Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 113


__ADS_3

Pagi di firma hukum


gelak tawa terdengar di lantai dua kantor hukum di mana Lela, Nisa dan Rinda bekerja.


Saat ini Rinda dan Lela sedang merazia tubuh Nisa. memeriksa setiap jengkal tubuh Nisa yang baru saja melewati malam pertama.


" Bagamana Nis???" tanya Lela


" mana yang lebih dominan??" tanya Rinda sambil terkekeh


" Ukuran apa durasi???" tanya Lela kemudian


" Ikkhhh apaan sih kalian"


" Berapa kali Nis??? enak yah...bikin nagih" ucap Rinda terkekeh kembali di susul Lela yang tak henti tertawa.


" Cepat jawab ih...cuma kamu yang susah cerita" ucap Lela


" Heeemm sama kita masih ada jaim"


" Awal lihat sih ukuran Wow"


" Sama Nando besar mana??" tanya Lela


" Iiih Aku tidak sempat ya lihat punya Nando, ya Tuhan dosa ih ngomongin orang yang sudah meninggal " ucap Nisa


" Terus??"


" Iya pokoknya ukurannya sebesar pisang ambon super"


" Dahsyaaaatttt..." ucap Lela dan Nisa serempak dan di iringi gelak tawa mereka.


" terus durasi bagaimana??"


" Awalnya durasi tidak terlalu lama, tapi ronde kedua lama banget aku sampai lupa ngitung berapa lama kayanya lebih dari satu jam deh"


" ooowwwhhh mantap" Lela dan Rinda serempak.


" eh tunggu, kita belum tanya kayanya sama Elu La."


" Tanya apa??"


" Kak Irfan sama Bimo ukuran lebih besar siapa??"


" hahahahahaha tidak mau jawab"


" Iikkkh pasti besar Bimo, iyaaaaa kaaaannn" ucap Rinda.


" Baru Aku mau ngomong itu" ucap Nisa


" Tapi cara muasin Kak Irfan jagonya" ucap Lela


" woooooooowwwww" teriak Rinda dan Nisa membuat ruangan tersebut riuh kembali dengan suara mereka.


" terus terus rasa nya gimana La, sama apa beda??"


" Yaang beda cuma desahan sama cara muasin, kalau rasa pencapaian puncak ya sama saja rasanya begitu" ucap Lela membuat Rinda dan Nisa terkekeh.


" Eh ngomong - ngomong Mba Lasmi kemana nih??"


" Hari ini dia tidak masuk" ucap Lela


" kenapa??"


" Katanya mau bertemu seseorang"


" Mba Lasmi sudah punya pacar??"


" Kalian belum tahu ya kalau Mba Lasmi sekarang sama Kak Lucky"


" Serius La?? jadi Mba Lasmi bakal jadi Kakak Ipar Lu dong"


" hemmm Bokap yang jodohin, bokap merasa Mba Lasmi cocok buat Kak Lucky dan kak Lucky mau.


" Ya pasti lah mau, Mba Lasmi kan cantik dan anggun"


" Eh beralih topik, kemarin kalian ada apa nyuruh gue pulang dari Surabaya. Katanya ada hal penting yang ingin kalian bicarakan" tanya Lela


" Elu jangan kaget ya"


" Apa??"


" cerita awalnya begini, Gue berkunjung ke suatu tempat, terus tidak sengaja gue lihat orang yang mirip Bimo. Nah Gue ngajak Nisa ke lapas ngecek Bimo. dan ternyata Lu tahu Ga La???" ucap Rinda tidak selesai dan di angguki Nisa


" Bimo sudah bebas???" ucap Lela santai


" Jadi kamu sudah tahu"


" Terlanjur kalian sudah tahu, sekarang giliran gue yang cerita"


Rinda dan Nisa seolah siap mendengarkan Lela.


" Di hari ulang tahun Bimo, yang kebetulan Kak Irfan lagi di luar kota. Gue ke lapas, jangan curiga dulu. bukan berarti gue masih punya perasaan sama dia. Ya sebagai teman lah, dan sebagai rasa bersalah gue karena gue ninggalin dia kawin."


" Terus???"


" Sebentar gue belum selese ngomong jangan main potong saja Lu Rin"


" Iya gue kepo maksimal nih, terus???"


" Nah terus setelah itu,gue pernah ketemu dia di minimarket waktu Lu pesen perment sebelum ketemu Radit"


" Terus terus terus " ucap Rinda dan Nisa

__ADS_1


" sabar kenapa"


" Huuuh terus bagaimana??"


" Nah terus waktu gue pulang nganterin Rinda pulang setelah ketemu Pak Radit, gue di culik sama Bimo ke Bandung"


" selama di culik Elu di apain?? tanya Nisa


" Lu di perkosa??" tanya Rinda.


" Kayanya engga deh, padahal gue pengen di perkosa sama dia"


ucapan Lela membuat Nisa dan Rinda terkekeh.dan Rinda malah menoyor kepala Lela.


" Serius gue ngarep nya di perkosa sama dia, tapi dia tidak melakukannya hanya menelanjangi gue saja"


" Yakin dia tidak melakukannya??"


" Yakin lah, tidak terjadi apa - apa di kelamin gue" ucap Lela terkekeh di ikuti Nisa dan Rinda.


" Terus kenapa Bimo nyulik Lu???"


" Agar Gue ga menyebarluaskan kebebasannya termasuk kepada Elu - elu pada"


" Ya ampun terus Elu nurut sama dia, Elu nyembunyiin ini dari kita".


." Sekarang kan kalian sudah tahu, dan sekarang gue sudah cerita"


" Menurut Lu nih La, ada orang lain kan di balik kasus Bimo".


" Ya, Bos besar yang selalu dia ucapkan dulu. inget dong Lu"


" Terus kematian Nando??" ucap Nisa


" Sepertinya kematian Nando juga di sengaja untuk menutup kasus club."


" Bener Nis kata Lela. sepertinya setelah kematian Nando kasus Club malam nya kan di tutup"


" Eh Nis, yang menangani kasus Bimo dan Nando dulu kan Azka".


" Iya gue ingat, kita kan sering di panggil La untuk jadi saksi. secara waktu malam kejadian itu kita sedang berada di club. gue masih ingat Nando pamit dulu ke kamar mandi dan lama tak kembali tahu tahu ada polisi nangkap kita, terus gue dapat kabar Nando meninggal" ucap Nisa menyenderkan kepalanya di bahu Rinda.


" aaah masa lalu Nis, sekarang kan ada Babang Azka yang udah merenggut keperawanan Elu. Nih di sini juga banyak jejak kepemilikan dia" ucap Rinda menunjuk leher Nisa.


" kayanya di dalam lebih banyak deh tanda nya" goda Lela


" Gue juga mikir begitu"


" Ikh dasar kalian" ucap Nisa


" Nanti malam ganti gaya, jangan hanya konvensional terus" ucap Lela


" Haaaaa Azka lebih pintar kali" ucap Nisa.


" hahahaha, huuh La jangan lupa Azka kan sabahat Mas Andra ku sayang. mereka tuh jaim jaim mau dan dalam hal ranjang 4 jempol gue acungkan buat kang Mas " ucap Rinda.


" Ya pokok nya kalian pura - pura tidak pernah lihat Bimo ya, gue khawatir keselamatan kita taruhannya kalau kita terlalu jauh ikut campur" ucap Lela


" Ya kita harus lebih hati - hati, sepertinya kita di kelilingi orang - orang jahat, Elu harus hati - hati sama Bimo, dan Elu harus hati - hati sama Pak Radit Rin" ucap Nisa


" Kalau cuma Radit sih kecil" ucap Rinda.


" Jangan menyepelekan orang licik" ucap Nisa


" Bener" ucap Lela


" Waspada" ucap Rinda


-------


setelah dari rumah nya dan mengganti baju Renata ke perusahaan Angkasa Jaya. Tepat pukul 12.00 jam istirahat makan siang Rena memberanikan diri ke perusahaan Bima Sakti menemui Pak Radit


Di lobby hotel Renata meminta informasi mengenai ruangan direktur mereka ke resepsionis.


" Maaf Ibu sudah membuat janji???"


." Sudah" ucap Rena asal


" maaf dengan ibu siapa??"


" Renata" ucap Renata dengan sedikit menunjukan mimik sombong


terlihat resepsionis menelpon seseorang dan memberitahu bahwa ibu Renata berasa di lobby.


" baik pak" ucap resepsuonis tersebut dan tak lama menyimpan gagang teleponnya.


" Ibu sudah di tunggu di lantai 10 bu" ucap resepsionist


" terima kasih " ucap Renata meninggalkan resepsionist tersebut


" Apa itu calon istri Pak Radit??? sama sombongnya" ucap resepsionist tersebut


----- tak lama Rena sudah berada di lantai 10 dan ternyata di sana banyak sekali laki - laki berjas sedang berdiri


" apa sedang ada rapat??" batin Rena.


Rena tidak tahu bahwa sebenarnya mereka adalah pengawal Radit.


" Bu Rena" Rena melirik ke arah suara dan di lihat nya Eko pacar Sesil melambaikan tangan.


Rena pun tersenyum dan menuju ke arah Eko


" Saya ingin bertemu Pak Radit" ucap Rena.

__ADS_1


" Pak Radit sudah menunggu anda" ucap Eko.


Rena dipersilakan masuk ke dalam ruangan, di lihat nya Pak Radit sedang duduk di kurai direktur dengan jari jari tangan yang saling bertautan.


" Saya permisi dulu " ucap Eko menutup pintu ruangan direkturnya dan membiarkan Rena dan Radit bicara.


" Ada apa??" tanya Radit santai


" Apa yang sudah kamu lakukan tadi malam??"


" maksudnya??"


" kamu meniduri aku di hotel kan??? dan meninggalkanku begitu saja".


" Kamu yang melemparkan tubuh kamu, kenapa kamu seolah menuduh ku yang bersalah.


" jadi benar Pak Radit melakukannya??"


" Iya"


" Pak Radit harus bertanggung jawab"


" kenapa saya??? selama melakukannya kamu bahkan menyebut nama Andra. Kamu mintalah tanggung jawab kepada dia"


Renata membulatkan matanya saat mendengar ucapan Radit.


" Saya dalam keadaan mabuk, mana saya ingat apa yang saya ucapkan dan saya lakukan"


" kalau begitu lupakan saja" ucap Radit


" Tapi kamu yang sudah merenggut kesucian aku" ucap Rena


" Yah semoga kamu hamil dan bisa minta tanggung jawab Andra"


" Kalau saya hamil kamu pelakunya, kenapa masih menyebutkan nama Kak Andra.


" Bukannya kamu mencintai Andra, setidaknya kalau hamil kamu bisa minta tanggung jawab kepadanya. kamu bisa menjebaknya."


" Entah kenapa saat ini Rena merasa menjadi sampah, ternyata dia di tiduri oleh laki - laki sampah "


.


" Kalau kamu hamil dan bisa menjebak Andra, Aku yakin Rinda akan meninggalkan Andra dan berlari kepadaku"


Rena tak habis pikir dengan yang di ucapkan Radit.


" kita lupakan mereka, saya ingin Pak Radit bertanggung jawab atas apa yang bapak lakukan semalam kepada saya"


" Hey, siapa kamu minta tanggung jawab kepada saya??"


" saya?? saya wanita yang sudah kamu tiduri. kamu tahu kan?? kamu yang pertama melakukannya kepada saya"


" Iya tapi saya tidak menikmatinya, karena kamu terus menyebut nama Andra" ucap Radit.


Rena merasa hati nya sangat sakit mendengar ucapan Radit.


" sekarang berdoalah kamu hamil, dan bisa menjebak Andra untuk menikahi kamu. ayo kita kerja sama" ucap Radit


" Saya tidak ingin bekerja sama dengan Anda!!! " ucap Rena dengan emosi


" terserah" ucap Radit


" Saya akan minta tanggung jawab sama kamu"


" saya akan membayar nya untuk tadi malam".


" Saya buka pelacu* Pak Radit"


" Memang siapa yang mengatakan kamu pelacu*??"


Rena semakin tidak bisa berkata - kata lagi, Rena pun memilih meninggalkan ruangan Pak Radit dengan mengusap air mata yang telah lolos dari matanya.


" Wanita aneh...., jadi penjahat ko setengah - setengah" ucap Radit saat melihat Rena meninggalkan ruangannya.


Rena tak kuat menahan ait matanya.


" apa ini hukuman buat Aku??" gumam Rena dan memasuki mobilnya menuju kembali ke perusahaan Angkasa jaya


Sungguh saat itu Rena benar - benar sudah merasa menjadi sampah.


"Kak Azkaaaaaaa" untuk pertama kali nya di berteriak meminta perlindungan kepada Kakak nya.


" Apa aku bilang kepada Kak Azka???" gumam Rena


" Ya Tuhan...." guman Rena.


Masa iya aku harus jebak Kak Andra, Aaah tidak" ucap Rena.


" mana mungkin Aku langsung mengaku hamil oleh Mas Andra, tidak mungkin kan menjebak Mas Andra seolah dia sudah meniduri Aku, Mas Andra kan polisi"


" Harusnya Pak Radit yang bertanggung jawab" gumam Rena kemudian


.


.


.


.


Like


vote

__ADS_1


komentar


segitu dulu ya😁😂🙏


__ADS_2