
Novel ini akan segera selesai🙏
terima kasih yang masih berkenan membaca
--------
Rena tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya
Rena pun menyelesaikan laporan keuangan bulan ini dengan bersusah payah.
Apa yang dia alaminya tadi malam benar - benar merubah hidup nya.
" Aku harus ketemu Kak Azka" gumam Rena setelah menyelesaikan laporan keuangannya
Rena menuju ruang direktur untuk melaporkan laporan keuangan perusahaan kepada Pak Bastian.
" Selamat sore Pak" ucap Rena kepada Pak Bastian dimana Papah nya pun ada di sana
" Masuk Ren" ucap Bastian
" Pak ini laporan keuangan yang bapak minta"
" Simpan Ren, terima kasih" ucap Bastian setelah melihat Rena menyimpan laporannya di atas mejanya.
" Kamu sakit Nak??" tanya Aryo kepada anaknya yang terlihat pucat
" Rena hanya cape Pah."
" Kamu boleh pulang duluan, ini sudah jam 15.00" ucap Bastian
" baik pak terimakasih" ucap Rena membungkukan tubuh nya dan meninggalkan ruangan direktur.
Aryo yang merasa heran dengan Rena meminta ijin kepada Bastian untuk bicara dulu dengan putrinya.
" Rena!!!" teriak Aryo saat Rena hendak masuk ke dalam lift
" Pah".
" Kamu kenapa??" tanya Aryo sambil menyelipkan rambut di telinga anaknya
" Rena tidak apa - apa".
" Bicara sama Papah " ucap Aryo menatap mata anaknya lalu mengelus pipi anaknya
" tidak ada apa - apa Pah"
" Semalam tidur dimana?? tidak biasanya kamu tidak pulang".
" Rena..." jawab Rena terputus.
" Rena menginap di rumah Sesil Pah"
" Kamu sedang ada masalah??" tanya Aryo kepada putrinya.
" Tidak Pah"
" Yakin??"
" Iya Pah" jawab Rena memaksakan tersenyum dan menganggukan kepalanya.
" Ya sudah kamu pulang dan istirahat" ucap Aryo kepada putrinya.
" Terima kasih Pah" ucap Rena dan berhambur memeluk papah nya.
Aryo merasa heran dengan yang di lakukan Rena, tidak biasanya Rena bersikap melankolis seperti ini.
" Rena mau bertemu Kak Azka dulu " ucap Rena saat melepaskan pelukan nya.
" Ya sudah hati - hati ya" ucap Aryo.
------ Rinda, Lela dan Nisa sedang nongkrong di cafe. saat ini mereka sedang bercuap cuap tidak penting tentang kebiasaan bersama suami masing - masing.
tentu saja Rinda yang lebih lama jam terbangmya menjadi seorang istri lebih banyak perbincangan.
" eh Nis, pualng dari sini kita mampir ke Polres yuk. menemui suami kita"
" Boleh" ucap Nisa
" Cieee mau investigasi nih"
" Iya La, kita mau mengadakan sidak"
" Wuisssss, udah kaya polisi saja kelakuannya" ucap Lela.
" Iya lah kan istri polisi" jawab Nisa
" Baru semalam jadi istri Polisi" ucap Lela yang membuat Rinda terkekeh.
" Aku mau bungkus makanan deh buat Mas Andra. Mas Andra pasti lagi sibuk menangani kasus nya.
" hemmm katanya Babang Azka juga ikut membantu"
" Iya kan ada kaitannya sama kasus lama yang di tangani Azka.
" Semoga kasusnya secepatnya tuntas lah" ucap Lela
" hemmm aku juga berharap begitu" jawab Rinda.
" Kita pulang yuk ah" ajak Lela
" ya sudah yuk pulang, kita kan pakai mobil masing - masing" ucap Rinda
--------
Polres
Andra, Azka dan Alinda sedang berada di ruangan yang sama.
__ADS_1
penyelidikan mereka terhadap kasus hotel xxx dan juga menghubungkanmya dengan kasus Azka sepertinya ada orang yang sama di balik semuanya.
foto - foto yang di dapat kan Alinda menunjukan memang Bimo ada kaitannya dengan hotel xxx
" menurut kamu apa perlu Aku panggil Rangga???"
" Harus" jawab Azka.
Andra menghubungi Rangga via sambungan telepon. di sana terdengar bahwa Rangga memang berada di sekitar Polres Andra. Rangga baru saja dari puncak memenuhi panggilan polisi.
" sekalian ada hal yang harus kita bicarakan mengenai kematian Mamah Rinda " ucap Rangga kepada Andra
" Oke di tunggu sekarang ya" ucap Andra .
Rangga melihat cctv di luar perusahannya yang ada di Bandung seseorang dengan sengaja merusak mobil Papah nya.
walau tidak jelas wajah orang yang merusak rem mobil Papah Mahfud, tapi polisi berhasil membuat sketsa wajah pelaku
Rangga melihat sketsa wajah yang di berikan polisi sungguh sangat mirip dengan Bimo.
tapi Rangga belum menduga nya dan memvonis itu Bimo.
Rangga menunggu kelanjutan nya dari Polisi. walau hati nya yakin sketsa itu sangat mirip Bimo
"Tapi kenapa Bimo melakukannya, bukannya dia dipenjara??? kalau memang Bimo apa masalahnya dengan Papah??? atau memang yang dia lihat saat itu memang Bimo??? ". batin Rangga
" Aaaaakkkhhh " umpat Rangga dengan pikiran kacau menuju Polres
Rangga sangat perlu memperlihatkan sketsa wajah Bimo kepada Andra yang lebih paham sebagai polisi.
---- " Aku yakin kunci nya di pria ini" ucap Alinda menunjuk Bimo
Andra dan Azka menganggukan kepalanya.
" Laki - laki ini sangat sering ke hotel" ucap Alinda
" Ngapain dia ke hotel??"
" biasanya di ruangan Pak Andrian dia akan berlama - lama, entah apa yang mereka bicarakan. Awalnya aku kira dia mau boking kamar dan juga wanita. Tapi biasanya dia datang diam - diam dan keluar dari hotel diam - diam pula" jawab Alinda mengingat kembali bagaimana kejadian - kejadian di hotel xxx.
" WR " kependekan apa ya???" tanya Azka
" sudah tidak mungkin Rangga Wirabuana" ucap Andra
Tidak ada bukti yang menjurus kepada Rangga" ucap Andra.
" iya dulu saat jadi saksi kasus Bimo dan Nando lalu di mintai keterangan Rangga jawab apa adanya, dia memang tidak terlibat"
Tak lama ponsel Andra berdering, ada pesan masuk dari Papah Wijaya.
Papah Wijaya mengirim foto sebuah map di luar nya tertulis perusahaan Bima Sakti.
kemudian di bawahnya ada keterangan pesan dari Papah Wijaya.
" Perusahaan Bima Sakti menawarkan investasi modal."
" pelajari dulu dokumen nya, kalau kita menerima nya kita kebagian 75% dari hasilnya dan Bima Sakti 25%" ucap Papah Wijaya dipesan yang dia kirim kepasa Andra.
" paling ini cara dia cari perhatian dan membuat aku tidak ada guna di mata Rinda dengan menggelontorkan uang ke perusahaan Wijaya" gumam Andra.
" Mana ada perusahaan yang menginvestorkan dana nya cara bagi hasil 75% : 25 % Pah. Yang ada juga 50: 50" balas Andra kepada papah Wijaya
" Ada ini, perusahaan Bima sakti milik Pak Raditya Wiguna" balas pesan Papah Wijaya.
Andra membulatkan matanya saat Papah Wijaya menyebut nama Pak Radit dengan lengkap.
Andra memutar otak kembali tentang Pak Radit.
" Az dugaanku sementara beralih kepada Radit"
" Radit yang menyukai Rinda"
" Iya, Radit sahabat Rangga. sahabat Bimo, sahabat Nando"
" Tahu dari mana??"
" Dari Rangga, beberapa hari yang lalu gue sempat bertemu Radit sedang berkunjung di rumah Rangga. mereka bersahabat sejak di bangku sekolah"
" Oooh bisa jadi Bos besar nya Radit begitu kan??" ucap Azka
Az, kenapa gue baru kepikiran nya sekarang. aduh ini orang benar - benar licin.
" Pak Radit yang mana?? ada foto nya??? mungkin saja dia pernah berkunjung ke hotel " tanya Alinda.
" Sebentar" ucap Andra mencari akun sosil media Radit.
Aduh akun sosial medianya di privasi dan tidak bisa melihat foto nya" ucap Andra
" Kita harus teliti dan mengumpulkan bukti - bukti kalau memang benar Radit tersangka utama" ucap Azka.
" Dia pasti Bos besar di balik kasus Bimo dan Nando. juga kasus hotel xxx...kode hotel WR, gue yakin nama Raditya Wiguna yang balik"
" kita harus senyap dalam menghadapi Radit, Bimo bebas pasti oleh Radit."
" Kita butuh bantuan Lela" ucap Azka
" iya benar, kita harus libatkan Lela untuk melumpuhkan Bimo dan menguak informasi."
" Kita harus mengumpulkan semuanya" ucap Azka
" Harus" ucap Andra.
----- tak lama Rangga telah tiba di Polres dan menghubungi Andra.
Andra memerintah Alinda untuk ke depan dan menjemput Rangga untuk masuk ruangannya
--- tak lama Rangga sudah berasa di ruangan Andra kini di ruangan tersebut susah berkumpul empat orang.
__ADS_1
" Ada apa ??" tanya Rangga
" Ini tentang Bimo"
" Hal yang sama yang ingin aku bicarakan " ucap Rangga
" Kamu dulu yang bicara" ucap Andra
" Kamu dulu lah" ucap Rangga
" Aku ingin meminta sedikit keterangan dari kamu. Kamu lihat foto ini" ucap Andra menunjukan foto Bimo di hotel xxx
" iya"
" apa ini Bimo??"
" Iya itu Bimo, dia bebas ya??? sebelum kecelakaan Papah aku sempat melihat Bimo" ucap Rangga
" Benar memang Bimo sudah bebas dan ada yang membebaskannya"
." Siapa??" tanya Rangga
" Justru itu, apa kamu tahu siapa Bos besar yang Bimo maksud??"
" dia selalu memanggil ku Bos besar, tapi aku bukan bos nya" ucap Rangga
" apa Radit selalu di panggil Bos juga??" tanya Andra
" Tidak, justru Radit yang selalu memanggil ku Bos besar dan Bimo juga Nando mengikuti nya.
" apa kamu tahu hotel xxx "
" Tahu dari berita saja" ucap Rangga
" tahu siapa pemiliknya??"
" Tidak".
" kenal dengan Pak Andrian??"
" tidak Dra".
" Ya sudah lah, ini harus di selidiki lagi"
" Terus apa yang mau kamu bicarakan???" tanya Andra.
" Ini sketsa wajah yang dengan sengaja merusak mobil Papah Mahfud sehingga terjadi kecelakaan"
Andra membulatkan matanya saat melihat sketsa wajah tersebut, Azka merebut sketsa wajah terswbut dan tak kalah membulatkan matanya.
Alinda pun langsung mendekat kepada Azka dan melihat sketsa tersebut dengan seksama.
" Bimo" ucap Alinda pelan.
" Iya ini sketsa wajah Bimo" ucap Andra
----- di saat mereka sedang terdiam suara ketukan pintu di ruangan Andra terdengar.
" masuk " ucap Andra dan menghentikan perdebatan Andra, Azka, Alinda dan juga Rangga.
" Rena" ucap Azka
" kak, Rena perlu bicara" ucap Rena di ambang pintu.
Azka yang merasa heran dan tidak seperti biasa adik nya datang langsung mendekati adik nya.
" Dra sebentar ya, gue ke ruangan gue dulu" ucap Azka setelah merangkum pundak adiknya.
" oke " jawab Andra.
kini diruangan Andra tinggal tiga orang.
----- saat Azka sudah berada di ruangannya Azka mendudukan Rena di sofa yang ada di ruangannnya.
" Ada apa??" tanya Azka untuk pertama kali nya bicara normal kepada adik nya.
Rena menatap kedua mata Kakak nya. Mata nya berkaca kaca melihat mata Azka
" Bicaralah" ucap Azka sambil tersenyum.
" kak" ucap Rena dan memeluk Azka, seolah meminta duku kekuatan sebelum dia bicara
Azka membalas memeluk Rena dengan sangat erat, mengelus punggung nya dan juga mencium puncak kepalanya.
sedang di luar Polres Rinda baru saja sampai di parkiran Polres setelah mengajak Nisa balapan dari cafe menuju polres.
tentu saja Nisa kalah, tapi dengan setia Rinda menunggu Nisa di parkiran Polres.
----- " hahahaha gue yang menang ya" ucap Rinda saat Nisa baru tiba di parkiran Polres
" Wajar dong gue kalah, Lu kan pembalap liar" ucap Nisa terkekeh
.
.
.
.
Like
vote
komentar
sebelum novel ini tamat😂😂👍
__ADS_1