
Selamat malam semuanya...maafkan update nya telatπππππ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ
Melihat dulu vote, like, dan kemontar.ππ melihat dulu kesungguhan rindu kalian kepada Andra dan Rinda.
oke next guys
-----------------------
Rinda sudah berada di ruangan Siska.
Andra dan Rangga memilih duduk di luar dan membiarkan mereka berdua.
" Kak , Kakak baik-baik saja??"
" Sekarang sudah lebih baik, tapi Kakak belum bisa melihat bayi Kakak "
" Bayi nya laki-laki Kak, pasti tampan seperti Bos Rangga "
Siska tersenyum mendengar ucapan Rinda.
" Bagaimana kandungan kamu ??"
" Semua baik-baik saja Kak "
" Kamu sudah lihat keadaan Papah Kita??"
" Papah Kak Siska " ucap Rinda dengan senyum dipaksakan.
" Dia Papah kamu juga "
" Tapi dia tidak pernah menginginkan Rinda Kak "
" Jangan katakan itu lagi Rin "
" Sebaiknya Rinda pulang ya Kak, Rinda ingin istirahat di rumah "
" Jangan pergi dulu, maafkan kalau ucapan Kakak menyinggungmu "
" Kakak tidak tahu kan bagaimana dia memperlakukan Rinda selama ini, bahkan Rinda tidak tahu bagaimana wajahnya jika dia sedang tersenyum. Rinda juga tidak tahu bagaimana rasanya disentuh dan dipeluk Bastian."
" Maafkan Kakak "
" Setidaknya Kakak lebih beruntung, dia mengakui keberadaan Kakak pada dunia. Kak Siska kecil juga tumbuh bersamanya dengan normal. "
" Rin, Kakak tidak tinggal disini bersama Papah. Kak Dari seingat Kak Siska, Kak Siska sudah tinggal Di Jerman bersama Oma dan Opa."
Rinda menatap manik mata Siska, mencari kebenaran yang diucapkan oleh Siska.
" Kak Siska tidak besar bersama Papah "
" Setidaknya Papah memperlakukan Kak Siska dengan baik bukan ??"
pertanyaan Rinda tidak bisa Siska jawab.
Tiba-tiba perawat datang mengganti cairan infus Siska.
" Kak Siska, Rinda pulang dulu ya. Besok - besok Rinda kesini lagi "
" Rin, Papah sebenarnya baik."
" Iya Kak, Rinda tahu " ucap Riska mencium kening Siska.
" cepat pulih ya Kak, banyak hal yang ingin Rinda lakukan sama Kak Siska "
" Iya " jawab Siska sambil tersenyum dan membalas pelukan Rinda.
-----
" Mas yuk " Ajak Rinda kepada Andra saat keluar dari ruangan Siska.
" Bos, kita pulang dulu ya. Selamat ya atas kelahiran Baby boy nya "
" Hemm terimakasih ya Rin "
" Iya Kak sama-sama "
----
Baru saja Rinda dan Andra mau beranjak pergi tiba - tiba saja ada yang datang.
" Selamat Siang Rinda " dengan penuh senyuman Radit ditemani Eko asistennya sudah berdiri diantara mereka.
" Kamu sudah menerima Bunga yang saya kirim ?? kamu suka ??"
" Rinda sih suka, tapi dedek Janin tidak suka. Rinda sampai muntah Pak Radit. Jangan kirim - kirim lagi bunga ya, itu pertama dan terakhir " ucap Rinda sambil melingkarkan tangannya dilengan Andra.
" Kita pamit dulu ya" Pamit Rinda sebelum Radit bicara apa - apa dan menarik Mas Andra agar segera pulang.
Tapi Andra menarik kembali tangan Rinda dan membawa kedekapannya.
" Yank jangan cepat- cepat jalannya, baru juga pulih." Ucap Andra seraya megecup puncak kepala Rinda dan membopong tubuh Rinda ke pangkuannya, Rinda yang takut terjatuh langsung mengalungkan tangannya ke leher Andra dan tersenyum lalu mengecup pipi Andra.
Beruntunglah Andra tadi menyimpan dulu tas barang - barang dan pakaian Rinda ke mobil sebelum dia mengantar Rinda menemui Siska.
Jadi dia leluasa membopong tubuh Istrinya.
Tanpa pamit Andra meninggalkan Radit, Rangga dan Eko yang Bengong melihat adegan pasangan tersebut.
" Pasangan serasi " ucap Eko langsung kena tinju yang dilayangkan bos nya di pangkal lengannya.
" Duh Bos " Eko memekik kesakitan.
" Tidak akan ada celah buat pebinor seperti Elu Dit " Ucap Rangga terkekeh kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
" Elu sih beruntung dapetin Kakak nya Rinda, masih ada tidak anak dari istri simpanan Pak Bastian yang lain " Ucap Radit tanpa dosa.
" Sialan Lu "
" Ya kalau masih ada gue embat lah, Bibit Pak Bastian hasil nya cantik - cantik. Siska dan Rinda bukti nyata "
" Awas Lu jangan macam - macam sama Istri gue "
" Kalau Istri Lu mau sama gue, gue mau lah "
" Kurang Ajar ya Lu, Bos Lu kena gangguan jiwa nih Ko "
" Saya juga yakin Bos saya kena suatu penyakit yang saya tidak tega menyebutkannya. Saya kira penyakitnya itu yang Pak Rangga barusan sebutkan " ucap Eko kembali.
" Eeeeh sialan Lu bawahan " Radit melotot ke arah Eko. sedangkan Eko hanya terkekeh dan saling lempar senyum dengan Rangga.
" Gue kesini mau nengokin bini Lu"
" Ga usah ditengok "
" Yaelah sama teman sendiri juga, gue cuma bercanda "
" Gue harus hati-hati sama teman seperti Lu " ucap Rangga yang tidak mengijinkan Radit masuk melihat Siska.
" Sebenarnya Gue kesini pengen nengokin Rinda, tapi kata perawat didepan Rinda sudah pulang dan berada di ruangan Istri Lu.
" Sepertinya urat malu Lu udah putus "
" Elu pernah jatuh cinta kan Ga ?? Gue jatuh cinta sama Rinda, setiap gue mau tidur gue ingat dia, bangun tidur ingat dia juga. Padahal Gue sudah lama kerja sama dengan Pak Bastian. Kenapa Gue tidak tahu beliau punya anak yang cantik seperti Siska dan Rinda."
" Lu kan kaya, tampan , Mapan. Lu juga selalu bilang bisa dapatkan siapa saja yang Elu mau. Nah mending Lu cari perempuan yang statusnya bukan Istri orang "
" Gue terlanjur tertarik sama Rinda , masa belum usaha apa-apa Gue mundur "
" Astaga Raditya " Rangga di buat kesal oleh ucapan Radit.
" Mending bawa balik bos Lu ini Ko "
" Elu ngusir Gue??"
" Hemm balik deh Lu , Gue pusing kurang tidur beberapa hari ini. Ada Lu gue tambah pusing."
" Tapi Elu mau ya jadi kakak Ipar gue?? ya ya ya?? sampaikan rasa cintaku kepada Rinda "
" Ko, sebaiknya bawa Bos kamu ke psikiater "
" Jiahaahhahaha gue ga butuh psikiater Rangga, gue butuh Rinda "
Rangga hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
" Ya sudah mending Lu pulang atur strategi bagaimana cara mendapatkan Rinda "
" Gue sudah punya strategi "
" Ga bakalan gue kasih tahu, yang ada Lu gagalin strategi gue. Balik yuk Ko " Ajak Radit kepada Eko saat Rangga sudah di buat penasaran.
" Dasar fakboy " umpat Rangga saat Radit dan Eko hilang dari pandangannya.
---
Andra sudah sampai diparkiran dan mendudukan pelan Rinda di kursi mobilnya.
" Mas padahal tidak perlu gendong Rinda"
" Tidak apa-apa, Mas sudah lama tidak olahraga " ucap Andra setelah mendudukan Rinda dan berlari mengelilingi mobil untuk duduk di kursi kemudi.
Rinda sudah memasangkan seatbelt nya. Andra juga sudah mulai mengemudikan mobilnya untuk keluar dari rumah sakit bersalin dan menuju kediaman mereka.
---
Perjalanan
Rinda mengelap keringat Andra dan menaikan suhu AC mobil nya agar lebih dingin.
Andra melirik Rinda tersenyum saat Rinda selesai mengelap keringat di wajah dan lehernya dengan tissue.
" Mas cemburu sama Pak Radit ??"
" Hemmm "
" Jawab yang jelas, artikulasinya tidak jelas "
" I - Y - A "
" Iya apa ??"
" Iya cemburu "
" Aaakh asiknya Mas cemburu "
" Mas kalau cemburu marah juga, seperti kamu "
" Tapi Rinda marah nya bukan sama Mas, tapi sama perempuan - perempuan yang mendekati Mas . Jadi Mas jangan marah sama Rinda "
" Yakin ?? "
" Iyalah yakin "
" Terus waktu itu kamu menghukum Mas, menggendong kamu dari lantai 10 sampai lantai 5 jalan kaki lewat tangga. Bukannya itu marah juga sama Mas ?? "
" Tuh kan, Mas juga nyuekin Rinda, pulang kerumah dinas. Nah itu apa?? bukannya Mas marah juga " Rinda menyilangkan tangannya di dada dan cemberut.
" Ya ampun, tambah cantik saja sih nih yang lagi marah " ucap Andra, tapi Rinda tetap cemberut dan tidak melirik ke arah Andra.
__ADS_1
Andra menepikan mobilnya.
" Kenapa berhenti ??"
" Ponsel Mas bergetar " Andra mengambil ponselnya yang ada di saku saat merasakan getaran tanda panggilan masuk.
" Ih !!! " Rinda makin menyilangkan tangannya di dada dan memasang wajah jutek. " Kirain mau merayu atau mencium, ini malah menjawab telepon " gumam Rinda.
" Hallo Az " ucap Andra dan Rinda tahu bahwa si penelpon adalah Azka sahabat Mas Andra
" oke 86 "
Andra mematikan sambungan teleponnya dan menyimpan kembali ponselnya di saku seragamnya.
Saat hendak menjalankan mobilnya Andra melirik kembali ke arah Rinda.
" Ya udah Mas minta maaf, jangan cemberut dong "
" Haduh siapa yang salah, siapa yang minta maaf " gumam Andra.
" Yank "
Rinda tidak menjawabnya.
"cup " satu kecupan di pipi kanan Rinda dan Rinda langsung memalingkan wajahnya melihat ke sisi jendela mobil.
" Jangan cemberut, Mas ka sudah minta maaf "
" Mas jangan cemburu lagi sama Pak Radit. Mas tidak level harus cemburu sama dia. Rinda sama sekali tidak menaruh hati sama Pak Radit "
" Iya sayang terimakasih, tadi Mas hanya bercanda " jawab Andra.
" Sabar Dra sabar, lagian Rinda sudah tidak perawan, dia juga sedang hamil, beberapa bulan kedepan badannya tidak akan seksi lagi seperti sekarang. Berdoalah perut istrimu makin besar dan badan Istrimu sebesar babon agar Radit ilfeel "gumam Andra dan terkekeh membayang kan perubahan Rinda nanti , mungkin dia ga bakalan butuh kasur.
" Mas "
" Iya sayang "
" Azka nelepon ada apa??"
" Ooh nanti malam Mas dinas malam "
" Yaaaah ko dinas, Rinda kan kangen " ucap Rinda pelan tapi bisa didengar Andra.
" Mas berangkat nanti sore "
" Terus Rinda sendiri begitu ?? Ijin saja. bilang Istri masih sakit."
" Kan Mas sudah ijin, masa ijin terus. malu lah sama yang lain, kamu tahu sendiri Polisi bagaimana pekerjaannya.
" pulangnya kapan??"
" besok pagi mas pulang "
" Terus kangen - kangenannya "
" Iya nanti bisa kangen - kangenan dulu."
" Ya udah " ucap Rinda.
Andra mengusap puncak kepala Rinda, Andra gemas sekali kepada istrinya.
Andra juga mengusap perut Rinda, " kata dedek Momy, momy jangan marah - marah terus, nanti dady nya nangis "
Rinda jadi tersenyum mendengar ucapan Andra yang seperti anak kecil.
.
.
.
.
.
.
.
Enaknya panggilan buat Rinda dan Andra dari anaknya apa ya yang cocok??
momy dady
mamih papih
mamah papah
ayah ibu
πbingung..
-----
Jangan lupa like.vote dan komentar ya biar semangat updatenya.
----
Tiba dipenghujung bulan Ramadhan.
Author mengucapkan " MOHON MAAF LAHIR BATHIN "
Mohon dimaafkan sikap Rinda yang barbar, urakan dan sengklek...dan yang paling patal maafkan Rinda yang omesπ€π€π€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ
__ADS_1