Hey Polisi,Razia Aku!!!

Hey Polisi,Razia Aku!!!
A&R 71


__ADS_3

Rinda dan Tim ikut masuk ke ruang rapat, Rinda dipersilakan duduk oleh Aryo.


diruangan yang cukup luas, ada meja besar panjang telah duduk sebagian orang di kursi yang telah disediakan, ya itu adalah pimpinan anak cabang perusahaan dan beberapa pemegang saham yang terlibat proyek apartemen di Tangerang.


Rinda juga melihat Rena berdiri di belakang manager keuangan perusahaan.


Rinda melihat beberapa orang yang berdiri,mungkin itu sekertaris atau asisten para pimpinan.


Rinda mengedarkan pandangannya, semua orang yang duduk di lihatnya satu-satu.Iya dia mencari Mas Andra suaminya.


tak lama beberapa orang datang dan menduduki kursi yang masih kosong.


dan akhirnya orang yang Rinda tunggu datang juga, Mas Andra datang didampingi seorang wanita yang tak kalah cantik dari Emma dan dirinya. bahkan ini lebih montok.


Rinda tampak intes melihat suami nya. Andra belum menyadari keberadaan Rinda,karena di ruang rapat sudah banyak orang.


terlihat Andra duduk dan wanita yang mendampinginya memberikan beberapa dokumen kepada Andra.jarak nya cukup dekat saat wanita itu memberikan dokumennya,malah Andra terlihat sedikit senyum saat mereka beradu pandang.


sedangkan Rinda menatap sinis suami dan juga wanita itu yang pasti adalah sekertaris barunya.


"semua pemegang saham dan investor sudah hadir" bisik Aryo kepada Bastian.Bastian menjawabnya dengan mengaggukan kepala.


"karena semua pemegang saham sudah hadir,saya akan mulai rapat hari ini" ucap Bastian.


Bastian menyalakan layar dan memperlihat kan proyek apartemen yang pengerjaannya sudah 50%, " ini proyek besar Angkasa Jaya.setelah apartemen dibangun rencana kita akan membangun pusat belanja juga arena bermain anak berupa waterboom,tapi sebelum apartemen selesai, ada sedikit kecelakaan kerja.


dimana keluarga korban yang merupakan buruh bangunan lepas melaporkan kepada pihak kepolisian.keluarga korban didukung oleh oknum masyarakat yang terkena dampak pembebasan lahan untuk pembangunan proyek besar kita" ucap Bastian yang cukup di perhatikan oleh semua orang yang mengikuti rapat.


"Mungkin para pemegang saham ada pendapat untuk kita menyelesaikan sedikit kasus ini" ucap Bastian dengan sedikit sombong,menyebutkan sedikit kasus.padahal proyek nya sudah di ujung tanduk,masyarakat meminta nya menghentikan proyek.


"saya sebagai pemegang saham 5% menyerahkan semuanya kepada direktur angkasa jaya" ucap seorang pria paruh baya.


"saya juga sebagai pemegang saham 7% menyerahkan semuanya kepada direktur"


"saya sebagai pemegang saham 10% sebaiknya kita menggunakan jasa pengacara untuk menyelesaikan kasus kita"


"saya setuju"


"saya juga" ucap seseorang yang tidak Rinda kenal.


"bukannya perusahaan kita punya kuasa hukum Pa Rio yang selalu membantu kita" ucap yang lain.


sedangkan Rinda dan Tim hanya mendengarkan dan memperhatikan.


"Pak Rio sudah mau pensiun, mungkin kalian punya rekomendasi kuasa hukum yang bisa membela kita" ucap Bastian tidak menganggap keberadaan Rinda dan Tim, tentu saja saat itu Rinda sangat ingin meninghalkan ruang rapat, tapi Lela mengelus punggung Rinda, dan saat Rinda melirik Lela,Lela mengucapkan kata sabar tanoa mengeluarkan suara.tapi Rinda bisa membaca gerakan bibir Lela.dan Rinda pun sedikit mengangguk.


"saya tidak punya rekomendasi pengacara terbaik" ucap laki-laki yang punya saham 5% diperusahaan.


"mungkin Pak Andra sebagai pemegang saham 30% bagaimana pendapat Anda?" tanya laki-laki pemegang saham 10%.


"saya disini hanya mewakili Istri saya,saham 30% diperusahaan Angkasa Jaya adalah miliknya" ucap Andra melirik ke arah Rinda.


tentu saja Rinda yang dari tadi merasa Andra tidak melihatnya jadi memerah,ternyata suaminya menyadari kehadirannya.

__ADS_1


"oke kita ikuti permainan mereka Mas" gumam Rinda melempar senyum kepada Andra, begitupun Andra.


Bastian menarik nafas panjang saat mendengar ucapan Andra.


"jadi Wijaya memberikan sahamnya kepada Rinda, aku bahkan tidak tahu" gumam Bastian membuang pandangannya.


"maaf saya memotong rapat sebentar ucap laki-laki muda yang tidak tahu siapa..."perkenalkan saya dari perusahaan Bima sakti,saya disini sebagai investor untuk pembangunan proyek diperusahaan Anda pak Bastian, mungkin saya tidak memiliki saham disini,tapi perusahaan saya menggelontorkan cukup banyak dana untuk proyek Anda. Kalau Anda tidak segera menyelesaikan kasus ini, saya meminta kembali dana yang sudah saya cairkan keperusahaan Anda dengan bunga nya.


tentu saja itu tamparan keras untuk Bastian, bagaimana bisa dia mengembalikan dana yang perusahaan Bima sakti kucurkan untuk proyek nya.


Bastian melirik ke arah manager keuangan perusahaan dimana Rena pun berdiri dibelakangnya.Manager tersebut menggelengkan sedikit kepalanya kepada Bastian sebagai kode bahwa keuangan perusahaan sesang tidak baik.


"kalau sampai proyek ditutup gara-gara kasus ini, saya tidak segan menarik saham saya" ucap pria paruh baya yang memiliki saham 7% diperusahaan Angkasa Jaya


"Iya benar saya juga akan menarik saham saya" ucap yang lain.


" saya juga,karena ini bukan kasus kecil, ini sudah berhubungan dengan nyawa manusia dan masyarakat yang terkena dampak pembebasan lahan"


"seketika keadaan ruangan sangat gaduh ,para pemegang saham dan investor ingin menarik saham dan dana yang telah mereka gelontorkan.


"Bastian tampak pucat pasi, tangan kanannya memegang dada kirinya. Aryo tampak membukakan botol air mineral untuk Bastian.


Rinda melihat ke arah Bastian, kemudian Rinda melirik ke arah Andra dan Andra menganggukan kepalanya ke arah Rinda.seolah Rinda paham akan kode dari Andra.


"maaf bapa-bapa semua" Ucap Rinda sambil berdiri.


dan ucapan Rinda langsung mengheningkan suasana yang gaduh.


"perkenalkan saya adalah pemilik saham 30% disini, saya Istri dari bapak Andra Wijaya, menantu bapa Wijaya dari perusahaan Wijaya Grup. "


Menyelamatkan saham Bapa-bapa semua dan menyelamatkan dana yang telah investror-investor gelontorkan untuk proyek ini.


saya disini bersama tim kuasa hukum saya, Pak Irfan, bu Lela san Bu Nisa. Rinda menunjuk satu satu Tim nya.


Lela, Nisa dan Irfan mengangguk anggukan kepalanya.


sedangkan Rena dibuat ternganga mendengar kenyataan bahwa Rinda pemegang saham 30% dimana dia bekerja.


Bastian menatap intens perkataan Rinda, dia sangat malu, Anak yang dia benci selama ini memberi nyawa baru untuknya.


Andra tersenyum puas mendengar ucapan Rinda, Andra tidak menyangka disaat suasana panas Rinda mampu mendinginkan nya.


beberapa pemegang saham langsung berbisik bisik. tapi dengar oleh Rinda.


"apakah mereka trio kolang kaling, pengacara yang sedang diperhitungkan kinerja kerjanya."


"iya saya pernah dengar bahwa menantu Pak Wijaya adalah pengacara handal"


"benar, dia adalah lulusan terbaik di kampusnya"


"saat magang saja beberapa kasus telah dia menangkan" ucap seseorang.


"sebaiknya kita serahkan kepada ibu Rinda, selain pengacara beliau juga pemegang saham terbesar diperusahaan. 30% saham disini adalah milik nya, beliau tidak mungkin membiarkan proyek kita rugi"

__ADS_1


" benar- benar"


begitulah bisik- bisik yang sedikit riuh.


"bagaimana bapa- bapa pemegang saham?? bapa-bapa investor?" tanya Rinda.


"kami tidak akan mengambil saham kami kembali, kami serahkan semuanya kepada Ibu Rinda" ucap pemegang saham 5%.


Bastian bisa sedikit lega dengan ucapan tersebut.


"apa yang anda lakukan untuk menyelesaikan kasus proyek kita?" tanya investror dari Bima sakti.


"ayo kita semua ke Tangerang, kita adakan mediasi disana dengan keluarga korban. Saya akan yakinkan keluarga korban agar mencabut laporannya kepada Polisi, apalagi korban merupakan buruh lepas.mereka bekerja tanpa sepengetahuan perusahaan, seseorang pasti sengaja mempekerjakan mereka.


Kita tidak perlu mencari oknum masyarakat yang mempropokasi keluarga korban untuk melaporkan kecelakaan kerja yang menimpa buruh bangunan tersebut.


karena kemungkinan besar, bukan masyakat yang terkena dampak pembebasan lahan pembangunan proyek kita yang mendukung keluarga korban untuk melaporkan kepada polisi tentang kecelakaan kerja ini, Tapi musuh perusahaan Angkasa Jaya dan mungkin saja ada diruangan ini.


"kata-kata terakhir dari Rinda tentu saja mengagetkan semua orang, termasuk Bastian. bahkan para pemegang saham dan investor pun tampak kaget dan ucapan Rinda yang mungkin memang ada benarnya.


Rinda mrnatap satu satu orang yang ada diruangan tersebut hingga tertuju pada seorang laki-laki yang hanya diam saja.


"Mungkin bapa ada sedikit pembelaan ucap Rinda kepada kaki-laki yang hanya diam" sambil menunjuk laki-laki tersebut dengan kelima jarinya.


sontak seluruh orang yang ada diruangan rapat langsung melirik kearah laki-laki tersebut.


Bastian menatap intens laki-laki yang ditunjuk Rinda, laki-laki tersebut sangat Bastian kenal.dia adalah Rendi kakak Iparnya, Kakak dari Riska Istrinya.


"laki-laki tersebut langsung berdiri..." dan menepuk nepuk kan kedua tangannya.


hebat....hebat...hebat. ..memang anda pengacara yang patut diacungi 1000 jempol ucap laki-laki tersebut.


tentu saja semua mata langsung tertuju kepada Rendi, Apalagi Bastian yang tidak habis pikir. Apa mungkin Rendi terlibat dalam kasus ini.tapi kenapa??? gumam Bastian masih tampak berpikir dan memegang dada kirinya.


dan Andra masih terduduk manis sambil memainkan pulpen nya dan tersenyum puas, semua kecurigaannya telah terjawab oleh Rinda, bebek nakalnya yang pintar.


.


.


.


.


.


.


.


jangan bosan Like.vote dan komentar ya.


maaf ya Authornya lagi kurang sehat...jadi telat Update...🤗🤗🤗..

__ADS_1


terimakasuh semuanya yang selalu memberi semangat untuk update terus kisah kelaurga Rinda dan Andra.💋💋💋💋


__ADS_2