Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 74


__ADS_3

Maaf ya author nya moody, kalau lagi pengen nulis ya lanjut cerita, kalau lagi ga pengen maaf ya ga bisa update


😁😁😁


tapi setiap baca komentar yang menyemangati jadi pengen update terus.


semoga tambah suka yaaaaa sama mas Andra dan Rinda.


🤭🤭💞💞💞👍


-----------


Setelah mediasi selesai kini di ruang rapat tinggal pihak perusahaan.


Radit tampak puas saat mendengar proyek Angkasa jaya akan tetap berlanjut.


Radit menjabat tangan Rinda juga pak Aryo.


tidak dengan Andra karena Andra berdiri dibelakang Rinda.


"kamu pulang bareng Mas ya..." bisik Andra dari belakang tubuh Rinda.


"iya sebentar Rinda masih ada yang harus Rinda bicarakan dengan Om Aryo. ucap Rinda kepada suaminya.


"Mas tunggu di parkiran ya" ucap Andra


"oke" ucap Rinda membulatkan jari jempol dan telunjuknya.


Andra tersenyum sebelum keduanya berpisah.


-----


Aryo menjabat tangan Rinda dan Tim," terimakasih Rin, Om kira tidak akan semudah ini"


"iya Om sama-sama"


"pembayaran kamu sudah Om transfer ke rekening Firma Hukum Om Rio"


" siap Om, terimakasih untuk kerjasamanya" ucap Rinda.


"Om harus segera kembali ke Perusahaan" ucap Aryo meninggalkan lokasi mediasi.


"Om..."


" Iya Rin..." Aryo berbalik kembali saat Rinda memanggilnya.


"Apa Bastian tidak mau kesini karena ada Rinda??"


"Bukan, Pak Bastian kurang sehat"


" Rinda menganggukan kepalanya.


kemudian Radit mendekati Rinda dan Tim.


Bu Rinda..." panggil Radit


Rinda tersenyum saat melihat Radit.


"terimakasih sudah menyelamatkan dana perusahaan saya"


"sama-sama, saya juga menyelamatkan saham saya yang ada di Angkasa Jaya" ucap Rinda.


"Jika Anda bersedia saya mengundang Anda dan Tim makan malam bersama kami, anggap saja sebagai ucapan terimakasih karena Anda menyelamatkan keuangan perusahaan saya" ucap Radit.


Rinda melirik ke arah Tim nya Irfan , lela dan Nisa.


Lela dan Irfan menggeleng sedikit.


"Aku ga bisa sudah ada janji sama Azka" ucap Nisa


" mungkin lain kali ya, saya juga sudah ditunggu suami saya" tolak Rinda.


"baiklah lain kali saya undang kalian, dan kalian hatus datang" ucap Radit.


-----


guys sorry ya gue balik bareng Mas Andra, ga asik kalau dia harus sama sekertarisnya, aku belum kenalan sama tu sekertaris" ucap Rinda saat berada diparkiran.


"oke Rin, sampe ketemu besok di kantor" ucap Lela dan Nisa.


kemudian mereka menyatukan telapak tangan mereka.


kolang kaling best frein forever" ucap ketiganya serempak. dan mengadukan pantat mereka sambil cekikikan


Irfan hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat ketiganya. Bahkan setelah menjadi pengacara ketiganya masih bertingkah seperti anak SMA.


---


sebelum kembali ke Jakarta Rinda minta ijin ke toilet dulu.


"Mas...tunggu 5 menit ya Rinda ke toilet dulu.ijin Rinda saat sudah berada didepan mobil Andra."


saat kembali dari toilet dan hendak menuju parkiran lengan Rinda tertarik sangat kuat.


"Pak Rendi??"


dengar anak ingusan, kamu tak sepantasnya membela seorang Bastian yang selama 21 tahun sudah membuat hidup mu dan Ibu mu seperti dineraka"


"a- a- pa maksud Anda??"


"perlu saya menjelaskannya??"


Rinda tidak bisa berkata-kata saat mendengar Rendi mengatakan tentang kehidupan dia dan Ibuya.


"dengar Rinda, Bastian harus diberi pelajaran. Dasar anak bodoh!!!" Rendi melepaskan cengkramannya di lengan Rinda.


Rinda masih mematung dan melihat sosok Pak Rendi hilang dari pandangannya.


Yank....!!!! suara panggilan suaminya membuyarkan lamunannya.


"Ayo cepat, lama amat ke toiletnya"

__ADS_1


Rinda melirik ke arah suaminya dan segera menuju parkiran.


----


perjalanan menuju Jakarta


Rinda duduk dibelakang bersama Andra, sedangkan Sekertaris Andra duduk didepan bersama supir.


"capek?" tanya Andra kepada Rinda saat Rinda menyenderkan kepalanya dipundak Andra.


sepanjang perjalanan menuju Jakarta Rinda masih mengingat perkataan Pak Rendi. " Aku harus kasih tahu ini sama Om Aryo, agar Bastian lebih hati-hati dengan kakak Iparnya" gumam Rinda.


"Yank??" tanya Andra saat tidak ada jawaban dari bibir Rinda.


" Iya capek" ucap Rinda


"Bu Rinda hebat" tiba-tiba ucap sekertaris Andra.


"terimakasih Mbak...oia kita belum kenalan, ucap Rinda.


"saya Grace" ucap sekertaris Andra sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum, sangat cantik sekali.Rinda tersenyum dan menyambut uluran tangan Grace.


"Pak Wijaya sering bicara tentang Anda"


"Papah ga cerita yang jelek-jelekan??"


jangan-jangan PaMer bilang kalau aku pernah ngamuk diperusahaan...ah bodo amat bilang juga.biar dia mikir 10x buat godain Mas Andra" gumam Rinda.


"tidak, justru Pak Wijaya bilang punya menantu cantik dan pintar"


seketika wajah Rinda merona...dan Andra melihat itu.


"cieee di puji Papah" ledek Andra.


Rinda hanya tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


Andra menarik Rinda ke dekapannya.


---


Radit


"Ko..tolong besok undang wanita itu keperusahaan, aku ingin berbincang bersamanya dan sedikit minum"


"tidak ada alasan untuk mengundangnya keperusahaan"


"atur cara agar dia bisa datang keperusahaan besok, aku ingin lebih kenal dia"


"cckkk...Istri orang, sadarlah."


"aku hanya ingin kenal, dan berteman"


"setelah berteman demenan begitu Bos??"


"siapa tahu masih ada jodoh"


Eko menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Radit.


Yaaa...orang suruhan aku sudah menyimpannya di meja ruangan kamu" ucap Eko


"baguslah" Jawab Radit tersenyum.


"jangan lupa besok aku ingin bertemu Rinda, terserah apapun caranya yang penting dia mau keperusahaan..."


Eko tidak menjawab permintaan Radit, karena tidak akan pernah bisa ada penolakan disetiap permintaannya.


------


Jakarta pukul 20.30


Rumah baru Rinda dan Andra.


Rinda tersenyum saat melihat rumah yang hampir sebesar rumah nya dulu.


Saat membuka pintu rumah semua barang dan perabot baru terpampang nyata di rumah.


Rinda masuk kekamar semua juga baru.


"barang-barang dari rumah dinas ga dibawa Mas??"


"ga, Mas beli baru.hanya baju dan alat kosmetik kamu yang Mas bawa"


Rinda tersenyum dan memeluk Andra. " Rinda suka rumahnya"


"Mandi yuk" ajak Andra.


merekapun mandi bersama, hanya mandi bersama ya.


-----


setelah mandi Rinda merebahkan badannya ditempat tidur, dia masih memikirkan kata-kata Pak Rendi.


sebaiknya besok aku ke rumah Siska" gumam Rinda.


sedangkan Andra menerima panggilan telepon.


----


Yank....kamu berani sendiri?? Mas harus ke Polres dulu...


"sekarang???"


"Iya Mas piket...Mas kembali lagi besok jm 21.00 malam"


"piketnya jadi ganti jam??"


"Iya yang penting 24 jam, Mas sudah ijin sama atasan"


"besok Rinda kerja"


"Iya ucap Andra" sambil mengganti baju nya menggunakan seragam polisinya.

__ADS_1


"Mas, apa Mas pensiun dini saja??dan konsentrasi sama perusahaan.Rinda ga tega lihat Mas"


"kalau harus milih,Mas pilih jadi Polisi"


Rinda menarik nafasnya, " ya sudah terserah Mas"


Rinda memeluk tubuh Andra yang sudah berbalut seragam dari belakang. Rinda lupa kapan Andra terakhir menyentuhnya.


"padahal Rinda kangen"


Andra membalikan badannya dan menghadap Rinda.


Andra mencium bibir Rinda cukup dalam, selang beberapa menit mereka menikmati ciuman itu.bahkan tangan Rinda sudah mencengkram kepala Andra. sedangkan tangan Andra sudah mendarat di dada Rinda.


"Mas"


sebentar mau??"


"besok malam saja, kalau sebentar ga asik" ucap Rinda mendorong tubuh Andra.


"besok pulang piket ya"


Rinda hanya tersenyum mendapat kecupan dikening nya...dan malam itu dia tidur sendiri dirumah barunya.


------


Rinda berangkat ke kantor tanpa sentuhan Andra dan tanpa sarapan bareng suaminya.


mereka sibuk pekerjaan masing-masing.


pagi hari Firma Hukum


"Rin...hari ini kamu harus ke perusahaan Bima Sakti" ucap Mba Lasmi


" Untuk??"


" katanya Pak Radit sedang butuh jasa pengacara dari Firma Hukum kita, dia mau nya kamu Rin."


"Nisa mana??"


Nisa sudah berangkat menemui klien"


"Kak Irfan dan Lela mana??"


"Pak Irfan dan Bu Lela ijin tidak masuk kantor"


"hemmm kantor milik bokap sendiri mah bebas"


Rinda dan Lasmi terkekeh .


"Rinda berangkat sendiri dong..?"


"iya sendiri saja, kan wonderwomen" ucap Lasmi.


-----


Pukul 10.00 Rinda sudah berada di perusahaan Bima Sakti.


"Radit tersenyum saat Eko memberi kabar bahwa Rinda sudah berada di lobby perusahaan.


"Bu Rinda" sapa seseorang yang tidak Rinda kenal saat menginjakan kaki di lobby perusahaan.


"Iya"


"mari Bu ikut saya, saya ditugaskan Pak Radit untuk menunggu dan mengantarkan Ibu keruangannya."


Rinda hanya menganggukan kepalanya dan berjalan mengikuti Orang suruhan Radit.


saat itu Rinda menggunakan rok abu tua selutut yang memperlihatkan paha mulus putihnya. Atasan kemeja warna abu muda dan blazer hitam. memakai sepatu abu matalik.tas juga abu metalik. penampilan yang sempurna.


Rinda masuk kesebuah ruangan, iya itu ruangan direktur perusahaan Bima Sakti.


Saat pintu terbuka Rinda melihat Radit telah duduk di sofa, di meja tertata makanan dan 2 botol minuman yang sering Rinda tengak di club malam dulu.


Rinda tersenyum saat melihat botol minuman tersebut.


Radit sebenarnya sengaja mengundang Rinda hanya ingin ngobrol bersama Rinda dan minum bersama.


ya Radit sih berharap Rinda mabuk.


"permisi Pak" ucap seseorang yang mengantar Rinda keruangan Radit dan meninggalkan Rinda diruangan Radit.


"mari Bu Rinda" ucap Radit meminta Rinda duduk di sofa.


"saya permisi dulu" pamit Eko yang sudah ada diruangan Radit saat Rinda masuk.


Rinda melihat Eko keluar dan duduk di sofa berhadapan dengan Radit.


"apa yang bisa saya bantu?" tanya Rinda.


"Bu Rinda, jujur saja saya hanya ingin ngobrol bersama Bu Rinda"


Rinda mengerutkan keningnya,dan menatap manik mata Radit.


"maaf anggap saja jamuan ini ucapan terimakasih saya karena Anda sudah menyelamatkan dana perusahaan"


.


.


.


.


.


like


vote


komentar

__ADS_1


__ADS_2