
Tepat pukul 21.30 Rinda dan Andra baru saja sampai di kediamannya setelah menghadiri akad nikah Azka dan Nisa.
mereka telah membersihkan diri di tempat tidur yang sama mereka menyempatkan mengobrol.
" Besok kerja??"
" Iya, Mas dinas juga kan??"
" Iya, kasus yang sedang Mas selidiki sudah mendapatkan titik terang"
" Oh ya"
" hemmm, sebenarnya ada kaitannya dengan teman kamu".
" Teman Aku yang mana Mas??"
" Yang kamu temui tadi pagi tapi tidak ada di tempat"
" Maksud Mas??"
" Harus Mas jelaskan.?"
" Mas tahu tadi pagi Rinda kemana??"
" Iya, karena kita berada di tempat yang sama".
" Kenapa Mas mencari Bimo??" tanya Rinda menjadi duduk dan menghadap ke arah Andra yang sudah berbaring.
" Kamu sendiri ngapain cari Bimo???"
" Rinda lihat Bimo du pemukiman kumuh Mas, tidak jauh dari sini. saat Rinda memberikan sumbangan ke daerah sana tidak sengaja melihat sosok yang mirip Bimo. Rinda memastikan dengan Nisa ke lapas. zdan ternyata Bimo sudah bebas dan Rinda yakin Mas. yang di lihat Rinda adalah Bimo"
" Lela tahu kalau Bimo bebas???"
" Sepertinya belum, rencana besok Rinda dan Nisa mau memberitahu Lela."
" Bimo juga pernah tertangkap camera Alinda di hotel xxx kerajaannya bisnis prostitusi online"
" Waduh, tapi Bimo tidak ada muka bokep ko Mas. masa dia terlibat prostitusi online"
" Eh tapi....., " ucapan Rinda tidak selesai
" Tapi apa??"
" Tapi Lela dan Bimo gaya pacarannya sudah seperti suami istri. Mas ingat kan waktu razia pertama kali kita bertemu Mas menemukan alat kontrasepsi di mobil Rinda. Itu kan milik Bimo."
" di balik kematian Nando dan kasus Bimo itu ada dalangnya. ada pengendali mereka. termasuk pak Andrian yang mengaku sebagai pemilik hotel xxx."
" Jadi Nando bukan pemilik club yang sebenarnya Mas??"
" Iya kemungkinan, Mas pernah razia narkoba juga di club Nando. tapi hasil nya nihil, malahbmenemukan kamu lagi merayakan ulang tahun" ucap Andea menyentil hidung Rinda.
" Mas, hati - hati ya. Rinda takut."
" takut apa yank??"
"kasus yang sedang Mas tangani bukan kasus sembarangan".
" Mas pasti hati - hati"
" siapa tahu orang yang sebenarnya sedang memantau kita, Rinda takut dia melakukan sesuatu yang buruk kepada Mas"
" eemmh, jangan berlebihan. Mas kan polisi"
" Iya tetap saja Mas harus waspada, Rinda tidak mau jadi janda dan anak ini lahir gara - gara kasus yang Mas tangani"
" hadeuh kamu itu terlalu banyak nonton film action"
" Hemm wajar lah Mas Rinda khawatir"
" Kamu juga jangan terlalu jauh dalam mencari tahu tantang Bimo, Bimo bisa saja melakukan hal yang nekad kepada kalian bertiga" ucap Andra serius.
" Kalau kamu melihat Bimo di mana pun, Mas minta kamu tidak perlu menyapa nya. pura - pura tidak melihatnya lebih bagus. paham??"
" Oke" jawab Rinda pendek.
------
Eko dan Sesil telah pergi entah kemana, tapi Renata yakin mereka mencari hotel terdekat.
setelah melihat kedua nya speerti sudah tidak bisa menahan hasrat mereka.
kini tinggal Rena dan Radit
Radit tidak banyak bicara saat ada Sesil dan Eko, dan baru sekarang dia membuka obrolan.
" Sudah lama bekerja di angkasa jaya???"
" Lumayan, Papah yang sudah lama"
" siapa Papah kamu??"
" Pak Aryo"
" uppps"
__ADS_1
" kenal??".
" Siapa yang tidak kenal tangan kanan Pak Bastian" ucap Radit memuji Papah Renata.
" Kamu kenal anak Pak Bastian??"
" Siapa??? Bu Siska??"
" Bu Rinda"
" Hadeuh, jangan membicarakan wanita itu" ucap Rena menengak habis minuman beralkohol di gelas nya.
" emmh sepertinya mereka tidak berhubungan baik" gumam Radit
" Ada masalah dengan Rinda??? kamu bisa bercerita" ucap Radit memancing Rena yang sudah setengah mabuk.
" Sejak sekolah di sekolah menangah atas, Rinda selalu mendapatkan apa yang Aku inginkan. Mulai dari juara kelas, juara umum, juara olimpiade matematika tingakat nasional." celoteh Rena mengingat masa - masa sekolah bersama Rinda.
" Laki - laki pertama yang Aku sukai waktu sekolah juga malah menyukai Rinda wlaau akhirnya Kak Irfan memilih menikah dengan Lela sahabta nya Rinda.
" Belum lagi sekarang, Kak Andra yang lebih memilih Rinda. padahal Tante Sofia sempat meminta menjodohkan dengan Rena. dan semua berubah setelaada Rinda, bahkan sekarang Kak Andra dan kak Azka seperti orang asing untuk Rena setelah mereka kenal dengan geng kolang kaling."
" Sumpah demi apapun, aku benci wanita itu. jangan sebut lagi nama otu di depan ku" jawab Rena dengan mata memerah karena pengaruh alkohol.
" Sepertinya kita punya musuh yang sama"
" Kamu benci Rinda juga??"
" Iya" jawab Radit asal
" Kenapa??"
" Karena dia menolak cinta ku, sama hal nya Andra yang menolak cinta kamu"
" Tapi Aku tidai benci Kak Andra" ucap Rena.
" kamu bisa menyakiti Rinda. dan memulai nya dengan menghancurkan perusahaan Papahnya, buat oleng keuangan perusahaan. kamu manager keuangan"
" Rinda tidak akan terpengaruh. hubungan keduanya tidak baik - baik saja"
" Kalau begitu, Aku akan membantumu merebut Andra dari Rinda. kamu dapatkan Andra aku dapatkan Rinda"
" Bagaimana caranya?? Rinda dan Andra tidak bisa di pisahkan. Aku sudah mencoba berbagai cara untuk memisahka keduanya"
" Ikuti saja permainan ku" ucap Radit.
" Rena pun mengangguk sambil meminum kembali minuman beralkohol yang ada di hadapannya hingga dia terbatuk - batuk.
penglihatannya mulai memudar, dia melihat wajah laki - laki di depan nya seperti Wajah Kak Andra
" Kak Andra" ucap Rena kembali mengembangkan senyumnya.
Radit hanya tersenyum sinis saat wanita tersebut menyentuh bagian - bagian dari wajah nya
" Kak, Rena suka sama Kakak. kenapa kakak dulu menolak di jodohkan dengan Rena.Rena tidak kalah cantik dari Rinda."
" Kak " ucap Rena dan berdiri mendekat ke arah Radit yang di lihat Rena adalah Andra.
" Apa Kakak tahu Rena masih berharap kita masih seperti dulu, Kakak mau mengajak Rena bicara, mengantar Rena belanja, makan siang bersama. Kenapa Kak Andra dan Kak Azka lebih pedulikepada mereka. " ucap Rena seperti ingin menangis.
" Kak jawab" ucap Rena sudab mulai mabuk.
Rena merasa pandangannya gelap. wajah Kak Andra yang ada di hadapannya pun seperti hilang.
------
Pagi pukul 07.00 Waktu Azka dan Nisa
Azka sudah bangun dan melihat Nisa yang masih tergolek lemah. Azka ingat bagaimana Bisa menjerit jerit saat Azka mengambil keperawanannya.
Azka pun belum mengambil cuti, rencana Azka akan cuti setelah resepsi nikah dan berbulan madu.
" Sayang bangun" Azka menguhajani Nisa dengan ciuman.
Nisa membuka matanya dengan malas, tubuhnya berasa remuk semua.
" Abang akan dinas??"
" Iya, Abang membantu Andra menyelidiki kasus nya. yang ekmungkinan masih ada kaitannya dengan kasus yang pernah Abang tangani dulu"
" Ooo" jawab Nisa pelan tanpa menanyakan kasus apa yang Azka tangani dulu apa. padahal Azka memancing Nisa agar menanyakannya.
" Nisa siapkan sarapan ya??"
" Tidak perlu, kamu istirahat saja".
" Tapi Nisa hari ini ke kantor"
" Memang kuat??? sudah tidak sakit??"
" Iiih enggalah, Nisa ada pertemuan penting dengan Rinda dan Lela".
" pertemuan penting apa??"
" Ada hak yang mau kita bicarakan, bertiga saja. cukup kolang kaling yang tahu"
__ADS_1
" dengar nama kolang kaling Abang ingin bikin kolak Nis".
"Hadeuh"
" kamu menggemaskan sekali sih" ucap Azka.
" Abang bernagkat dulu ya"
" Yakin ga mau sarapan dulu??"
" nanti saja di kantin Polres".
" Ya udah deh, maaf ya kesiangan" ucap Nisa
" iya itu juga kan karena perbuatan Abang" ucap Azka terkekeh saat dirinya menjadi Abang setelah Alinda memanggil nya Abang, Nisa jadi ikut - ikutan memanggilnya Abang.
------
Sebuah hotel
Sesil dan Eko tersenyum bersama saat mereka telah melewatkan malam yang indah bersama.
" Aku akan segera menikahi kamu" ucap Eko kepada Sesil
Sesil pun tersenyum mendengar ucapan Eko.
-----
Lain hal nya di sebuah hotel yang lainnya.
" Aku dimana??" tanya Rena mengurut keningnya yang terasa sakit.
Rena mencoba bangun, dan saat dia terduduk dan mengedarkan pandangannya dia merasa dia berada di tempat asing.
Rena jngat semalam dia sedang ngobrol dengan Pak Radit.
" Pak Radit atau Kak Andra ya???" Rena mengetuk ngetuk kepalanya. saat menundukan kepala Rena sampai melotot san berteriak saat melihat tubuhnya tidak memakai pakaian.
" Huaaaaaa, kamana baju ku??" teriak Rena.
Rena melihat di sekeliling tidak ada tanda - tanda kehidupan lain selain dirinya.
" Ya Tuhan, apa yang terjadi??"
Rena mènyibakan selimut dan di lihat nya bercak darah.
" aaakkhhhh siapa yang melakukannya??" teriak Rena.
Rena langsung berdiri dan mebersihkan diri di kamar mandi.
setelah mandi Rena memakai kembali baju nya.
pikirannya kacau saat ini, " Siapa yang membawa ku ke sini??? masa iya Pak Radit. kalau iya Pak Radit, kenapa dia meninghalkan Aku begitu saja??" gumam Rena
" Tapi tadi malam Aku sedang bersama Pak Radit, akhh Aku harus menanyakannnya. dia sudah merenggut kehormatan Aku. Dia harus bertanggung jawab" ucap Rena bergegas keluar kamar hotel untuk kembali ke rumah dan mengganti pakaianmya untuk ke kantor dan ke kantor Pak Radit.
-----
Andra dan Rinda pun telah siap berangkat ke tempat kerja masing - masing.
" hati - hati ya Mas"
" Kamu ayng harus hati-hati"
" Rinda bisa jaga diri Mas"
" Jaga dedek juga" ucap Andra mengelus perut Rinda.
" Iya"
" Yakin tidak ingin diantarkan ke kantor??"
" yakin, Mas berangkat sana. Rinda bisa bawa mobil sendiri" ucap Rinda.
Andra pun mengecup jening Rinda sekilas sebelum dia berangkat dinas dan memulai kembali penyelidikan kasusnya bersama Azka juga Alinda.
.
.
.
.
.
.
jangan bosan kasih
Vote
Like
komentar🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️🤸♀️
__ADS_1
terimakasih untuk yang masih setia menunggu🙏🙏🙏