan membelanya"


"Baiklah" ucap Rinda.kita tunggu apa dia akan membatalkannya" gumam Rinda.


"sekarang kalian pergilah keperusahaan Angkasa Jaya.jadwal kalian bertemu direktunya pukul 09.00.


"ayo gas!!!" ajak Irfan meraih kunci mobil nya dan mengajak trio kolang kaling berangkat ke perusahaan Angkasa Jaya.


Irfan mengemudikan mobil membawa Lela.Nisa dan Rinda menuju perusahaan Angkasa Jaya untuk bertemu client yang akan mereka bela.


------


Perusahaan Angkasa Jaya.


"Bas...ini CV tim pengacara yang ditunjuk Rio...kebetulan Rio katanya sudah mau pensiun dari dunia hukum"


"Asal yang ditunjuk Rio benar-benar pengacara handal dan bisa menemyelesaikan kasus perusahaan."


"kemampuan tim pengacara yang Rio tunjuk adalah pengacara-pengacara terbaik,bahkan kemampuan mereka sudah tidak perlu diragukan.banyak kasus yang mereka manangkan.


"bagus!!" ucap Bastian tersenyum


"tidak perlu" ucap Bastian.


Aryo hanya menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.Aryo sudah membuka CV pengacara yang akan membela Bastian.Tapi Aryo tidak memberitahu Bastian,Aryo ingin Bastian mengetahuinya sendiri.


-----


tak lama Rinda dan tim sudah sampai diperusahaan Angkasa Jaya.


Irfan menemui resepsionis dan mengatakan maksud kedatangannya.


"silakan direktur sudah menunggu di lantai 20"


Irfan diikuti Trio kolang kaling pun berjalan menuju lift untuk menuju lantai 20


Saat masuk Lift Rinda bertemu dengan Rena yang sudah berada didalam lift.


"ngapain kalian kesini??" tanya Rena.


Rinda.Lela.dan Nisa memilih mengabaikan Rena.


lain hal nya Irfan.yang menjawab pertanyaan Rena.


"kami mau bertemu Direktur" ucap Irfan


"Oooh" ucap Rena jutek dan menatap sinis Rinda,Lela dan Nisa.


"Kamu kerja disini Ren??"


"Iya Kak,Ini hari pertama Rena kerja...ya walaupun Rena ditolak mentah-mentah oleh perusahaan Wijaya.Rena diterima dengan baik diperusahaan Angkasa Jaya.perusahaan yang tak kalah besar dengan perusahaan Wijaya. dan satu lagi Kak Irfan...Papah Rena adalah orang kepercayaan Pa Bastian,direktur perusahaan Angkasa Jaya." ucap Rena semakin sinis menatap Rinda.


Sedang Nisa dan Lela menahan tawa..."tidak tahu dia hubungan Direktur dan Rinda" gumam Lela dan Nisa


tak lama pintu lift terbuka dilantai 16.Rena keluar dari lift.


"senang bertemu kalian" ucap Rena dan keluar dari lift sambil melambaikan tangan.


tak lama pintu lift tertutup.


"yakin,pengen gue robek mulut si Rena" ucap Nisa


"coba dia tahu kalau pemilik perusahaaan dimana dia dan bokapnya kerja adalah Bokap Lu Rin"

__ADS_1


"maksudnya??" tanya Irfan


"Nanti aku cerita di rumah sambil tiduran" ucap Lela kepada Irfan.


"gue udah ga level lah harus ribut sama Rena" ucap Rinda merapikan baju nya.


dan ting....suara lift terbuka sampai dilantai 20.


Rinda melihat Pa Aryo dan beberapa orang sedang berdiri.


Aryo tersenyum menyambut Rinda dan Tim.


Rapat sebentar lagi di mulai,Direktur ingin bertemu dulu dengan kalian sebelum rapat pemegang saham dimulai" Ucap Aryo.


"Mas Andra kesini dong kalau akan ada rapat pemegang saham" gumam Rinda.


"Mari ikuti saya keruang direktur" ucap Pa Aryo


Rinda pun mengikuti kemana Pa Aryo berjalan.dan tiba disebuah ruangan dengan tisan Direktur menempel di pintu masuk.


Rinda menarik nafas panjang saat akan masuk ruangan.


Rinda yang berdiri diantara Lela dan Nisa melirik kedua sahabatnya bergantian.dengan Reflek Nisa dan Lela menepuk bahu Rinda bersamaan hingga Rinda hampir tersungkur.


Nisa dan Lela menahan tawa...sedangkan Rinda membulatkan matanya


Nisa dan Lela mengepalkan tangannya.


"Smangat!!!" ucap Mereka serempak.


sedangkan Irfan yang berdiri disamping Pak Aryo dan membelakangi trio kolang kaling tidak mengetahui yang trio kolang kaling lakukan.


"tak lama pintu kebesaran direktur terbuka setelah dapat ijin dari sekertaris untuk masuk ruang direktur


"dengan langkah ragu-ragu Rinda mengikuti masuk kedalam ruangan"


"Bas...tim kuasa hukum yang Rio kirim sudah tiba"


"Silakan duduk" Bastian menunjuk sofa dan dia pun berdiri dari kursi kebesarannya dan berdiri menuju sofa."


setelah mereka semua duduk di Sofa, baru Bastian menatap satu-satu tim kuasa hukum yang akan membelanya.


"tatapan pertama Bastian jatuh kepada Rinda.


"kenapa kamu ada disini??" tanya Bastian kepada Rinda


"saya tim kuasa hukum yang akan membela Anda" ucap Rinda


"berikan cv yang tadi kamu bawa Aryo" ucap Bastian


Aryo menyodorkan map yang tadi dia berikan kepada Bastian.


Bastian membuka nya, dan benar saja halaman pertama ternyata Cv Rinda.


"kenapa kamu tidak memberitahuku Aryo" gumam Bastian.


"sebenarnya saya tidak membutuhkan banyak pengacara,mungkin Pak Irfan saja sudah cukup" ucap Bastian


"kebetulan kami sudah menjadi satu tim Pak,dan untuk kasus ini Bu Rinda yang menjadi ketua Tim kami" ucap Irfan.


Bastian menyimpan map yang berisi CV tim kuasa hukumnya di meja.bahkan sedikit dia lempar.


"kalau anda keberatan kami sebagai tim kuasa hukum Anda,Anda boleh membatalkannya." ucap Rinda.


tentu saja perkataan Rinda tamparan yang begitu keras...karena walau bagaimanapun Bastian butuh tim kuasa hukum untuk membelanya.


"mari keruang rapat,mungkin pemegang saham yang lain sudah mempunyai tim kuasa hukum yang lebih baik" ucap Bastian meninggalkan semuanya.


"mari kita keruang rapat" ajak Aryo kepada tim Rinda.


Bastian sudah berjalan duluan keruang rapat.


"dasar sombong" gumam Rinda.


"gue yakin para pemegang saham akan memilih kita menjadi tim kuasa hukum perusahaan" bisik Lela kepada Rinda.


Rinda hanya mengangkat bahunya.konsentrasi Rinda hanya pada rapat pemegang saham dimana suaminya Mas Andra pasti hadir dalam membicarakan kasus yang menimpa perusahaan Angkasa Jaya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


like.vote dan komentar yaaaa🤭👍🙏🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️💃💃💃terimakasih semua yang setia menunggu cerita Rinda dan Andra.


__ADS_2