Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 77


__ADS_3

"minum apa??" tanya Andra sambil meninggalkan Rinda di kamar mandi.


"sedikit ko Mas, cuma dua gelas kecil" ucap Rinda.


Andra mengambil seragam nya dari lemari, tanpa melihat Rinda.


"Mas" Rinda menutup lemari dan berhadapan dengan Andra.


Andra dan Rinda beradu pandang. "Mas marah??"


"ccckkkk...pikir saja sendiri"


"Mas" panggil Rinda tapi diabaikan Andra karena ponsel nya berdering.


"hallo Az??"


"Lu disuruh menghadap Kapolres, bawa bini Lu!!!"


"kenapa??"


"hari ini ada bakti sosial ibu-ibu Bhayangkari, Istri Lu tidak pernah ikut kegiatan"


hemm ya sudah nanti gue ajak Rinda.


"siap-siap ikut ke Polres"


"Rinda kerja Mas"


"tidak ada kerja-kerja lagi"


"Maksud Mas??"


"kamu berhenti kerja"


"oooowwwww...ga mau"


"kenapa biar bisa ketemu Radit terus begitu?terus bisa minum-minum lagi?"


"engga ih Mas,janji ga akan diulangi lagi. Pokoknya Rinda ga mau berhenti kerja"


Rinda menghentakan kakinya ke lantai


Andra tersenyum saat melihat wajah Rinda yang cemberut.


"coba nangis dulu, memohon yang benar"


Rinda langsung melemparkan handuknya dan meraih jemari tangan Andra agar menyentuh dadanya.


"apa-apan nih" Andra menarik tangannya.


"Rinda mau memohon dengan benar, pasti ga jauh beda sama minta maaf dengan benar kan??"


Rinda membuka kembali kancing seragam Andra yang sudah terpasang.


"hahahaha sudah yank, tar kesiangan...maksud Mas hari ini kamu ijin kerja. kamu ikut Mas ke Polres hari ini ada kegiatan bakti sosial ibu-ibu bhayangkari.terus sekalian kita ke rumah sakit, periksa kamu."


"bener nih??" tanya Rinda sambil melepaskan tangannya dari baju Andra.


"Iya sayang, begitu saja marah. harusnya Mas yang marah. kamu tanpa ijin menemui laki-laki lain."


"janji ga akan di ulangi" ucap Rinda sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dan menjewer telinga nya sendiri"


"awas saja kalau inkar janji, Mas tidak segan menyuruh kamu berhenti bekerja beneran.Mas juga bisa marah sama kamu, kamu belum tahu kan Mas kalau marah seperti apa??"


"jangaaaaannn" Ucap Rinda memeluk Andra.


"ya sudah pakai baju kamu yank, nanti kesiangan" Andra melepaskan dekapan Rinda.


Andra tersenyum melihat tubuh Rinda yang tanpa busana.


Andra heran dengan dirinya sendiri yang tidak bisa marah kepada Rinda.


------


Polres


Rinda sudah meminta ijin kepada sahabatnya bahwa hari ini dia ijin kerja karena hari ini dia ikut bakti sosial bersama ibu Bhayangkari yang lain.


kegiatan ibu-ihu bhayangkari memberikan sembako kepada orang-orang yang membutuhkan seperti orang-orang jompo, janda dan anak-anak yatim


ini kegiatan bhayangkari pertama yang di ikuti Rinda, senyuman tidak berhenti berkembang dari bibir Rinda saat masuk ke panti asuhan dan bercengkrama dengan anak-anak yatim.


acara Bakti sosial sampai jam 13.00, Rinda dan ibu-ibu bhayangkari lainnya kembali ke polres dan acara selanjutnya makan bersama yang telah disediakan di aula Polres.


Rinda pun telah bersama Mas Andra juga, kebetulan Mas Andra tidak ikut acara Bakti sosial.


Rinda memgambil nasi dan lauknya cukup banyak, dia sangat lapar.


"ga salah ngambil makan sebanyak itu??"


"Rinda lapar Mas" ucap Rinda menatap semua makanan dipiringnya yang terlihat sangat enak.


"saat suapan pertama masuk ternyata ga seperti yang dibayangkan Rinda. jangankan untuk menelannya, mengunyahnyapun Rinda tak sanggup.rasa enak yang dibayangkannya seketika hilang, sesuatu di perutnya bergejolak kembali.


Rinda memejamkan matanya berusaha menetralkan kembali tubuhnya.


"Sayang kenapa??" tanya Andra saat melihat Ribda memejamkan mata dan tidak mengunyah makanannya.


Rinda berlari keluar dan mencari kamar mandi, Rinda membuang kembali makanannya.


"kenapa??" tanya Andra saat dia sudah bersama Rinda.


"makanannya ga enak"


"enak ko yank"


"ga enak Mas"


"ya udah ga usah makan"


Rinda dan Andra sudah masuk kembali ke aula.


Rinda hanya mampu makan melon dan semangka saja kemudian minuman es jeruk.


"Mas, pengen sea food yang dulu kita makan ketemu bos Rangga dan Kak Siska"

__ADS_1


"ya udah yuk sekarang" ajak Andra, Andra pun pamit untuk pulang karena memang kegiatan sudah selesai. Begitupun Rinda pamit kepada ibu-ibu bhayangkari yang lain.


"apa Rinda hamil ya" gumam Andra saat mereka sudah berada didalam mobil dan menuju restaurant sea food yang Rinda maksud.


" Yank setelah makan ke dokter ya"


"oke Mas"


------


tak lama mereka sudah berada ditempat seafood, dan benar saja Rinda makan dengan lahap.dan seperti biasa Rinda meminta Mas Andra untuk menyuapinya, membuka lobster dan kepiting yang dia pesan.


"enak??"


"maknyuusss" jawab Rinda sambil mengunyah makanannya


"Mas ga makan??"


"lihat kamu makan saja Mas ikut kenyang"


"Ahahaha so sweat"


Radit berada ditempat yang sama bersama Rinda, hanya Rinda tidak menyadarinya.


Radit melihat bagaimana Rinda makan disuapi langsung oleh tangan Andra, bagaimana Andra memperlakukan Rinda. Andra mengelap saos yang berceceran di bibir Rinda dengan tisue.


"ga perlu di lihat" ucap Eko saat mengikuti pandangan Bos nya"


"kenapa dipertemukan dengan dìa saat statusnya sudah menjadi istri orang ya Ko"


"kalau belum jadi istri orang belum tentu juga kan Bos suka sama dia"


"maksud kamu??"


" Bos pernah dengar istilah rumput tetangga lebih hijau??"


"hemmm"


"Nah itu dia"


"jadi aku harus bagaimana Ko??"


"terseragmh Bos, memang Bos akan dengarkan saran saya??"


"setidaknya tenangkan hatiku Ko"


"cari wanita lain Bos"


"penasaran dengan sosok Rinda"


Eko hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ko, ikuti kegiatan Rinda. Aku ingin saat dia tanpa suaminya seolah kami bertemu tanpa sengaja"


"siap Bos, nanti Eko suruh orang untuk mengikuti Rinda"


------


mau lagi??"


"udah ah, udah kenyang"


Rinda menopang dagunya dengan tangannya, melihat Andra yang makan.tadi Andra disibukan menyuapi Rinda.


"kenapa tadi ga makan bareng, kenapa makan sisa Rinda??"


"bagaimana bisa makan, kamu terus-terusan minta disuapi"


"heheh maaf Mas"


"makasih ya Mas"


Andra hanya tersenyum dan melanjutkan makan.


-----


setelah makan Andra membawa Rinda ke rumah sakit bahayangkara dan memeriksa kan Rinda ke dokter kandungan.


"ko dokter kandungan Mas??"


"iya Mas curiga kamu hamil"


"ya udah deh"


----


setelah antri akhirnya Rinda dipanggil dan diperiksa.


"ibu kapan terakhir datang bulan??"


"saya lupa dokter"


dokter langsung melakukan USG


"oh Pak Andra selamat, Ibu Rinda memang sedang mengandung, ini janinnya Pak. perkiraan baru berusia 5 minggu"


"Andra mengembangkan senyumnya ternyata benar Rinda hamil" ingin rasanya Andra mencium dan memekuk Rinda hanya saja disana anda dokter dan perawat.


"dokter, kemarin saya minum alkohol 2 dua gelas kecil, apa tidak apa-apa?"


"harusnya tidak apa-apa Bu, janin nya sehat. harusnya ibu tidak minum, karena bisa menyebabkan keguguran atau cacat pada anak"


Rinda dan Andra saling tatap, apalagi raut wajah Andra yang berubah.


"saya tidak tahu kalau saya lagi hamil dok"


"saya akan kasih vitamin ya Bu untuk janin Ibu, pola makan dijaga agar bayinya tumbuh sehat dan sempurna"


"Iya dokter" jawab Rinda.


------


dalam mobil


"dengar apa kata dokter??"

__ADS_1


"Iya"


"awas kamu jangan minum lagi"


"engga Mas Rinda janji"


Rinda langsung memberitahu Mamah Ayu dan mamah Sofia tentang kehamilannya.


Mamah Ayu dan Mamah Sofia sangat senang mendengar kabar kehamilan Rinda dan berniat makan malam bersama di rumah Rinda yang baru.


"Mas, Mamah dan Mamer mau makan malam di rumah.


"hemmm"


Rinda mendelikan matanya saat mendengar jawaban Andra.


--------


pukul 17.00 kediaman Rinda


Rinda sudah mandi dan bersiap menyambut kedatangan Mamah dan Mamer nya.


mereka akan datang pukul 19.00 dan menyuruh Rinda tidak masak karena mereka membawa masakan masing-masing.


"Mas"


"hemm"


"Mas jangan marah dong, Rinda kan tidak tahu kalau Rinda hamil"


" iya udah ga perlu dibahas lagi, jaga anak Mas ya" Mas Andra mengusap perut Rinda yang masih datar.


"anak aku juga Mas, Anak kita" ucap Rinda.


Andra tersenyum dan mengecup kening Rinda. Juga memeluk nya dengan erat. Sebenarnya dia sangat ingin marah kepada Rinda yang minum bersama Radit. hanya dia masih menahannya.


Entah sampai kapan Andra bisa menahan emosinya menanggapi sikap Rinda yang kadang masih nakal.


-----


pukul 19.00


Mamah Ayu dan Papah Mahfud juga Mamah Sofia dan papah Wijaya sudah berada dikediaman Rinda dan Andra.


"Dra kamu harus siap-siap kalau Rinda ngidam pengen ini pengen itu" ucap Mamah Sofia


"Iya tadi Rinda pengen makan seafood"


"jangan pengen yang aneh-aneh" ucap Mamah Ayu


"engga Mah"


"Ah Mamah dulu waktu hamil Andra banyak mintanya dan aneh-aneh. semoga anaknya Andra ga begitu" tambah Papah Wijaya dan Mamah Sofia mencubit Papah Wijaya.


" Mamah pernah minta apa Pah yang aneh??" tanya Andra.


"dulu Mamah pengen di foto sama cowok yang bertelanjang dada dan berbulu saat main di pantai"


"iih Papah sudah deh" Mamah Sofia malu saat mengingat hal tersebut.


"ya ampun Mamah" Rinda terkekeh diikuti semua orang yang ada disana.


candaan terus terlontar dari keluarga Andra dan Rinda hingga akhirnya orang tua mereka pulang ke tempat masing-masing


-----


"minum dulu vitaminnya yang dari dokter" Andra mengingatkan Rinda


"udah Mas"


Rinda ikut berbaring bersama Andra dan memeluk Andra.


"Mas"


"hemmm"


"maafkan Rinda"


"iya" jawab Andra membalas memeluk Rinda.


"Mas ga mau nyapa dedek janin Mas??"


tangan Andra mengelus perut Rinda, " nanti saja kalau dedek janinnya sudah kuat"


"tapi dedek pengen disapa sama Ayah katanya"


"dedek apa Ibu nya??"


"Ibu nya"


Andra tersenyum mendengar jawaban Rinda.


"ya udah pelan-pelan ya, jangan seperti tadi malam"


Andra yang mengingat bagaimana Rinda mengendalikan game mereka.


"ya udah cepetan, dedek janin kangen"


skip🤭🤭


.


.


.


.


.


.


like


vote

__ADS_1


komentar


🙏🙏🙏😅😅maaf ya update nya nunggu mood, kalau belum mood biasa nya ceritanya kurang greget🤪🤪🤪


__ADS_2